
NataliusPigai
@NataliusPigai2 • 207,815 subscribers
Victims, NGOs, Human Rights Activist, Labor Rights Gov, Human Rights Commision 2012-17. Human Rights Defender, Human Rights Minister of Indonesia 2024🇮🇩
Shorts
Videos

Pada awalnya, Lembaga2 survei Celios cs dan buzer downgraded saya sebagai Menteri Kinerja Terburuk. 17 Bulan menjadi Menteri. Apa yang ditemukan “Tempo dan Group Bocor Halus “ telah membungkam imajinasi negatif pada Natalius Pigai. Semua tidak hadir ibarat kilat dan guntur tetapi ada akar historisnya yakni 26 tahun yang lalu saya menjadi Staf Khusus dan Pejabat Birokrat untuk 5 Menteri (Alhilal Hamdi , Jacob Nawa Wea, Fahmi Idris), Pejabat Struktural untuk (Erman Suparno dan Muhaimin Iskandar). Pada akhirnya publik dalam hal ini melalui “Bocor Halus Tempo” menyampaikan siapa Natalius Pigai sesungguhnya. Silakan renungkan🇮🇩🇮🇩🇮🇩
NataliusPigai613,499 Aufrufe • vor 1 Monat

Sambutan resmi mewakili Pemerintah RI pada Hari Kemerdekaan Georgia🇮🇩🙏
NataliusPigai211,521 Aufrufe • vor 1 Monat

*Menteri HAM Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggota di Lapangan, Atensi Khusus Peristiwa Tewasnya Pendeta GKI di Intan Jaya* Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan keprihatinan mendalam atas tewasnya seorang pendeta Gereja Kristen Injili (GKI) dalam insiden penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Menurutnya, peristiwa yang terus menelan korban jiwa di Papua harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (01/07), Menteri HAM meminta Panglima TNI dan Kapolri memastikan seluruh personel yang bertugas di Papua menjalankan tugas secara profesional serta mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil. Peristiwa penembakan pendeta tersebut menjadi sorotan setelah diklaim oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka, sementara aparat masih melakukan pendalaman atas insiden tersebut. "Penembakan pendeta di Intan Jaya dan Papua, kita minta Panglima TNI dan Kapolri agar mengendalikan anggotanya yang bertugas di Papua," tegas Menteri HAM. Ia menilai bahwa perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi prioritas dalam setiap upaya menjaga keamanan di Papua, sehingga tidak ada lagi warga yang menjadi korban di tengah situasi konflik. Menteri HAM juga menyoroti tingginya angka korban sipil yang terus berjatuhan di Papua. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai situasi yang biasa karena menyangkut hak hidup warga negara yang dijamin oleh konstitusi. "Hampir setiap hari ada kematian warga sipil tidak berdosa," ujarnya. Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk memastikan keamanan masyarakat sekaligus mendorong penyelesaian berbagai persoalan di Papua dengan mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Lebih lanjut, Menteri HAM menekankan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Menurutnya, pendekatan yang berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia menjadi kunci untuk meminimalkan jatuhnya korban sipil serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap negara. Kementerian HAM menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Papua dan berkoordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait guna memastikan setiap dugaan pelanggaran hak asasi manusia mendapat perhatian serta penanganan yang sesuai dengan ketentuan hukum. Menteri Hak Asasi Menambahkan juga pihaknya mendapat laporan langsung dari Bupati Intan Jaya terkait penemuan jenasah yang sebelumnya ditahan TNI tanggal 29 Juni 2026. “Tanggal 1 Juli 2029 Korban ditemukan dengan lima luka tembak di tubuh, ada luka sayatan di badan dan satu telinga hilang. Jadi saya sekali lagi minta Mabes TNI/Polri untuk evaluasi deploiment militer di Papua. Panglima TNI dan Kapolri harap bisa kendalikan anggotanya dan lakukan proses hukum secara transparan,” tegas Pigai. Pigai mengkuatirkan gelombang korban meninggal di Papua belakangan ini bisa berdampak fatal pada perlawanan masif seluruh rakyat. “Saya mendapat laporan Bupati Intan Jaya Buka Baju di lokasi penemuan mayat menjadi SIGNAL KUAT bisa terjadi perlawanan masif seluruh rakyat Papua. Dalam beberapa bulan terakhir ini ada beberapa Bupati sudah menangis terbuka di depan rakyat di atas jenazah belasan orang meninggal di Puncak dan Rakyat Sipil yang ditembak di Intan Jaya,” pungkas Pigai.
NataliusPigai50,072 Aufrufe • vor 20 Tagen

Dari Keluarga Miskin: Juru Parkir di Kementerian Transmigrasi RI. Tenaga Honorer, CPNS, PNS, Kepala Seksi, Pejabat Eselon Fungsional dan Struktural, Staf Khusus Menakertrans RI, Pejabat Negara Pimpinan Lembaga Negara (Komnas HAM) akhirnya hari ini mencapai Puncak Tertinggi sebagai Menteri. “ Pegawai Negeri Rendahan yang mencapai Puncak Karier Tertinggi”. Jangan pernah menyerah wahai ASN nasib kita tidak ada yang tahu. Hanyalah TUHAN ALLAH🙏🇮🇩🙏
NataliusPigai204,709 Aufrufe • vor 1 Jahr

Media Pers dan Pembangunan Peradaban Hak Asasi Manusia 🇮🇩
NataliusPigai41,511 Aufrufe • vor 4 Monaten

Saya mau sosialisasi ilmu HAM: Simak video ini secara baik2 “Meniadakan” . Ikuti lagi kata2 saya adalah : “MENIADAKAN itu menentang HAM”. Berniat meniadakan itu sama dengan membatalkan program2 yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup rakyat (state obligation to fulfill on human rights need) yakni kebutuhan atas hak rakyat untuk kenyang, sehat dan pintar. Ada unsur “mens rea” untuk menghapus kebutuhan elementer rakyat Indonesia. Sudah pasti bertentangan HAM.
NataliusPigai16,237 Aufrufe • vor 4 Monaten

Pak Anies Rasyid Baswedan Yth. Disclaimer dulu. Cuitan ini Saya sebagai Tim Suskes Prabowo. Bp Presiden Prabowo tidak pernah mengatakan Per TAHUN. Kalau 3 juta rumah memang benar, tapi bukan per Tahun. Ingat tidak pernah ada kata2 per tahun tetapi dalam 1 periode yakni 5 tahun. Jadi sabar Pak Kami sedang kerja. Pak Anies tahu ada standar ham dunia bahwa jangan menghakimi saat sedang kerja? “ on going process of achieving human rights need (house), state obligation to fulfill on human rights need (peoples housing programs are basic need). Kalau Pak Anies merasa salah atau manipulasi frasa “tahun” tinggal koreksi saja. Kalau tidak juga gpp kita ini pemimpin dan dilihat jutaan mata rakyat Indonesia. “Intinya kami tidak sebut Per Tahun”
NataliusPigai17,633 Aufrufe • vor 9 Monaten