Jhon Sitorus's banner
Jhon Sitorus's profile picture

Jhon Sitorus

@jhonsitorus_19 • 7,699 subscribers

Akun Official Jhon Sitorus ◇ Victoria Concordia Crescit ◇ NKRI 🇲🇨

Shorts

Saya titip Kabupaten Pati Awokawokawokawokawok

Saya titip Kabupaten Pati Awokawokawokawokawok

99,757 просмотров

Presiden Prabowo terlihat menolak salaman dengan Bahlil Prabowo juga tak melihat wajah Gibran saat bersalaman Presiden tampaknya mulai ga mau ABS lagi

Presiden Prabowo terlihat menolak salaman dengan Bahlil Prabowo juga tak melihat wajah Gibran saat bersalaman Presiden tampaknya mulai ga mau ABS lagi

156,930 просмотров

Gibran dan Abu Janda sama saja sebenarnya. Hanya saja, Gibran versi lemotnya, Abu Janda versi ngegasnya. Dua2nya sama2 meremehkan kepakaran, sama2 melecehkan orang yang bertahun-tahun berkarya dibidangnya. Beginilah realita dari "matinya kepakaran".

Gibran dan Abu Janda sama saja sebenarnya. Hanya saja, Gibran versi lemotnya, Abu Janda versi ngegasnya. Dua2nya sama2 meremehkan kepakaran, sama2 melecehkan orang yang bertahun-tahun berkarya dibidangnya. Beginilah realita dari "matinya kepakaran".

74,916 просмотров

Sumut surga kriminal? Bobby Nasution GAGAL? Saran saya kepada Bobby Nasution , daripada sibuk ngurusin 4 pulau milik Aceh, lebih baik urus rakyatmu sendiri. 5 tahun jadi walikota medan + sekarang jadi Gubernur Sumut GAGAL TOTAL menata manusianya. Kasus KRIMINAL jadi identitas kota Medan dan sekitarnya saat ini. Bahkan orang2 sudah menyebutnya sebagai Gotham City. Silap dikit, hilang barang kau. Sekarang, Sumut identik dengan MALING besi. Besi apa saja hilang. Mulai dari pagar rumah, pagar jembatan, teralis jendela, lampu jalan, jemuran dll. Apapun yang berbau besi, pasti RAIB. Bahkan ruko2 yang tidak ditempati pasti jadi sasaran empuk MALING BESI. Kalau betonnya laku dijual, dipastikan tidak ada yang tersisa dari maling Medan saat ini. Hampir tak ada warga yang berani melawan MALING BESI karena mereka takut jadi korban pembacokan. Pelakunya mayoritas anak2 usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan (Pengangguran). Kegagalan Bobby Nasution sejak dari Kota Medan akhirnya semakin membuat trend MALING BESI makin mengular ke daerah2 lainnya. Jadi, daripada sibuk mengurusi 4 pulau milik Aceh yang malah berpotensi menimbulkan GEJOLAK , lebih baik urusi rakyat sendiri. Buka lapangan kerja, berikan fasilitas utk menyalurkan bakat mereka, bukan malah jadi kaki tangan Oligarki untuk mengompori wilayah Perbatasan Aceh & Sumut. Jadilah Gubernur yang berpendirian, percuma punya Marga Batak tapi oleng kesana oleng kesini.

Sumut surga kriminal? Bobby Nasution GAGAL? Saran saya kepada Bobby Nasution , daripada sibuk ngurusin 4 pulau milik Aceh, lebih baik urus rakyatmu sendiri. 5 tahun jadi walikota medan + sekarang jadi Gubernur Sumut GAGAL TOTAL menata manusianya. Kasus KRIMINAL jadi identitas kota Medan dan sekitarnya saat ini. Bahkan orang2 sudah menyebutnya sebagai Gotham City. Silap dikit, hilang barang kau. Sekarang, Sumut identik dengan MALING besi. Besi apa saja hilang. Mulai dari pagar rumah, pagar jembatan, teralis jendela, lampu jalan, jemuran dll. Apapun yang berbau besi, pasti RAIB. Bahkan ruko2 yang tidak ditempati pasti jadi sasaran empuk MALING BESI. Kalau betonnya laku dijual, dipastikan tidak ada yang tersisa dari maling Medan saat ini. Hampir tak ada warga yang berani melawan MALING BESI karena mereka takut jadi korban pembacokan. Pelakunya mayoritas anak2 usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan (Pengangguran). Kegagalan Bobby Nasution sejak dari Kota Medan akhirnya semakin membuat trend MALING BESI makin mengular ke daerah2 lainnya. Jadi, daripada sibuk mengurusi 4 pulau milik Aceh yang malah berpotensi menimbulkan GEJOLAK , lebih baik urusi rakyat sendiri. Buka lapangan kerja, berikan fasilitas utk menyalurkan bakat mereka, bukan malah jadi kaki tangan Oligarki untuk mengompori wilayah Perbatasan Aceh & Sumut. Jadilah Gubernur yang berpendirian, percuma punya Marga Batak tapi oleng kesana oleng kesini.

