MBG Jelek!'s banner
MBG Jelek!'s profile picture

MBG Jelek!

@menuembegejelek62,270 subscribers

Roaster media 🫵🏻 | Tengok header sebelum follow | Cek sorotan untuk berita peracunan dan penyimpangan MBG | Mau lapor pengalaman MBG-mu? DM / Mention 🚨

Shorts

He'em, iye iye, Bang. Maaf, yee. Tapi sorry bangett nih, Bang. Lu apa-apa emang kudu kaga pake baju begini kah? Apa begimane? Btw, cek gopaynya yak. Sorry kaga bisa support banyak-banyak. Sehat-sehat terus, Bang. 🙏🏻

He'em, iye iye, Bang. Maaf, yee. Tapi sorry bangett nih, Bang. Lu apa-apa emang kudu kaga pake baju begini kah? Apa begimane? Btw, cek gopaynya yak. Sorry kaga bisa support banyak-banyak. Sehat-sehat terus, Bang. 🙏🏻

498,334 次观看

Astaghfirullahaladzim. Setelah kami cross-check ternyata BUSEEETT!! Bener-bener ya kubangan lumpur Kedawung 2. Komitmen gizi apaan?? Menumu bener-bener bikin emosi cookk. Kok PEDE banget dah buat ngupload?? 😭🤢🤮

Astaghfirullahaladzim. Setelah kami cross-check ternyata BUSEEETT!! Bener-bener ya kubangan lumpur Kedawung 2. Komitmen gizi apaan?? Menumu bener-bener bikin emosi cookk. Kok PEDE banget dah buat ngupload?? 😭🤢🤮

703,748 次观看

🧐🤔 Ngga cuma netes inimah, tapi ngalir.

Sensitive content

🧐🤔 Ngga cuma netes inimah, tapi ngalir.

70,311 次观看

⚠️𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚! Kabar peracunan embege oleh BGN di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, mendapatken atensi dari Daily Mail. BGN di bawah kepemimpian si pongah sudaryono adalah the real londo ireng. Ia berhasil membawa Indonesia masuk dalam radar liputan media-media lugri.

⚠️𝗕𝗥𝗘𝗔𝗞𝗜𝗡𝗚! Kabar peracunan embege oleh BGN di Ponpes Manba'ul Hikam, Sidoarjo, mendapatken atensi dari Daily Mail. BGN di bawah kepemimpian si pongah sudaryono adalah the real londo ireng. Ia berhasil membawa Indonesia masuk dalam radar liputan media-media lugri.

54,135 次观看

JUST IN: Info dari hendry kumink (salah satu chef kubangan lumpur), dapur yang udah di-'top up' sama BGN untuk operasional cuma baru 7000 dapur (dari 25.000++ total jumlah dapur). Emm, wow. 😶 Valid kah? Mari korek-korek lebih lanjut;)

JUST IN: Info dari hendry kumink (salah satu chef kubangan lumpur), dapur yang udah di-'top up' sama BGN untuk operasional cuma baru 7000 dapur (dari 25.000++ total jumlah dapur). Emm, wow. 😶 Valid kah? Mari korek-korek lebih lanjut;)

2,057,262 次观看

"Silakan para Kepala SPPG, kalo ada (ahli gizi / akuntan) yang mengajukan cuti, untuk melahirkan maupun menikah, silakan cari aja penggantinya. Karena mereka bukan ASN. Temen-temen akuntan atau gizi paham, ya?" — Kabag TU KPPG Bogor NGERI emang proyek super prioritas negara☠️

"Silakan para Kepala SPPG, kalo ada (ahli gizi / akuntan) yang mengajukan cuti, untuk melahirkan maupun menikah, silakan cari aja penggantinya. Karena mereka bukan ASN. Temen-temen akuntan atau gizi paham, ya?" — Kabag TU KPPG Bogor NGERI emang proyek super prioritas negara☠️

