
Muhammadiyah
@muhammadiyah • 287,197 subscribers
• Akun Resmi Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah • Dikelola oleh Bagian Media dan Komunikasi Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah • Milad 113 Tahun Muhammadiyah
Shorts
Videos

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Muhammadiyah93,793 Aufrufe • vor 2 Monaten

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia dibangun oleh generasi yang bersatu, berilmu, dan berakhlak. Mari bersama memperkuat komitmen kebangsaan dan memajukan peradaban melalui karya nyata. Selamat Hari Sumpah Pemuda! #Muhammadiyah
Muhammadiyah233,083 Aufrufe • vor 7 Monaten

Sebuah kebanggaan, bukan hanya untuk Muhammadiyah, tapi juga untuk Indonesia 🇮🇩 EMT Muhammadiyah tengah bersiap menjalani verifikasi WHO untuk menjadi tim medis darurat berstandar internasional pertama di Indonesia. Bagaimana persiapannya? Tonton sampai habis ya Sob. #Kemanusiaan #Muhammadiyah
Muhammadiyah175,279 Aufrufe • vor 7 Monaten

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiya, Haedar Nashir meminta supaya di tengah perbedaan itu umat Islam menyikapinya dengan cerdas dan tasamuh. Perbedaan harus disikapi dengan arif bijaksana. Terlebih, puasa itu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan takwa, baik penigkatan takwa untuk pribadi maupun kolektif. Saksikan selengkapnya di Youtube Muhammadiyah Channel 🔴 #Muhammadiyah
Muhammadiyah40,240 Aufrufe • vor 3 Monaten

[TEASER] MUHAMMADIYAH GAK TAAT PEMERINTAH? || STAND UP KAJIAN EPS. 2 Pernah dengar gak nih Sob, kalau ada orang yang berbeda dengan pemerintah dalam menentukan awal bulan hijriah, maka dicap gak taat dengan ulil amri? atau bahkan lebih ekstrem lagi? Yuk, kita bedah bersama makna ulil amri, dan belajar memaknai perbedaan dengan lebih bijaksana dan berkemajuan lagi. Saksikan hanya di Youtube Muhammadiyah Channel ➡️ #Muhammadiyah
Muhammadiyah29,348 Aufrufe • vor 2 Monaten

Ada rutinitas ‘aneh’ menjelang Ramadhan, Syawal (Idul Fitri), dan atau Idul Adha. Dimana umat Islam di Indonesia bahkan di dunia memasuki fase berulang yang penuh ketidakpastian. Grup WhatsApp ramai, Facebook dan media sosial pun ikut gaduh penuh perdebatan. Yaitu, perdebatan klasik berulang: jadi puasanya kapan? Lebarannya hari apa? Bahkan di era AI saat ini, umat masih harus menunggu malam hari H-1. Menunggu kepastian dari sidang isbat, rukyat, atau pengumuman yang kadang berbeda satu sama lainnya. Padahal dunia modern saat ini justru dibangun di atas kepastian. Masyarakat global membutuhkan kalender yang akurat. Maskapai penerbangan tak bisa berkata, “Kita lihat hilal dulu baru tentukan jadwal.” Bursa saham tak bisa menunggu rukyat. Dunia pendidikan, industri, dan birokrasi berjalan dengan sistem waktu yang terukur, konsisten, dan ilmiah. Di tengah realitas itu, gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dari Muhammadiyah muncul sebagai tawaran solusi. Sebuah ikhtiar menyatukan penanggalan umat Islam secara global berbasis perhitungan astronomi yang akurat. Namun seperti banyak gagasan pembaruan dalam sejarah, KHGT tentu tidak datang tanpa pro-kontra. Menariknya, kita bisa melihat di masa lampu pertarungan pro-kontra semacam ini, déjà vu. Artikel ini telah tayang di dengan judul: Pro-Kontra KHGT: Semua Akan Muhammadiyah pada Waktunya. #Muhammadiyah #KHGT
Muhammadiyah21,607 Aufrufe • vor 2 Monaten

