
Ferry Koto
@ferrykoto • 47,192 subscribers
📝Masalah, Kritik, dan Saran. 📢Informasi Yang Benar. IG: https://t.co/sqGzlAPWWq
Shorts
Videos

Tadinya saya pikir setelah kengawuran Teddy, semua akan menahan diri dan intropeksi. Lhadalah, mas Menlu rupanya gatal juga mulutnya. Padahal dalam komunikasi, DIAM itu juga komunikasi. Diam itu juga pesan. Diam itu bukan kesunyian, tapi pilihan sikap. Jika pemerintah memandang masukan Dino Patti Djalal tidak ada artinya. Bukan saran yang layak diikuti. Dan pemerintah tetap memandang perjalanan luar negeri Presiden Prabowo yang berfrekuensi tinggi adalah langkah yang benar. Maka, DIAM jauh lebih baik daripada menjelaskan panjang lebar, padahal artinya cuma satu; menolak kritik, dan menolak saran. Kalau mulut tetap gatal mau merespon, cukup ucapan "Terimakasih", selesai. Amatir sekali memang pejabat-pejabat pemerintahan pak Prabowo ini. Lebih mirip buzzer gaya komunikasinya, "pokoknya ada twit, balas twit". Semoga lebih bijak. Salam FK
Ferry Koto29,248 Aufrufe • vor 7 Tagen

Wedan Primus ini !! Hadist yg dikutip justru lebih tepat untuk Primus, kaq ditujukan ke pak Perry yg jelas sangat ahli dibidang moneter. Itu BI sudah intervensi $10 miliar lebih, sudah terbitkan SRBI dan SVBI untuk menarik dolar dan menahan laju jatuh rupiah. Tapi faktanya Rupiah tetap tertekan. Ini orang bahlul atau bagaimana ya? Kalau situasi seperti ini Gubernur BI diminta mundur, apa tidak makin ambrol rupiah. Wong edan.
Ferry Koto62,292 Aufrufe • vor 24 Tagen

Baru tahu saya, ternyata kuasa hukum Riza Chalid (putra Reza Chalid yg acap disebut2 sebagai mafia migas), adalah para pengacara top, diantaranya; - Patra M Zen, mantan Ketua YLBHI, pengacara Hasto - Hamdan Zoelva, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Berat-berat ....
Ferry Koto281,230 Aufrufe • vor 4 Monaten

Saran bang Dino Patti Djalal kepada Presiden Prabowo sesungguhnya baik sekali. Bukan berisi kecaman, tak memperbanding2kan, tak melebih2kan. Tapi sayang, respon pemerintah, yg entah kenapa diwakili Teddy, buruk sekali. Padahal yg disampaikan mewakili yg juga dikeluhkan rakyat
Ferry Koto12,859 Aufrufe • vor 9 Tagen

Ini pernyataan warga desa Aras Sembilan, Aceh Tamiang, membantah isu yang beredar dari liputan sebuah stasiun TV Nasional, yang menyebut warga kelaparan, belum dapat bantuan. Liputan hanya diambil dari sisi jembatan yang putus, tanpa ada usaha klarifikasi ke warga di sebrang, pun ke perangkat desa, lantas simpulkan warga tidak dapat bantuan. Padahal, ada boat yang bisa dipakai untuk menyebrang, untuk cari fakta dan kebenaran, sebelum menyiarkan berita.
Ferry Koto103,016 Aufrufe • vor 5 Monaten

Ini sudah offside benar, ngaconya minta ampun. Sudah menjurus ke hoaks. Mas Dandhy Laksono feri amsari jgn percaya bangkotan ke Yudihstira itu. Sejak kapan pula BCA disuruh mendanai program pemerintah? Lagipula sejak kapan pula BCA bisa diperintah pemerintah, dgn mengabaikan kelayakan usaha dalam pembiayaan? Bisa diperkarakan BCA lho kalian ngaco begini. Sudah membuat hoaks yang mempengaruhi kredibilitas BCA sebagai bank kelas dunia. Turunnya saham BBCA ini lebih disebabkan tekanan global, pelemahan rupiah, naiknya bunga the FED, yang otomatis mendorong investor mencari instrumen investasi lebih aman. Biasanya itu. ------------- Saran saya daripada ngaco dan bikin hoaks, karena ndak punya basis pengetahuan soal bursa dan kondisi yg menyebakan tekanan harga di saham, lebih baik serok BBCA. Ini saat yg tepat untuk memiliki Bank kelas dunia dengan harga obral. Kapan lagi bisa beli BBCA dgn harga Rp5ribuan. Jika dilihat dari dividen yg dibagikan Maret lalu, Yieldnya lebih 5%, PBV sudah terendah sejak 10 tahun terakhir. Serok lah, kalau punya dana nganggur. 😂
Ferry Koto27,830 Aufrufe • vor 1 Monat

