Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨's banner
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨's profile picture

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

@WeKa_Ronin6,979 subscribers

System Analyst Eight division

Shorts

Prabowo ternyata bener, tentang perilaku APARAT yang Suka MERES RAKYAT... semoga dia belum berkeluarga, kasihan anaknya bisa KERACUNAN Makanan, jika makan HASIL NYOLONG Pasti karena GAJI nya KECIL atau Kurang LATIHAN MORAL saat LATSARMIL...

Prabowo ternyata bener, tentang perilaku APARAT yang Suka MERES RAKYAT... semoga dia belum berkeluarga, kasihan anaknya bisa KERACUNAN Makanan, jika makan HASIL NYOLONG Pasti karena GAJI nya KECIL atau Kurang LATIHAN MORAL saat LATSARMIL...

103,683 views

Dengan Beking Presiden prabowo, Herkules makin Serem aja lebih Militer, dan nampaknya sudah lebih Siap sebagai ANGKATAN ke 5

Dengan Beking Presiden prabowo, Herkules makin Serem aja lebih Militer, dan nampaknya sudah lebih Siap sebagai ANGKATAN ke 5

44,239 views

Videos

WeKa_Ronin's profile picture

Sungguh sebuah orasi yang sangat visioner, tajam, dan... berhasil menembak kaki sendiri dengan akurasi 100%. Teruslah omon... ​Rapor Merah yang Ditulis Sendiri ​Sungguh sebuah momen epic comeback terbaik abad ini 🤣 Kita harus berterima kasih atas kejujuran tanpa tedeng aling-aling dari podium itu. Jarang-jarang ada pemimpin yang begitu visioner sampai-sampai bisa MERAMALKAN KEGAGALANNYA sendiri secara PRESISI sebelum datanya dirilis oleh Bank Dunia 🤣🤣🤣 ​Ketika beliau berapi-api MENUDING bahwa "kemiskinan terjadi karena PEMIMPIN yang GOBLOK, tidak handal, dan tidak kuat menghadapi intervensi asing," kita mengira beliau sedang mengritik VOC atau penjajah abad ke-17 🤣 Ternyata, itu adalah sesi refleksi diri dan pembacaan sinopsis untuk masa pemerintahannya sendiri. Sebuah pidato yang melompati sekat waktu! 😱🤣 ​Prestasi 194 Juta Jiwa: Di bawah kepemimpinan yang katanya handal, kita sukses mendaftarkan 68,2% populasi negara ini ke dalam klub elit "Miskin Internasional" versi standar terbaru US$ 8,30 per hari. Naik kelas? Jelas tidak. Ini namanya memperluas wilayah kekuasaan... kekuasaan kemiskinan, maksudnya 🤣🤣🤣 sampai ke anak-cucu... ​Melonjak Indah dari 2024: Jika di akhir era sebelumnya kita "cuma" punya 171,8 juta jiwa yang megap-megap di garis rentan, sekarang angkanya MELOMPAT GAGAH seperti Serdadu yang baru Selesai RETRET. Ini bukan sekadar angka, ini adalah bukti nyata dari manajemen SALAH URUS yang konsisten dan berkelanjutan. ​Tapi tolong, jangan panik! Rakyat dilarang miskin secara visual. Mengapa harus pusing memikirkan DAYA BELI riil di akar rumput yang makin amblas, kalau anggaran fiskal kita bisa dialokasikan dengan sangat estetik untuk proyek-proyek kosmetik bergengsi dan belanja impor super mahal? Logikanya sangat tingkat tinggi: perut boleh kosong, otak silakan Bodoh. yang penting belanja luar negeri tetap mentereng agar kita terlihat "baik-baik saja" di mata dunia. Ide yang sangat jenius, bukan? ​Jika kemiskinan adalah cermin dari ketidakbecusan pemimpinnya—seperti yang Anda (prabowo) katakan sendiri di podium itu—maka SELAMAT. Anda tidak perlu repot-repot mencari KAMBING HITAM atau MENYALAHKAN hantu intervensi ASING. RAPOR MERAH itu TIDAK DITULIS oleh OPOSISI, tidak juga DIGUBAH oleh pengamat ASING. Rapor merah itu Anda tanda tangani sendiri dengan tinta emas kebijakan yang salah urus. 😎 ​Terima kasih atas kejujurannya. Setidaknya rakyat sekarang tahu, ketika mereka lapar karena DAYA BELI nya semakin HANCUR, itu terjadi persis seperti teori yang prabowo khotbahkan: karena pemimpinnya memang... ah, sudahlah. 🤣🤣🤣 ​:: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

