CREEPY ROOM's banner
CREEPY ROOM's profile picture

CREEPY ROOM

@creepyroom94,229 subscribers

Membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Shorts

Gadis Hilang Tersapu Ombak di Apparalang Bulukumba Ditemukan Tewas, Sempat Melambaikan Tangan Minta Tolong Selengkapnya:

Sensitive content

Gadis Hilang Tersapu Ombak di Apparalang Bulukumba Ditemukan Tewas, Sempat Melambaikan Tangan Minta Tolong Selengkapnya:

254,773 просмотров

Detik-detik seorang teknisi penyedia layanan internet (WIFI) tersetrum saat melakukan perbaikan kabel jaringan di Jalan Tukad Pancoran, Panjer, Denpasar Selatan, pada Jumat 6 Februari 2026 siang. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar usai mengalami kecelakaan kerja tersebut.

Detik-detik seorang teknisi penyedia layanan internet (WIFI) tersetrum saat melakukan perbaikan kabel jaringan di Jalan Tukad Pancoran, Panjer, Denpasar Selatan, pada Jumat 6 Februari 2026 siang. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi sadar usai mengalami kecelakaan kerja tersebut.

1,053,583 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF SEORANG PRIA DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI DI BEKAS KANDANG AYAM DI KOTAWARINGIN Warga Desa Persiapan Sumber Sari (Karang Mulya), Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), geger, Senin (13/1/2025). Pasalnya, mereka menemukan seorang pria tewas gantung diri di sebuah kandang ayam. Ironisnya kondisinya sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan wajahnya sudah tidak terlihat lagi karena menghitam. "Kami masih dalami siapa korban yang nekat gantung diri ini. Warga tidak ada yang mengenali dan tidak merasa kehilangan sanak keluarganya,"kata Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman melalui Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung. Menurutnya, kejadian ini bermula ketika polisi mendapatkan laporan adanya penemuan mayat. Jenazah dengan jenis kelamin laki-laki ini tergantung sekitar kebun sawit tepatnya dikandang ayam. Penemuan ini didasari karena adanya bau bangkai menyengat yang muncul. Karena merasa penasaran akhirnya didatangi dan ternyata ditemukan adanya mayat tergantung. Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Dan diketahui melihat kondisi jenazah sudah satu minggu meninggal dunia. Informasi yang didapat bahwa penemuan mayat ini sendiri baru diketahui lantaran lokasi kejadian jauh dari pemukiman warga. Sehingga tidak ada yang melihat dan menemukan mayat tersebut. IDENTITAS MAYAT Informasi dihimpun radar sampit diketahui bahwa jenazah tersebut berinisial AFP yang merupakan karyawan salah satu ekspedisi pengiriman paket yang berkantor di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng. Terungkapnya identitas jenazah itu diketahui setelah informasi penemuan mayat menyebar dan pimpinan perusahaan ekspedisi itu mengabarkan kepada keluarga AFP. Sementara itu W, salah seorang anggota keluarga AFP menegaskan bahwa jenazah yang ditemukan tergantung dengan selembar kain itu merupakan bagian dari keluarga mereka. “Positif keluarga kami, keluarga juga sudah ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, namun kami belum mengetahui apa yang melatarbelakangi hingga almarhum sampai nekat berbuat begitu,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa saudaranya tersebut bekerja di perusahaan ekspedisi pengiriman paket yang ditempatkan di Pangkalan Banteng serta mempunyai konter. •kalteng. co •radar sampit

Sensitive content

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF SEORANG PRIA DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI DI BEKAS KANDANG AYAM DI KOTAWARINGIN Warga Desa Persiapan Sumber Sari (Karang Mulya), Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), geger, Senin (13/1/2025). Pasalnya, mereka menemukan seorang pria tewas gantung diri di sebuah kandang ayam. Ironisnya kondisinya sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan wajahnya sudah tidak terlihat lagi karena menghitam. "Kami masih dalami siapa korban yang nekat gantung diri ini. Warga tidak ada yang mengenali dan tidak merasa kehilangan sanak keluarganya,"kata Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman melalui Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Agung. Menurutnya, kejadian ini bermula ketika polisi mendapatkan laporan adanya penemuan mayat. Jenazah dengan jenis kelamin laki-laki ini tergantung sekitar kebun sawit tepatnya dikandang ayam. Penemuan ini didasari karena adanya bau bangkai menyengat yang muncul. Karena merasa penasaran akhirnya didatangi dan ternyata ditemukan adanya mayat tergantung. Polisi yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Dan diketahui melihat kondisi jenazah sudah satu minggu meninggal dunia. Informasi yang didapat bahwa penemuan mayat ini sendiri baru diketahui lantaran lokasi kejadian jauh dari pemukiman warga. Sehingga tidak ada yang melihat dan menemukan mayat tersebut. IDENTITAS MAYAT Informasi dihimpun radar sampit diketahui bahwa jenazah tersebut berinisial AFP yang merupakan karyawan salah satu ekspedisi pengiriman paket yang berkantor di wilayah Kecamatan Pangkalan Banteng. Terungkapnya identitas jenazah itu diketahui setelah informasi penemuan mayat menyebar dan pimpinan perusahaan ekspedisi itu mengabarkan kepada keluarga AFP. Sementara itu W, salah seorang anggota keluarga AFP menegaskan bahwa jenazah yang ditemukan tergantung dengan selembar kain itu merupakan bagian dari keluarga mereka. “Positif keluarga kami, keluarga juga sudah ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, namun kami belum mengetahui apa yang melatarbelakangi hingga almarhum sampai nekat berbuat begitu,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa saudaranya tersebut bekerja di perusahaan ekspedisi pengiriman paket yang ditempatkan di Pangkalan Banteng serta mempunyai konter. •kalteng. co •radar sampit

3,131,608 просмотров

Pria berinisial T (39) tewas setelah terserempet kereta api di perlintasan Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Korban tiba-tiba menyeberang saat pengendara lain menunggu kereta melintas. Benturan membuat tubuhnya terpental hingga ke sebuah warung. Korban mengalami luka berat di kepala dan patah kaki serta meninggal di lokasi kejadian.

Pria berinisial T (39) tewas setelah terserempet kereta api di perlintasan Green Garden, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Korban tiba-tiba menyeberang saat pengendara lain menunggu kereta melintas. Benturan membuat tubuhnya terpental hingga ke sebuah warung. Korban mengalami luka berat di kepala dan patah kaki serta meninggal di lokasi kejadian.

511,277 просмотров

TIGA PEKERJA PERCETAKAN DI KALIBARU DI-RANTAI DAN DISEKAP 21 HARI, KELUARGA KORBAN TURUT DIPERAS! Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga karyawan sebuah usaha percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video inspeksi mendadak (sidak) yang memperlihatkan kondisi para korban viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga berlangsung selama 21 hari dan kini mendapat pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Pemuda Kalbar. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus ini bermula ketika salah seorang karyawan diduga melakukan pencurian. Karyawan tersebut disebut meminta dua rekan kerjanya menjual barang yang belakangan diketahui merupakan hasil pencurian. Kedua rekan tersebut mengaku tidak mengetahui asal-usul barang yang dijual. Alih-alih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, pemilik usaha diduga mengambil tindakan sendiri. Ketiga karyawan itu disebut diborgol, dikurung di dalam sebuah gudang sempit, serta kaki mereka dirantai menggunakan besi yang digembok sehingga tidak dapat bergerak bebas. Kondisi para korban disebut sangat memprihatinkan. Mereka mengaku tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut pada awal masa penyekapan. Salah seorang korban bernama Adit juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang mandor produksi bernama Alex. Tidak hanya itu, pihak keluarga korban juga mengaku mendapat tekanan. Menurut keterangan yang beredar, orang tua masing-masing korban diduga diminta menyerahkan uang sebesar Rp50 juta sebagai syarat penyelesaian persoalan tersebut. Kasus ini memicu perhatian luas karena tindakan menyekap, merampas kebebasan seseorang, melakukan kekerasan fisik, hingga dugaan pemerasan merupakan perbuatan yang dapat diproses secara pidana apabila terbukti. Di sisi lain, dugaan pencurian yang menjadi awal peristiwa juga seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan main hakim sendiri. Hingga kini, LBH Forum Pemuda Kalbar menyatakan telah mengawal kasus tersebut agar dapat diusut secara tuntas melalui proses hukum. Sementara itu, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak terlapor terkait kronologi maupun tuduhan yang beredar. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

Sensitive content

TIGA PEKERJA PERCETAKAN DI KALIBARU DI-RANTAI DAN DISEKAP 21 HARI, KELUARGA KORBAN TURUT DIPERAS! Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga karyawan sebuah usaha percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video inspeksi mendadak (sidak) yang memperlihatkan kondisi para korban viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga berlangsung selama 21 hari dan kini mendapat pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Pemuda Kalbar. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus ini bermula ketika salah seorang karyawan diduga melakukan pencurian. Karyawan tersebut disebut meminta dua rekan kerjanya menjual barang yang belakangan diketahui merupakan hasil pencurian. Kedua rekan tersebut mengaku tidak mengetahui asal-usul barang yang dijual. Alih-alih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, pemilik usaha diduga mengambil tindakan sendiri. Ketiga karyawan itu disebut diborgol, dikurung di dalam sebuah gudang sempit, serta kaki mereka dirantai menggunakan besi yang digembok sehingga tidak dapat bergerak bebas. Kondisi para korban disebut sangat memprihatinkan. Mereka mengaku tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut pada awal masa penyekapan. Salah seorang korban bernama Adit juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang mandor produksi bernama Alex. Tidak hanya itu, pihak keluarga korban juga mengaku mendapat tekanan. Menurut keterangan yang beredar, orang tua masing-masing korban diduga diminta menyerahkan uang sebesar Rp50 juta sebagai syarat penyelesaian persoalan tersebut. Kasus ini memicu perhatian luas karena tindakan menyekap, merampas kebebasan seseorang, melakukan kekerasan fisik, hingga dugaan pemerasan merupakan perbuatan yang dapat diproses secara pidana apabila terbukti. Di sisi lain, dugaan pencurian yang menjadi awal peristiwa juga seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan main hakim sendiri. Hingga kini, LBH Forum Pemuda Kalbar menyatakan telah mengawal kasus tersebut agar dapat diusut secara tuntas melalui proses hukum. Sementara itu, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak terlapor terkait kronologi maupun tuduhan yang beredar. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

79,476 просмотров

Kecelakaan mengerikan terjadi di Jalan Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang pada Kamis (31/10/2024) sore. Sebuah truk tronton menabrak 16 mobil, termasuk sejumlah sepeda motor. Bukannya bertanggung jawab, sopir truk tronton tersebut melarikan diri sejauh 11,7 kilometer.

