Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

72,597 görüntüleme • 1 yıl önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Semangat Tak Padam Meski di Luar Stadion SLEMAN, 3 MEI 2026 – Stadion Maguwoharjo, Sleman, kembali menjadi saksi bisu betapa fanatiknya dukungan para suporter sepak bola tanah air. Pertandingan antara PSS Sleman menjamu PSIS Semarang yang berlangsung hari ini tidak hanya memanaskan atmosfer di dalam lapangan, tetapi juga menciptakan gelombang energi luar biasa di area luar stadion. Ribuan suporter yang tidak mendapatkan tiket atau memilih untuk memberikan dukungan dari luar stadion tampak memadati area parkir dan jalan-jalan di sekitar stadion. Dengan mengenakan atribut kebanggaan berwarna hijau, para pendukung setia Laskar Sembada ini tak henti-hentinya menyanyikan chant penyemangat. Momen Haru: Ibu-Ibu Turut Menjadi "Capo" Ada pemandangan unik dan menyentuh di tengah kerumunan suporter. Seorang ibu paruh baya terlihat berdiri di barisan depan, memimpin sorakan layaknya seorang Capo. Dengan tangan di dada dan suara lantang, ia menyanyikan lagu "Sampai Kau Bisa" dengan penuh penghayatan. "Ini bukan sekadar sepak bola, ini soal kebanggaan daerah. Kami ingin pemain tahu bahwa doa kami menyertai mereka meski kami hanya bisa berdiri di sini," ujar salah satu suporter yang berdiri di dekatnya. Suasana semakin meriah saat ribuan orang secara serempak melompat dan bernyanyi bersama. Suara drum yang berdegup kencang seirama dengan semangat mereka yang ingin melihat tim kesayangannya meraih poin penuh dalam laga krusial ini. Meski kondisi di luar stadion sangat padat, suasana tetap kondusif dan penuh kekeluargaan. Para suporter saling berbagi minuman dan tetap tertib di bawah pengawasan petugas keamanan yang berjaga di sekitar lokasi.

Merapi Uncover

25,005 görüntüleme • 1 ay önce

Hangatnya Malam di Solo: Kabinet Merah Putih Nyanyi Bareng Wartawan di Warung Bakmi Solo — Di tengah jadwal padat kunjungan kerja Presiden RI Prabowo Subianto ke Solo, ada satu momen menarik yaitu sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih bernyanyi menyemangati para wartawan yang bertugas di Solo, di warung bakmi Jawa sederhana, lengkap dengan irama musik live. Malam itu, Minggu (20/7), Prabowo, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan beberapa pembantu presiden di Kabinet Merah Putih, melipir sejenak ke Warung Bakmi Jawa Bu Citro 1, sebuah tempat makan legendaris di sudut kota. Tampak hadir Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Mereka mengenakan kemeja putih dan celana hitam, tampak santai tapi masih rapi, menyatu di antara meja-meja kecil bersama para wartawan yang biasa meliput Istana. Seorang pemain keyboard tunggal mulai memainkan lagu. Lalu mikrofon berpindah tangan, dan malam pun berubah menjadi konser mini. Lagu yang dipilih? “Biarlah” milik Nidji, lagu penuh kenangan yang dilantunkan Giring dengan penuh penghayatan, seolah bernostalgia dengan panggung masa lalu. Meski hanya diiringi aransemen sederhana dari organ tunggal, atmosfer malam itu terasa megah dalam kehangatan. Para menteri dan wamen tidak hanya bernyanyi, tapi juga berjoget kecil, termasuk gaya joget robotik khas era 2000-an, mengikuti irama lagu. Prasetyo dan Sugiono ikut menyumbang suara dan menggoyangkan bahu dengan irama santai, berdiri di hadapan meja bakmi. Teddy juga ikut larut dalam harmoni dan suasana guyub malam itu. Momen ini terjadi di sela agenda di Solo, Minggu, menuju kunjungan Presiden ke Klaten, Senin (21/7), untuk meluncurkan program Koperasi Desa Merah Putih, yang merupakan bagian dari misi pemerataan ekonomi kerakyatan. Prabowo Subianto #Prabowo #PresidenRI #Preside #Indoesia #PSRI1 #MBG #Swasembadapangan

Radio Elshinta

46,275 görüntüleme • 10 ay önce