194,065 次观看

⚠️BREAKING! Tren kelakuan amoral pegawai kubangan lumpur (SPPG) kini tengah menjamah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sesama jongos di satu kubangan lumpur saling memadu kasih, padahal jongos perempuan SUDAH MEMILIKI SUAMI. Timeline: > Sejak memadu kasih, kedua jongos rutin berhubungan intim > Jongos laki-laki pernah merekam tanpa seizin jongos perempuan > Jongos perempuan mengakhiri hubungan > Jongos laki-laki merasa sakit hati dan melakukan pemerasan, mengancam akan menyebarkan video hubungan intimnya > Jongos perempuan menuruti permintaan jongos laki-laki (transfer uang 5jt) > Jongos laki-laki merasa kurang, ia minta tambahan uang lagi > Jongos perempuan sudah tidak ada uang lagi > Merasa tertekan, jongos perempuan akhirnya lapor pada suaminya (We can’t imagine how heartbroken the husband must be💔) > Suami membayar pemerasan, lalu meminta agar videonya dihapus (💔) > Jongos laki-laki kembali mengancam karena MASIH MERASA KURANG > Jongos perempuan dan suaminya melapor pada polisi sembari membikin strategi penangkapan *Notes: Kami membuka sayembara, bagi siapapun yang mengetahui detail nama SPPG sekaligus medsos aktif SPPG-nya, akan kami beri imbalan sebesar 150.000 (bagi yang paling cepat memberikan informasi). KAMI AKAN BUAT KUBANGAN LUMPURNYA TUTUP PERMANEN. Kami sudah lelah mendengar betapa abainya antar pegawai SPPG dengan kelakuan-kelakuan amoral yang begini. MENGAPA KALIAN TAK BISA SEKADAR BEKERJA YANG NORMAL-NORMAL SAJA??

Sensitive content

⚠️BREAKING! Tren kelakuan amoral pegawai kubangan lumpur (SPPG) kini tengah menjamah Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sesama jongos di satu kubangan lumpur saling memadu kasih, padahal jongos perempuan SUDAH MEMILIKI SUAMI. Timeline: > Sejak memadu kasih, kedua jongos rutin berhubungan intim > Jongos laki-laki pernah merekam tanpa seizin jongos perempuan > Jongos perempuan mengakhiri hubungan > Jongos laki-laki merasa sakit hati dan melakukan pemerasan, mengancam akan menyebarkan video hubungan intimnya > Jongos perempuan menuruti permintaan jongos laki-laki (transfer uang 5jt) > Jongos laki-laki merasa kurang, ia minta tambahan uang lagi > Jongos perempuan sudah tidak ada uang lagi > Merasa tertekan, jongos perempuan akhirnya lapor pada suaminya (We can’t imagine how heartbroken the husband must be💔) > Suami membayar pemerasan, lalu meminta agar videonya dihapus (💔) > Jongos laki-laki kembali mengancam karena MASIH MERASA KURANG > Jongos perempuan dan suaminya melapor pada polisi sembari membikin strategi penangkapan *Notes: Kami membuka sayembara, bagi siapapun yang mengetahui detail nama SPPG sekaligus medsos aktif SPPG-nya, akan kami beri imbalan sebesar 150.000 (bagi yang paling cepat memberikan informasi). KAMI AKAN BUAT KUBANGAN LUMPURNYA TUTUP PERMANEN. Kami sudah lelah mendengar betapa abainya antar pegawai SPPG dengan kelakuan-kelakuan amoral yang begini. MENGAPA KALIAN TAK BISA SEKADAR BEKERJA YANG NORMAL-NORMAL SAJA??

