Dosen Kesayanganmu's banner
Dosen Kesayanganmu's profile picture

Dosen Kesayanganmu

@direktoridosen59,943 subscribers

#TifosiSerieA_Italia berkedok akun Lowongan dosen, publikasi & Informasi Pendidikan || Cek ❤️|| @nahdlatululama

Shorts

saya selalu rispek dg teman2 yang kerja di jkt, naik TJ / KRL. benar2 tdk masuk akal, sumpek dan berdesakan. dan itu terjadi setiap hari, ehh presidennya bodi amat. dr era Joko Widodo & Prabowo Subianto sama saja.

saya selalu rispek dg teman2 yang kerja di jkt, naik TJ / KRL. benar2 tdk masuk akal, sumpek dan berdesakan. dan itu terjadi setiap hari, ehh presidennya bodi amat. dr era Joko Widodo & Prabowo Subianto sama saja.

628,741 просмотров

yang seharusnya harga murah... UKT Kuliah S1 & S2 kuota internet, tiket pesawat, dan ikan laut.

yang seharusnya harga murah... UKT Kuliah S1 & S2 kuota internet, tiket pesawat, dan ikan laut.

114,830 просмотров

setahu saya, tahun 1837. bajak modern sudah ditemukan oleh john dera dr amerika serikat. saya jadi penasaran, batalyon tani kl di luar negeri ada nga?

setahu saya, tahun 1837. bajak modern sudah ditemukan oleh john dera dr amerika serikat. saya jadi penasaran, batalyon tani kl di luar negeri ada nga?

366,771 просмотров

Polres Peisir Barat, unggah video warga yang mengucapkan terimakasih polisi membantu membuatkan surat kehilangan, dengan cepat dan TANPA BIAYA. videonya adalah fakta. tapi ada yang salah dg gaya komunikasi tim humas Humas Polri. bapak/ibu APH yang terhormat. pelayanan publik itu, bukan apa yang disiarkan di media sosial instansi. tapi proses yang dialami oleh masyarakat, saat lapor polisi. ayo belajar dari bank BCA dan satpamnya.... apa mereka pernah unggah foto/ video warga yang cetak ulang atm/ buku rekening yang hilang. sambil bilang... terimakasih satpam BCA cab. kabupaten rejang lebong. karna telah membantu cetak ulang atm/ buku tabungan yang hilang, cepat dan gratis. tidak... mereka tidak melakukan itu. ayo dong, coba tiap polres hire pakar komunikasi, untuk bantu bikin konten media yang tidak "menara" gading. apa ga malu tiap postingan, kena spam warga yang komplain 😭 📹: sumber video terlampir

Polres Peisir Barat, unggah video warga yang mengucapkan terimakasih polisi membantu membuatkan surat kehilangan, dengan cepat dan TANPA BIAYA. videonya adalah fakta. tapi ada yang salah dg gaya komunikasi tim humas Humas Polri. bapak/ibu APH yang terhormat. pelayanan publik itu, bukan apa yang disiarkan di media sosial instansi. tapi proses yang dialami oleh masyarakat, saat lapor polisi. ayo belajar dari bank BCA dan satpamnya.... apa mereka pernah unggah foto/ video warga yang cetak ulang atm/ buku rekening yang hilang. sambil bilang... terimakasih satpam BCA cab. kabupaten rejang lebong. karna telah membantu cetak ulang atm/ buku tabungan yang hilang, cepat dan gratis. tidak... mereka tidak melakukan itu. ayo dong, coba tiap polres hire pakar komunikasi, untuk bantu bikin konten media yang tidak "menara" gading. apa ga malu tiap postingan, kena spam warga yang komplain 😭 📹: sumber video terlampir

456,413 просмотров

bapak/ibu guru—dosen. ada yang mengalami ini? mahasiswa / siswa salaman pas masuk kelas/ pulang. saya berasa tua sekali... kalau mbah picoez, admin LFC ID, Football Manager Indonesia, Zulfikar Akbar, Mikael Dewabrata 📊 atau Bapak Fandom ya wajar dan gpp. disalimi. 😆 saya itu anak 90an akhir lho. too young to adegan salim. sudah kusampaiken ke mereka. tapi tetap saja, ada saja 1-2 yang minta salim pas kelas bubar. 🤣 utamanya adik-adik yang berangkat dari ponpes atau kabupaten plosok bengkulu. karna kami biasa diskusi, dan memang saya pengampu kuliah filsafat. pernah saya didebat, sm mereka, perkara salim. "...Buk, ini bukan termasuk feodalisme... tapi sekadar penghormatan kepada dosen. karna kami tdk bs memberikan apa-apa, selain rasa hormat dalam wujud salim..." begitu ujar mereka... ya ku jawab enteng saja, "...kalian tidak perlu memberikan apa-apa, kan sudah bayar UKT..." anak bidikmisi ikut nimpali, "...saya bidikmisi buk, UKT ga bayar..." kata dia dg aksen rejang lebong nya.

