
Mohamad Guntur Romli
@GunRomli • 342,309 subscribers
Akun pribadi, tidak mewakili lembaga/partai. Spartan. Salam Perjuangan. Vivere Pericoloso #HubbulWathanMinalIman
Shorts
Videos

Bahlil Bersembunyi, Koster yg Dihakimi: Siapa Sebenarnya Biang Antrean BBM di Bali? Pengalihan isu terjadi di Bali. Dari isu utama krisis BBM menjadi video viral Gubernur Bali I Wayan Kosten ribut dgn petugas SPBU. Saya tidak sedang ingin membela ucapan Pak Koster. Membentak petugas SPBU bukan cara yg baik, dan petugas itu juga rakyat kecil yg sedang bekerja di bawah tekanan. Tapi mari kita lihat peristiwa ini secara utuh. Siapa yang seharusnya berdiri di SPBU itu? Pasokan BBM bukan kewenangan gubernur. Itu tanggung jawab Pertamina dan Kementerian ESDM. Tetapi justru Pak Koster yg menanggung amarah di lapangan, sementara Bahlil dan Dirut Pertamina tak terlihat, mereka bisa terus bersembunyi. Lalu video itu digoreng. Buzzer bekerja keras membelokkan cerita: penderitaan warga Bali tenggelam, yg tersisa hanya potongan detik bentakan seorang gubernur.
Mohamad Guntur Romli48,254 views • 2 days ago

Pak Jokowi Benar. Memang Ada Operasi Politik Soal Ijazah Gibran Kali ini saya sepakat dengan Pak Jokowi: memang ada operasi politik soal ijazah Gibran. Bedanya, Pak Jokowi menunjuk ke luar, padahal operasinya ada di rumah sendiri. Pak Jokowi saat jadi presiden yg melakukan operasi politik. Lolosnya Gibran. Putusan MK No 90/2023. Suket Penyerahan Tanpa Ijazah terbit sehari. PKPU No 19 Pasal 18 Ayat (3)
Mohamad Guntur Romli32,314 views • 1 day ago

Seskab Teddy sebut nama Kaisar & Putera Mahkota Jepang kyak nyebut nama teman-teman dia di kujungan resmi kenegaraan. Orang ini paham sopan santun diplomatik gak sih? Pdhal dlm dunia diplomasi, protokol bukan sekadar formalitas basa-basi; ia bahasa penghormatan antarnegara. Mengabaikan gelar resmi kepala negara asing, terutama monarki dgn sejarah panjang sprt Jepang, merupakan bentuk kecerobohan komunikasi yg sangat serius & memalukan. Kaisar Jepang: His Majesty (HM) Emperor Naruhito (Yang Mulia Kaisar Naruhito). Di Jepang, beliau juga disebut sebagai Tenno Heika. Putra Mahkota Jepang: His Imperial Highness (HIH) Crown Prince Akishino (Yang Mulia Putra Mahkota Akishino)--tidak dipanggil lagi nama lahirnya: Fumihito. Penggunaan nama langsung terhadap simbol tertinggi negara sahabat oleh seorang Seskab adalah cermin dari dangkalnya literasi diplomatik. Sebagai pejabat tinggi yg melekat pada lingkar utama kekuasaan, Seskab Teddy seharusnya memahami bahwa setiap kata yg keluar dari mulutnya membawa beban representasi negara. Menyebut nama Kaisar Naruhito tanpa embel-embel "Yang Mulia" bukan sekadar menunjukkan keakraban yg dipaksakan, melainkan arogansi linguistik yang memalukan. Di panggung internasional, ketidakmampuan membedakan cara bicara di warung kopi dgn forum kenegaraan adalah sinyal ketidaksiapan mental & intelektual dlm mengemban tugas birokrasi tingkat tinggi. Tindakan ini merendahkan marwah diplomasi Indonesia & mempertontonkan defisit etika yg nyata. Jika seorang Seskab gagal menguasai tata krama dasar protokoler, hal itu memberikan kesan bahwa pemerintahan kita dikelola oleh individu yg tidak menghargai kedaulatan budaya bangsa lain. Diplomasi menuntut presisi, bukan sekadar gaya; dan dalam kasus ini, Seskab Teddy telah gagal memberikan rasa hormat yg menjadi hak dasar mitra internasional kita.
Mohamad Guntur Romli2,525,106 views • 6 months ago

Menurut Mas Ganjar Pranowo tdk pernah minta cut roasting Mrs. Kiky bahkan katanya kurang keras & minta diroasting lg. Mas Ganjar jg sdah mengikuti permintaan Kiki. Jadi Mbak Mrs. Kiky siapa yg minta itu dicut? Agar tdk ada dusta & drama di antara kita...🤪
Mohamad Guntur Romli6,163,297 views • 3 years ago