Sensitive content

Kecelakaan mengerikan terjadi di Jalan Hasyim Asyari, Cipondoh, Tangerang pada Kamis (31/10/2024) sore. Sebuah truk tronton menabrak 16 mobil, termasuk sejumlah sepeda motor. Bukannya bertanggung jawab, sopir truk tronton tersebut melarikan diri sejauh 11,7 kilometer.

1,343,943 просмотров

Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan tersebut pada Kamis pagi (23/4/2026), diduga setelah terjatuh dari ketinggian. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama sekitar satu bulan lalu, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat terlihat berdiri di sisi kiri jembatan yang berada di jalur provinsi penghubung Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Dalam sebuah video yang beredar, dua pengendara sepeda motor perempuan sempat menegur pria tersebut yang mengenakan jaket putih dan tampak berdiri dengan tatapan kosong. “Mas, ngapain?” terdengar salah satu pengendara dalam rekaman tersebut. (Lihat di rekaman video ke 2) Setelah kedua pengendara itu melanjutkan perjalanan dan kondisi jalan kembali sepi, korban diduga terjatuh ke bawah jembatan. Tubuhnya kemudian ditemukan di aliran sungai dengan kedalaman lebih dari 15 meter. Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendri Subagijo, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi terkait penemuan pria di bawah Jembatan Cangar sekitar pukul 10.00 WIB. “Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya pria yang terjatuh di bawah Jembatan Cangar,” ujarnya saat dikonfirmasi. Hasil penyelidikan awal mengungkap identitas korban berinisial DPW (24), warga Candipuro, Kabupaten Lumajang. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor serta sandal yang diduga milik korban di tepi jembatan. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. “Kami masih mendalami motif kejadian ini,” tambah Anton. Peristiwa ini kembali menyoroti Jembatan Cangar sebagai lokasi yang beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Mojokerto juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kejadian di tempat yang sama. ㅤ

Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan tersebut pada Kamis pagi (23/4/2026), diduga setelah terjatuh dari ketinggian. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama sekitar satu bulan lalu, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat terlihat berdiri di sisi kiri jembatan yang berada di jalur provinsi penghubung Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Dalam sebuah video yang beredar, dua pengendara sepeda motor perempuan sempat menegur pria tersebut yang mengenakan jaket putih dan tampak berdiri dengan tatapan kosong. “Mas, ngapain?” terdengar salah satu pengendara dalam rekaman tersebut. (Lihat di rekaman video ke 2) Setelah kedua pengendara itu melanjutkan perjalanan dan kondisi jalan kembali sepi, korban diduga terjatuh ke bawah jembatan. Tubuhnya kemudian ditemukan di aliran sungai dengan kedalaman lebih dari 15 meter. Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendri Subagijo, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi terkait penemuan pria di bawah Jembatan Cangar sekitar pukul 10.00 WIB. “Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya pria yang terjatuh di bawah Jembatan Cangar,” ujarnya saat dikonfirmasi. Hasil penyelidikan awal mengungkap identitas korban berinisial DPW (24), warga Candipuro, Kabupaten Lumajang. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor serta sandal yang diduga milik korban di tepi jembatan. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. “Kami masih mendalami motif kejadian ini,” tambah Anton. Peristiwa ini kembali menyoroti Jembatan Cangar sebagai lokasi yang beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Mojokerto juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kejadian di tempat yang sama. ㅤ

163,668 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF PRIA MEMBAKAR TUBUHNYA SENDIRI DI SÃO PAULO Seorang pria membakar dirinya pada Jumat pagi ini, tanggal 30, di stasiun São Bento, di jalur 1-biru Metro São Paulo. Petugas keamanan menggunakan sedikitnya lima alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api dan mencegah api menyebar fasilitas dan ke orang lain di stasiun. Pria itu segera dibawa ke ruang gawat darurat setempat oleh tim penyelamat. Tidak ada penumpang lain yang terluka dalam insiden tersebut. Sejauh ini, motif yang menyebabkan pria itu membakar dirinya belum dijelaskan oleh pihak berwenang. BRAZIL

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF PRIA MEMBAKAR TUBUHNYA SENDIRI DI SÃO PAULO Seorang pria membakar dirinya pada Jumat pagi ini, tanggal 30, di stasiun São Bento, di jalur 1-biru Metro São Paulo. Petugas keamanan menggunakan sedikitnya lima alat pemadam kebakaran untuk memadamkan api dan mencegah api menyebar fasilitas dan ke orang lain di stasiun. Pria itu segera dibawa ke ruang gawat darurat setempat oleh tim penyelamat. Tidak ada penumpang lain yang terluka dalam insiden tersebut. Sejauh ini, motif yang menyebabkan pria itu membakar dirinya belum dijelaskan oleh pihak berwenang. BRAZIL

630,228 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Seorang Balita Terperosok dan Hanyut Ke dalam Selokan di Mranggen Demak Ditemukan Meninggal Dunia Seorang balita berusia tiga tahun di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak terpeleset saat bermain di pinggir selokan desa setempat, di aliran sungai penghubung di Desa Kalitengah RT 06 RW 01 Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Selasa, 4 Maret 2025 sekitar pukul 9.30 WIB. Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik jatuhnya balita tersebut yang tengah asyik bermain di pinggir selokan bersama anak-anak lainnya. Namun, ia terpeleset ke selokan sedalam 1,5 meter hingga terbawa arus. Warga yang melihat kejadian itu berusaha memberikan pertolongan sekaligus melaporkan kepada pihak berwenang. Awalnya bocah itu main air, kemudian tiba-tiba terpeleset dan langsung masuk ke dalam parit itu. Alat berat ekskavator turut dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian balita yang terbawa arus tersebut. Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih empat jam, korban berhasil ditemukan di titik sejauh 2 km dari lokasi awal kejadian dengan kondisi sudah meninggal.

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Seorang Balita Terperosok dan Hanyut Ke dalam Selokan di Mranggen Demak Ditemukan Meninggal Dunia Seorang balita berusia tiga tahun di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak terpeleset saat bermain di pinggir selokan desa setempat, di aliran sungai penghubung di Desa Kalitengah RT 06 RW 01 Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak pada Selasa, 4 Maret 2025 sekitar pukul 9.30 WIB. Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik jatuhnya balita tersebut yang tengah asyik bermain di pinggir selokan bersama anak-anak lainnya. Namun, ia terpeleset ke selokan sedalam 1,5 meter hingga terbawa arus. Warga yang melihat kejadian itu berusaha memberikan pertolongan sekaligus melaporkan kepada pihak berwenang. Awalnya bocah itu main air, kemudian tiba-tiba terpeleset dan langsung masuk ke dalam parit itu. Alat berat ekskavator turut dikerahkan untuk melakukan upaya pencarian balita yang terbawa arus tersebut. Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih empat jam, korban berhasil ditemukan di titik sejauh 2 km dari lokasi awal kejadian dengan kondisi sudah meninggal.

642,692 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF PENEMUAN MAYAT PRIA TERGANTUNG DI POHON SAWIT DI MUSI BANYUASIN. Warga Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, digemparkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tergantung di pohon kelapa sawit pada Senin (13/1/2025). Menurut informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang sedang beraktivitas di perkebunan sawit. Mayat ditemukan di kebun kelapa sawit yang berada di antara Desa Mekar Jaya dan Karya Maju, Kecamatan Keluang. Kondisi mayat saat ditemukan sudah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan aroma tidak sedap. CIRI-CIRI MAYAT DAN LOKASI PENEMUAN. Mayat tersebut memiliki ciri-ciri mengenakan jaket sweater berwarna coklat dan celana panjang berwarna hitam. Berjenis kelamin laki-laki, mayat tersebut ditemukan dalam posisi tergantung pada pelepah pohon sawit dalam keadaan setengah berdiri. TINDAKAN KEPOLISIAN. Kapolsek Keluang AKP Yohan Wiranata, membenarkan penemuan mayat laki-laki tersebut di perkebunan sawit. Saat ini, tim dari Polsek Keluang dan tim forensik Polres Muba sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penemuan mayat ini menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di kalangan masyarakat. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut, diimbau untuk segera melapor ke pihak kepolisian. IDENTITAS MAYAT. Polisi berhasil mengungkap identitas jasad seorang laki-laki yang ditemukan di kebun sawit di Musi Banyuasin (Muba). Korban merupakan warga Sekayu, Muba, berinisial SAP (24). Kapolres Muba AKBP Listiyono Dwi Nugroho mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan forensik terhadap jasad tersebut. "Iya sudah, korban atas nama SAP (24) warga Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Muba," katanya, Selasa (14/1/2025). Saat ini, kata dia, polisi masih melakukan penyelidikan terkait alasan korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sementara itu, jasad korban saat ini sudah dibawa oleh pihak keluarganya. •Tribun News Palembang •detikNews