Tak pikir di Tenda tenanan. Rupanya Tenda berfasilitas mewah. Apa urgensinya acara2 begini ya? Seperti acara di Hambalang kemarin, kan bagus. Rakyat tersentuh dg efisiensi anggarannya. Kalau ini? Mending uangnya bangun kelas2 baru di Magelang. Atau tambah WC di sekolah2.
Ferry Koto217,657 Aufrufe • vor 1 Jahr

Sayang ya, kenapa diselipkan tuduhan "partai mana yg sekarang tidak tersandera oleh kekuasaan". Jika maksudnya Parpol yg punya kursi di Parlemen, kan tdk semua ada di pemerintahan 10 tahun belakangan ini. PKS dan Demokrat misal. Sejengkel2nya saya ke PKS, tak pernah sy tuduh mereka tersandera kekuasaan. Bahkan se-tak sukanya sy ke chief Anies Rasyid Baswedan yg demikian jumawa merendahkan Pak Prabowo dg beri nilai 11 dari 100, tetap saya bela saat anda difitnah Kurawa dgn tuduhan selama menjabat Gubernur telah menghancurkan banyak rumah ibadah/gereja. Tuduhan tanpa bukti itu adalah fitnah yg keji. Kecuali anda bisa buktikan seluruh Parpol itu tersandera. Apalah lagi, anda pernah menunggangi PKB dan PKS, juga NasDem, koq mau anda bersama2 parpol yg tersandera? Kata2 yg tak patut chief, karena secara tak langsung anda juga menuduh Parpol non Parlemen. Padahal jauh lebih apik ucapkan saja "masuk ke Parpol yg ada saat ini, belum tentu bisa sama dgn cita2 dan misi perubahan yg akan kita bawa". Selesai, tanpa perlu menyebar tuduhan, yg bisa jadi anda diminta membuktikan. Amatan saya, Chief Anies memang punya karakter menambah musuh dibanding menambah kawan. Berkawan hanya saat seiring, tapi saat berbeda, bersilang jalan, langsung bermusuhan. Hanya pintar memanfaatkan, tanpa mau memberi. Hati2 chief, jika takdirnya anda nanti bisa membuat partai baru, maka tetap saja anda butuh partai lain untuk berkoalisi menjadi kawan seiring. Bila belum apa2 sudah menuduh sana sani, nanti akan sulit partai lain berkoalisi, membangun kerjasama. Atau nanti akan diungkit2 kata2 tuduhan anda hari ini. Btw: Selamat mewujudkan cita2 mendirikan Ormas atau Partai baru chief. Kita tunggu, apa betul2 mampu mewujudkan, tak sekedar omon omon.
Ferry Koto154,490 Aufrufe • vor 1 Jahr

Saat Roy Panci dkk sibuk analisa keaslian ijazah lewat fotocopy (bayangkan lewat Fotocpy hahaha), Pak Jokowi saat masih jabat Presiden malah sudah mengingatkan jauh ke depan soal drone yang akan jadi salah satu senjata penentu dalam kekuatan militer. Beda kelas memang ya.... 😂
Ferry Koto27,183 Aufrufe • vor 3 Monaten

Dapat kiriman video dari kamanakan, kondisi jalan lewat Malalak, Sumbar. Dia mau ke Padang Pariaman dari Pekanbaru, jadi ragu berangkat lihat video tsb. Benar2 terisolasi Sumbar ini sekarang ya? Tapi katanya tingkat kepuasan ke Gub nya tingggi. Puas dgn kondisi terisolasi?
Ferry Koto111,146 Aufrufe • vor 2 Jahren

