Nat & Ver's banner
Nat & Ver's profile picture

Nat & Ver

@NarasiVisual • 7,515 subscribers

🌏 Bahas dunia yang kompleks lewat narasi simple 🙋🏻‍♀️ Bareng duo arsitek Ver si Ibu Kost Gen-Z 👨🏻‍💻 dan Nat si $Freelancer 500+ projects

Shorts

“Kak, aku mau mulai freelance/remote work tapi gak punya pengalaman. Portofolio masih 0. Gimana dong?” 🥺 Aman kok, tenang aja. Solusinya → bikin DUMMY PROJECT, alias proyek fiktif. “Loh emang gapapa?” Gapapa banget. Kebanyakan klien itu gak peduli proyek yang kamu buat itu dari siapa. Mereka lebih peduli sama KUALITAS KERJAAN kamu. “Terus, cari dummy project di mana kak?” Sini kubagi PROMPT AI gratis buat bikin klien fiktif yang siap kasih kamu proyek latihan! A thread 🧵 by Narasi Visual

“Kak, aku mau mulai freelance/remote work tapi gak punya pengalaman. Portofolio masih 0. Gimana dong?” 🥺 Aman kok, tenang aja. Solusinya → bikin DUMMY PROJECT, alias proyek fiktif. “Loh emang gapapa?” Gapapa banget. Kebanyakan klien itu gak peduli proyek yang kamu buat itu dari siapa. Mereka lebih peduli sama KUALITAS KERJAAN kamu. “Terus, cari dummy project di mana kak?” Sini kubagi PROMPT AI gratis buat bikin klien fiktif yang siap kasih kamu proyek latihan! A thread 🧵 by Narasi Visual

78,397 Aufrufe

Halo, namaku Nat 👋 Freelancer dengan 7 tahun pengalaman handle 500+ projects dari 40+ negara dan revenue miliaran. Menurutku banyak pemula yang gagal bukan karena ilmunya kurang, melainkan karena SALAH ALAMAT pilih platform. Hari ini aku bedah beberapa platform pilihanku buat kamu coba di 2026 ini. A thread 🧵 by Narasi Visual

Halo, namaku Nat 👋 Freelancer dengan 7 tahun pengalaman handle 500+ projects dari 40+ negara dan revenue miliaran. Menurutku banyak pemula yang gagal bukan karena ilmunya kurang, melainkan karena SALAH ALAMAT pilih platform. Hari ini aku bedah beberapa platform pilihanku buat kamu coba di 2026 ini. A thread 🧵 by Narasi Visual

42,659 Aufrufe

Jujurly, tanpa ngeliat segala statistik, udah kerasa banget sih 🇻🇳 Vietnam lari sementara kita jalan di tempat. Kemaren kami baru aja jalan2 10 hari ke Ho Chi Minh + Phu Quoc dan nyaksiin langsung pertumbuhan ekonomi Vietnam yg bikin kita sebagai WNI iri banget. Sekalian deh kubikinin apa yg kami rasakan selama explore Vietnam jadi threads singkat 🧵 sekalian video dump, supaya temen2 pada kebayang: Semaju apa sih ekonomi Vietnam?

Jujurly, tanpa ngeliat segala statistik, udah kerasa banget sih 🇻🇳 Vietnam lari sementara kita jalan di tempat. Kemaren kami baru aja jalan2 10 hari ke Ho Chi Minh + Phu Quoc dan nyaksiin langsung pertumbuhan ekonomi Vietnam yg bikin kita sebagai WNI iri banget. Sekalian deh kubikinin apa yg kami rasakan selama explore Vietnam jadi threads singkat 🧵 sekalian video dump, supaya temen2 pada kebayang: Semaju apa sih ekonomi Vietnam?

382,721 Aufrufe

Sebenarnya menurutku yang jadi masalah bukan sekedar naik-turunnya. Banyak kota padat seperti Bangkok, Singapura, sampai Tokyo juga punya banyak jembatan buat pejalan kaki. Yang paling bikin beda di kota-kota itu, jembatannya nyambung dari gedung ke gedung. Sekali naik, kamu bisa jalan jauh dalam satu level tanpa turun lagi. Kami pernah jalan dari Stasiun MRT Jurong East → tembus ke kantor → rumah sakit → sampai ke mall. Tanpa naik turun, tanpa nyasar padahal cuma modal Maps. Bangkok juga punya Ratchaphrasong Skywalk yang menghubungkan beberapa pusat perbelanjaan sekaligus. Di Jabodetabek kebalikannya. Tiap gedung berdiri sendiri dan lahannya tersegregasi. Naik jembatan dari trotoar, turunnya juga di trotoar lagi. Cari pintu masuk khusus pejalan kaki aja kadang bingung. Yang disambut selalu mobil. Dari sini kita bisa menyimpulkan: Mana kota yang dirancang untuk warganya? Mana kota yang dirancang untuk keuntungan developer? #BahasDesain