Sensitive content

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF PENEMUAN MAYAT PRIA TERGANTUNG DI POHON SAWIT DI MUSI BANYUASIN. Warga Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, digemparkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tergantung di pohon kelapa sawit pada Senin (13/1/2025). Menurut informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang sedang beraktivitas di perkebunan sawit. Mayat ditemukan di kebun kelapa sawit yang berada di antara Desa Mekar Jaya dan Karya Maju, Kecamatan Keluang. Kondisi mayat saat ditemukan sudah mengalami pembengkakan dan mengeluarkan aroma tidak sedap. CIRI-CIRI MAYAT DAN LOKASI PENEMUAN. Mayat tersebut memiliki ciri-ciri mengenakan jaket sweater berwarna coklat dan celana panjang berwarna hitam. Berjenis kelamin laki-laki, mayat tersebut ditemukan dalam posisi tergantung pada pelepah pohon sawit dalam keadaan setengah berdiri. TINDAKAN KEPOLISIAN. Kapolsek Keluang AKP Yohan Wiranata, membenarkan penemuan mayat laki-laki tersebut di perkebunan sawit. Saat ini, tim dari Polsek Keluang dan tim forensik Polres Muba sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penemuan mayat ini menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di kalangan masyarakat. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut, diimbau untuk segera melapor ke pihak kepolisian. IDENTITAS MAYAT. Polisi berhasil mengungkap identitas jasad seorang laki-laki yang ditemukan di kebun sawit di Musi Banyuasin (Muba). Korban merupakan warga Sekayu, Muba, berinisial SAP (24). Kapolres Muba AKBP Listiyono Dwi Nugroho mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan forensik terhadap jasad tersebut. "Iya sudah, korban atas nama SAP (24) warga Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, Muba," katanya, Selasa (14/1/2025). Saat ini, kata dia, polisi masih melakukan penyelidikan terkait alasan korban diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Sementara itu, jasad korban saat ini sudah dibawa oleh pihak keluarganya. •Tribun News Palembang •detikNews

699,398 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Lagi dan lagi 😭 seolah tak ada henti-hentinya kejadian seperti ini. Seorang pria ditemukan tewas gantung diri tepatnya di Desa Makarti, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat, (14/2/2025). Warga yang mengetahui adanya penemuan mayat gantung diri itu sontak langsung geger dan mendatangi lokasi kejadian. Hingga kini belum diketahui penyebab pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya. - C&DI *** Semua informasi dalam akun ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, ataupun orang terdekat Anda. Jika ada orang terdekat atau orang di sekitar Anda yang mengalami depresi, cobalah berikan ruang kepada mereka untuk bercerita. STOP BUNUH DIRI !!!

Sensitive content

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Lagi dan lagi 😭 seolah tak ada henti-hentinya kejadian seperti ini. Seorang pria ditemukan tewas gantung diri tepatnya di Desa Makarti, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Jumat, (14/2/2025). Warga yang mengetahui adanya penemuan mayat gantung diri itu sontak langsung geger dan mendatangi lokasi kejadian. Hingga kini belum diketahui penyebab pria tersebut nekat mengakhiri hidupnya. - C&DI *** Semua informasi dalam akun ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental, ataupun orang terdekat Anda. Jika ada orang terdekat atau orang di sekitar Anda yang mengalami depresi, cobalah berikan ruang kepada mereka untuk bercerita. STOP BUNUH DIRI !!!

579,092 просмотров

Gara-Gara Menghindari Petasan Yang di Lempar ke Jalan, Tragedi Tabrakan Maut di Kembaran Tak Bisa Dihindarkan, Satu Meninggal Satu Kritis Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi pada Minggu pagi (8/3/2026) di Jalan Raya Pliken, tepatnya di selatan Lapangan Kembaran, Kecamatan Kembaran. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat, sementara satu lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas itu melibatkan dua pengendara motor. Korban pertama adalah seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor, sementara korban lainnya adalah seorang pria yang dikenal sebagai penjual tempe keliling bernama Warsono, warga RT 5 RW 7, Desa Pliken. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan. Insiden bermula ketika sekelompok anak-anak yang sedang bermain petasan di pinggir jalan diduga menyebabkan salah satu pengendara terkejut dan kehilangan kendali. Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, pengendara tersebut dikabarkan mencoba menghindari letusan petasan yang diarahkan atau dilempar ke arah jalan oleh anak-anak yang sedang bermain. Manuver mendadak itu diduga menyebabkan benturan keras dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Pak Warsono dari arah berlawanan. Benturan keras tak terhindarkan, membuat salah satu k0rban terpental ke aspal dan yang satu terhenti ditempat. Akibat kejadian tersebut, pengendara laki-laki dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera parah di bagian kepala. Sementara itu, pengendara yang lain mengalami luka-luka serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif. Kondisinya dilaporkan kritis. Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi kejadian. Kemacetan sempat terjadi akibat banyaknya warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas kepolisian. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua akan bahaya bermain petasan di area publik, terutama di dekat jalan raya. Aksi anak-anak yang kerap bermain petasan sambil berlarian atau bahkan melemparkannya ke arah pengguna jalan sangat membahayakan keselamatan, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi pengendara yang melintas. Diharapkan para orang tua lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak bermain petasan di sembarang tempat, khususnya di pinggir jalan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Gara-Gara Menghindari Petasan Yang di Lempar ke Jalan, Tragedi Tabrakan Maut di Kembaran Tak Bisa Dihindarkan, Satu Meninggal Satu Kritis Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi pada Minggu pagi (8/3/2026) di Jalan Raya Pliken, tepatnya di selatan Lapangan Kembaran, Kecamatan Kembaran. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat, sementara satu lainnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Peristiwa nahas itu melibatkan dua pengendara motor. Korban pertama adalah seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor, sementara korban lainnya adalah seorang pria yang dikenal sebagai penjual tempe keliling bernama Warsono, warga RT 5 RW 7, Desa Pliken. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi saat kedua kendaraan melaju dari arah berlawanan. Insiden bermula ketika sekelompok anak-anak yang sedang bermain petasan di pinggir jalan diduga menyebabkan salah satu pengendara terkejut dan kehilangan kendali. Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi, pengendara tersebut dikabarkan mencoba menghindari letusan petasan yang diarahkan atau dilempar ke arah jalan oleh anak-anak yang sedang bermain. Manuver mendadak itu diduga menyebabkan benturan keras dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Pak Warsono dari arah berlawanan. Benturan keras tak terhindarkan, membuat salah satu k0rban terpental ke aspal dan yang satu terhenti ditempat. Akibat kejadian tersebut, pengendara laki-laki dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera parah di bagian kepala. Sementara itu, pengendara yang lain mengalami luka-luka serius dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif. Kondisinya dilaporkan kritis. Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar yang langsung berkerumun di lokasi kejadian. Kemacetan sempat terjadi akibat banyaknya warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi korban dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas kepolisian. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua akan bahaya bermain petasan di area publik, terutama di dekat jalan raya. Aksi anak-anak yang kerap bermain petasan sambil berlarian atau bahkan melemparkannya ke arah pengguna jalan sangat membahayakan keselamatan, baik bagi diri mereka sendiri maupun bagi pengendara yang melintas. Diharapkan para orang tua lebih meningkatkan pengawasan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar tidak bermain petasan di sembarang tempat, khususnya di pinggir jalan, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

155,539 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF GEMPAR! PENEMUAN MAYAT WANITA TANPA KEPALA DALAM KOPER. NGAWI - Penemuan mayat wanita korban mutilasi ditemukan dalam koper di selokan tempat pembuangan sampah menggemparkan masyarakat Desa Dadapan, Kecamatan Ngendal, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (23/1/2025). Jasad wanita tanpa identitas tersebut tanpa kepala dan dua bagian tubuh lainnya. Koper tersebut sebelumnya terbungkus karung yang menyerupai paket ekspedisi dan ditemukan di selokan yang berada di dekat lokasi pembuangan sampah akhir desa setempat. Kronologi penemuan bermula saat polisi yang mendapat laporan warga kemudian menuju lokasi dan mengisolasi tempat kejadian perkara (TKP). Tim identifikasi dari Satreskrim Polres Ngawi membuka koper tersebut dan menemukan jasad seorang wanita yang meringkuk di dalamnya. Ali Usman, salah seorang warga setempat menceritakan bahwa dirinya merasa curiga karena bentuk koper yang tampak mencurigakan saat sedang membuang sampah. Namun, dia merasa kesulitan mengangkat koper tersebut karena beratnya. Setelah itu, dia segera melapor ke Polsek Kendal. "Ketika hendak mengangkat koper itu, saya merasa koper tersebut sangat berat. Karena curiga, akhirnya saya melapor ke polisi," ujar Ali Usman. Polisi yang melakukan olah TKP belum dapat mengidentifikasi identitas jasad tersebut. Tim medis yang hadir di lokasi hanya dapat memastikan bahwa jasad tersebut berjenis kelamin wanita. "Untuk sementara, kami hanya dapat memastikan bahwa korban adalah seorang wanita, tetapi kami belum bisa mengungkap identitasnya," kata Ririn Ponco Winanti, petugas medis yang berada di lokasi. Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Soeroto Ngawi. Polisi masih mendalami kasus ini untuk mengetahui siapa pelaku dan apa yang menjadi motif di balik pembunuhan tersebut. Artikel: okezone. com