136,502 просмотров

Setiap hari ada saja berita keracunan MBG. Kasusnya bahkan sudah mulai menghantui daerah saya sendiri. Sampai kapan begini terus MBG Jelek ?

Setiap hari ada saja berita keracunan MBG. Kasusnya bahkan sudah mulai menghantui daerah saya sendiri. Sampai kapan begini terus MBG Jelek ?

22,796 просмотров

"4 pulau itu hak kita, ga perlu kita berteriak, selow aja," Muzakir Manaf seminggu sebelum 4 pulau Aceh dikembalikan dari Sumut Santau, kalem, ga grasa grusu, karismatik dan ga perlu pontang panting ke Luhut & Jokowi.

"4 pulau itu hak kita, ga perlu kita berteriak, selow aja," Muzakir Manaf seminggu sebelum 4 pulau Aceh dikembalikan dari Sumut Santau, kalem, ga grasa grusu, karismatik dan ga perlu pontang panting ke Luhut & Jokowi.

35,644 просмотров

Air KERAS pak...bukan air panas...tolong banget inimah 😭🙏

Air KERAS pak...bukan air panas...tolong banget inimah 😭🙏

16,191 просмотров

Paling BENCI dengan pelayanan model ini. Pakai sekat kaca dan kita harus nunduk, jongkok dan kadang bertanya berulang kali karena suara petugas yang kecil. Tolong ya, rakyat itu bukan penjahat atau pencuri. Gak manusiawi banget kalian Kementerian Dalam Negeri Dukcapil Kemendagri

Paling BENCI dengan pelayanan model ini. Pakai sekat kaca dan kita harus nunduk, jongkok dan kadang bertanya berulang kali karena suara petugas yang kecil. Tolong ya, rakyat itu bukan penjahat atau pencuri. Gak manusiawi banget kalian Kementerian Dalam Negeri Dukcapil Kemendagri

