Edward Suhadi's banner
Edward Suhadi's profile picture

Edward Suhadi

@edwardsuhadi80,454 subscribers

At the end of my life, I want to be able to say that I contributed more than I criticized. Communication+marketing. Photographer/filmmaker/luckiest man alive.

Videos

edwardsuhadi's profile picture

“Mas, besok aku daripada nganggur abis nyoblos, ikut dong, ke mana kek…” Itu pesan singkat saya sehari sebelum pencoblosan pemilu 2014 ke Mas Anies. Beliau dan saya waktu itu adalah relawan Pak Jokowi. Beliau juru bicara resmi, saya mah cuma ‘tukang ngonten’ kalau istilah sekarang. Sehabis nyoblos, saya ikut beliau ‘ngider’. Kalau teman2 inget, ada klaim kemenangan quick count dari kubu lawan. Inget insiden sujud syukur? Suasana tegang. “Kita mau ke mana?” “Ke rumah Ibu Mega. Ada konferensi pers.” Waduh, deg-degan saya. Tapi ya seneng juga. Kapan lagi kan, biasanya ke Taman Anggrek kali ini ke rumah Ibu Megawati? Suasana masuk sesak susah bergerak. Tapi karena saya bareng jubir resmi, ya bisa masuklah. Juga karena bawa-bawa kamera layaknya juru foto resmi juga kali, hehe… Kita semua berkumpul di sebuah ruangan yang lebih sesak lagi, penuh dengan relawan dan media. Di ruangan itulah, saya pertama kali melihat Pak Jokowi dengan mata kepala sendiri. Kalau inget sekarang, rasanya terharu. Ini dia sosok yang saya dan teman2 relawan perjuangkan habis-habisan supaya menang. Saya ingat merasa senang, melihat beliau yang gugup dan diam dan kayaknya merasa out of place duduk di meja yang penuh dengan para tokoh negara itu. “Ini dia nih, salah satu dari kita.” Ketika sedang bernyanyi Indonesia Raya, saya ingat sungguh-sungguh membisikkan pesan buat beliau dari hati saya, “Nitip Pak. Nitip Indonesia.” . . Ini hanya sedikit cerita, dari foto2 yang saya lagi lihat2 di harddisk saya. Saya lirik tanggalnya, 9 Juli 2014, hampir persis 10 tahun lalu. Jujur saya tidak kecewa, atau patah hati sampai gimana2 sama manusianya. Mungkin karena saya sering mengaca juga, dan sering masih merasa malu melihat manusia yang ada di dalam sana. Tapi jujur, ketika titipan harapan saya itu kandas, patah hati juga saya dibuatnya. Walau memang, tidak lama. Karena semakin tua, saya semakin sadar, bahwa yang saya bela, memang bukan manusianya, bukan presidennya, bukan tokohnya. Saya sadar, dalam kekurangan saya, dalam keburukan saya, yang saya selalu cintai, adalah negeri ini. . Terus berjuang. Jangan menyerah untuk masa depan Indonesia. 💙🇮🇩

Edward Suhadi

255,969 次观看 • 1 年前

edwardsuhadi's profile picture

Tentang relawan. Permisi ya Om Pandji Pragiwaksono Membuat ini hampir 10 tahun lalu - setau saya, kita berdua nggak dibayar. Shoot selalu malam, menunggu Pandji dan saya kelar berkegiatan. Percaya sesuatu, memang kuno jaman sekarang. Tapi saya bersyukur dari muda selalu di lingkungan orang-orang yang percaya (baca: relawan). Dari lingkungan gereja ketika saya ingusan, komunitas2 seni panggung, gerakan2 sosial, kelas2 mentoring gratis, memotret Indonesia Mengajar melihat anak-anak muda di pelosok menjadi guru, liat teman2 di Turun Tangan (wadah relawan ABW di Konvensi Demokrat 2014, seperti logo di akhir video ini). Saya buat video2 untuk Pak Jokowi dua periode, buat Pak Ahok, semua kaga dibayar :) Buat gerakan #tumpukditengah, series video2 selama covid kemarin (video viral telor ceplok), kaga ada yang dibayar, kaga ada yang koordinasi. Saya sangat bersyukur bisa jadi bagian orang-orang dungu, naif dan tolol yang percaya bahwa jika ada sesuatu yang harus diperjuangkan, tidak harus ada transaksi di belakangnya. Percaya dan kecewa itu satu koin yang sama. Namun kami tahu itu. Kecewa itu manusiawi, tidak terelakkan, dan bagian dari menjadi relawan. Namun daripada menjalani hidup menerima it is what it is, kita masih tetap memilih untuk percaya. "The reasonable man adapts himself to fit the world. The unreasonable man persist to adapt the world to fit himself. Therefore, all progress depends on unreasonable man." -George Bernard Shaw. Mereka2 yang bijak, beradaptasi dengan dunia. Mereka2 yang dungu, ngotot memaksa dunia beradaptasi dengan mereka. Oleh karena itu, semua kemajuan dan perubahan, bergantung pada si dungu-dungu ini. I like that quote a lot. That last bit especially. Saya selalu menganggap tinggi relawan, saya percaya ada orang-orang dungu seperti mereka, karena seumur hidup saya, saya juga salah satunya. Selamat pagi teman2, selamat beraktifitas 🩷

Edward Suhadi

288,231 次观看 • 2 年前

没有更多内容可加载