
Sirkel Gabut_
@Sirkelgabut • 3,032 subscribers
information content ✨ 🩷🩷🩷 please follow for more information content
Shorts
Videos

🚨Sebuah video menunjukkan seorang ibu memindahkan nasi dan lauk ke dalam wadah lain. Dalam unggahan yang beredar, makanan tersebut disebut-sebut merupakan jatah program MBG yang tidak dihabiskan oleh siswa sekolah dasar di Depok, Jawa Barat. Video itu pun memicu beragam tanggapan warganet. Sebagian menyoroti dugaan rasa makanan yang kurang sesuai dengan selera anak-anak. gimana menurut kalian guys dengan fenomena ini?
Sirkel Gabut_222,156 görüntüleme • 1 gün önce

Betrand Peto Putra Onsu Ultimatum Karyawan Sarwendah🚨🚨🚨 Betrand Peto tidak sedang asal marah atau sekadar “bela ayah”. Ia sedang menyoroti pola yang sudah terlalu sering terjadi dalam perceraian selebriti Indonesia: orang dekat (karyawan, asisten, bahkan saudara) yang justru jadi “kompor”. Bukan karena mereka jahat secara personal, tapi karena posisi mereka memberi kuasa. Mereka “jagain bunda”, tinggal di rumah yang dibangun Ruben, makan dari hasil kerja Ruben & Sarwendah. Lalu ikut memperkeruh suasana dengan tidak meredam emosi majikan, malah membiarkan atau memperpanjang momen yang seharusnya privat.
Sirkel Gabut_257,052 görüntüleme • 6 gün önce

Sangat bangga padamu kawan👏 Hal ini tidak terlepas dari dukungan para orang tua dan teman yang mendukung untuk terus berkarya bahkan hingga bisa tembus ke dunia International. Film ini membuktikan Lewat kerja keras dan kreativitas, sekelompok anak SMK berhasil menghadirkan film animasi berkualitas internasional, bahkan tanpa bantuan AI. ✨GARUDA DI DADAKU✨ Sudah tayang di Bioskop🚨🚨🚨 Dukung karya anak bangsa dengan menonton di bioskop resmi. Jangan merekam, mengunggah ulang, atau menyebarkan versi bajakan.
Sirkel Gabut_131,712 görüntüleme • 4 gün önce

Melihat video hajatan di Batang Sistem pemberian sumbangan langsung ke baskom tanpa amplop memang terlihat “polos” dan komunal. Tamu datang, jabat tangan, lalu uangnya langsung dimasukkan ke wadah besar yang sudah penuh. Tidak ada bungkus rapi, tidak ada basa-basi amplop. Di satu sisi, cara ini terasa lebih jujur dan cair. Tidak perlu repot cari amplop, tidak ada yang pura-pura memberi banyak padahal isinya kecil. Tapi sistem itu justru membuat kita bertanya, 1. Apakah ini etis? 2. Bagaimana dengan tamu yang datang dengan keterbatasan ekonomi? Ia hanya bisa memberi Rp50.000 atau nominal lebih rendah, lalu uangnya langsung kelihatan oleh orang-orang yang antri di belakang. Sistem seperti ini bisa saja membuat sebagian orang malu, karena keterbatasan ekonomi. Akibatnya apa? supaya tidak malu, pinjam uang ke orang lain demi menutupi kekurangan yang ada. Bahkan disatu sisi bagi yang merasa ekonomi yang lebih mapan. Sistem seperti ini bisa dipakai untuk ajang pamer kekayaan satu sama lainnya😌 Tradisi ini memang sudah ada lama di beberapa daerah. Tapi di zaman sekarang, ketika privasi dan kenyamanan semakin dihargai, apakah sistem terbuka seperti ini masih pantas dipertahankan? Kalo pendapat kalian gimana?
Sirkel Gabut_16,932 görüntüleme • 3 gün önce
Daha fazla içerik yok.