!'s banner
!'s profile picture

!

@chaaaaww5,054 subscribers

🇮🇩🇧🇪 || Former HR & announcer. Lost the mic, not the voice. Used to talk on air, now I talk here || Kdrama & Cdrama addicted ✨

Shorts

🚨🚨 ALERTA: BANJIR PADANG Hari ini saudara kita yang ada di Padang kebanjiran lagi. Bahkan airnya sampe masuk ke rumah sakit. Beberapa tanggul yang juga dibangun setelah bencana banjir besar akhir tahun lalu juga jebol. Please stay safe buat yang ada di sana & ayo sama-sama doain ga ada hal buruk yang terjadi!

🚨🚨 ALERTA: BANJIR PADANG Hari ini saudara kita yang ada di Padang kebanjiran lagi. Bahkan airnya sampe masuk ke rumah sakit. Beberapa tanggul yang juga dibangun setelah bencana banjir besar akhir tahun lalu juga jebol. Please stay safe buat yang ada di sana & ayo sama-sama doain ga ada hal buruk yang terjadi!

61,059 views

Ada satu situs yang belakangan ini lagi ramai banget dibahas warganet luar, namanya Vinted. Platform ini sebenarnya adalah marketplace buat jual beli barang bekas (thrifting), mirip OL*. Yang bikin heboh, muncul dugaan adanya praktik human trafficking yang disamarkan. Sejumlah seller diduga menggunakan boneka atau barang-barang lainnya sebagai kamuflase, sementara di bagian deskripsinya justru tercantum informasi seperti usia, tinggi badan, hingga ciri-ciri fisik yang mencurigakan. Sampai sekarang memang masih berupa dugaan, tapi kasusnya lagi ramai banget diperbincangkan. Please be aware guys, dunia makin mengerikan. Jangan mudah mengabaikan hal-hal yang terasa janggal di internet.

Ada satu situs yang belakangan ini lagi ramai banget dibahas warganet luar, namanya Vinted. Platform ini sebenarnya adalah marketplace buat jual beli barang bekas (thrifting), mirip OL*. Yang bikin heboh, muncul dugaan adanya praktik human trafficking yang disamarkan. Sejumlah seller diduga menggunakan boneka atau barang-barang lainnya sebagai kamuflase, sementara di bagian deskripsinya justru tercantum informasi seperti usia, tinggi badan, hingga ciri-ciri fisik yang mencurigakan. Sampai sekarang memang masih berupa dugaan, tapi kasusnya lagi ramai banget diperbincangkan. Please be aware guys, dunia makin mengerikan. Jangan mudah mengabaikan hal-hal yang terasa janggal di internet.

164,492 views

JUST IN: "Kaka, Bangun... Sudah dari Kemarin Tidur" hingga "Mama, Saya Sudah Tidak Kuat": Tangis Orang Tua dr. Icha Pecah di Rumah Duka 🚨🚨 Suasana duka menyelimuti rumah persemayaman dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Di tengah ribuan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir, ayah dan ibunya bergantian menyampaikan kesaksian yang mengundang haru. Momen paling menyayat hati terjadi ketika sang ayah, Gabriel Pakaenoni, berdiri di dekat peti jenazah putrinya sambil berkata lirih, "Kaka, bangun... sudah dari kemarin tidur." Kalimat sederhana itu menggambarkan duka mendalam seorang ayah yang masih sulit menerima kepergian putrinya. Gabriel mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, dr. Icha diduga mengalami tekanan psikologis yang sangat berat setelah mendapat intimidasi saat menangani pasien gigitan ular di IGD RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Berdasarkan cerita putrinya, ia ditunjuk-tunjuk, dibentak, dan diancam oleh sejumlah anggota DPRD yang mengaku memiliki kewenangan membekukan praktik dokter maupun operasional rumah sakit. Meski berada di bawah tekanan, Gabriel menegaskan putrinya tetap menjalankan tugas sebagai dokter sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bahkan, dr. Icha telah berkonsultasi dengan dokter ahli penanganan gigitan ular, dr. Tri Maharani, untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat. Sementara itu, sang ibu, Nur Azizah, tak kuasa menahan tangis saat mengenang percakapan terakhir dengan putrinya. Ia mengaku masih teringat jelas telepon yang diterimanya malam itu. "Mama, saya sedang diintimidasi anggota dewan. Saya sudah bekerja sesuai SOP. Saya sudah berkonsultasi dengan dokter ahli bisa ular," kenang Nur menirukan ucapan putrinya yang saat itu menangis dan menjerit. Nur mengatakan, dr. Icha juga mengaku ketakutan setelah mendengar ancaman bahwa praktiknya maupun rumah sakit tempatnya bekerja bisa dihentikan. Meski telah berusaha meyakinkan putrinya bahwa izin praktik tidak dapat dicabut secara sepihak karena memiliki mekanisme hukum, trauma yang dialami dr. Icha disebut terus membekas. "Dia bilang kepada saya, 'Mama, saya sudah tidak kuat'," ujar Nur dengan suara bergetar. Kini, Jenazah dr. Icha, telah dimakamkan pada Senin, 29 Juni 2026 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua orang tua dr. Icha berharap proses hukum berjalan secara transparan serta meminta pemerintah memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh tenaga kesehatan agar dapat menjalankan profesinya tanpa intimidasi maupun tekanan dan meminta publik untuk terus mengawal kasus tersebut.