Sensitive content

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF GEMPAR! PENEMUAN MAYAT WANITA TANPA KEPALA DALAM KOPER. NGAWI - Penemuan mayat wanita korban mutilasi ditemukan dalam koper di selokan tempat pembuangan sampah menggemparkan masyarakat Desa Dadapan, Kecamatan Ngendal, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (23/1/2025). Jasad wanita tanpa identitas tersebut tanpa kepala dan dua bagian tubuh lainnya. Koper tersebut sebelumnya terbungkus karung yang menyerupai paket ekspedisi dan ditemukan di selokan yang berada di dekat lokasi pembuangan sampah akhir desa setempat. Kronologi penemuan bermula saat polisi yang mendapat laporan warga kemudian menuju lokasi dan mengisolasi tempat kejadian perkara (TKP). Tim identifikasi dari Satreskrim Polres Ngawi membuka koper tersebut dan menemukan jasad seorang wanita yang meringkuk di dalamnya. Ali Usman, salah seorang warga setempat menceritakan bahwa dirinya merasa curiga karena bentuk koper yang tampak mencurigakan saat sedang membuang sampah. Namun, dia merasa kesulitan mengangkat koper tersebut karena beratnya. Setelah itu, dia segera melapor ke Polsek Kendal. "Ketika hendak mengangkat koper itu, saya merasa koper tersebut sangat berat. Karena curiga, akhirnya saya melapor ke polisi," ujar Ali Usman. Polisi yang melakukan olah TKP belum dapat mengidentifikasi identitas jasad tersebut. Tim medis yang hadir di lokasi hanya dapat memastikan bahwa jasad tersebut berjenis kelamin wanita. "Untuk sementara, kami hanya dapat memastikan bahwa korban adalah seorang wanita, tetapi kami belum bisa mengungkap identitasnya," kata Ririn Ponco Winanti, petugas medis yang berada di lokasi. Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, jasad korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Soeroto Ngawi. Polisi masih mendalami kasus ini untuk mengetahui siapa pelaku dan apa yang menjadi motif di balik pembunuhan tersebut. Artikel: okezone. com

513,142 просмотров

Beberapa orang, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka setelah sebuah kendaraan tiba-tiba menabrak mobil penumpang jenis multicab yang berhenti di pinggir jalan di Barangay, Tuyan, Kota Naga, Filipina, pagi ini, 9 Maret 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, tampaknya kendaraan tersebut kehilangan kendali dan keluar dari jalur kanannya sebelum tiba-tiba bertabrakan dengan sebuah mobil angkutan umum (multicab) yang berhenti di pinggir jalan untuk menjemput penumpang. Diperkirakan ada beberapa penumpang di dalam mobil angkutan umum (multicab) ketika insiden itu terjadi. Ada juga seorang ibu yang menggendong anaknya, bersama dengan dua anak lainnya, yang juga menunggu tumpangan di pinggir jalan tempat kecelakaan terjadi. Tim medis Kota Naga segera menanggapi insiden tersebut dan membawa para korban ke rumah sakit terdekat.

Beberapa orang, termasuk anak-anak, mengalami luka-luka setelah sebuah kendaraan tiba-tiba menabrak mobil penumpang jenis multicab yang berhenti di pinggir jalan di Barangay, Tuyan, Kota Naga, Filipina, pagi ini, 9 Maret 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, tampaknya kendaraan tersebut kehilangan kendali dan keluar dari jalur kanannya sebelum tiba-tiba bertabrakan dengan sebuah mobil angkutan umum (multicab) yang berhenti di pinggir jalan untuk menjemput penumpang. Diperkirakan ada beberapa penumpang di dalam mobil angkutan umum (multicab) ketika insiden itu terjadi. Ada juga seorang ibu yang menggendong anaknya, bersama dengan dua anak lainnya, yang juga menunggu tumpangan di pinggir jalan tempat kecelakaan terjadi. Tim medis Kota Naga segera menanggapi insiden tersebut dan membawa para korban ke rumah sakit terdekat.

121,254 просмотров

Penemuan jasad korban di eks Kampung Gajah.

Sensitive content

Penemuan jasad korban di eks Kampung Gajah.

133,512 просмотров

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Penemuan Mayat Wanita di Dalam Sumur Gegerkan Warga Pijot Utara, Lombok Timur. Warga Dusun Bagek Gupong, Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Lombok Timur dikejutkan dengan penemuan mayat seorang wanita di dalam sumur. Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 13.30 Wita. Korban diketahui bernama Bq. Suryani (31) tahun warga setempat. Kronologis Kejadian bermula ketika saksi Inaq Seli (41) tahun sedang membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, ia mencium bau busuk yang menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar sumur milik Bq. Sri Dewi Hastuti. Merasa curiga, Inaq Seli mendatangi rumah Jumadil (40) tahun untuk meminta bibit kacang panjang sekaligus menceritakan kecurigaannya. Kemudian Inaq Seli bersama Jumadil dan L. Rubai (70 tahun) menuju lokasi untuk memastikan bau yang di ciumnya itu. Sesampainya di sumur, Jumadil mengenali mayat di dalamnya sebagai adik kandungnya, Bq. Suryani, yang telah dilaporkan hilang selama dua hari sebelumnya. Menurut keterangan orang tua korban, L. Rubai, Bq. Suryani mengalami depresi berat selama dua tahun terakhir dan telah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Korban juga diketahui pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, namun berhasil dicegah oleh keluarga. Mayat korban ditemukan di sumur dengan diameter sekitar 1 meter dan kedalaman 7 meter. Kondisi sumur berisi air, dan korban ditemukan dalam keadaan tubuh bengkak dengan pakaian yang masih melekat. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas Kabupaten Lombok Timur pada pukul 14.43 Wita. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada jenazah korban. Mereka menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan. Selain itu, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur IPDA Nicolas Oesman membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui mengalami depresi berat selama dua tahun dan memiliki riwayat percobaan akhiri hidupnya. "Keluarga korban menolak otopsi dan meminta jenazah segera dimakamkan dan Tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban,"ujarnya.(*) •Artikel: nusrapost. com _________________________________ Informasi lainnya:

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Penemuan Mayat Wanita di Dalam Sumur Gegerkan Warga Pijot Utara, Lombok Timur. Warga Dusun Bagek Gupong, Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak, Lombok Timur dikejutkan dengan penemuan mayat seorang wanita di dalam sumur. Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 13.30 Wita. Korban diketahui bernama Bq. Suryani (31) tahun warga setempat. Kronologis Kejadian bermula ketika saksi Inaq Seli (41) tahun sedang membuang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, ia mencium bau busuk yang menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar sumur milik Bq. Sri Dewi Hastuti. Merasa curiga, Inaq Seli mendatangi rumah Jumadil (40) tahun untuk meminta bibit kacang panjang sekaligus menceritakan kecurigaannya. Kemudian Inaq Seli bersama Jumadil dan L. Rubai (70 tahun) menuju lokasi untuk memastikan bau yang di ciumnya itu. Sesampainya di sumur, Jumadil mengenali mayat di dalamnya sebagai adik kandungnya, Bq. Suryani, yang telah dilaporkan hilang selama dua hari sebelumnya. Menurut keterangan orang tua korban, L. Rubai, Bq. Suryani mengalami depresi berat selama dua tahun terakhir dan telah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Korban juga diketahui pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, namun berhasil dicegah oleh keluarga. Mayat korban ditemukan di sumur dengan diameter sekitar 1 meter dan kedalaman 7 meter. Kondisi sumur berisi air, dan korban ditemukan dalam keadaan tubuh bengkak dengan pakaian yang masih melekat. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Basarnas Kabupaten Lombok Timur pada pukul 14.43 Wita. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi pada jenazah korban. Mereka menganggap kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak keberatan. Selain itu, berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur IPDA Nicolas Oesman membenarkan kejadian tersebut. Korban diketahui mengalami depresi berat selama dua tahun dan memiliki riwayat percobaan akhiri hidupnya. "Keluarga korban menolak otopsi dan meminta jenazah segera dimakamkan dan Tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban,"ujarnya.(*) •Artikel: nusrapost. com _________________________________ Informasi lainnya:

413,026 просмотров

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Kecelakaan di Cadas Pangeran Sumedang Pagi Ini, Angkot Hantam 2 Motor hingga Terguling. Tiga kendaraan terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu (5/12/2024) pagi. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut adalah angkutan umum jurusan Cileunyi-Sumedang berpelat nomor Z 1935 AH, dan sepeda motor Honda Beat berpelat nomor D 5474 MO, dan sepeda motor berpelat nomor Z 3141. "Musibah kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 07.30," kata Kapten Agus Hermawan, Danramil Tanjungsari kepad Tribun Jabar. Ia mengatakan, sebagai informasi awal tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kecelakaan ini mengakibatkan sejumlah orang terluka. "Seluruh korban sudah dievakuasi ke RSUD Umar Wirahadikusumah, " katanya. "Korban luka berat dan luka ringan, terutama pengemudi sepeda motor, " kata Agus, menambahkan. sumber : tribunnews INFORMASI UPDATE BERITA TERBARU TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI SELURUH DUNIA, Join Telegram:

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Kecelakaan di Cadas Pangeran Sumedang Pagi Ini, Angkot Hantam 2 Motor hingga Terguling. Tiga kendaraan terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Rabu (5/12/2024) pagi. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut adalah angkutan umum jurusan Cileunyi-Sumedang berpelat nomor Z 1935 AH, dan sepeda motor Honda Beat berpelat nomor D 5474 MO, dan sepeda motor berpelat nomor Z 3141. "Musibah kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 07.30," kata Kapten Agus Hermawan, Danramil Tanjungsari kepad Tribun Jabar. Ia mengatakan, sebagai informasi awal tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kecelakaan ini mengakibatkan sejumlah orang terluka. "Seluruh korban sudah dievakuasi ke RSUD Umar Wirahadikusumah, " katanya. "Korban luka berat dan luka ringan, terutama pengemudi sepeda motor, " kata Agus, menambahkan. sumber : tribunnews INFORMASI UPDATE BERITA TERBARU TENTANG KEJADIAN KRIMINAL, TRAGEDI, DAN BERBAGAI MACAM PERISTIWA MENGERIKAN YANG TERJADI DI SELURUH DUNIA, Join Telegram:

380,936 просмотров

DETIK-DETIK GUNUNG LEWOTOBI MELETUS DAHSYAT, TINGGI KOLOM ABU 10 KM DISERTAI AWAN PANAS, SELASA (17/6/2025).