Sebenarnya menurutku yang jadi masalah bukan sekedar naik-turunnya. Banyak kota padat seperti Bangkok, Singapura, sampai Tokyo juga punya banyak jembatan buat pejalan kaki. Yang paling bikin beda di kota-kota itu, jembatannya nyambung dari gedung ke gedung. Sekali naik, kamu bisa jalan jauh dalam satu level tanpa turun lagi. Kami pernah jalan dari Stasiun MRT Jurong East → tembus ke kantor → rumah sakit → sampai ke mall. Tanpa naik turun, tanpa nyasar padahal cuma modal Maps. Bangkok juga punya Ratchaphrasong Skywalk yang menghubungkan beberapa pusat perbelanjaan sekaligus. Di Jabodetabek kebalikannya. Tiap gedung berdiri sendiri dan lahannya tersegregasi. Naik jembatan dari trotoar, turunnya juga di trotoar lagi. Cari pintu masuk khusus pejalan kaki aja kadang bingung. Yang disambut selalu mobil. Dari sini kita bisa menyimpulkan: Mana kota yang dirancang untuk warganya? Mana kota yang dirancang untuk keuntungan developer? #BahasDesain

75,240 Aufrufe

Jadi gini ya kawan-kawan: Kalau kamu mau mulai remote work/freelance, yang dibutuhkan itu BUKAN kelas, melainkan cari PELUANG. Cukup tahu SKILL apa yang kamu punya dan PLATFORM apa yang bisa nyambungin kamu ke pasar global. Udah, gitu aja! “Tapi kak, aku beneran bingung… 🥺” Yaudah deh, kalau masih gak yakin, aku spill prompt buat cari skill terbaik plus nentuin platform yang cocok buat jasa kamu. Biar mentor AI gratis yang wawancara kamu sampai ketemu yang pas. A thread 🧵 by Narasi Visual

Jadi gini ya kawan-kawan: Kalau kamu mau mulai remote work/freelance, yang dibutuhkan itu BUKAN kelas, melainkan cari PELUANG. Cukup tahu SKILL apa yang kamu punya dan PLATFORM apa yang bisa nyambungin kamu ke pasar global. Udah, gitu aja! “Tapi kak, aku beneran bingung… 🥺” Yaudah deh, kalau masih gak yakin, aku spill prompt buat cari skill terbaik plus nentuin platform yang cocok buat jasa kamu. Biar mentor AI gratis yang wawancara kamu sampai ketemu yang pas. A thread 🧵 by Narasi Visual

21,166 Aufrufe

Pas ke Tokyo kemarin, teman kami yang tinggal di sana udah wanti-wanti duluan: DILARANG KERAS berbicara dalam kereta. Ya walaupun gak seekstrim itu juga (masih ada 1-2 orang yang ngobrol walau gak ribut), pengguna kereta di Tokyo memang benar-benar menjaga ketenangan. HP pun wajib silent mode. Tapi senyap bukan berarti gak ngapa-ngapain. Ada berbagai macam aktivitas yang dilakukan warga Tokyo dalam kereta, di antaranya: - Main HP (ini yang paling umum) Tapi jangan salah, dibanding main game atau nonton anime, kebanyakan lebih suka baca berita, chatting, dan scrolling medsos berbasis teks seperti X/Twitter. Jepang pasar user X terbesar kedua di dunia dengan 70 juta pengguna. Di kehidupan nyata diam, di timeline ribut. - Baca Buku Uniknya, banyak orang Jepang yang suka baca buku yang disampul polos. Tujuannya untuk privasi supaya judul bukunya gak dilirik orang asing. Banyak toko buku di Jepang menyediakan jasa sampul buku gratis. - Tidur Lucunya, kamu gak akan dianggap malas kalau memejamkan mata dalam kereta, malah kadang dianggap rajin dan telah bekerja keras sampai kecapekan. Istilahnya “Inemuri”. Budaya ini gak selalu sama di semua kota Jepang. Misalnya, di Osaka orang cenderung bebas bicara dalam kereta. Akarnya sama seperti alasan kenapa warga Jepang rela nenteng sampah sendiri atau gak ngambil barang orang lain yang jatuh di jalan: Tanggung jawab terhadap komunitas Mereka gak berisik dalam kereta bukan sekedar karena kaku atau pendiam. Diam itu merupakan cara halus buat menyampaikan bahwa “aku sadar ada orang lain di sekeliling yang gak boleh diganggu.” Satu hal lagi: Kabarnya, warga Jepang mulai risih sama turis asing yang berisik di kereta. Bahkan di survei resmi 2025, ngobrol terlalu kencang jadi keluhan nomor satu soal turis asing. Jadi berikutnya kamu berkesempatan pergi ke Tokyo, pastikan untuk memahami dulu budayanya ya!