11,456 просмотров

Videos

jhonsitorus_19's profile picture

Cara Prabowo menyingkirkan Jokowi man lebih epic dari cara Jokowi menyingkirkan lawan2 politiknya. Jenderal Maruli Simanjuntak awalnya digadang2 jadi Panglima TNI dirolling dengan Jenderal Tandyo Budi Revita. Maruli jadi Wakil Panglima, Tandyo jadi KASAD. Agak aneh memang seorang Wakil Panglima jadi KASAD tapi ini kan Presiden yang punya wewenang, terserah dia. Lazimnya, the next panglima adalah Kepala Staf Angkatan, bukan Wakil Panglima. Maruli mungkin akan bernasib sama seperti Jenderal Listyo (Mantan Kapolri), tampaknya perlahan2 dikamarkan. Jabatan Maruli bukan hanya Wakil Panglima TNI, tapi juga sekaligus jadi BNPPDT. Ini artinya, Maruli akan lebih sibuk mengurusi urusan perbatasan dan daerah terpencil. Ya, kayak KEMENDESPDT cuma ini kelasnya badan aja. Wewenangnya lebih kecil, tapi beban kerjanya sangat luas dan tentu saja anggarannya sedikit. Tapi memang, Maruli punya pengalaman dalam membangun daerah tertinggal. Selama jadi KASAD, sudah banyak daerah tertinggal yang dibangun oleh Maruli. Mungkin itu yang jadi salah satu pertimbangan bagi Prabowo, kenapa Maruli harus mengurusi daerah tertinggal. Kembali soal Next Panglima TNI. Nah ini bagian paling menarik. Desas desus pergantian Panglima memang beredar kuat belakangan ini. Apalagi, Presiden butuh orang kepercayaan dan kestabilan agar target pertumbuhan ekonomi 6% tercapai lewat kepercayaan Investor. Maka pilihan terbesar bagi Prabowo adalah Jenderal Tandyo. Masa pensiunnya masih lama, diperkirakan baru bisa pensiun tahun 2032 berdasarkan revisi UU TNI yang baru. Jika itu terjadi, maka selesai kans Maruli jadi panglima TNI. Apalagi agak sulit berharap Maruli jadi panglima karena junior Prabowo di Kopassus, Letjend Iwan Setiawan sedang menjabat sebagai Pangkostrad. Jika Tandyo jadi Panglima, maka Iwan Setiawan otomatis jadi KASAD. Ada juga Letjend Lucky Avianto yang sedang menjabat sebagai Pangkogabwilhan III. Baik Iwan maupun Lucky adalah salah dua perwira yang paling moncer karirnya di tubuh TNI saat ini. Tak ada pilihan, Jenderal Maruli terdesak oleh junior yang karirnya juga sangat kencang. Dan Presiden butuh loyalis untuk memastikan visi dan misinya di tubuh TNI bisa berjalan seirama tanpa pengaruh faksi politik manapun. Ya, kira2 seperti apa yang dilakukan oleh Jokowi pada Gatot Nurmantyo, presiden bebas menentukan siapa Panglima TNInya. Yang jelas, saya yakin Oppung Luhut tidak sedang dalam suasana senang hati menerima berita ini. Tapi setidaknya, menantunya sufah jadi Wakil Panglima TNI, orang nomor 2 di tubuh TNI sekaligus kepala BNPPDT. Duoble job bro...tenang nanti jabatan Komisaris juga menunggu, tapi minggir dulu ya hehehe

Jhon Sitorus

420,668 просмотров • 5 дней назад

jhonsitorus_19's profile picture

Raja Juli Tidak Dilibatkan (Lagi)? Ada yang menarik saat rapat penanganan Karhutla pada Senin kemarin. Berdasarkan daftar hadir peserta rapat yang dibacakan Seskab Teddy, tidak ada nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagai peserta rapat terbatas. Padahal, Menhut lah yang seharusnya jadi aktor utama dalam penanganan karhutla selain kepala BNPB. Menhut pula yang seharusnya punya data lahan mana saja yang terbakar, lahan mana saja yang masih terselamatkan, termasuk sawit2 mana yang masih aman. Ini bukan pertama kali Menhut tidak dilibatkan. Bahkan dalam berbagai kesempatan, Raja Juli tidak dilibatkan oleh presiden. Mulai dari pelantikan2, pertemuan terbatas sampai kebijakan strategis. Kalo dalam tongkrongan, Raja Juli seperti orang yang "dianggap ga penting." Ada atau gak ada, peranannya sama aja. Kalopun ada, biasanya pendapatnya gak dianggap cuma bertugas menambah suara "hahahaha" sekalipun jokes kawan2nya gak lucu. Apalagi Raja Juli juga sudah dibentak2 saat rapat di DPR agar mundur, dilema betul jadi Raja Juli. Di Kabinet gak dianggap, di DPR disuduh mundur. Sama sekali gak ada wibawa sebagai Menteri. Padahal, Menteri Kehutanan adalah salah satu posisi strategis di republik ini. Namanya tak sebesar kuasanya. "Raja" di nametag rompi kebanggaannya setiap blusukan, nyatanya cuma jadi anak bawang di kabinet, itupun bawang busuk. Raja Juli, andai masih punya "kehormatan", sudah seharusnya mundur karena sudah 3 bulan karhutla tidak teratasi. Alangkah memalukan bagi pejabat masih bertahan di kekuasaannya padahal gagalnya udah berkali-kali, gak dianggap pula. Mundur akan menjadikanmu terhormat, bukan pengemis kehormatan dan pengakuan. Apalagi status sebagai sekjend Partai politik, rasa-rasanya memalukan sekali ada sekjend yang ga tau malu dan tidak punya rasa hormat.

Jhon Sitorus

87,016 просмотров • 4 дней назад

jhonsitorus_19's profile picture

Serius ini Menteri Luar Negeri kita? 😲

Jhon Sitorus

1,552,694 просмотров • 9 месяцев назад