DETIK-DETIK GUNUNG LEWOTOBI MELETUS DAHSYAT, TINGGI KOLOM ABU 10 KM DISERTAI AWAN PANAS, SELASA (17/6/2025).

264,097 просмотров

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ (JIHAD RAMADHAN) YANG TENGGELAM DI BENDUNGAN BENTENG KAB. PINRANG DI TEMUKAN DI HARI KE-25 DALAM KEADAAN MENINGGAL DUNIA. Video lainnya:

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ (JIHAD RAMADHAN) YANG TENGGELAM DI BENDUNGAN BENTENG KAB. PINRANG DI TEMUKAN DI HARI KE-25 DALAM KEADAAN MENINGGAL DUNIA. Video lainnya:

365,805 просмотров

Bus Terjun ke Sungai Padma di Bangladesh, Belasan Orang Meninggal Video proses evakuasi:

Sensitive content

Bus Terjun ke Sungai Padma di Bangladesh, Belasan Orang Meninggal Video proses evakuasi:

85,799 просмотров

Videos

creepyroom's profile picture

Taufik Hidayat Ditangkap Bandung – Pelarian Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki (29), akhirnya berakhir di tangan aparat kepolisian. Pria yang sempat menjadi buronan tersebut berhasil ditangkap oleh jajaran Polda Jawa Barat setelah dilakukan pengejaran intensif pasca-terungkapnya kasus kekerasan yang diduga berlangsung selama tiga tahun di sebuah rumah indekos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersangka dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, pada Selasa (23/6/2026). Menurutnya, tim penyidik yang menangani perkara tersebut telah berhasil mengamankan Taufik setelah melakukan serangkaian upaya pelacakan di wilayah Bandung Raya. “Membenarkan saja sudah ditangkap. Gitu aja ya,” ujar Hendra saat dikonfirmasi di Bandung. Meski memastikan tersangka telah diamankan, pihak kepolisian masih belum mengungkap secara rinci lokasi penangkapan maupun kronologi pengejaran. Hal itu dikarenakan proses pemeriksaan terhadap tersangka masih berlangsung guna mendalami seluruh aspek perkara, termasuk motif dan kemungkinan adanya tindak pidana lain yang menyertai kasus tersebut. Hendra hanya menyebut bahwa Taufik ditangkap di salah satu wilayah Bandung Raya. Kepolisian berjanji akan menyampaikan informasi lebih lengkap dalam konferensi pers resmi yang dijadwalkan dalam waktu dekat. “Di daerah Bandung Raya (ditangkapnya),” tambahnya. Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah terungkap dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami Yuvita Tri Rezeki di dalam sebuah kamar indekos. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik dalam kurun waktu yang panjang hingga menyebabkan luka serius, gangguan kesehatan permanen, serta trauma mendalam. Peristiwa tersebut disebut berlangsung secara tertutup selama bertahun-tahun tanpa diketahui warga sekitar. Kondisi korban yang memprihatinkan baru terungkap setelah berhasil mendapatkan pertolongan dan kasusnya dilaporkan kepada pihak berwenang. Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 466 dan Pasal 446 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Kedua pasal tersebut berkaitan dengan dugaan perampasan kemerdekaan seseorang dan penganiayaan yang mengakibatkan penderitaan serius bagi korban. Selain itu, penyidik masih terus mendalami kemungkinan penerapan pasal tambahan. Langkah tersebut dilakukan mengingat dampak yang dialami korban disebut sangat berat, termasuk dugaan kebutaan, luka permanen, serta trauma psikologis yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi selama masa penyekapan serta memastikan seluruh pihak yang mungkin terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

CREEPY ROOM

711,018 просмотров • 25 дней назад

Gadis Hilang Tersapu Ombak di Apparalang Bulukumba Ditemukan Tewas, Sempat Melambaikan Tangan Minta Tolong Selengkapnya:
2:46

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

TIGA PEKERJA PERCETAKAN DI KALIBARU DI-RANTAI DAN DISEKAP 21 HARI, KELUARGA KORBAN TURUT DIPERAS! Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga karyawan sebuah usaha percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video inspeksi mendadak (sidak) yang memperlihatkan kondisi para korban viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga berlangsung selama 21 hari dan kini mendapat pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Pemuda Kalbar. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus ini bermula ketika salah seorang karyawan diduga melakukan pencurian. Karyawan tersebut disebut meminta dua rekan kerjanya menjual barang yang belakangan diketahui merupakan hasil pencurian. Kedua rekan tersebut mengaku tidak mengetahui asal-usul barang yang dijual. Alih-alih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, pemilik usaha diduga mengambil tindakan sendiri. Ketiga karyawan itu disebut diborgol, dikurung di dalam sebuah gudang sempit, serta kaki mereka dirantai menggunakan besi yang digembok sehingga tidak dapat bergerak bebas. Kondisi para korban disebut sangat memprihatinkan. Mereka mengaku tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut pada awal masa penyekapan. Salah seorang korban bernama Adit juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang mandor produksi bernama Alex. Tidak hanya itu, pihak keluarga korban juga mengaku mendapat tekanan. Menurut keterangan yang beredar, orang tua masing-masing korban diduga diminta menyerahkan uang sebesar Rp50 juta sebagai syarat penyelesaian persoalan tersebut. Kasus ini memicu perhatian luas karena tindakan menyekap, merampas kebebasan seseorang, melakukan kekerasan fisik, hingga dugaan pemerasan merupakan perbuatan yang dapat diproses secara pidana apabila terbukti. Di sisi lain, dugaan pencurian yang menjadi awal peristiwa juga seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan main hakim sendiri. Hingga kini, LBH Forum Pemuda Kalbar menyatakan telah mengawal kasus tersebut agar dapat diusut secara tuntas melalui proses hukum. Sementara itu, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak terlapor terkait kronologi maupun tuduhan yang beredar. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.
1:00

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

TIGA PEKERJA PERCETAKAN DI KALIBARU DI-RANTAI DAN DISEKAP 21 HARI, KELUARGA KORBAN TURUT DIPERAS! Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap tiga karyawan sebuah usaha percetakan di kawasan Kalibaru, Senen, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik setelah video inspeksi mendadak (sidak) yang memperlihatkan kondisi para korban viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga berlangsung selama 21 hari dan kini mendapat pendampingan hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Pemuda Kalbar. Berdasarkan informasi yang beredar, kasus ini bermula ketika salah seorang karyawan diduga melakukan pencurian. Karyawan tersebut disebut meminta dua rekan kerjanya menjual barang yang belakangan diketahui merupakan hasil pencurian. Kedua rekan tersebut mengaku tidak mengetahui asal-usul barang yang dijual. Alih-alih menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum, pemilik usaha diduga mengambil tindakan sendiri. Ketiga karyawan itu disebut diborgol, dikurung di dalam sebuah gudang sempit, serta kaki mereka dirantai menggunakan besi yang digembok sehingga tidak dapat bergerak bebas. Kondisi para korban disebut sangat memprihatinkan. Mereka mengaku tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut pada awal masa penyekapan. Salah seorang korban bernama Adit juga mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pemukulan yang diduga dilakukan oleh seorang mandor produksi bernama Alex. Tidak hanya itu, pihak keluarga korban juga mengaku mendapat tekanan. Menurut keterangan yang beredar, orang tua masing-masing korban diduga diminta menyerahkan uang sebesar Rp50 juta sebagai syarat penyelesaian persoalan tersebut. Kasus ini memicu perhatian luas karena tindakan menyekap, merampas kebebasan seseorang, melakukan kekerasan fisik, hingga dugaan pemerasan merupakan perbuatan yang dapat diproses secara pidana apabila terbukti. Di sisi lain, dugaan pencurian yang menjadi awal peristiwa juga seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan tindakan main hakim sendiri. Hingga kini, LBH Forum Pemuda Kalbar menyatakan telah mengawal kasus tersebut agar dapat diusut secara tuntas melalui proses hukum. Sementara itu, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak terlapor terkait kronologi maupun tuduhan yang beredar. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.

CREEPY ROOM

79,476 просмотров • 21 дней назад

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Pria di Wonosobo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jembatan Tempursari. WONOSOBO - Suasana evakuasi seorang pria yang ditemukan tewas gantung diri di sebuah jembatan di Dusun Karangsambo, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Selasa (14/1/2025). Kasubsi Penjas Sie Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang DP Wibowo, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. "Warga digegerkan dengan penemuan mayat tergantung di jembatan menggunakan tali tambang sepanjang 3 meter berwarna putih," jelas Nanang. Korban diketahui berinisial TR (50), warga Desa Tempursari. Saat ditemukan, korban mengenakan jaket biru, kaos biru, dan celana jeans biru. Dalam saku jaket korban ditemukan sebuah surat pesan untuk keluarga. Penemuan pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang tinggal di dekat jembatan. Warga segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi bersama warga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah untuk pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Sapuran. "Hasil pemeriksaan menunjukkan lilitan tali melingkar di leher korban, dengan lebar sekitar 2 sentimeter. Dugaan sementara, korban mengalami dislokasi tulang akibat gantung diri," ungkap Nanang. Hingga kini, alasan korban diduga mengakhiri hidupnya belum diketahui. Keluarga korban menyatakan bahwa TR tidak pernah menunjukkan tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. "Keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi lebih lanjut, dengan surat pernyataan terlampir," tutup Nanang. Kejadian ini menggegerkan warga setempat dan menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental di masyarakat. • TRIBUNJATENG. COM
0:22