97,629 次观看

‼️Menu Embege dari SPPG Stress‼️ Salah satu bukti kuat bahwa negara selalu absen dalam memberikan pendidikan yang bermutu bagi rakyatnya adalah, ketika 'Satuan Pemenuhan Gizi' memberimu panganan seperti ini, kamu akan kegirangan berterima kasih... ...dan bersyukur. 🙂

‼️Menu Embege dari SPPG Stress‼️ Salah satu bukti kuat bahwa negara selalu absen dalam memberikan pendidikan yang bermutu bagi rakyatnya adalah, ketika 'Satuan Pemenuhan Gizi' memberimu panganan seperti ini, kamu akan kegirangan berterima kasih... ...dan bersyukur. 🙂

1,125,280 次观看

⚠️ Alerta! Alerta!! Sekali lagi, PERINGATAN KERAS dari kami untuk seluruh tim kreatif kubangan lumpur (sppg) agar bisa lebih kritis lagi dalam melahirkan ide konten. Kami mengecam dan mengutuk konten-konten yang sarat dengan aroma ped*filia seperti ini. Kami tidak peduli dengan narasi pembelaan apapun, kami memegang teguh prinsip bahwa anak di bawah umur TIDAK BOLEH untuk dijadikan objek konten bernuansa asmara, berapapun usia lawan main pemerannya. Ini dilarang untuk dinormalisasikan, ini menjijikkan! 🫵🏻

⚠️ Alerta! Alerta!! Sekali lagi, PERINGATAN KERAS dari kami untuk seluruh tim kreatif kubangan lumpur (sppg) agar bisa lebih kritis lagi dalam melahirkan ide konten. Kami mengecam dan mengutuk konten-konten yang sarat dengan aroma ped*filia seperti ini. Kami tidak peduli dengan narasi pembelaan apapun, kami memegang teguh prinsip bahwa anak di bawah umur TIDAK BOLEH untuk dijadikan objek konten bernuansa asmara, berapapun usia lawan main pemerannya. Ini dilarang untuk dinormalisasikan, ini menjijikkan! 🫵🏻

1,156,390 次观看

‼️ Lagi-lagi konten jelek nan wagu ‼️ Baca sajian makanan yg pedomannya 'Isi Piringku' dari Kemenkes dulu sana, baru kerja di dapur. Kerja 'sepele' kan ya tetep butuh belajar. "Terus kami harus gimana?" HARUS TUTUP! Keberadaan dan kerja-kerja kalean sungguh gak guna. 🫵🏻

‼️ Lagi-lagi konten jelek nan wagu ‼️ Baca sajian makanan yg pedomannya 'Isi Piringku' dari Kemenkes dulu sana, baru kerja di dapur. Kerja 'sepele' kan ya tetep butuh belajar. "Terus kami harus gimana?" HARUS TUTUP! Keberadaan dan kerja-kerja kalean sungguh gak guna. 🫵🏻

723,519 次观看

🚨 Poin pertama adalah valid dan benar. Ini juga merupakan sebuah pernyataan sikap kami. Implementasi MBG seharusnya tidak boleh mengganggu dan membebani guru atau rekan-rekan di satuan pendidikan. Perhatikan 2 video di bawah. Terus terang saja, kami amat sangat membenci pemandangan seperti ini. Semenjak ada embege, ini adalah fenomena umum yang terjadi di sekolah-sekolah ketika menjelang pulang dan/atau selesai jam makan siang. Guru-guru dibebani pembagian ompreng, mengurus ompreng kosong, menghitung totebag agar jumlahnya genap demi menghindari denda kehilangan. Bahkan BGN sengaja menaruh daftar upah di juknis mereka untuk rekan-rekan / guru dari satuan pendidikan dan itu didasari dari jumlah porsi yang dibagikan. Kami sangat yakin, menurut BGN angka itu pasti sudah cukup adil dan sepadan. Dasar otak pesuruh jancok. Begitupula juga SPPG. Sehingga jika ada kehilangan atau jumlah ompreng kembali yang tak genap, sebagai kaki tangan BGN, SPPG akan dengan senang hati menegur dan memarahi guru yang bertanggungjawab. Jabingan. Rp20.000 untuk <100 penerima manfaat. Itu berarti kalo <90 ga ada upah sama sekali gitu?? Guru tuh punya mental tanpa pamrih sebenernya. Gemar membantu apalagi kalau memang itu disukai murid-muridnya. Makanya kalo SPPG nyuruh ini-itu ya mereka mau-mau aja sebetulnya. Tapi sekali mereka mendengar mayoritas muridnya menolak, maka mereka juga akan menolak dengan tegas. Mereka naruh murid-muridnya sebagai top priority mereka. Kalau toh ada murid nolak tapi guru tetep maksa nerima dan maksa ngebagiin, itu biasanya oknum. Tapi cukup realistis juga, di tengah himpitan upah guru yang kecil, ada tawaran beberapa rupiah dari eksternal sekolah, maka ya pasti ada tuh yang maksa ngembat, seperti beberapa kasus yang pernah kami singgung. Ini relasi antar satuan pelayanan yang gak sehat. Dampak buruknya yang nanggung siswa sebagai penerima manfaat. Nah, pertanyaannya, dengan insentif pasti 6jt/hari, kenapa BGN atau SPPG gak putar otak aja gimana caranya supaya ompreng dan totebag bisa terdistribusi dengan rapih ke satu per satu penerima manfaat, dan kembali dalam jumlah yang genap, tanpa harus membebani guru? Kenapa harus melibatkan rekan-rekan satuan pendidikan dengan teknis / mekanisme yang jauh dari kata ringan?