Kasak-Kusuk Jokowi di Jakarta Menjelang Putusan MK Soal Gibran? Menjelang Putusan MK terkait Diskualifikasi Gibran, Jokowi di Jakarta. Publik punya alasan untuk curiga, karena rekam jejaknya kelam. Putusan MK No. 90/2023 yang mengubah syarat usia capres-cawapres dan meloloskan Gibran lahir dari proses yang cacat etik. Anwar Usman, paman Gibran, dicopot dari kursi Ketua MK. Majalah Tempo bahkan melaporkan dugaan lobi dari lingkar Istana: Pratikno dan timnya disebut menghubungi hakim konstitusi agar hakim yang semula menolak berbalik mengabulkan. Dengan sejarah seperti itu, kehadiran Jokowi di Jakarta tepat menjelang putusan sulit dibaca sebagai kebetulan. Sekadar nonton bola? Atau kasak-kusuk jilid dua? Mau cawe-cawe lagi?
Mohamad Guntur Romli44,602 views • 12 days ago

Yang Tanda Tangan Suket Gibran Ngaku Terima Uang di Sidang Korupsi Chromebook Namanya Sutanto. Pada 2019, sebagai Sekretaris Ditjen Dikdasmen, ia meneken surat keterangan penyetaraan yg kemudian membuka jalan Gibran menjadi cawapres. Januari 2026, nama yg sama duduk di kursi saksi Pengadilan Tipikor. Di sana ia mengaku pernah menerima Rp 50 juta dari Mulyatsyah, terdakwa korupsi pengadaan Chromebook. Wajar publik bertanya: dengan rekam jejak seperti itu, seberapa layak tanda tangannya di suket Gibran dipercaya? Ungkapan bijak orang Jawa: Becik ketitik ala ketara: perbuatan baik akan tampak, dan perbuatan buruk juga akan ketahuan. Prosesnya lebih ganjil lagi. Permohonan masuk 6 Agustus 2019 pukul 00.00, disetujui pada jam & menit yg sama, dan suket terbit hari itu juga. Tidak sampai sehari. Padahal standar layanan memberi waktu hingga lima hari kerja untuk penilaian administratif dan substantif. Mengapa Sutanta bisa tandangani Suket Gibran itu tanpa adanya ijazah lulusan SMA/Sederajat dan proses secepat kilat, ada kah duit yg juga mengalir atau ada instruksi? Siapa yg kasi instruksi?
Mohamad Guntur Romli34,537 views • 10 days ago

Kok sudah berubah? Apa krn kasus ijazahnya & ijazah anaknya terus dibongkar publik & menuduh prabowo membiarkan? 😀😀🤪 30 Januari 2026 ditanya: Prabowo-Gibran 2 periode? Jawaban tegas: "Prabowo Gibran 2 Periode" 8 Oktober 2026 kembali ditanya Prabowo Gibran 2 Periode? Jawabannya uda belok: "Pemilu Masih Jauh" 😀😃🤪 Iya dulu jg bilang, mau pulang ke Solo, jd warga biasa, momong cucu, ternyata... 🤪😃😀
Mohamad Guntur Romli29,333 views • 9 days ago

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan dokumen yg menunjukkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah/sertifikat/diploma sebagai bukti tamat pendidikan di luar negeri yg setara dgn SMA. Pernyataan itu dibacakan Hakim MK Arsul Sani saat membacakan pertimbangan hakim dalam sidang Selasa (6/10) malam dgn agenda putusan perkara syarat ijazah Gibran sbg cawapres di Pilpres 2024.
Mohamad Guntur Romli32,389 views • 11 days ago

Hentikan Kebohongan: Advanced Diploma MDIS Gibran Tidak Setara dengan SMA! Jangan mau dibohongi & ditipu narasi bahwa Gibran punya ijazah SMA/Sederajat dgn mengaku punya Advance Diploma MDIS. Padahal Advance Diploma tidak setara dengan SMA. Di Indonesia, padanannya adalah jenjang diploma perguruan tinggi, kira-kira D3. Menyodorkan Advanced Diploma sebagai pengganti ijazah SMA adalah salah alamat. Advanced Diploma urusan Pendidikan Tinggi bukan Pendidikan Dasar dan Menengah. Masalah pokoknya juga ada di Suket penyetaraan 2019, yang menyebut Gibran tamat "Grade 12" di UTS Insearch dan setara SMK. Faktanya, yang dilampirkan hanya Certificate of Attendance dan transkrip nilai, dan transkrip itu memuat nilai gagal. Surat kehadiran bukan bukti lulus. Ada nilai yang gagal mana bisa gaku tamat?
Mohamad Guntur Romli11,674 views • 4 days ago

Jokowi dan Gibran Lagi "Pansos" Atau "Adu Domba" KDM dengan Gerindra dan Prabowo? Karena nama Kang Dedi (KDM) melesat di survei, Pendukung-pendukung Gibran & Jokowi sebarin meme Gibran-KDM 2029. Jokowi tiba-tiba pakai udeng khas KDM di Jabar. Ini Pansos. Tapi ada yg lebih bahaya. KDM sprt diadudomba dgn partainya & ketua umumnya. Soal politik adu domba dan belah bambu, Jokowi memang jagonya.
Mohamad Guntur Romli30,394 views • 14 days ago