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Pria di Wonosobo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jembatan Tempursari. WONOSOBO - Suasana evakuasi seorang pria yang ditemukan tewas gantung diri di sebuah jembatan di Dusun Karangsambo, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Selasa (14/1/2025). Kasubsi Penjas Sie Humas Polres Wonosobo, Aipda Nanang DP Wibowo, mengonfirmasi kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. "Warga digegerkan dengan penemuan mayat tergantung di jembatan menggunakan tali tambang sepanjang 3 meter berwarna putih," jelas Nanang. Korban diketahui berinisial TR (50), warga Desa Tempursari. Saat ditemukan, korban mengenakan jaket biru, kaos biru, dan celana jeans biru. Dalam saku jaket korban ditemukan sebuah surat pesan untuk keluarga. Penemuan pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang tinggal di dekat jembatan. Warga segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi bersama warga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah untuk pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Sapuran. "Hasil pemeriksaan menunjukkan lilitan tali melingkar di leher korban, dengan lebar sekitar 2 sentimeter. Dugaan sementara, korban mengalami dislokasi tulang akibat gantung diri," ungkap Nanang. Hingga kini, alasan korban diduga mengakhiri hidupnya belum diketahui. Keluarga korban menyatakan bahwa TR tidak pernah menunjukkan tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. "Keluarga menerima kematian korban dan menolak dilakukan otopsi lebih lanjut, dengan surat pernyataan terlampir," tutup Nanang. Kejadian ini menggegerkan warga setempat dan menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental di masyarakat. • TRIBUNJATENG. COM

CREEPY ROOM

1,874,068 просмотров • 1 год назад

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Terjebak di Rumah Saat Banjir, Ibu dan Anak di Sukabumi Ditemukan Meninggal Saling Berpelukan. SUKABUMI - Seorang anak dan ibu yang hilang saat banjir di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kamis (6/3/2025) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Anak dan ibu tersebut ditemukan dalam kondisi berpelukan, Jumat (7/3/2025). Korban anak bernama Nurul berumur tiga tahun, sedangkan ibunya Santi alia Zahra berumur 40 tahun. Korban terjebak di dalam rumah kondisi banjir dan hujan besar. Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah mengungkapkan, setelah berupaya pencairan korban dari material rumah yang roboh, kedua korban ditemukan pukul 13.30 WIB. "Kedua korban bisa ditemukan bersama-sama, keduanya saling berpelukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujarnya, kepada awak media. Menurut informasi dari saksi bahwa ibu dan anak ini menjadi korban banjir, keduanya tidak bisa menyelamatkan diri. Pasalnya air sudah tinggi. "Ini pada saat airnya memang sudah tinggi dengan arus yang sangat deras itu ibu dan anak masih di dalam rumah belakang rumah pada saat airnya mulai menghantam rumah tersebut ibu dan anak ini terjatuh," jelasnya. Saat ini tim Basarnas bersama dengan unsur petugas gabungan dan relawan masih berupaya mencari korban lainnya. "Secara keseluruhan data yang kita punya kita masih mencari ada lima orang lagi longsor di daerah Lengkong dengan satunya di Simpenan," tutupnya. (*) Penulis: Dian Herdiansyah Sumbt : TRIBUN NEWS
0:42

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Terjebak di Rumah Saat Banjir, Ibu dan Anak di Sukabumi Ditemukan Meninggal Saling Berpelukan. SUKABUMI - Seorang anak dan ibu yang hilang saat banjir di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kamis (6/3/2025) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Anak dan ibu tersebut ditemukan dalam kondisi berpelukan, Jumat (7/3/2025). Korban anak bernama Nurul berumur tiga tahun, sedangkan ibunya Santi alia Zahra berumur 40 tahun. Korban terjebak di dalam rumah kondisi banjir dan hujan besar. Kasi Operasi Kantor SAR Jakarta, Ahmad Rizkiansyah mengungkapkan, setelah berupaya pencairan korban dari material rumah yang roboh, kedua korban ditemukan pukul 13.30 WIB. "Kedua korban bisa ditemukan bersama-sama, keduanya saling berpelukan dalam kondisi sudah meninggal dunia," ujarnya, kepada awak media. Menurut informasi dari saksi bahwa ibu dan anak ini menjadi korban banjir, keduanya tidak bisa menyelamatkan diri. Pasalnya air sudah tinggi. "Ini pada saat airnya memang sudah tinggi dengan arus yang sangat deras itu ibu dan anak masih di dalam rumah belakang rumah pada saat airnya mulai menghantam rumah tersebut ibu dan anak ini terjatuh," jelasnya. Saat ini tim Basarnas bersama dengan unsur petugas gabungan dan relawan masih berupaya mencari korban lainnya. "Secara keseluruhan data yang kita punya kita masih mencari ada lima orang lagi longsor di daerah Lengkong dengan satunya di Simpenan," tutupnya. (*) Penulis: Dian Herdiansyah Sumbt : TRIBUN NEWS

CREEPY ROOM

1,590,797 просмотров • 1 год назад

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ • PEMBUNUHAN SATU KELUARGA DI NGANCAR KEDIRI JATIM, 3 MENINGGAL, 1 KRITIS Warga Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri digegerkan dengan penemuan tiga jenazah di dalam rumah dengan kondisi bersimbah darah, Kamis (5/12/2024). Tiga jenazah tersebut yakni Agus Komarudin (38 tahun) Kristina (34 tahun), Christian Agusta Wiratmaja Putra (9 tahun), ketiganya merupakan satu anggota keluarga. Selain tiga jenazah itu, ada satu korban yang masih hidup yakni Yordaniel (8 tahun) yang saat ini dibawa ke RSUD SLG untuk menjalani perawatan. *Kronologi penemuan jenazah Diketahui Pada hari Kamis tanggal 5 Desember 2024 pukul 08.30 WIB saat saksi-saksi mau mendatangi Rumah Sdr. AGUS KOMARUDIN(38) seorang guru. Karena korban Sdr. AGUS KOMARUDIN tidak datang ke sekolah SDN 1 Babatan Ngancar Kediri padahal izinnya cuma 1 hari tidak masuk yaitu pada hari Rabu, 4 Desember 2024. Karena tidak bisa di hubungi saksi-saksi akhirnya datang ke Rumah Sdr. AGUS KOMARUDIN. Pada saat tiba di lokasi rumah Sdr. AGUS KOMARUDIN dalam keadaan tertutup pintunya. Pada saat di ketok-ketok pintunya tidak ada yang keluar. Akhirnya salah satu keluarga Korban yang bernama Sdr. SUPRIONO membuka lewat Jendela kamar dan ada bekas darah di atas kasur namun tidak berani masuk. Dan salah satu saksi melihat dari lubang tembok kayu di dapur ada tangan tergeletak di lantai dapur yg diduga tangan Sdri. KRISTIANI, 34 tahun, Guru. Setelah itu keluarga korban menghubungi perangkat desa Pandantoyo Ngancar Kediri dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngancar Polres Kediri. Dari olah TKP 2 korban tergeletak di dapur dengan berlumuran darah (AGUS KOMARUDIN dan KRISTINA), satu korban tergeletak di ruang tengah dengan berlumuran darah (CHRISTIAN AGUSTA WIRATMAJA Putra) dan satu korban masih hidup tergelatk di kamar tengah (SAMUEL PUTRA YORDANIEL) dirawat di RSUD SLG Kediri Jawa Timur. *Identitas Korban 1. AGUS KOMARUDIN,Lk, 38 tahun, Guru, Almat Dsn.Gondanglegi Rt.02 Rw.05 Ds. Pandantoyo Kec. Ngancar Kab. Kediri 2. KRISTINA,Pr, 34 tahun,Guru,Alamat SDA 3. CHRISTIAN AGUSTA WIRATMAJA PUTRA,LK,9 Tahun,Pelajar,Alamat SDA 4. SAMUEL PUTRA YORDANIEL,LK, 8 Tahun, Alamat SDA Masih hidup). Hingga berita ini ditulis, petugas masih terus melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
0:31

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ • PEMBUNUHAN SATU KELUARGA DI NGANCAR KEDIRI JATIM, 3 MENINGGAL, 1 KRITIS Warga Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri digegerkan dengan penemuan tiga jenazah di dalam rumah dengan kondisi bersimbah darah, Kamis (5/12/2024). Tiga jenazah tersebut yakni Agus Komarudin (38 tahun) Kristina (34 tahun), Christian Agusta Wiratmaja Putra (9 tahun), ketiganya merupakan satu anggota keluarga. Selain tiga jenazah itu, ada satu korban yang masih hidup yakni Yordaniel (8 tahun) yang saat ini dibawa ke RSUD SLG untuk menjalani perawatan. *Kronologi penemuan jenazah Diketahui Pada hari Kamis tanggal 5 Desember 2024 pukul 08.30 WIB saat saksi-saksi mau mendatangi Rumah Sdr. AGUS KOMARUDIN(38) seorang guru. Karena korban Sdr. AGUS KOMARUDIN tidak datang ke sekolah SDN 1 Babatan Ngancar Kediri padahal izinnya cuma 1 hari tidak masuk yaitu pada hari Rabu, 4 Desember 2024. Karena tidak bisa di hubungi saksi-saksi akhirnya datang ke Rumah Sdr. AGUS KOMARUDIN. Pada saat tiba di lokasi rumah Sdr. AGUS KOMARUDIN dalam keadaan tertutup pintunya. Pada saat di ketok-ketok pintunya tidak ada yang keluar. Akhirnya salah satu keluarga Korban yang bernama Sdr. SUPRIONO membuka lewat Jendela kamar dan ada bekas darah di atas kasur namun tidak berani masuk. Dan salah satu saksi melihat dari lubang tembok kayu di dapur ada tangan tergeletak di lantai dapur yg diduga tangan Sdri. KRISTIANI, 34 tahun, Guru. Setelah itu keluarga korban menghubungi perangkat desa Pandantoyo Ngancar Kediri dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngancar Polres Kediri. Dari olah TKP 2 korban tergeletak di dapur dengan berlumuran darah (AGUS KOMARUDIN dan KRISTINA), satu korban tergeletak di ruang tengah dengan berlumuran darah (CHRISTIAN AGUSTA WIRATMAJA Putra) dan satu korban masih hidup tergelatk di kamar tengah (SAMUEL PUTRA YORDANIEL) dirawat di RSUD SLG Kediri Jawa Timur. *Identitas Korban 1. AGUS KOMARUDIN,Lk, 38 tahun, Guru, Almat Dsn.Gondanglegi Rt.02 Rw.05 Ds. Pandantoyo Kec. Ngancar Kab. Kediri 2. KRISTINA,Pr, 34 tahun,Guru,Alamat SDA 3. CHRISTIAN AGUSTA WIRATMAJA PUTRA,LK,9 Tahun,Pelajar,Alamat SDA 4. SAMUEL PUTRA YORDANIEL,LK, 8 Tahun, Alamat SDA Masih hidup). Hingga berita ini ditulis, petugas masih terus melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