bapak/ibu guru—dosen. ada yang mengalami ini? mahasiswa / siswa salaman pas masuk kelas/ pulang. saya berasa tua sekali... kalau mbah picoez, admin LFC ID, Football Manager Indonesia, Zulfikar Akbar, Mikael Dewabrata 📊 atau Bapak Fandom ya wajar dan gpp. disalimi. 😆 saya itu anak 90an akhir lho. too young to adegan salim. sudah kusampaiken ke mereka. tapi tetap saja, ada saja 1-2 yang minta salim pas kelas bubar. 🤣 utamanya adik-adik yang berangkat dari ponpes atau kabupaten plosok bengkulu. karna kami biasa diskusi, dan memang saya pengampu kuliah filsafat. pernah saya didebat, sm mereka, perkara salim. "...Buk, ini bukan termasuk feodalisme... tapi sekadar penghormatan kepada dosen. karna kami tdk bs memberikan apa-apa, selain rasa hormat dalam wujud salim..." begitu ujar mereka... ya ku jawab enteng saja, "...kalian tidak perlu memberikan apa-apa, kan sudah bayar UKT..." anak bidikmisi ikut nimpali, "...saya bidikmisi buk, UKT ga bayar..." kata dia dg aksen rejang lebong nya.

182,597 просмотров

Kok bisa ada orang bilang, kalau pendidikan gratis lebih penting dari makan gratis. owalah bu, . . coba turun ke akar rumput, orang mana bisa belajar kalau lapar. menteri pendidikan saja sepakat, kalau anak-anak datang ke sekolah karna ada MBG. 😀

Kok bisa ada orang bilang, kalau pendidikan gratis lebih penting dari makan gratis. owalah bu, . . coba turun ke akar rumput, orang mana bisa belajar kalau lapar. menteri pendidikan saja sepakat, kalau anak-anak datang ke sekolah karna ada MBG. 😀

63,320 просмотров

SURVIVORSHIP BIAS ((miskin ≠ cerdas)) Sejak era bidikmisi/ KIP Kuliah. muncul kesan di masyarakat, bahwa anak dari kelompok pra sejahtera cenderung lebih pandai. padahal mereka sdg ada di mode survival. boleh dibilang, hanya 1 : sekian yg mencapai titik pandai dan bs dapat bidikmisi. yang lainnya kemana? tenggelam dalam kerasnya cerita. ⚡kenapa kesan/ citra ini populer? karna mereka berangkat dr kelompok rentan, jadi dapat perhatian lebih dari kita & dari media. lihat saja, headline berita saat wisuda.... "... bikin haru, anak tukang becak lulus S1 UGM/ NO DM - KIRIM FESS CEK HIGHLIGHTS pakai bidikmisi..." dst. banyak riset yang menjelasakan, bahwa potensi anak bisa mencapai titikh terbaik. manakala keluarganya sejahtera. bukan karna keluarganya miskin / rentan. lihat saja, penerima LPDP. beasiswa khusus anak pandai, isinya byk orangkaya. minimal bapak/ibunya pejabat teras. ada dari kalangan menengah-kebawah? tentu tetap ada. coba ingat-ingat lagi, saat kita sekolah dulu. atau coba tanya ke guru kalian Guru 5 Tahunan / txt dari guru honorer / @Guru_PNS