Jangan Mengalihkan Isu! Masalahnya Bukan Soal Lulusan Luar Negeri, Bukan Sistem Pendidikan yg Berbeda, Masalahnya Gibran Tidak Punya Ijazah Tamat SMA! Buat para pendukung Gibran, berhentilah berlindung di balik dalih "nasib lulusan luar negeri", "sistem pendidikan yang berbeda antar negara", atau "nasib diaspora". Itu pengalihan isu yg murahan. Jangan seret ribuan anak bangsa yg belajar di luar negeri untuk menutupi borok satu orang: GIBRAN. Faktanya justru terbalik. Para lulusan luar negeri itu adalah korban ketidakadilan jika dibandingkan dgn Gibran. Mereka datang dgn dokumen lengkap: ijazah atau sertifikat tamat setara SMA, transkrip, keterangan dari perwakilan RI di negara setempat, dan berkas pendukung lainnya. Toh mereka tetap harus antre dan menunggu berminggu-minggu sampai surat keterangan penyetaraan keluar. Itulah prosedur yg dijalani rakyat biasa. Lalu Gibran? Tanpa membawa sertifikat atau ijazah tamat setara SMA, dengan dokumen minim bahkan tidak lengkap, Suket-nya bisa terbit tidak sampai sehari!
Mohamad Guntur Romli20,130 views • 9 days ago

Jika ada kekurangan di Jokowi, tdk sampe layak dihina sprt Firaun, jika ada kelebihan Emha Ainun Najib gak sampe level Nabi Musa & Sabrang sprt Nabi Harun. Hanya kesombongan & ketakaburan yg mengatakan itu. Cak Nun sedang meninggikan Jokowi & merendahkan dirinya sendiri...
Mohamad Guntur Romli2,072,698 views • 3 years ago

Atas instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, Ibu Risma sudah tiba di Labuan Bajo Flores, bersama Mas Ganjar Pranowo, Mbak Ribka Tjiptaning, Mbak Sri Rahayu, Tim Dokter dan BAGUNA sekaligus membawa bantuan untuk Korban Gempa di Flores NTT. Bergabung bersama Tim DPD PDI Perjuangan NTT yang sudah bergerak membantu korban gempa. Menangis Tertawa Bersama Rakyat
Mohamad Guntur Romli109,754 views • 2 months ago

Terbongkar Gibran Tidak Punya Ijazah Tamat Setara SMA dari UTS Insearch, Semua Proses Super Cepat dan "Diakali" Di hadapan majelis hakim hari ini di MK, Jumat 2 Okt, tim penilai Kemendikdasmen, Taufiq, mengakui tidak ada ijazah Gibran dari UTS Insearch. Tidak ada "award certificate", tidak ada diploma. Yang ada hanya "certificate of attandance": keterangan hadir, bukan keterangan lulus. Suketnya terbitnya pun ajaib. Permohonan diajukan daring 6 Agustus 2019, surat keterangan pun terbit 6 Agustus 2019. Verifikasi, penilaian tim, hingga tanda tangan tuntas hanya dalam sehari. Padahal ini satu-satunya permohonan dari UTS Insearch yang pernah ditangani. Kasus pertama, dokumen paling minim, proses paling kilat. Demi Gibran ‼️
Mohamad Guntur Romli29,047 views • 15 days ago

Mengapa Nusron Wahid Bisa Diduga Kuat Terlibat dalam OTT KPK Soal HGB Summarecon? Kata KPK: 4 dr 8 tersangka OTT adalah orang kepercayaan Nusron Kata Arif Sugiyanto uang yg disita dr rumahnya milik Nusron Uang suap ratusan miliar tdk mungkin hanya unt suap level Dirjen atau Kepala Kantor Pertanahan itu level Menteri. Apa KPK masuk angin?
Mohamad Guntur Romli50,096 views • 1 month ago

Terbukti Gibran Tidak Lulus SMA, Persyaratan Tidak Terpenuhi, Bisa Lolos Karena Intervensi Kekuasaan Ini bukan tuduhan politik. Ini pertimbangan Mahkamah sendiri. MK tidak menemukan satu pun ijazah, sertifikat, atau diploma yang membuktikan Gibran Rakabuming Raka menamatkan pendidikan setara SMA, sebagaimana diwajibkan Pasal 169 huruf r dan Pasal 227 huruf i UU Pemilu. Syarat paling dasar seorang cawapres ternyata tidak terbukti. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Prof. Denny Indrayana dan para pemohon. Permohonannya tidak diterima, tapi faktanya diakui MK: tidak ada bukti ijazah SMA Gibran. Kebohongan telah terbongkar. Kebenaran Pasti Menang.
Mohamad Guntur Romli19,777 views • 11 days ago

Menurut Prof Mahfud MD, Denny Indrayana DKK Menang 3 Kali di Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran Amar putusan MK "tidak dapat diterima", bukan "ditolak". Artinya, perkara ini belum selesai. Pintu-pinru lain justru terbuka lebar. Yang merayakan putusan ini sebagai akhir cerita sedang salah membaca. Ini baru babak pembuka.
Mohamad Guntur Romli13,412 views • 7 days ago