CREEPY ROOM

1,828,369 просмотров • 1 год назад

MENCEKAM!!! Seorang kakek yang sedang mencari rumput diserang secara brutal oleh seorang anak jalanan di kawasan Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Peristiwa pembacokan itu terjadi di tepi Jalan Raya Surabaya–Madiun pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Korban diketahui bernama Mucksin (70), warga Dusun Kalangan, Desa Kalangsemanding. Pagi itu ia tengah mencari rumput di pinggir jalan sambil membawa sabit. Namun secara tiba-tiba seorang pria yang diduga anak jalanan mendekati korban, merampas sabit yang dipegangnya, lalu langsung menyerang dengan membabi buta. Pelaku diketahui bernama M Tomi Irfan (20), warga Kediri. Menurut Rohman (42), saksi mata di lokasi, kejadian berlangsung sangat cepat. Korban sempat berteriak meminta pertolongan ketika pelaku mulai mengayunkan sabit ke arah tubuhnya. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian ibu jari, telapak tangan kanan, serta kaki, hingga bersimbah darah di lokasi kejadian. Warga yang menyaksikan peristiwa itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pelaku yang sempat melawan saat hendak diamankan justru memicu kemarahan warga. Ia pun sempat dihajar hingga babak belur di pinggir jalan sebelum akhirnya diamankan. Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku telah dibawa ke Puskesmas Perak untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang dideritanya, sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif penyerangan tersebut.
0:22

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

MENCEKAM!!! Seorang kakek yang sedang mencari rumput diserang secara brutal oleh seorang anak jalanan di kawasan Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Peristiwa pembacokan itu terjadi di tepi Jalan Raya Surabaya–Madiun pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Korban diketahui bernama Mucksin (70), warga Dusun Kalangan, Desa Kalangsemanding. Pagi itu ia tengah mencari rumput di pinggir jalan sambil membawa sabit. Namun secara tiba-tiba seorang pria yang diduga anak jalanan mendekati korban, merampas sabit yang dipegangnya, lalu langsung menyerang dengan membabi buta. Pelaku diketahui bernama M Tomi Irfan (20), warga Kediri. Menurut Rohman (42), saksi mata di lokasi, kejadian berlangsung sangat cepat. Korban sempat berteriak meminta pertolongan ketika pelaku mulai mengayunkan sabit ke arah tubuhnya. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian ibu jari, telapak tangan kanan, serta kaki, hingga bersimbah darah di lokasi kejadian. Warga yang menyaksikan peristiwa itu segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pelaku yang sempat melawan saat hendak diamankan justru memicu kemarahan warga. Ia pun sempat dihajar hingga babak belur di pinggir jalan sebelum akhirnya diamankan. Tak lama kemudian, petugas kepolisian datang ke lokasi dan mengamankan pelaku. Saat ini pelaku telah dibawa ke Puskesmas Perak untuk mendapatkan perawatan akibat luka yang dideritanya, sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif penyerangan tersebut.

CREEPY ROOM

277,093 просмотров • 4 месяцев назад

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Nasib tragis dialami Wu Yang, pekerja asal China tewas mengenaskan tertimpa plat besi di Kawasan Industri Kendal (KIK). Pria 29 tahun itu meninggal dunia akibat tali crane yang digunakan memindahkan plat bordes putus. Lalu plat bordes itu menimpa kepala Wu Yang yang saat itu sedang bekerja mengarahkan crane. Kasat Reskrim Polres Kendal , AKP Rizky Ari Budianto menjelaskan, korban merupakan tenaga ahli reger atau yang mengarahkan crane di area PT BPR Kawasan Industri Kendal (KIK). Peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa WNA asal China ini terjadi pada Minggu (8/12) sekitar pukul 07.30 WIB. Yakni di area PT BTR Kawasan Industri Kendal (KIK), Desa Wonorejo Kaliwungu. "Korban saat itu sedang bekerja sebagai tenaga yang mengarahkan mobil crane memindah plat bordes seberat kurang lebih 2 ton," jelasnya. Rizky mengatakan, saat kejadian diketahui plat bordes dari bahan besi ini akan dipindahkan dengan crane dari lokasi penumpukan bahan material ke mobil truk pengangkut. Namun pada crane yang sedang memindah plat bordes ke truk, lobang pengait patah yang mengakibatkan plat jatuh. "Plat yang terjatuh tersebut kemudian mengenai korban yang berdiri dekat dengan truk," katanya. Akibat benturan keras dengan besi tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sementara petugas dari Polsek Kaliwungu yang menerima laporan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Kendal mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. “Korban yang meninggal dunia dengan luka parah dikepala ini kemudian dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal," tegas Kasat Reskrim. Adapun kecelakaan kerja ini dalam penanganan Polsek Kaliwungu dan Polres Kendal. Kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Termasuk operator mobil crane, asisten, sopir dan kernet untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja ini. "Sejumlah saksi diperiksa untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja ini," tandas Rizky. (dev/bas) Sumber berita : Join Telegram : (membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di seluruh dunia)
0:28

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Nasib tragis dialami Wu Yang, pekerja asal China tewas mengenaskan tertimpa plat besi di Kawasan Industri Kendal (KIK). Pria 29 tahun itu meninggal dunia akibat tali crane yang digunakan memindahkan plat bordes putus. Lalu plat bordes itu menimpa kepala Wu Yang yang saat itu sedang bekerja mengarahkan crane. Kasat Reskrim Polres Kendal , AKP Rizky Ari Budianto menjelaskan, korban merupakan tenaga ahli reger atau yang mengarahkan crane di area PT BPR Kawasan Industri Kendal (KIK). Peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa WNA asal China ini terjadi pada Minggu (8/12) sekitar pukul 07.30 WIB. Yakni di area PT BTR Kawasan Industri Kendal (KIK), Desa Wonorejo Kaliwungu. "Korban saat itu sedang bekerja sebagai tenaga yang mengarahkan mobil crane memindah plat bordes seberat kurang lebih 2 ton," jelasnya. Rizky mengatakan, saat kejadian diketahui plat bordes dari bahan besi ini akan dipindahkan dengan crane dari lokasi penumpukan bahan material ke mobil truk pengangkut. Namun pada crane yang sedang memindah plat bordes ke truk, lobang pengait patah yang mengakibatkan plat jatuh. "Plat yang terjatuh tersebut kemudian mengenai korban yang berdiri dekat dengan truk," katanya. Akibat benturan keras dengan besi tersebut, korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka parah di bagian kepala. Sementara petugas dari Polsek Kaliwungu yang menerima laporan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Kendal mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. “Korban yang meninggal dunia dengan luka parah dikepala ini kemudian dievakuasi ke RSUD Soewondo Kendal," tegas Kasat Reskrim. Adapun kecelakaan kerja ini dalam penanganan Polsek Kaliwungu dan Polres Kendal. Kepolisian memeriksa sejumlah saksi. Termasuk operator mobil crane, asisten, sopir dan kernet untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan kerja ini. "Sejumlah saksi diperiksa untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja ini," tandas Rizky. (dev/bas) Sumber berita : Join Telegram : (membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di seluruh dunia)

CREEPY ROOM

1,210,135 просмотров • 1 год назад

creepyroom's profile picture

⚠️ PERINGATAN: KONTEN SENSITIF SEORANG NENEK JADI KORBAN PEMUKULAN USAI DI TUDUH SEBAGAI PENCULIK ANAK DI CIANJUR. Cianjur, 04 Mei 2025. Seorang nenek menjadi korban pemukulan setelah di tuduh melakukan penculikan di Kampung Legok, Desa Bunikasih Kecamatan Warung Kondang, Cianjur. Peristiwa tersebut bermula saat korban pulang dari Sukabumi hendak menuju kerumah anaknya dengan berjalan kaki melalui kampung tersebut. Sang nenek yg baru saja mengambil uang pensiunan Di Sukabumi berjalan kaki menuju rumah anaknya melalui jalan yg menanjak,karena merasa tidak kuat dan kelelahan ia meminta bantuan seorng anak untuk memapahnya. setelah anak tersebut menolong ia pun pergi dengan berlari, namun tiba-tiba ada warga yg berteriak menuduh sang nenek melakukan penculikan. Di duga terjadi salah pahaman antara warga dan korban,tudingn tersebut berujung pada tindakan kekerasan terhadap sang nenek ,warga setempat langsung melakukan pemukulan sebelum pihak kepolisian datang untuk mengamankan situasi. Reaksi pihak kepolisian yg tiba di lokasi segera melakukan penyelidikan dan mengklarifikasi bahwa tuduhan penculikan tersebut tidak benar, mereka mendapati bahwa nenek tersebut memang hanya meminta bantuan anak karena kelelahan. ** Abdul Kohar (43), salah satu pelaku penganiayaan Nenek Asyah (76) di Cianjur, ditangkap. Sebelumnya, pelaku lain, Ahmad, sudah ditangkap terlebih dahulu. Abdul Kohar, yang merupakan salah satu pelaku, sempat jadi buron. Namun kini ia telah ditangkap. "Jadi, setelah memukuli korban, Kohar kabur ke daerah Cibeber dengan membawa keluarganya ke tempat mertuanya. Kemudian pelaku ini bersembunyi di gubuk di tengah makam yang dekat dengan rumah mertuanya tersebut. Kami yang mendapatkan informasi keberadaan pelaku pun langsung menerjunkan tim dan akhirnya berhasil menangkap pelaku yang sempat buron ini," ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, Rabu (7/5/2025).