SURVIVORSHIP BIAS ((miskin ≠ cerdas)) Sejak era bidikmisi/ KIP Kuliah. muncul kesan di masyarakat, bahwa anak dari kelompok pra sejahtera cenderung lebih pandai. padahal mereka sdg ada di mode survival. boleh dibilang, hanya 1 : sekian yg mencapai titik pandai dan bs dapat bidikmisi. yang lainnya kemana? tenggelam dalam kerasnya cerita. ⚡kenapa kesan/ citra ini populer? karna mereka berangkat dr kelompok rentan, jadi dapat perhatian lebih dari kita & dari media. lihat saja, headline berita saat wisuda.... "... bikin haru, anak tukang becak lulus S1 UGM/ NO DM - KIRIM FESS CEK HIGHLIGHTS pakai bidikmisi..." dst. banyak riset yang menjelasakan, bahwa potensi anak bisa mencapai titikh terbaik. manakala keluarganya sejahtera. bukan karna keluarganya miskin / rentan. lihat saja, penerima LPDP. beasiswa khusus anak pandai, isinya byk orangkaya. minimal bapak/ibunya pejabat teras. ada dari kalangan menengah-kebawah? tentu tetap ada. coba ingat-ingat lagi, saat kita sekolah dulu. atau coba tanya ke guru kalian Guru 5 Tahunan / txt dari guru honorer / @Guru_PNS

22,866 просмотров

Bapak anggota dewan ini, mampu menjelaskan masalah pendidikan dalam satu kalimat. sederhana tapi Prof. Abdul Mu'ti. tak paham. fokus waralaba MBG ya prof?

Bapak anggota dewan ini, mampu menjelaskan masalah pendidikan dalam satu kalimat. sederhana tapi Prof. Abdul Mu'ti. tak paham. fokus waralaba MBG ya prof?

13,575 просмотров

Videos

direktoridosen's profile picture

terimakasih dr. Erli M. Viorika, Sp.A

Dosen Kesayanganmu

218,797 просмотров • 5 дней назад

astaga, ngeri banget Kolombia ini, yaa. ada psikolog ditembak OTK, sampai kritis. padahal ybs, lagi duduk santai di rumahnya sendiri.
0:37

Sensitive content

This media may contain sensitive content.

direktoridosen's profile picture

nih video nya

Dosen Kesayanganmu

255,838 просмотров • 1 месяц назад

direktoridosen's profile picture

sekapur sirih, tradisi ngopi di indonesia dan tanah italino. artikel ini, beberapa bulan lalu sempat terbit di koran lokal kabupaten sekitar. Mungkin teman2 di Bengkulu ada yg sempat baca.... tentu lebih formal saat terbit. 🌱 Orang Indonesia dari berbagai kalangan, mulai petani pedesaan, pegawai kopdes, hingga pekerja urban, minum kopi secara rutin sebagai bagian kehidupan sehari-hari (Ashardiono & Trihartono, 2024). 🌱Di Italia, hampir seluruh orang dewasa terlibat dalam ritual minum kopi, yang lebih terstruktur. Konsumsi per kapita Kopi Indonesia sekitar 1,04–1,12 kg per tahun, jauh di bawah Italia yang mencapai sekitar 6,11 kg per tahun (World Population Review, 2026; ICO data via berbagai laporan). 🌱 Di Indonesia dominan kopi tubruk, yaitu bubuk kopi dicampur langsung dengan air panas dan gula, sering ditambah susu kental manis, disajikan dalam gelas besar dengan ampas. 🌱 Di Italia utama espresso kecil, pahit, dan murni tanpa gula berlebih. Cappuccino atau kopi susu hanya untuk pagi hari. 🌱 Orang Indonesia minum kopi kapan saja, pagi, siang, sore, malam. Bahkan kopi dijadikan Booster, untukh tetap melek saat kerja. ini beda dengan warga italiano, kopi susu hanya pagi sebelum jam 11, selebihnya espresso terutama setelah makan untuk pencernaan. Minum kopi susu sore atau malam dianggap tidak sesuai tradisi. Alias gada itu nongkrong malam-malam bareng akamsi sambil ngopi. Apalagi nugas di kopi shop gitu... 🌱 Tempat minum kopi Di Indonesia biasa di warung kopi sederhana, rumah, atau kedai pinggir jalan sambil duduk lama dan bersantai. Di Italia umum berdiri di bar, pesan cepat, habis dalam hitungan menit, lalu pergi. Duduk lama lebih khas turis. budaya ngopi Indonesia lebih longgar dan penuh interaksi sosial, sementara Italia lebih sastset dan teratur sesuai sejarah serta kebiasaan masing-masing. baca artikel utama dari kutipan yang saya ambil : 👇 - Ashardiono, F. & Trihartono, A. (2024). Optimizing the potential of Indonesian coffee: a dual market approach. - International Coffee Organization (ICO). (2017). Country Coffee Profile: Italy. - World Population Review. (2026). Coffee Consumption by Country.

Dosen Kesayanganmu

70,036 просмотров • 19 дней назад