🚨 Poin pertama adalah valid dan benar. Ini juga merupakan sebuah pernyataan sikap kami. Implementasi MBG seharusnya tidak boleh mengganggu dan membebani guru atau rekan-rekan di satuan pendidikan. Perhatikan 2 video di bawah. Terus terang saja, kami amat sangat membenci pemandangan seperti ini. Semenjak ada embege, ini adalah fenomena umum yang terjadi di sekolah-sekolah ketika menjelang pulang dan/atau selesai jam makan siang. Guru-guru dibebani pembagian ompreng, mengurus ompreng kosong, menghitung totebag agar jumlahnya genap demi menghindari denda kehilangan. Bahkan BGN sengaja menaruh daftar upah di juknis mereka untuk rekan-rekan / guru dari satuan pendidikan dan itu didasari dari jumlah porsi yang dibagikan. Kami sangat yakin, menurut BGN angka itu pasti sudah cukup adil dan sepadan. Dasar otak pesuruh jancok. Begitupula juga SPPG. Sehingga jika ada kehilangan atau jumlah ompreng kembali yang tak genap, sebagai kaki tangan BGN, SPPG akan dengan senang hati menegur dan memarahi guru yang bertanggungjawab. Jabingan. Rp20.000 untuk <100 penerima manfaat. Itu berarti kalo <90 ga ada upah sama sekali gitu?? Guru tuh punya mental tanpa pamrih sebenernya. Gemar membantu apalagi kalau memang itu disukai murid-muridnya. Makanya kalo SPPG nyuruh ini-itu ya mereka mau-mau aja sebetulnya. Tapi sekali mereka mendengar mayoritas muridnya menolak, maka mereka juga akan menolak dengan tegas. Mereka naruh murid-muridnya sebagai top priority mereka. Kalau toh ada murid nolak tapi guru tetep maksa nerima dan maksa ngebagiin, itu biasanya oknum. Tapi cukup realistis juga, di tengah himpitan upah guru yang kecil, ada tawaran beberapa rupiah dari eksternal sekolah, maka ya pasti ada tuh yang maksa ngembat, seperti beberapa kasus yang pernah kami singgung. Ini relasi antar satuan pelayanan yang gak sehat. Dampak buruknya yang nanggung siswa sebagai penerima manfaat. Nah, pertanyaannya, dengan insentif pasti 6jt/hari, kenapa BGN atau SPPG gak putar otak aja gimana caranya supaya ompreng dan totebag bisa terdistribusi dengan rapih ke satu per satu penerima manfaat, dan kembali dalam jumlah yang genap, tanpa harus membebani guru? Kenapa harus melibatkan rekan-rekan satuan pendidikan dengan teknis / mekanisme yang jauh dari kata ringan?

