
Ferry Koto
@ferrykoto • 48,498 subscribers
📝Masalah, Kritik, dan Saran. 📢Informasi Yang Benar. IG: https://t.co/sqGzlAPWWq
Shorts
Videos

Baru tahu saya, ternyata kuasa hukum Riza Chalid (putra Reza Chalid yg acap disebut2 sebagai mafia migas), adalah para pengacara top, diantaranya; - Patra M Zen, mantan Ketua YLBHI, pengacara Hasto - Hamdan Zoelva, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Berat-berat ....
Ferry Koto281,320 Aufrufe • vor 7 Monaten

Ini lah dampak jika Presiden Prabowo Subianto diskusi soal persekolahan dengan Teddy dkk, bukan dengan Menteri yg mengurusi pendidikan. Minimal diskusi dgn saya pak, akan sy tunjukan fatal sekali kelirunya bapak membela diri tertinggalnya pendidikan Indonesia dibanding Singapura karena Singapura jauh lebih kecil. Pak Prabowo, sejak 2001, Indonesia sudah mendistribusikan kewenangan pengelolaan sekolah ke Pemda. Ingat dari 2001. Dulu, sebelum UU Pemda (UU 23/2014), seluruh sekolah formal itu dari SD sampai SLTA dikelola Kabupaten/Kota. Setelah UU Pemda, mulai 2016, kewenangan konkuren pengelolaan SLTA ke Provinsi, sementara SD sampai SLTP tetap di Kab/Kota. Jadi, jika dibanding jumlah penduduk, luasan daerah, jumlah sekolah yang diurus, maka lebih kurang sama saja antara Singapura dan Pemda. Tapi kenapa tetap saja tertinggal? Bagi orang yang lama diurusan pendidikan, pasti tahu masalahnya pak, yaitu pemerintah pusat. Dimana Pempus membuat kebijakan yang suka berubah-ubah, mulai dari Kurikulum hingga kebijakan pembiayaan pendidikan. Walau tak menutup mata, ada juga daerah yang tidak beres mengurusi persekolahan. Ambil contoh yang baru-baru ini saja, kebijakan pendidikan antara Singapura dan Pemerintahan bapak. Pemerintah Singapura mengambil kebijakan menaikkan gaji guru sekian persen yang mulai berlaku 1 Oktober nanti. Padahal Gaji guru di Singapura sudah sangat tinggi, berlipat-lipat diatas gaji Guru di Indonesia. Alasan pemerintah Singapura sederhana, Gaji Guru harus dinaikan lebih tinggi dari rata-rata profesi lain, tidak boleh lebih rendah, agar talenta2 terbaik mau menjadi Guru, tidak hanya lari ke profesi lain. Bandingkan dgn pemerintahan bapak. Bukannya menaikan Gaji Guru yang masih sangat-sangat rendah (tidak manusiawi menurut saya) yang dipikirkan agar talenta terbaik berlomba jadi Guru, malah otak-atik soal buku. Malah punya ide memperbaharui seluruh buku sekolah yang tidak perlu dilakukan karena kita sudah punya BSE atau SIBI. Belum lagi kebijakan2 ndak jelas arah lainnya, misal MBG dengan anggaran ratusan Triliun yg diberikan ke siswa tanpa kajian. Sementara gedung sekolah untuk memperbaikinya dilakukan bertahap dengan alasan anggaran terbatas. Negara lain serius dan fokus membereskan pendidikan rakyatnya, pak Presiden. Di Negara kita malah cari-cari proyek di bidang pendidikan yang acap tidak ada hubungan dgn peningkatan kualitas pendidikan. ------------ Kembali soal jumlah penduduk. Besar kecilnya negara, tak boleh dijadikan alasan kenapa pendidikan di negara kita masih tertinggal pak Presiden. Bapak lihat China, jauh lebih besar wilayahnya dan jumlah penduduknya, serta tingkat kesulitan akses daerahnya juga tinggi, tapi persekolahnnya jauh lebih maju dari Indonesia. Jika ingin maju persekolahan kita seperti Singapura dan China, ya tinggal Presidennya punya visi dan program yang jelas saja sebenarnya. Dan yang penting, teman diskusinya jangan Teddy pak Presiden. 🤣 Salam FK
Ferry Koto37,428 Aufrufe • vor 1 Monat

Wah edan Sudaryono, makin banyak ngomong makin blunder. Sekarang, tidak saja menuding pemerintahan era sebelumnya seolah tidak memperbaiki sekolah, juga justru mengakui bahwa gara2 MBG menyebabkan perbaikan sekolah harus ditunda-tunda. Kamu jg nuding Guru dan Kiai saya ini
Ferry Koto43,106 Aufrufe • vor 1 Monat

Wedan Primus ini !! Hadist yg dikutip justru lebih tepat untuk Primus, kaq ditujukan ke pak Perry yg jelas sangat ahli dibidang moneter. Itu BI sudah intervensi $10 miliar lebih, sudah terbitkan SRBI dan SVBI untuk menarik dolar dan menahan laju jatuh rupiah. Tapi faktanya Rupiah tetap tertekan. Ini orang bahlul atau bagaimana ya? Kalau situasi seperti ini Gubernur BI diminta mundur, apa tidak makin ambrol rupiah. Wong edan.
Ferry Koto62,530 Aufrufe • vor 3 Monaten

Ini pernyataan warga desa Aras Sembilan, Aceh Tamiang, membantah isu yang beredar dari liputan sebuah stasiun TV Nasional, yang menyebut warga kelaparan, belum dapat bantuan. Liputan hanya diambil dari sisi jembatan yang putus, tanpa ada usaha klarifikasi ke warga di sebrang, pun ke perangkat desa, lantas simpulkan warga tidak dapat bantuan. Padahal, ada boat yang bisa dipakai untuk menyebrang, untuk cari fakta dan kebenaran, sebelum menyiarkan berita.
Ferry Koto103,388 Aufrufe • vor 8 Monaten

Tak pikir di Tenda tenanan. Rupanya Tenda berfasilitas mewah. Apa urgensinya acara2 begini ya? Seperti acara di Hambalang kemarin, kan bagus. Rakyat tersentuh dg efisiensi anggarannya. Kalau ini? Mending uangnya bangun kelas2 baru di Magelang. Atau tambah WC di sekolah2.
Ferry Koto217,681 Aufrufe • vor 1 Jahr