Udah-udah, nggak perlu ribut-ribut! Perbedaan dalam menetapkan bulan Muharam sudah sering terjadi. Dengan beberapa pilihan cara menentukan awal bulan, Muhammadiyah sepakat menggunakan metode hisab wujudul hilal. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap fokus pada ibadah yang harus kita tingkatkan di bulan Ramadan nanti. Gimana, setuju? Saksikan selengkapnya di Youtube Muhammadiyah Channel! ___ Twitter: muhammadiyah Fanspage: Persyarikatan Muhammadiyah IG: Lensamu Tiktok: Lensamu Youtube: Muhammadiyah Channel Website: © Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah #Muhammadiyah #Ramadan1445H #IslamBerkemajuan
Muhammadiyah165,250 Aufrufe • vor 2 Jahren

CATAT❗ INILAH AMALAN DI BULAN SYA'BAN YANG BUKAN AJARAN ISLAM, TAPI BANYAK DILAKUKAN OLEH MUSLIM ❗❗❗ ______ Twitter: muhammadiyah Fanspage: Persyarikatan Muhammadiyah IG: Lensamu Tiktok: Lensamu Youtube: Muhammadiyah Channel Website: © Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah #Muhammadiyah #bulanSyaban
Muhammadiyah88,771 Aufrufe • vor 1 Jahr

Apa bisa hilal di Amerika dianggap hilal untuk orang Indonesia yang bulannya masih dibawah ufuk? Simak penjelasannya sampai akhir, dan simak berbagai pembahasan lainnya terkait KHGT di Lensamu Podcast Episode "Satu Hilal Untuk Seluruh Dunia: Membaca Ulang Gagasan KHGT" 🔴 #Muhammadiyah
Muhammadiyah26,933 Aufrufe • vor 3 Monaten

Pengumuman Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 H. Penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 H dilakukan berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajidid Muhammadiyah. #Muhammadiyah #Ramadan #Syawal #Zulhijah
Muhammadiyah80,418 Aufrufe • vor 1 Jahr

Ibu berjuang dalam diam, kita menghormatinya dengan bakti❤️ #HariIbu #Muhammadiyah
Muhammadiyah32,549 Aufrufe • vor 5 Monaten

Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali distribusikan bantuan Ramadan untuk masyarakat Palestina, melalui MuhammadiyahAID dan LazisMu. Dijelaskan Yayah Khisbiyah, Ketua Muhammadiyah Aid (MuAID) penyaluran bantuan dilakukan bekerjasama dengan mitra NGO lokal Palestina Witness-Shahid Center for Citizen Rights and Social Development. Total 850 paket telah disiapkan, terdiri dari 350 paket sembako dan 500 paket iftar siap saji akan dibagikan kepada masyarakat Palestina di beberapa titik diantaranya Al-Mawasi (Gaza) serta kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara (Jenin, Tulkarm, Nur Shams, Balata, dan Al-Ain). Baca selengkapnya di #Muhammadiyah
Muhammadiyah18,917 Aufrufe • vor 2 Monaten

Tanggapan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengenai Bagaimana Semestinya DPR Bertindak untuk Kepentingan Rakyat❗❗❗ _________ Twitter: muhammadiyah Fanspage: Persyarikatan Muhammadiyah IG: Lensamu Tiktok: Lensamu Youtube: Muhammadiyah Channel Website: © Media dan Komunikasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah #Muhammadiyah #KawalKeputusanMK #MahkamahKonstitusi #DPR
Muhammadiyah75,032 Aufrufe • vor 1 Jahr

Sob, 🥹Muhammadiyah saat ini sampai di milad yang ke-113. Tak ada kata lain selain terima kasih yang bisa terbalas. Selanjutnya, mari terus bergandengan tangan untuk memajukan kesejahteraan bangsa dengan ikhlas❤️ Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah🥹❤️ Apa yang mau kamu sampaikan untuk Muhammadiyah tercinta ini Sob? Tulis di kolom komentar ya Sob🫶🏼 #Muhammadiyah #Milad113Muhammadiyah #MemajukanKesejahteraanBangsa
Muhammadiyah24,448 Aufrufe • vor 6 Monaten