Islah Bahrawi's banner
Islah Bahrawi's profile picture

Islah Bahrawi

@islah_bahrawi80,026 subscribers

Bukan Gus, apalagi Kyai. Cuitan pribadi, dan tak biasa basa basi. Penikmat baca, musik, kopi & kretek. Bukan pengurus PBNU tapi Nahdliyin organik sejak lahir.

Shorts

Tenda yg seharusnya berkapasitas 330 orang, musim haji tahun ini diisi 600 orang. Ada juga jama'ah yg terlantar karena tidak ada tendanya. Sangat tidak manusiawi! Kemana pengawas haji? Mana para politisi Senayan yg tahun kemarin koar2 ngaku paling peduli soal pengelolaan haji?

Tenda yg seharusnya berkapasitas 330 orang, musim haji tahun ini diisi 600 orang. Ada juga jama'ah yg terlantar karena tidak ada tendanya. Sangat tidak manusiawi! Kemana pengawas haji? Mana para politisi Senayan yg tahun kemarin koar2 ngaku paling peduli soal pengelolaan haji?

474,238 views

Saking seringnya ikut Pilpres, bapak ini lupa bahwa hari ini 2024. Naskah lama tiba-tiba terlintas di kepalanya. Dia pikir lawannya masih Jokowi, secara tanpa sadar dia nyindir anak Jokowi yang ternyata pasangannya sendiri.

Saking seringnya ikut Pilpres, bapak ini lupa bahwa hari ini 2024. Naskah lama tiba-tiba terlintas di kepalanya. Dia pikir lawannya masih Jokowi, secara tanpa sadar dia nyindir anak Jokowi yang ternyata pasangannya sendiri.

788,517 views

"Hey anjing, hey babi! Jangan jual ayat-ayat Allah dengan harga murah". Setelah ceramah biasanya diberi amplop berisi uang. Berapa jumlahnya? Kurang tahu. Yang jelas, itulah mungkin harga paket kombinasi antara ayat-ayat dan caci maki. Ya Allah. Semoga masih ada orang yang meyakini bahwa Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

"Hey anjing, hey babi! Jangan jual ayat-ayat Allah dengan harga murah". Setelah ceramah biasanya diberi amplop berisi uang. Berapa jumlahnya? Kurang tahu. Yang jelas, itulah mungkin harga paket kombinasi antara ayat-ayat dan caci maki. Ya Allah. Semoga masih ada orang yang meyakini bahwa Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta.

790,922 views

Beginilah kata Fadli ketika itu. Pantes belakangan jarang nongol. Mungkin takut ngerusak strategi "seolah-olah" yang sedang dibangun mati-matian oleh Si Ayah. Bagaimanapun, yang kami tahu Fadli menganggap Jokowi "plonga-plongo", memframing Ratna Sarumpaet digebukin, minta Densus 88 dibubarkan dan terorisme menurutnya fabrikasi. Tapi okelah, meski sedang diumpetin, kami tahu dia masih ada di sana dengan segala pemikirannya.

Beginilah kata Fadli ketika itu. Pantes belakangan jarang nongol. Mungkin takut ngerusak strategi "seolah-olah" yang sedang dibangun mati-matian oleh Si Ayah. Bagaimanapun, yang kami tahu Fadli menganggap Jokowi "plonga-plongo", memframing Ratna Sarumpaet digebukin, minta Densus 88 dibubarkan dan terorisme menurutnya fabrikasi. Tapi okelah, meski sedang diumpetin, kami tahu dia masih ada di sana dengan segala pemikirannya.

110,126 views

Mantan Napi kembali bergerak. Tanpa pandang bulu melawan Politisasi Agama. Menjangkau pelosok negeri, menyadarkan masyarakat dr modus culas politisi2 ambisius yg gemar membajak kesalehan & menunggangi simbol2 agama - demi kedamaian & keutuhan NKRI!🇲🇨🇲🇨 Ndak suka? Bodo amat!

Mantan Napi kembali bergerak. Tanpa pandang bulu melawan Politisasi Agama. Menjangkau pelosok negeri, menyadarkan masyarakat dr modus culas politisi2 ambisius yg gemar membajak kesalehan & menunggangi simbol2 agama - demi kedamaian & keutuhan NKRI!🇲🇨🇲🇨 Ndak suka? Bodo amat!

113,840 views

Kalian rakyat jelata tahu apa? Diam, jangan banyak protes! Biarkan hutan di negara ini saya habisi, supaya anak cucu saya tidak sengsara seperti kalian. Kalian cukup nikmati saja pidato-pidato saya yang penuh janji nan epik menggelegar itu.

Kalian rakyat jelata tahu apa? Diam, jangan banyak protes! Biarkan hutan di negara ini saya habisi, supaya anak cucu saya tidak sengsara seperti kalian. Kalian cukup nikmati saja pidato-pidato saya yang penuh janji nan epik menggelegar itu.

22,814 views

Entah apa salah pak Kyai hingga salaman pun tidak disambut. Ini watak dasar yg diperlihatkan secara terbuka. Selanjutnya tinggal kita yg menilai, sosok seperti ini kah yg akan kita pilih sebagai presiden? Sementara Tuhan saja memang tidak pernah memenangkannya..