Pas ke Tokyo kemarin, teman kami yang tinggal di sana udah wanti-wanti duluan: DILARANG KERAS berbicara dalam kereta. Ya walaupun gak seekstrim itu juga (masih ada 1-2 orang yang ngobrol walau gak ribut), pengguna kereta di Tokyo memang benar-benar menjaga ketenangan. HP pun wajib silent mode. Tapi senyap bukan berarti gak ngapa-ngapain. Ada berbagai macam aktivitas yang dilakukan warga Tokyo dalam kereta, di antaranya: - Main HP (ini yang paling umum) Tapi jangan salah, dibanding main game atau nonton anime, kebanyakan lebih suka baca berita, chatting, dan scrolling medsos berbasis teks seperti X/Twitter. Jepang pasar user X terbesar kedua di dunia dengan 70 juta pengguna. Di kehidupan nyata diam, di timeline ribut. - Baca Buku Uniknya, banyak orang Jepang yang suka baca buku yang disampul polos. Tujuannya untuk privasi supaya judul bukunya gak dilirik orang asing. Banyak toko buku di Jepang menyediakan jasa sampul buku gratis. - Tidur Lucunya, kamu gak akan dianggap malas kalau memejamkan mata dalam kereta, malah kadang dianggap rajin dan telah bekerja keras sampai kecapekan. Istilahnya “Inemuri”. Budaya ini gak selalu sama di semua kota Jepang. Misalnya, di Osaka orang cenderung bebas bicara dalam kereta. Akarnya sama seperti alasan kenapa warga Jepang rela nenteng sampah sendiri atau gak ngambil barang orang lain yang jatuh di jalan: Tanggung jawab terhadap komunitas Mereka gak berisik dalam kereta bukan sekedar karena kaku atau pendiam. Diam itu merupakan cara halus buat menyampaikan bahwa “aku sadar ada orang lain di sekeliling yang gak boleh diganggu.” Satu hal lagi: Kabarnya, warga Jepang mulai risih sama turis asing yang berisik di kereta. Bahkan di survei resmi 2025, ngobrol terlalu kencang jadi keluhan nomor satu soal turis asing. Jadi berikutnya kamu berkesempatan pergi ke Tokyo, pastikan untuk memahami dulu budayanya ya!

23,688 Aufrufe

Videos

NarasiVisual's profile picture

Pas ke Tokyo kemarin, teman kami yang tinggal di sana udah wanti-wanti duluan: DILARANG KERAS berbicara dalam kereta. Ya walaupun gak seekstrim itu juga (masih ada 1-2 orang yang ngobrol walau gak ribut), pengguna kereta di Tokyo memang benar-benar menjaga ketenangan. HP pun wajib silent mode. Tapi senyap bukan berarti gak ngapa-ngapain. Ada berbagai macam aktivitas yang dilakukan warga Tokyo dalam kereta, di antaranya: - Main HP (ini yang paling umum) Tapi jangan salah, dibanding main game atau nonton anime, kebanyakan lebih suka baca berita, chatting, dan scrolling medsos berbasis teks seperti X/Twitter. Jepang pasar user X terbesar kedua di dunia dengan 70 juta pengguna. Di kehidupan nyata diam, di timeline ribut. - Baca Buku Uniknya, banyak orang Jepang yang suka baca buku yang disampul polos. Tujuannya untuk privasi supaya judul bukunya gak dilirik orang asing. Banyak toko buku di Jepang menyediakan jasa sampul buku gratis. - Tidur Lucunya, kamu gak akan dianggap malas kalau memejamkan mata dalam kereta, malah kadang dianggap rajin dan telah bekerja keras sampai kecapekan. Istilahnya “Inemuri”. Budaya ini gak selalu sama di semua kota Jepang. Misalnya, di Osaka orang cenderung bebas bicara dalam kereta. Akarnya sama seperti alasan kenapa warga Jepang rela nenteng sampah sendiri atau gak ngambil barang orang lain yang jatuh di jalan: Tanggung jawab terhadap komunitas Mereka gak berisik dalam kereta bukan sekedar karena kaku atau pendiam. Diam itu merupakan cara halus buat menyampaikan bahwa “aku sadar ada orang lain di sekeliling yang gak boleh diganggu.” Satu hal lagi: Kabarnya, warga Jepang mulai risih sama turis asing yang berisik di kereta. Bahkan di survei resmi 2025, ngobrol terlalu kencang jadi keluhan nomor satu soal turis asing. Jadi berikutnya kamu berkesempatan pergi ke Tokyo, pastikan untuk memahami dulu budayanya ya!

Nat & Ver

23,688 Aufrufe • vor 1 Monat

Keine weiteren Inhalte verfügbar