JUST IN: "Kaka, Bangun... Sudah dari Kemarin Tidur" hingga "Mama, Saya Sudah Tidak Kuat": Tangis Orang Tua dr. Icha Pecah di Rumah Duka 🚨🚨 Suasana duka menyelimuti rumah persemayaman dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Di tengah ribuan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir, ayah dan ibunya bergantian menyampaikan kesaksian yang mengundang haru. Momen paling menyayat hati terjadi ketika sang ayah, Gabriel Pakaenoni, berdiri di dekat peti jenazah putrinya sambil berkata lirih, "Kaka, bangun... sudah dari kemarin tidur." Kalimat sederhana itu menggambarkan duka mendalam seorang ayah yang masih sulit menerima kepergian putrinya. Gabriel mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, dr. Icha diduga mengalami tekanan psikologis yang sangat berat setelah mendapat intimidasi saat menangani pasien gigitan ular di IGD RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Berdasarkan cerita putrinya, ia ditunjuk-tunjuk, dibentak, dan diancam oleh sejumlah anggota DPRD yang mengaku memiliki kewenangan membekukan praktik dokter maupun operasional rumah sakit. Meski berada di bawah tekanan, Gabriel menegaskan putrinya tetap menjalankan tugas sebagai dokter sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bahkan, dr. Icha telah berkonsultasi dengan dokter ahli penanganan gigitan ular, dr. Tri Maharani, untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat. Sementara itu, sang ibu, Nur Azizah, tak kuasa menahan tangis saat mengenang percakapan terakhir dengan putrinya. Ia mengaku masih teringat jelas telepon yang diterimanya malam itu. "Mama, saya sedang diintimidasi anggota dewan. Saya sudah bekerja sesuai SOP. Saya sudah berkonsultasi dengan dokter ahli bisa ular," kenang Nur menirukan ucapan putrinya yang saat itu menangis dan menjerit. Nur mengatakan, dr. Icha juga mengaku ketakutan setelah mendengar ancaman bahwa praktiknya maupun rumah sakit tempatnya bekerja bisa dihentikan. Meski telah berusaha meyakinkan putrinya bahwa izin praktik tidak dapat dicabut secara sepihak karena memiliki mekanisme hukum, trauma yang dialami dr. Icha disebut terus membekas. "Dia bilang kepada saya, 'Mama, saya sudah tidak kuat'," ujar Nur dengan suara bergetar. Kini, Jenazah dr. Icha, telah dimakamkan pada Senin, 29 Juni 2026 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua orang tua dr. Icha berharap proses hukum berjalan secara transparan serta meminta pemerintah memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh tenaga kesehatan agar dapat menjalankan profesinya tanpa intimidasi maupun tekanan dan meminta publik untuk terus mengawal kasus tersebut.