731,556 次观看

"Nggak mau lagi aku MBG, Pak. Saya nggak mau, Pak. Saya takut keracunan (diracun) lagi." —Sang buah hati. "Racun apa yang terdeteksi di ikan itu?? Kenapa sampai sekarang enggak ada hasilnya??" —Sang Ibu. Ayah, Ibu, Handai Tolan sekelian. Mari kita simak lagi dua video penting yang mustinya bisa untuk dijadikan tamparan keras bagi BGN untuk berbenah ini. Selain itu, dua video ini juga mustinya bisa menggugah nurani, empati, dan logika kita, untuk BERPIKIR ULANG, apakah MBG memang masih layak untuk diberikan kepada anak-anak kita? Buah hati kita? Adik-adik kita? Tolong tanyaken berulang-ulang terus di dalam kepala Handai Tolan sekelian. Berulang-ulang. BERULANG-ULANG.

"Nggak mau lagi aku MBG, Pak. Saya nggak mau, Pak. Saya takut keracunan (diracun) lagi." —Sang buah hati. "Racun apa yang terdeteksi di ikan itu?? Kenapa sampai sekarang enggak ada hasilnya??" —Sang Ibu. Ayah, Ibu, Handai Tolan sekelian. Mari kita simak lagi dua video penting yang mustinya bisa untuk dijadikan tamparan keras bagi BGN untuk berbenah ini. Selain itu, dua video ini juga mustinya bisa menggugah nurani, empati, dan logika kita, untuk BERPIKIR ULANG, apakah MBG memang masih layak untuk diberikan kepada anak-anak kita? Buah hati kita? Adik-adik kita? Tolong tanyaken berulang-ulang terus di dalam kepala Handai Tolan sekelian. Berulang-ulang. BERULANG-ULANG.

33,724 次观看

Bapak, Ibu, Handai Tolan sekelian. Rupiah kita telah menjadi bahan olok-olokan kreator konten luar negeri. 🙂

Bapak, Ibu, Handai Tolan sekelian. Rupiah kita telah menjadi bahan olok-olokan kreator konten luar negeri. 🙂

166,576 次观看

Jika peristiwa penangkapan pada malam ini adalah murni tindakan tegas dan sebuah proses hukum, maka, lazimnya, seharusnya, output-nya adalah embege dilakukan PEROMBAKAN TOTAL. Atau ya bagus-bagusnya TUTUP dan BUBAR. Bila per esok hari tidak ada perubahan sama sekali, maka benar apa yang dikatakan oleh Faizal, bahwa penangkapan ini bukanlah murni sebuah proses hukum, tapi hanya proses 'pengamanan' tokoh sentral saja agar bagian bawah gunung esnya tetap aman dan tentram, setidak-tidaknya perspektif publik berhasil dibelokkan oleh rezim menjadi seolah-olah bahwa rezim ini tidak pandang bulu kepada koruptor. Padahal? Intinya, selama mekanisme embege masih kuat melibatkan swasta, mitra, yayasan, atau apalah itu, dan masih gencar dibangun kubangan-kubangan lumpur (espepege), tidak memprioritaskan pada daerah 3T, tidak melibatkan pakar dan praktisi gizi berpengalaman, maka celah korup masih amat sangat terbuka lebar. Lingkaran setan ini tak akan pernah berhenti.

Jika peristiwa penangkapan pada malam ini adalah murni tindakan tegas dan sebuah proses hukum, maka, lazimnya, seharusnya, output-nya adalah embege dilakukan PEROMBAKAN TOTAL. Atau ya bagus-bagusnya TUTUP dan BUBAR. Bila per esok hari tidak ada perubahan sama sekali, maka benar apa yang dikatakan oleh Faizal, bahwa penangkapan ini bukanlah murni sebuah proses hukum, tapi hanya proses 'pengamanan' tokoh sentral saja agar bagian bawah gunung esnya tetap aman dan tentram, setidak-tidaknya perspektif publik berhasil dibelokkan oleh rezim menjadi seolah-olah bahwa rezim ini tidak pandang bulu kepada koruptor. Padahal? Intinya, selama mekanisme embege masih kuat melibatkan swasta, mitra, yayasan, atau apalah itu, dan masih gencar dibangun kubangan-kubangan lumpur (espepege), tidak memprioritaskan pada daerah 3T, tidak melibatkan pakar dan praktisi gizi berpengalaman, maka celah korup masih amat sangat terbuka lebar. Lingkaran setan ini tak akan pernah berhenti.