## Anak Abah di Pilkada Jakarta, dan Pendukung Kotak Kosong di Surabaya, mbok Mikir ## Aneh anak2 Abah ini. Kenapa malah teriakan nama Anies? Padahal Anies kan tak diusung satu parpol pun, di Pilkada Jakarta. Saya paham di pasar Cipulir itu banyak urang awak, yg condong ke Anies saat Pilpres lalu. Tapi apa guna teriakan nama Anies? Mau permalukan Ridwan Kamil? Apa gunanya? Tak akan juga RK kalah hanya karena Anak Abah teriak-teriak nama Anies saat berkunjung ke pasar Cipulir tsb. Kalau teriak nama Pramono-Rano, baru ada dampaknya. Atau teriak nama Dharma. Artinya kalian mendukung Pram atau Dharma, bukan RK. Nanti salurkan suara ke mereka. Lha teriak Anies, buat apa? Tak ada pun namanya di kertas suara. Mau mempermalukan? Bagaimana kalau nanti Ridwan-Suswono yg menang? Siapa yg akan susah? Padahal pasar Cipulir itu milik Pemprov Jakarta lewat PD Pasar Jaya. Artinya apa? Artinya apa yg jadi aspirasi pedagang untuk pasar dan kemajuannya nanti, disalurkan ke Gubernur Jakarta, lewat kebijakannya. Tangan Gubernur Jakarta sangat diperlukan oleh para pedagang untuk kepentingan mereka. Sehingga aspirasi mereka harus disampaikan ke calon-calon Gubernur yg berlaga saat ini. Tak mau RK, ada Pramono atau calon independen, Dharma-Kun. Meneriakan Anies, apa gunanya? Apa dipikir Anies bisa memperjuangkan nasib pedagang Cipulir nanti. Gubernur bukan, menteri tidak, hanya narasumber dari seminar satu ke yang lain. ==== Sama dengan di Surabaya, ada gerakan menangkan kotak kosong, hanya karena calon Walkot-wawali Surabaya cuma Eri-Armuji. Lha, ndak salah ta? Kalian pikir Pilkada itu tujuan kita berdemokrasi? Bukan cak, tujuan berdemokrasi itu tak sekedar Pilkada dgn calon2 yg lebih dari satu. Pilkada itu hanya salah satu alat berdemokrasi, untuk rakyat memilih pemimpinnya, yg akan memperjuangkan nasib nya. Jika memang calonnya hanya satu, dan memang selama menjabat berkinerja baik, rakyat puas, parpol pun nilai demikian, kenapa ngotot harus ada calon lain? Kenapa gara2 calonnya hanya Eri lantas kalian hakimi bahwa dia buruk, maka yg harus dimenangkan kotak kosong. Apa tak salah cara pikirnya? Lain hal jika memang kinerja Eri buruk. Ya lawan. Dan tak ada juga Parpol yg tak akan usung calon lain jika kinerja Eri buruk. Kasus Surabaya ini memang harus diakui, pemimpin kota kita ini perfomnya baik selama menjabat. Tak kalah dengan Risma. Armuji sebagai wakil pun apik, suka turun ke bawah. Lha, siapa yg berani lawan pemimpin yg memang sudah dekat di hati rakyatnya? Buang2 uang, cak. Lagipula, andai kalian kampanyekan kotak kosong, jika menang? Apa kalian yakin Pejabat Walikota yg diusulkan Gubernur dan disetujui pemerintah pusat nanti, akan lebih baik kinerjanya dari Eri-Armuji? Apa kalian mau, selama 5 tahun, Suroboyo dipimpin oleh Wali yg bukan pilihan rakyat, tapi walikota rekom Gubernur. ----- Mikir, ojo jadikan Pilkada sebagai tujuan berdemokrasi. Jadikanlah sebagai alat semata untuk menghasilkan pemimpin yg dikehendaki rakyat, yg bisa bekerja untuk rakyat. Hemat ku.
Ferry Koto89,973 Aufrufe • vor 1 Jahr