122,041 views

JUST IN: Salah seorang dosen dari Universitas Trisakti memberikan dukungannya melalui akun media sosialnya kepada para mahasiswa dan semua yang turun aksi pada hari ini. "Untuk semua mahasiswa dan semua orang yang ikut serta dalam aksi hari ini, semoga Tuhan menjaga dan melindungi kalian sepanjang hari. Tetaplah damai, tetap bersatu, dan jangan mudah terpancing provokasi. Terus dokumentasikan segala sesuatu dan saling menjaga satu sama lain. Hidup perjuangan. Hidup perlawanan. Teruslah bersuara, teruslah menyampaikan pendapat, dan teruslah membuat suara kalian didengar demi Indonesia yang lebih baik. Tetap aman dan tetap kuat. 🔥✊🇮🇩 Bismillah." Panjang umur, Ibu. Panjang umur perjuangan! Cr. Ig maya.sandra.925

JUST IN: Salah seorang dosen dari Universitas Trisakti memberikan dukungannya melalui akun media sosialnya kepada para mahasiswa dan semua yang turun aksi pada hari ini. "Untuk semua mahasiswa dan semua orang yang ikut serta dalam aksi hari ini, semoga Tuhan menjaga dan melindungi kalian sepanjang hari. Tetaplah damai, tetap bersatu, dan jangan mudah terpancing provokasi. Terus dokumentasikan segala sesuatu dan saling menjaga satu sama lain. Hidup perjuangan. Hidup perlawanan. Teruslah bersuara, teruslah menyampaikan pendapat, dan teruslah membuat suara kalian didengar demi Indonesia yang lebih baik. Tetap aman dan tetap kuat. 🔥✊🇮🇩 Bismillah." Panjang umur, Ibu. Panjang umur perjuangan! Cr. Ig maya.sandra.925

15,104 views

Videos

chaaaaww's profile picture

JUST IN: "Kaka, Bangun... Sudah dari Kemarin Tidur" hingga "Mama, Saya Sudah Tidak Kuat": Tangis Orang Tua dr. Icha Pecah di Rumah Duka 🚨🚨 Suasana duka menyelimuti rumah persemayaman dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Di tengah ribuan pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir, ayah dan ibunya bergantian menyampaikan kesaksian yang mengundang haru. Momen paling menyayat hati terjadi ketika sang ayah, Gabriel Pakaenoni, berdiri di dekat peti jenazah putrinya sambil berkata lirih, "Kaka, bangun... sudah dari kemarin tidur." Kalimat sederhana itu menggambarkan duka mendalam seorang ayah yang masih sulit menerima kepergian putrinya. Gabriel mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, dr. Icha diduga mengalami tekanan psikologis yang sangat berat setelah mendapat intimidasi saat menangani pasien gigitan ular di IGD RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Berdasarkan cerita putrinya, ia ditunjuk-tunjuk, dibentak, dan diancam oleh sejumlah anggota DPRD yang mengaku memiliki kewenangan membekukan praktik dokter maupun operasional rumah sakit. Meski berada di bawah tekanan, Gabriel menegaskan putrinya tetap menjalankan tugas sebagai dokter sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bahkan, dr. Icha telah berkonsultasi dengan dokter ahli penanganan gigitan ular, dr. Tri Maharani, untuk memastikan pasien memperoleh penanganan yang tepat. Sementara itu, sang ibu, Nur Azizah, tak kuasa menahan tangis saat mengenang percakapan terakhir dengan putrinya. Ia mengaku masih teringat jelas telepon yang diterimanya malam itu. "Mama, saya sedang diintimidasi anggota dewan. Saya sudah bekerja sesuai SOP. Saya sudah berkonsultasi dengan dokter ahli bisa ular," kenang Nur menirukan ucapan putrinya yang saat itu menangis dan menjerit. Nur mengatakan, dr. Icha juga mengaku ketakutan setelah mendengar ancaman bahwa praktiknya maupun rumah sakit tempatnya bekerja bisa dihentikan. Meski telah berusaha meyakinkan putrinya bahwa izin praktik tidak dapat dicabut secara sepihak karena memiliki mekanisme hukum, trauma yang dialami dr. Icha disebut terus membekas. "Dia bilang kepada saya, 'Mama, saya sudah tidak kuat'," ujar Nur dengan suara bergetar. Kini, Jenazah dr. Icha, telah dimakamkan pada Senin, 29 Juni 2026 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedua orang tua dr. Icha berharap proses hukum berjalan secara transparan serta meminta pemerintah memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh tenaga kesehatan agar dapat menjalankan profesinya tanpa intimidasi maupun tekanan dan meminta publik untuk terus mengawal kasus tersebut.

!

122,041 views • 1 month ago

No more content to load