
LFC ID
@LFC_ID • 39,639 subscribers
Old-fashioned LFC supporter who'd rather talk sense than make noise. History, analysis, and a little bit of life. Impact, not impress.
Shorts
Videos

Leonor, Princess of Asturias, saat Spanyol jadi juara World Cup 2010 masih umur 5 tahun ❤️ Sekarang, usianya dah 20 tahun, saat Spanyol masih berpeluang juara dunia lagi. Udah dewasa. Calon Ratu Spanyol. Saling lirik dengan Gavi di video ini, ternyata cuma gossip. Beda "kasta" lah ya pastinya. Princess Leonor nguasain 8 bahasa, udah ikut wamil lengkap, darat laut dan udara. 1 tahun di akademi AD di Zaragoza, 6 bulan di AL, satu tahun di AU San Javier. Patut dijadikan contoh, ga cuma jadi pewaris yang plonga plongo.
LFC ID929,848 görüntüleme • 12 gün önce

**The Curious Case Of Calvin Ramsay** Ada yang masih naroh harapan ke anak muda ini? Musim ini atau kapan lah gitu, mumpung bek kanan lagi vacuum of power, dan ga ada tanda tanda bakal rekrut RB baru. Ramsay, didatangkan musim 2022 dari Aberdeen. Saat itu menyandang status SWFA Young Player of The Year. Dengan nilai tebusan murah. Inisiasi perekrutan Ramsay adalah hasil data research yang ngasi liat, di banyak metrics, cocok jadi understudy nya TAA saat itu. Klopp juga suka profile dan metrics Ramsay ini, maka beliau kasih lampu hijau. Saat test medis, diketahui kalo Ramsay ini punya masalah di punggung, potensial bahaya buat perkembangannya. Tapi karna berharap bisa dibenerin, maka proses rekrutmen dilanjut. Dan di awal karir bersama LFC harus menepi. Nasib baik emang mungkin ga berpihak ke anak ini, tengah musim 22/23 baru 2x nyicipin penampilan bersama senior tim, malah cedera lutut dan harus operasi. Bisa jadi karena, di klub lamanya terlalu divorsir untuk ukuran pemain muda. Salah penanganan Demi anak ini bisa gaining full fitness, dipinjamkanlah dia ke PNE di awal musim 23/24, lalu dipanggil balik untuk dipinjemin lagi ke Bolton. Musim berikutnya ngalamin hal yang sama, dipinjemin ke Wigan, dipanggil balik, pinjemin lagi ke Kilmarnock. Semua karena alasan sama, menit main ga memadai buat mencapai sharpness, dan fitness. Di sini lah misteri itu. Konon minimnya menit main di klub yang minjem itu, karena dianggap Ramsay ini ga segera gaining fitness dan momentum, untuk layak dimainkan. Cederanya itu beneran serius, atau lebih ke psikologis pemain yang ngerasa, hanya layak tampil kalo bener" 100% fit, dan pain-free. Inget gimana Klopp dan Gerrard bicara tentang Sturridge? Yang intinya, Stu ini beranggapan untuk bisa tampil maksimal dengan gaya permainannya dia sendiri harus yakin kalo dia fit dan pain free. Ramsay, dengan segala attribute nya, mungkin ada dalam pola pikir yang serupa dengan yang dialami Sturridge. Belum lagi, secara mental mungkin down, karena malah kebalap sama CoBra yang jd backup TAA. Situasi sekarang untuk bek kanan, seperti gue sebut di awal, mestinya bisa dimanfaatin oleh Ramsay. Dia harus bisa mengubah mindset, dan ikut arahan Iraola dan staff lainnya. Usia masih 22, masih bisa diperjuangkan karirnya. Tengok saja, Drogba, Vardy, smuanya baru moncer di usia mid 20. Dan di akhir usia belasan dan awal 20an, ga pernah ngrasain berlaga di kompetisi top flight. Iraola sendiri punya portofolio cukup impresif dalam hal "menghidupkan" kembali pemain yang dianggap "flop" atau ga bisa memenuhi potensialnya. Lihat Solanke, Christie, umur berapa mereka mencapai penampilan terbaik mereka, dan gimana anggapan publik sebelumnya? Dan paling mencolok, Semenyo. No maden di klub klub liga bawah, begitu masuk Bournemouth, dicetak jadi monster, dan berharga mahal. Maka dari itu, sekarang bergantung pada Ramsay sendiri, mau gak nyelametin karirnya sendiri. Semua atribut bagusnya jelas masih ada. Minggirin masalah psikologis tentang fitness nya sendiri ini yang mungkin susah. Tapi kalau beneran mau, timing, orang di sekitarnya, semua mendukung.
LFC ID12,278 görüntüleme • 5 gün önce

Dua Lipa, The Boot Room, dan Guinness **** Dua Lipa, idola squad LFC One Kiss bagi mereka jadi semacam anthem modern. Mengecam Israel, ga peduli bakal sepi job. Minum Guinness, beuhhhh. Lengkap Tempat duduk dalam Boot Room LFC era itu, adalah krat bir Guinness. Joe Fagan di waktu luangnya sering ngelatih tim nya Guinness yang saat itu merk bir ini punya pabrik di Liverpool. Sebagai ucapan terimakasih, pihak Guinness rutin mengirimkan sejumlah bir dalam krat ke Anfield, terutama sebelum match Karna ga ada tempat buat nyimpen. Akhirnya disimpen di Boot Room. Krat nya sering jadi tempat duduk The Boot Room Boys. Bob, Joe, dan anggota The Boot Room boys lainnya, menyebut bir bir itu sebagai "The Meds" dari medicine. Istilah ini dipake buat kode kalo mau nyuguhin manajer lawan, yang biasanya berkunjung ke boot room ini pasca pertandingan. Pernah suatu kali di era Joe, Elton John, presiden nya Watford saat itu mengunjungi The Boot Room, dan saat ditawari minum, doi minta sampanye. Joe bilang ga ada. Cuma ada Guinness 😀 Tommy Docherty yang pernah jadi manager ManUtd, bahkan bilang ngebir di Boot Room ini adalah salah satu hal yang dia tunggu kalo lagi main di Anfield Gue juga dah lama, kalo ngebir milih Guinness. (Silahkan dikomentari dengan kalimat "bodo amat, ga nanya")
LFC ID18,236 görüntüleme • 2 ay önce
Daha fazla içerik yok.