
Tigor Siagian, CFA, FRM
@tigorsiagian • 47,716 subscribers
Director | Board Member | Writer #GibahInvestasi at https://t.co/RNei5RneKY | MCom in Finance | CFA Charterholder | Certified FRM. IG: @tigorsiagian
Shorts
Videos

Saya percaya bahwa investing is simple but not easy. Simple dan easy berbeda, namun banyak orang mencampuradukan keduanya. Salah satu yang membuat investasi itu sederhana namun sekaligus tidak mudah adalah mengenai pengetahuan bagaimana menggunakan prinsip compounding. Agar optimal, compounding itu tidak boleh diinterupsi di tengah jalan, dibantu oleh waktu serta return yang konsisten. Return yang konsisten hanya dapat diberikan oleh aset yang bersifat kontraktual seperti obligasi. Obligasi negara lebih jauh memberikan kepastian akan kontraktual dari return tersebut. Selain itu yang harus diingat bahwa prinsip compounding itu bersifat simetris dua arah: positif & negatif. Kalau imbal hasil yang positif maka itu yang disebut dengan miracle of compounding return. Sementara yang negatif biasanya berasal dari biaya investasi, disebut tyranny of compounding cost. Karena itu percuma kalau investasi di instrumen yang memberikan return konsisten dan aman, namun digerogoti oleh “bocor alus” biaya yang dalam jangka panjang juga menggulung dan mengurangi secara signifikan return bersih yang diterima investor. Salah satu instrumen yang bisa diandalkan & memenuhi aspek-aspek tersebut adalah Reksa Dana Asian Bond Fund (ABF)Indonesian Bond Index Fund yang biasa disingkat ABF IBI Fund. Beberapa waktu lalu saya menjadi tamu dalam podcast Bibit bersama Mbak Vivi Handoyo Lie, CFA Head of Investment di Bibit/Stockbit, yang juga fellow CFA charterholder membicarakan ABF IBI Fund ini. Di episode ini selain membahas mengenai sejarah dan fitur ABF kami juga mendiskusikan hal-hal fundamental dalam investasi yang sering dilupakan investor, terutama investor individual retail. Detail mengenai apa yang kami bahas silahkan disimak di kanal Youtube Bibit.
Tigor Siagian, CFA, FRM20,000 views • 8 months ago
No more content to load