Entah apa salah pak Kyai hingga salaman pun tidak disambut. Ini watak dasar yg diperlihatkan secara terbuka. Selanjutnya tinggal kita yg menilai, sosok seperti ini kah yg akan kita pilih sebagai presiden? Sementara Tuhan saja memang tidak pernah memenangkannya..

62,612 views

Bule yang kelamaan bergaul dengan Habieb Selow

Bule yang kelamaan bergaul dengan Habieb Selow

30,565 views

Dalam sejarah politik di berbagai negara, perlu ratusan tahun utk meruntuhkan kekuasaan sebuah dinasti. Di negara yg bersistem demokrasi seperti Indonesia pun perlu kerja keras puluhan tahun utk meruntuhkan dinasti kekuasaan di tingkat propinsi atau kabupaten. Apalagi negara? Maka, kita harusnya melawan setiap upaya untuk membangun dinasti kekuasaan di Indonesia. Karena kekuasaan turun temurun hanya akan mematikan kesempatan bagi orang lain yang justeru lebih layak secara keilmuan, kinerja, maupun secara moral. Jika calon pemimpin ditentukan hanya karena ia anak presiden: yang bener aja, rugi dong..! #AsalBukanPrabowo

Dalam sejarah politik di berbagai negara, perlu ratusan tahun utk meruntuhkan kekuasaan sebuah dinasti. Di negara yg bersistem demokrasi seperti Indonesia pun perlu kerja keras puluhan tahun utk meruntuhkan dinasti kekuasaan di tingkat propinsi atau kabupaten. Apalagi negara? Maka, kita harusnya melawan setiap upaya untuk membangun dinasti kekuasaan di Indonesia. Karena kekuasaan turun temurun hanya akan mematikan kesempatan bagi orang lain yang justeru lebih layak secara keilmuan, kinerja, maupun secara moral. Jika calon pemimpin ditentukan hanya karena ia anak presiden: yang bener aja, rugi dong..! #AsalBukanPrabowo

41,310 views

Dr pesisir ke pegunungan, semua sy kunjungi. Jgn mau "dihipnotis" oleh ambisi politik sepihak yg memanipulasi simbol2 agama & membajak jubah2 kesalehan, agar masyrakat tdk saling benci. Sy dtg utk memberi tau masyrakat ttg modus2 Politisasi Agama itu. Alhamdulillah, mrk jd paham.

Dr pesisir ke pegunungan, semua sy kunjungi. Jgn mau "dihipnotis" oleh ambisi politik sepihak yg memanipulasi simbol2 agama & membajak jubah2 kesalehan, agar masyrakat tdk saling benci. Sy dtg utk memberi tau masyrakat ttg modus2 Politisasi Agama itu. Alhamdulillah, mrk jd paham.

25,534 views

Videos

islah_bahrawi's profile picture

Salah satu yang tewas dalam tembak menembak di Pringsewu, Lampung, adalah Ngaderi alias Budi Anduk alias Samsul alias Sambada. Ini tokoh penting Jamaah Islamiyah jaringan Poso yang menghilang sejak 2005. Densus 88 sempat kehilangan jejaknya. Kekhawatiran pihak Densus 88 sangat beralasan, pasalnya Ngaderi ditengarai memiliki senjata api sisa konflik Poso. Ditambah lagi dia memiliki keahlian menguasai struktur mekanis senjata laras panjang dan Revolver. Menariknya lagi, Ngaderi termasuk bagian dari anggota JI lama yang masih "old book style", yakni meyakini cara-cara lama dalam melakukan aksi-aksinya. Semisal menghalalkan "Fa'i" (perampokan uang) dan pembunuhan anggota kepolisian dan tentara karena dianggap "Thoghut". Tapi Densus 88 sangat paham pola-pola JI. Kelompok sejenis mereka bisa saja kabur tapi pasti sulit untuk sembunyi. Ini soal kesabaran saja. Dan betul, dari penangkapan sebelumnya kemudian muncul nama Ngaderi alias Budi Anduk di Lampung. Ngaderi dan jaringannya ternyata menguasai satu bukit di wilayah yang sangat terpencil di ketinggian 500 mdpl. Satu titik tanpa jaringan listrik dan sinyal ponsel. Ditambah sulitnya medan membuat wilayah itu jadi zona nyaman bagi Ngaderi cs. untuk bersembunyi. Dari lokasi itu kemudian ditemukan banyak hal yang mengejutkan. Ditemukan beberapa alat bubut dan potongan pelat serta pipa baja untuk membuat senjata rakitan. Terdapat juga bunker sedalam 2 meter untuk uji coba senjata rakitan yang diperkirakan untuk meredam suara letusan dari kecurigaan para pekebun di lereng-lereng bukit. Uniknya lagi ditemukan solar cell untuk pasokan listrik yang ditampung ke sebuah akumulator besar. Petualangan Ngaderi alias Budi Anduk berakhir kemarin. Ikut meninggal bersamanya Zulkifli, pemilik senjata M16 dan pimpinan kelompok ini yang berasal dari Lampung. Bersama mereka juga ditangkap Nanto Bojel, anggota JI lama dari jaringan Poso, Aslam dan Khoirul dari jaringan JI Lampung. Sesuai jejaknya ketika di Poso, Budi Anduk pernah berujar; "Densus 88 tidak akan pernah bisa menangkap saya secara gratis, saya pasti akan melawan". Kemarin, niat itu telah dibayar oleh Densus 88.

Islah Bahrawi

704,212 views • 3 years ago