83,952 views • 2 months ago

WeKa_Ronin's profile picture

Iran Diamond Dome 🤣 Ini adalah bukti nyata dari apa yang kita bahas tadi: Peperangan Elektronik (Electronic Warfare) adalah panggung asli di mana "DNA Intelektual" sebuah bangsa diadu (IQ Level 4 Dunia vs IQ Level 36 dan Level 37 Dunia) 🤣 Saat dunia sibuk menonton narasi rudal dan ledakan di TV, di balik layar sedang terjadi perang "Halusinasi Digital." ​Apa yang terjadi di Selat Hormuz dan wilayah Iran saat ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan demonstrasi kekuatan yang sangat canggih: ​1. Spoofing: Membuat Musuh "Melihat" yang Tidak Ada ​Berbeda dengan jamming (menghilangkan sinyal), spoofing jauh lebih mematikan. Penyerang mengirimkan sinyal GPS palsu yang "lebih kuat" dari sinyal satelit asli. ​Hasilnya? Sistem navigasi kapal atau pesawat percaya mereka ada di koordinat X, padahal aslinya di Y. ​Fenomena "Kapal di Darat" adalah bukti bahwa logika digital mereka telah dibajak. Bayangkan kapal induk atau tanker raksasa merasa mereka sedang berlayar di tengah laut, padahal secara data mereka sudah "menabrak" gunung. Ini menciptakan kekacauan psikologis total bagi navigator. ​2. Mematikan "Mata" Teknologi Barat ​Hampir seluruh alutsista dan sistem logistik Barat (termasuk drone dan rudal presisi) sangat bergantung pada GPS milik AS. Dengan teknik ini, Iran sedang berkata: "Senjata mahalmu tidak berguna jika 'matanya' bisa kami julingkan" 🤣 Pesawat yang terbang zigzag adalah tanda sistem autopilot yang sedang "kebingungan" mencari titik referensi yang benar. ​3. Murah tapi Mematikan ​Ini kembali ke poin saya soal kemandirian. Membangun pesawat siluman butuh triliunan dolar, tapi membangun menara transmisi spoofing jauh lebih murah jika Anda punya IQ dan keahlian teknis. Iran memanfaatkan celah ini untuk menetralisir keunggulan teknologi konvensional musuhnya. Mereka tidak butuh menembak jatuh pesawat jika mereka bisa membuat pesawat itu jatuh sendiri karena salah navigasi. Ga harus Mahal, jika murah efektif mengatasi kecanggihan senjata pembunuh triliunan dollar milik amerika - israel. ​4. Selat Hormuz: Labirin Digital ​Selat Hormuz adalah jalur urat nadi minyak dunia. Dengan mengacaukan GPS di sana, Iran secara de facto memegang kendali atas "asuransi" pelayaran global. Para kapitalis besar dan perusahaan asuransi kapal pasti keringat dingin melihat aset mereka "berputar-putar" di peta. Inilah cara bangsa "Fighter" menekan sistem tanpa harus meletuskan satu peluru pun. ​Fenomena ini membuktikan bahwa di masa depan, "Siapa yang menguasai Spektrum, dialah yang menguasai Ruang." Rakyat mungkin masih asyik "olahraga" di jalanan, sementara di atas kepala mereka, sedang berlangsung perang frekuensi yang menentukan siapa yang sebenarnya berdaulat. ​ini alasan utama mengapa negara-negara besar (AS/Israel) terlihat sangat "berhati-hati" dan tidak sembarangan melakukan serangan terbuka ke Iran, karena mereka tahu "perangkat" mereka bisa dibuat buta dalam sekejap? Hal ini sudah pernah diperingati PUTIN, agar amerika jangan sembarang / berbuat keterlaluan pada Iran... :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