151,013 次观看

Sebelum santer kelakuan amoral hendrik irawan, espepege dan bege'en memang selalunya diisi oleh orang-orang gila dengan nalar yang hancurrr.

Sensitive content

Sebelum santer kelakuan amoral hendrik irawan, espepege dan bege'en memang selalunya diisi oleh orang-orang gila dengan nalar yang hancurrr.

223,195 次观看

⚠️ // Trigger Warning!! Penerima manfaat embege sejauh ini adalah: balita, anak PAUD/TK, SD, SMP, SMA, Bumil, Busui. Tapi dengan kepedean yang entah datangnya dari mana, ada aja konten yang nuansanya begini. Terus pas ditegur nanti jawabnya, "Kan cuman hiburan doang, Min.." Hiburan ndasmu bohlam! 🫵🏻

Sensitive content

⚠️ // Trigger Warning!! Penerima manfaat embege sejauh ini adalah: balita, anak PAUD/TK, SD, SMP, SMA, Bumil, Busui. Tapi dengan kepedean yang entah datangnya dari mana, ada aja konten yang nuansanya begini. Terus pas ditegur nanti jawabnya, "Kan cuman hiburan doang, Min.." Hiburan ndasmu bohlam! 🫵🏻

212,942 次观看

"Uang banyak, enggak usah takut!"

Sensitive content

"Uang banyak, enggak usah takut!"

132,320 次观看

Hm. Emang kudu begitu ya cara nyebutin brokolinya? "Yaelah, Min, timbang konten doang. Sewot amat? Gini nih kalo udah benci. Semua-mua dikorek kesalahannya." Sebentar. Serius, memang apa sulitnya melafalkan brokoli? Kalau pelafalannya bener takut kontennya gak rame kah? 😳

Hm. Emang kudu begitu ya cara nyebutin brokolinya? "Yaelah, Min, timbang konten doang. Sewot amat? Gini nih kalo udah benci. Semua-mua dikorek kesalahannya." Sebentar. Serius, memang apa sulitnya melafalkan brokoli? Kalau pelafalannya bener takut kontennya gak rame kah? 😳

128,219 次观看

Alright. It’ll happen very soon then, Insya Allah. 🤲🏻

Alright. It’ll happen very soon then, Insya Allah. 🤲🏻

76,386 次观看

⚠️☠️KABAR PERACUNAN EMBEGE☠️⚠️ ⚠️☠️KABAR PERACUNAN EMBEGE☠️⚠️ Kemarin, Kamis 20 Agustus 2026, kebirahian BGN dalam melakukan agenda rutin jahatnya menyasar pada anak² sekolah di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Korban yang diracun dikabarkan hingga 50 (LIMA PULUH)++ anak.

⚠️☠️KABAR PERACUNAN EMBEGE☠️⚠️ ⚠️☠️KABAR PERACUNAN EMBEGE☠️⚠️ Kemarin, Kamis 20 Agustus 2026, kebirahian BGN dalam melakukan agenda rutin jahatnya menyasar pada anak² sekolah di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Korban yang diracun dikabarkan hingga 50 (LIMA PULUH)++ anak.

