
OhKinantan!
@okinantan • 1,321 subscribers
•Bahagia bukan tujuan aku, tapi mengiringi aku• #Bersyukur
Videos

Arkhan !!!! Berterimakasihla pada Arhan!!!!!!!! Aaaakkkkkk 😭😭😭😭😭😭
OhKinantan!199,945 views • 2 years ago

Statementmu ini yg memperumit keadaan, playing victim! Ini pak Ted ngomong di H+23, kalau ucapanmu ini di H+3 tp dinyinyirin masih bisa diterima dan dibela. Seka iler mu di tepi bibir, jijik. Paragraf penutup analogi yg kubuat menggambarkan apa yg kalian sajikan ke publik Ini aku beli centang biru biar counter narasi ibukotamu yg penuh dgn ABS, bagiku langkah bijak utk protes kebijakan dan tingkah polah kalian yg menyoroti kawasan bencana dr menara gading. Inilah sikap paling bijak saat ini untuk bantu SELURUH korban terdampak, bukan sebagian. Ego mas Prabs mu yg bikin ini makin rumit, clear ya kalian gk berhasil bikin ini melandai masih banyak korban yg menjalani hidup di bawah standar. Udah tiga pekan lebih. Hingga sore ini temanku bawa bantuan dari organisasi tidak berhasil tembus ke daerah yg dituju karena terisolir. Dan itu satu titik ya yaitu Tamiang, belum lg Aceh Tengah, Gayo, Nagan, Pijay dan lainnya. (video terakhir Ferry Irwandi lebih komprehensif). Video satu lagi dari komunitas teman ku tembus daerah yg masih ada buayanya, terpaksa diakses krn darat masih putus. Ketika H+5 sorot utama fokus di Tapteng sementara Tamiang tak tersentuh. Begitu jg H+16 semua mata ke Tamiang namun pemberitaan ttg Takengon masih minim (AHY H+6 udah ke sana tp hanya bisa cover bbrp posko saja, efek kunjungannya tdk booming dan fenomena warga jalan kaki berkilometer belum massif terjadi dan belum terekspos). Maka, tervalidasi kali ini Presiden dan kakitangan nya dinobatkan terburuk dalam menangani bencana pasca reformasi. Padahal zamannya teknologi lebih canggih ketimbang pendahulu2nya. Andai H+2 (Jumat) Kepala BNPB mengatakan yg sebenarnya ttg beratnya kondisi lapangan beserta nauzubillah nya skala dampak siklon #Senyar tentu penetapan status #BencanaNasional jd hal yg rasional. Namun gk abis pikir kita sekaliber jenderal gk tau rasio, malah blunder bilang hanya mencekam di sosmed. Jangan menihilkan protes, relawan punya keterbatasan di lapangan. Ada yg pulang dr sana sebagian kecil sakit dan lelah fisik namun sebagian besar lelah psikis krn gk nyangka kawasan yg diabaikan masih sebanyak itu ditambah ucapan para pejabat yg bikin miris mengiris hati. Relawan murni swadaya sendiri2, inisiatif masing-masing, BERDIKARI serta minim info, yg diharap alat negara bisa dimanfaatkan pemerintah malah sebaliknya yg terjadi. Relawan yg bantu pemerintah, bukan pemerintah yg fasilitasi relawan. Kalau dikatakan upaya pemerintah sudah maksimal namun hasilnya masih begini ya artinya butuh bantuan asing! Minimal tetangga terdekat! Contoh ya pak Ted, anandamu punya PR berjumlah 10 mata pelajaran dari sekolahnya namun anandamu hanya mampu kerjakan 4 dari 10. Dibilang gk ngerjain PR kan gk tepat, tp apa 6 sisanya dianggap selesai? Kan tidak, itu nyawa manusia yg dipertaruhkan! Balik ke analogi, apa PR itu gk ada tenggang waktu? Ini yg terjadi, kalian buat H+1 dengan H+5 itu tidak berbeda. Apa pantas PR anandamu di kelas 1 dikumpulkannya di kelas 5?. Udah la gagal maksimal di fase kritis H+0 hingga H+4, fase pemulihan pun tidak serentak. Seolah Tapteng dengan Tamiang berada pada dimensi berbeda. Berikut jg usul temanku yg Medan-Tamiang udah 2x seminggu, perahu karet untuk jembatan yg putus!! Mohon teman2 giatkan lagi donasi, bencana kali ini next level. Semoga diperluas rezeki materi dan imateri kita, pemerintah kita menyedihkan dan bikin malu di mata internasional.
OhKinantan!29,716 views • 9 months ago
No more content to load