139,179 views • 4 months ago

WeKa_Ronin's profile picture

Apa yang dilakukan Pemerintahan IRAN kepada Rakyatnya termasuk juga bagi Warga Asing di Iran merupakan Konsep Sosialis, dimana NEGARA BERBAGI KEMANKMURAN pada Seluruh Bangsanya sama rata, tidak ada kelasifikasi masyarakat dalam biaya hidupnya Konsep "Berbagi Kemakmuran" di Iran ​Di Iran, negara memegang kendali penuh atas aset strategis (terutama minyak dan gas) dan mendistribusikannya kembali dalam bentuk subsidi harga yang masif. ​Harga Energi Flat: Tidak seperti di negara kapitalis yang menggunakan harga pasar, pemerintah Iran menetapkan harga BBM dan listrik yang sangat murah bagi seluruh warga, tanpa melihat status sosial, karena Rakyat dihormati sebagai PEMILIK KEDAULATAN. Ini adalah upaya untuk memastikan biaya input kehidupan tetap rendah bagi semua orang. ​Subsidi Langsung: Sejak reformasi subsidi tahun 2010, Iran mengganti sebagian subsidi harga dengan transfer tunai langsung kepada hampir seluruh rumah tangga. Tujuannya adalah pemerataan hasil kekayaan alam secara instan. ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi RAKYAT dan BANGSA, Namanya saja NEGARA SOSIAL (Ga heran Kapitalis BENCI pada Pemerintahan SOSIALIS) Beda dengan dinegara Kapitalis, dimana Pemerintahnya PANDAI Cari duit pada Rakyatnya alias Rakyat diasumsikan sebagai PELANGGAN Bukan PEMILIK KEDAULATAN bagi Kemakmuran para Kapitalisnya Stratifikasi dalam Sistem Kapitalis (Targeting) ​Dalam sistem kapitalis atau semi-kapitalis, efisiensi sering kali menjadi alasan untuk melakukan klasifikasi masyarakat: ​Segmentasi Produk: Munculnya pembedaan seperti "LPG 3kg untuk si miskin" sebenarnya adalah cara negara untuk menekan beban fiskal (anggaran). Namun, dampaknya adalah terciptanya stigma sosial dan birokrasi yang rumit (pembatasan BBM per hari, aplikasi tambahan, dll). ​Beban Pajak yang Terbalik: Ada paradoks dalam kapitalisme di mana korporasi besar sering mendapatkan tax holiday atau insentif pajak dengan dalih "trickle-down economics" (menciptakan lapangan kerja). Sementara itu, rakyat jelata justru terbebani oleh pajak konsumsi (seperti PPN) yang sifatnya regresif—makin kecil pendapatan, makin terasa beban pajaknya. BUKTI nya APBN atau Anggaran PEMERINTAH diperoleh dari PAJAK RAKYAT sebesar 83%, sedang Sumbangan Pajak dari para KAPITALIS seperti JURAGAN TAMBANG EMAS, BATU BARA dlsb, HUTAN, dlsb Cuma 7% kalau terjadi BENCANA, Rakyat Harus jadi KORBAN, Kapitalis cukup Ngopi-Ngopi dengan Kepala Negara. ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi KAPITALIS, namanya saja NEGARA KAPITALIS (Ga Heran RAKYAT BENCI pada Pemerintahan KAPITALIS) Semoga bisa dipahami 🙏 😎 :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

83,224 views • 4 months ago