
faizal bhima
@icalbhimaa • 2,895 subscribers
Ilmu pengetahuan untuk inspirasi kesehatan ala bapak
Shorts
Videos

Seorang anak laki-laki usia 13 tahun datang ke IGD karena susah menelan dan tenggorokannya terasa aneh. Awalnya dikira keluarganya penyakit biasa. Tapi saat coba diberi botol berisi air, dia langsung panik dan seperti tersedak. Ternyata... itu gejala rabies. 💔 Baru setelah ditelusuri, ibunya ingat kalau anak tersebut pernah digigit anjing beberapa bulan sebelumnya. Karena mengira lukanya tidak berbahaya dan memilih pengobatan tradisional, ia tidak pernah mendapat vaksin rabies. Sayangnya, saat gejala sudah muncul, rabies hampir selalu berakhir fatal. Rabies adalah virus yang menyerang otak dan sistem saraf. Masa inkubasinya bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, sehingga banyak orang merasa baik-baik saja setelah digigit. Padahal virusnya bisa terus berkembang secara diam-diam di dalam tubuh. Gejala yang mulai muncul antara lain demam, nyeri atau kesemutan di bekas gigitan, lalu berkembang menjadi sulit menelan, air liur berlebih, kejang otot tenggorokan, hingga muncul hidrofobia yaitu ketakutan atau kejang saat melihat atau mencoba minum air. Setelah fase ini terjadi, peluang untuk selamat sangatlah kecil. Karena itu, jangan pernah anggap remeh gigitan atau cakaran anjing, kucing, atau hewan lain yang berisiko membawa rabies. Bahkan kalau hewannya terlihat sehat atau hewan peliharaan, luka tetap harus dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Kalau tergigit, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit, beri antiseptik, lalu secepatnya ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR), dan bila diperlukan Serum Anti Rabies (SAR). Rabies bisa dicegah sebelum gejala muncul, tapi hampir selalu mematikan setelah gejalanya mulai bereaksi. Itu sebabnya, jangan menunggu sampai terlambat.
faizal bhima1,305,698 Aufrufe • vor 2 Tagen
Keine weiteren Inhalte verfügbar