CREEPY ROOM

794,601 просмотров • 1 год назад

creepyroom's profile picture

Peristiwa tragis kembali terjadi di kawasan Jembatan Cangar yang berada di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Seorang pria ditemukan meninggal dunia di bawah jembatan tersebut pada Kamis pagi (23/4/2026), diduga setelah terjatuh dari ketinggian. Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang sebelumnya juga pernah terjadi di lokasi yang sama sekitar satu bulan lalu, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban sempat terlihat berdiri di sisi kiri jembatan yang berada di jalur provinsi penghubung Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto. Dalam sebuah video yang beredar, dua pengendara sepeda motor perempuan sempat menegur pria tersebut yang mengenakan jaket putih dan tampak berdiri dengan tatapan kosong. “Mas, ngapain?” terdengar salah satu pengendara dalam rekaman tersebut. (Lihat di rekaman video ke 2) Setelah kedua pengendara itu melanjutkan perjalanan dan kondisi jalan kembali sepi, korban diduga terjatuh ke bawah jembatan. Tubuhnya kemudian ditemukan di aliran sungai dengan kedalaman lebih dari 15 meter. Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendri Subagijo, membenarkan adanya laporan tersebut. Pihak kepolisian menerima informasi terkait penemuan pria di bawah Jembatan Cangar sekitar pukul 10.00 WIB. “Polsek menerima laporan sekitar pukul 10.00 WIB terkait adanya pria yang terjatuh di bawah Jembatan Cangar,” ujarnya saat dikonfirmasi. Hasil penyelidikan awal mengungkap identitas korban berinisial DPW (24), warga Candipuro, Kabupaten Lumajang. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor serta sandal yang diduga milik korban di tepi jembatan. Petugas gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Hasta Brata Kota Batu untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. “Kami masih mendalami motif kejadian ini,” tambah Anton. Peristiwa ini kembali menyoroti Jembatan Cangar sebagai lokasi yang beberapa kali dikaitkan dengan insiden serupa. Sebelumnya, pada 31 Maret 2026, seorang pria asal Mojokerto juga dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kejadian di tempat yang sama. ㅤ

CREEPY ROOM

163,668 просмотров • 2 месяцев назад

creepyroom's profile picture

Pengendara Motor Tewas Tertabrak Truk Kontainer di Jalan Dayeuhkolot Bandung Setelah Ban Slip Saat Mendahului Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terlibat kecelakaan dengan truk kontainer di Jalan Raya Dayeuh­kolot, Kabupaten Bandung, Selasa 3 Februari 2026 pukul 16.15. Pengendara sepeda motor itu berinisial DA, warga Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Kanit Gakkum Polresta Bandung Iptu Liliem membenarkan adanya kecelakaan lalu lintas tersebut. Polisi segera bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kejadiannya sekitar pukul 16.15. Kami segera melakukan olah TKP. Kendaraan yang terlibat (kecelakaan) truk kontainer dan sepeda motor. Seorang korban pengendara motor meninggal," ucap Liliem, Selasa 3 Februari 2026. Dia menyampaikan kronologi kecelakaan. DA yang mengendarai sepeda motor melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot, dari arah Baleendah ke Dayeuhkolot. Pengendara sepeda motor itu, ucap Liliem, mendahului truk kontainer dari lajur kiri. "Pengendara sepeda motor terjatuh dan terjadi perkena­an antara tubuh pengendara sepeda motor dengan ban bagian depan sebelah kiri (truk kontainer)," ucap dia. Liliem mengata­kan, sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas setelah terjadi kecelakaan. Menindaklanjuti hal itu, polisi langsung melakukan pengaturan lalu lintas. "Iya, terjadi kepadatan (arus lalu lintas) sebentar, tapi masih berjalan. Beberapa saat berselang, arus lalu lintas kembali lancar," ucap dia. Beredar video rekaman CCTV di media sosial perihal kecelakaan itu. Dalam video itu, arus lalu lintas tampak lancar. Pengendara sepeda motor mendahului truk kontainer dari lajur kiri. Pada lokasi kejadian, ban sepeda motor itu slip, pengendara pun terjatuh ke kanan.

CREEPY ROOM

294,252 просмотров • 5 месяцев назад

⚠️PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Kecelakaan Maut di Cengkareng, Pasangan Lansia Tewas Terlindas Tronton Sepasang lansia berinisial M (69) dan SA (67) tewas saat sedang berkendara sepeda motor dan terlibat kecelakaan dengan truk tronton. Korban sampai masuk ke dalam kolong tronton. Insiden kecelakaan tersebut juga sempat viral di media sosial salah satunya diposting oleh akun Instagram jakartabarat24jam. Dalam postingannya, tampak video menampilkan kondisi motor yang sudah berada di kolong truk tronton. "Laka lantas di Ring Road Cengkareng. Motor vs kontainer. Korban dua orang meninggal dunia," tulis akun tersebut dalam postingannya seperti dilihat pada Kamis (30/1/2025). Kecelakaan itu sendiri diketahui terjadi siang hari tadi sekitar pukul 12.30 WIB. Lokasi kecelakaan tepatnya terjadi di Jalan Outer Ring Road Cengkareng arah selatan dekat putaran pintu air, Cengkareng, Jakarta Barat. Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menyebut kecelakaan bermula saat kedua korban menggunakan sepeda motor berboncengan. Setibanya di lokasi kejadian, motor korban tertabrak truk. "Sesampainya di dekat putaran pintu air tertabrak kendaraan truk kontainer yang dikemudikan Saudara HA yang melaju dari arah selatan menuju ke arah utara," kata Joko. Singkat cerita, akibat dari kecelakaan itu, kedua korban dinyatakan meninggal dunia. Keduanya tewas di lokasi kejadian. "Selanjutnya kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang," pungkasnya. Artikel:
0:27

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

creepyroom's profile picture

⚠️PERINGATAN: KONTEN SENSITIF Kecelakaan Maut di Cengkareng, Pasangan Lansia Tewas Terlindas Tronton Sepasang lansia berinisial M (69) dan SA (67) tewas saat sedang berkendara sepeda motor dan terlibat kecelakaan dengan truk tronton. Korban sampai masuk ke dalam kolong tronton. Insiden kecelakaan tersebut juga sempat viral di media sosial salah satunya diposting oleh akun Instagram jakartabarat24jam. Dalam postingannya, tampak video menampilkan kondisi motor yang sudah berada di kolong truk tronton. "Laka lantas di Ring Road Cengkareng. Motor vs kontainer. Korban dua orang meninggal dunia," tulis akun tersebut dalam postingannya seperti dilihat pada Kamis (30/1/2025). Kecelakaan itu sendiri diketahui terjadi siang hari tadi sekitar pukul 12.30 WIB. Lokasi kecelakaan tepatnya terjadi di Jalan Outer Ring Road Cengkareng arah selatan dekat putaran pintu air, Cengkareng, Jakarta Barat. Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Joko Siswanto menyebut kecelakaan bermula saat kedua korban menggunakan sepeda motor berboncengan. Setibanya di lokasi kejadian, motor korban tertabrak truk. "Sesampainya di dekat putaran pintu air tertabrak kendaraan truk kontainer yang dikemudikan Saudara HA yang melaju dari arah selatan menuju ke arah utara," kata Joko. Singkat cerita, akibat dari kecelakaan itu, kedua korban dinyatakan meninggal dunia. Keduanya tewas di lokasi kejadian. "Selanjutnya kedua jenazah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang," pungkasnya. Artikel:

CREEPY ROOM

840,430 просмотров • 1 год назад

creepyroom's profile picture

7 Tahun Berlalu, Kasus Pembunuhan Noven Siswi SMK di Bogor Belum Terungkap Meski Sempat Dibantu FBI --- Sudah tujuh tahun berlalu, kasus pembunuhan siswi SMK di Bogor, Andriana Yubelia Noven Cahya alias Noven (18), masih belum terungkap. Peristiwa tragis itu terjadi pada 8 Januari 2019 di sebuah gang di kawasan Baranangsiang, Kota Bogor, saat korban pulang dari sekolah menuju tempat kos. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, Noven mengalami luka tusuk di bagian dada sedalam 22 sentimeter. Senjata tajam yang digunakan pelaku bahkan masih tertancap saat korban ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong. Aksi pelaku yang mengenakan baju biru terekam jelas oleh kamera CCTV di sekitar lokasi. Namun hingga kini, pelaku belum juga berhasil ditetapkan sebagai tersangka karena keterbatasan alat bukti. Polisi telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pemeriksaan sidik jari dan sampel DNA pada barang bukti hingga meminta bantuan FBI untuk analisis forensik. Meski sempat muncul dugaan bahwa pelaku adalah mantan pacar korban berinisial S, penyidik masih belum memiliki bukti kuat untuk melakukan penangkapan. Pada tahun 2024, kasus ini kembali menjadi sorotan setelah alumnus Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Richard Pingger, melaporkannya ke Komnas HAM. Ia menilai penanganan kasus berjalan lamban dan belum memberikan keadilan bagi keluarga korban. Hingga kini, keluarga korban dan masyarakat masih menunggu titik terang atas kasus yang telah menjadi perhatian publik selama bertahun-tahun tersebut.

CREEPY ROOM

151,485 просмотров • 3 месяцев назад