13,613 次观看

Videos

menuembegejelek's profile picture

Yth. Bapak Sudaryono selaku Kepala BGN. Izinkan kami memberikan saran dengan sesantun-santunnya bahasa, sesuatu yang sangat amat jarang kami lakukan, namun kali ini, kami merasa sangat perlu untuk melakukannya. Dengan bahasa santun, mungkin Bapak berkenan untuk menaruh atensi, berkenan untuk membaca. Bapak, tolong hentikan drama murahan Bapak. Dulu, Ibu Nanik juga kerap menangis tersedu-sedu setiap kali memergoki SPPG yang tata kelolanya buruk dan berpotensi menyebabkan keracunan, ia juga menangis pada korban-korban keracunan di klinik-klinik, bahkan juga menangis karena sebab yang tidak jelas, di depan khalayak, di depan kamera. Apakah Bapak kira kami peduli? Apakah Bapak kira kami menganggap tindakan tersebut murni sebab nuraninya yang tergugah? Sebab empatinya yang membuncah? Tidak, Pak. Maaf ya, Pak, kami harus menyampaikan kalau baik Bapak, maupun kepala-kepala BGN sebelumnya, itu sangat buta dan tuli, padahal kami meyakini Bapak memiliki kuasa dan kekuatan besar untuk mengubah total arah angin pergerakan BGN. Tapi apa? Yang Bapak dan pimpinan-pimpinan sebelumnya lakukan hanyalah tindakan-tindakan nirguna dan nirdampak. Berapa kali kawan-kawan MBG Watch melakukan unjuk rasa di depan kantor Bapak? Pernahkah barang 1x saja Bapak menemui mereka? Pernahkah Bapak membuka ruang dialog? Bukannya di antara salah satu pengunjuk rasa itu ada juga yang bernasib seperti Ibu-Ibu yang memarahi Bapak? Yang anak-anaknya juga keracunan. Mohon beri atensi pada tuntutan kami apabila Bapak sungguh-sungguh ingin kejadian keracunan seperti ini tidak terjadi lagi, Pak. Kami mohon. Kami menuntut agar: 1. Stop total dulu MBG selama sedikit-sedikitinya 6 (enam) bulan. Selama 6 bulan itu silakan Bapak dan jajaran Bapak mengkaji betul-betul bagaimana agar tata kelola MBG bisa berjalan dengan sangat baik. Libatkanlah ahli, libatkanlah orang-orang berpengalaman. 2. Setelah 6 bulan mengkaji, lakukanlah voting kepada calon penerima manfaat yang konon jumlahnya 60jt++ itu untuk mengumpulkan data, berapa banyak orang tua yang masih mau menerima MBG dan berapa yang tidak mau menerima. Hormati keputusan yang tidak menerima. Berikan sanksi yang tegas apabila ada pihak-pihak tertentu yang melakukan pemaksaan. 3. Hapus sistem SPPG yang dikelola oleh swasta. Swasta mungkin membantu, tetapi jarak antar bangunan berpotensi besar terjadinya kontaminasi pada panganan. Bangunlah dapur-dapur MBG di sekolah-sekolah. 4. TUTUP PERMANEN dapur-dapur yang memiliki rekam jejak meracuni lebih dari 50 korban keracunan. Tiada ampun. Umumkan di media sosial resmi BGN. Jika hasil investigasi dari polisi terbukti kalau dapur menjadi penyebab keracunan, maka WAJIB untuk diberi garis polisi. Lalu dapur dengan rekam jejak tutup permanen tidak boleh diberi ruang untuk beroperasi kembali. Jika tidak bisa memenuhi poin 1 hingga 4, kami mohon dengan sesantun-santunnya SILAKAN BAPAK MUNDUR. Kami mohon. Mohon atensi ya, Pak. Kami sudah berusaha sesantun mungkin untuk menyampaikan ini kepada Bapak. Kami beri waktu 1 (satu) pekan sejak permohonan ini kami terbitkan untuk Bapak memikirkan tuntutan-tuntutan kami. Apabila selama satu pekan tidak terjadi apa-apa, maaf, maka kami akan kembali pada setelan bahasa seperti biasanya. Tidak ada ruang hormat sedikitpun dari kami kepada Bapak. Kami akan kembali mencaci dan mencemooh dengan keras setiap kali terjadi penyimpangan tata kelola MBG. Akan kami seret Bapak dan kami paksa untuk mundur. Terima kasih banyak atas atensinya, Pak Sudaryono. Semoga senantiasa sehat selalu. Salam hormat (untuk saat ini) dari kami yang muak dengan drama pejabat-pejabat BGN, Tim Menu Embege Jelek.

MBG Jelek!

200,243 次观看 • 19 天前