Bintu Baba's banner
Bintu Baba's profile picture

Bintu Baba

@Bintu__Baba5,127 subscribers

Innamal A’malu Binniyat 🚫Porn 🚫Islamophobia 🚫LGBT 🚫DM

Shorts

Ini pak, definisi negara dengan SDA melimpah kaya raya, tapi rakyatnya miskin menderita… Sc: newasfromindonesia

Ini pak, definisi negara dengan SDA melimpah kaya raya, tapi rakyatnya miskin menderita… Sc: newasfromindonesia

491,611 次观看

MBG = Masak, Buang, Guyur Modal Triliunan tapi lebih banyak yang terbuang daripada yang dimakan.

MBG = Masak, Buang, Guyur Modal Triliunan tapi lebih banyak yang terbuang daripada yang dimakan.

330,837 次观看

Menteri Pertambangan Nepal, dicegat oleh para pendemo… Duh, makanya kalo jadi pejabat publik itu yang amanah. Pajak rakyat itu buat ngelola negara untuk kembali hasilnya buat rakyat. Bukan buat dikorup! Btw, kalo di Konoha ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI bukan ya? Siapa ya menterinya…? 🫢

Menteri Pertambangan Nepal, dicegat oleh para pendemo… Duh, makanya kalo jadi pejabat publik itu yang amanah. Pajak rakyat itu buat ngelola negara untuk kembali hasilnya buat rakyat. Bukan buat dikorup! Btw, kalo di Konoha ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI bukan ya? Siapa ya menterinya…? 🫢

125,652 次观看

Lagi rame Presiden nyanyi karaokean… Entahlah, ada yang anggap ini hiburan semata selepas jam kerja ada juga yang kritik seolah gak ada lagi yang harus diperhatikan. Bencana, MBG dll… Sc: politikdotin

Lagi rame Presiden nyanyi karaokean… Entahlah, ada yang anggap ini hiburan semata selepas jam kerja ada juga yang kritik seolah gak ada lagi yang harus diperhatikan. Bencana, MBG dll… Sc: politikdotin

14,675 次观看

Videos

Bintu__Baba's profile picture

Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun… 😱😱 🚨🚨🚨 DARURAT PRIVASI: DATA ANAK SEKOLAH SE-INDONESIA DIJUAL DI FORUM DARK WEB. Sebanyak 58 juta data siswa Indonesia diklaim bocor dan diperjualbelikan secara bebas di forum peretas DarkForums. Pelaku dengan nama samaran "SN1F" tidak hanya menjual file data lama, melainkan menawarkan "jalur khusus" yang memungkinkan pembeli untuk menyedot data siswa terbaru secara langsung dari server pemerintah kapan saja. Ini berarti data yang didapat oleh pembeli adalah data terkini yang terus diperbarui, bukan sekadar arsip masa lalu. Sampel data yang dibagikan menunjukkan tingkat kedalaman informasi yang sangat spesifik. Struktur data tersebut memuat profil lengkap mulai dari identitas akademis (NISN, NIPD), data kependudukan sensitif (NIK, Nama Ibu Kandung, Penghasilan Orang Tua), hingga data fisik seperti Tinggi dan Berat Badan. Yang paling fatal, pelaku juga menyertakan Tautan Google Maps yang mengekspos titik koordinat persis lokasi tempat tinggal siswa, data yang sangat spesifik dan berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah. Kebocoran ini diduga kuat berasal dari celah keamanan pada endpoint API milik ekosistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan) atau sistem pendataan siswa nasional. Indikasi ini terlihat jelas dari adanya atribut data spesifik seperti "LOKASI GMAPS" (untuk zonasi) dan data periodik fisik siswa yang tidak dimiliki oleh database kependudukan umum (Dukcapil). Insiden ini menjadi bukti nyata buruknya arsitektur keamanan siber pada sistem pendidikan nasional yang gagal melindungi privasi jutaan anak Indonesia dari eksploitasi digital. Sc: merdekasiber

Bintu Baba

108,421 次观看 • 4 个月前

Yaa Allah, gak kelar-kelar ini MBG!! Viral video tentang menu MBG yang diduga sudah idak utuh seolah telah dimakan.
1:29

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Bintu__Baba's profile picture

Citra Polri kembali diuji oleh dugaan tindakan represif oknum anggotanya terhadap masyarakat sipil. Yosep B. Martua, seorang warga yang tengah memperjuangkan keadilan, melaporkan oknum Kanit Harda Polda Kaltim berinisial Ipda F ke Mabes Polri dan Polda Kaltim atas dugaan penganiayaan dan penyalahgunaan wewenang pada Selasa (07/04/2026). Insiden ini bermula saat Yosep mendatangi ruangan Harda untuk memberikan keterangan terkait laporan dugaan penipuan yang melibatkan oknum BPN. Di sana, Yosep mencoba mempertanyakan dasar hukum penghentian penyidikan (SP3) atas kasus laporan Doni Silaban yang telah mangkrak selama tiga tahun, di mana Yosep juga merupakan pihak yang dirugikan. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan transparan, Yosep mengaku mendapatkan perlakuan kasar. Oknum Kanit tersebut diduga naik pitam, mengusir rekan-rekan Yosep yang hadir sebagai saksi, hingga melakukan kontak fisik berupa dorongan, tendangan, dan pukulan ke arah kepala. Selaku pihak korban, Yosep Gultom (Yosep B. Martua) menegaskan bahwa tindakan tersebut sangat melukai hati masyarakat yang hanya ingin mencari keadilan. "Saya datang dengan baik untuk menanyakan hak saya atas kejelasan hukum yang sudah menggantung selama tiga tahun. Tapi yang saya terima justru tindakan represif. Saya didorong, ditendang, bahkan dipukul. Saya menangkis pukulan itu sampai cincin saya rusak. Ini bukan cerminan Polri yang mengayomi," ujar Yosep dengan nada kecewa. Yosep menambahkan bahwa pihaknya telah resmi menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban oknum tersebut. "Saya sudah laporkan secara daring ke Mabes Polri dan laporan pidana ke Polda Kaltim. Kami meminta perlindungan hukum kepada Bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Bapak Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto (atau pejabat berwenang). Masih banyak polisi baik, jangan sampai oknum seperti ini merusak institusi," tegasnya. Kejadian ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terkait transparansi proses SP3 dan etika pelayanan publik di kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Kaltim belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Bintu Baba

23,868 次观看 • 1 个月前