
Suara Dalam Diam
@tuturhening • 2,374 subscribers
Untuk kamu yang pernah bingung arah pulang. Mari duduk sebentar. Kita dengarkan suara dalam diam.
Shorts
Videos

Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk penetapan awal Ramadhan pada Jumat, 28 Februari 2025. Sidang ini akan mempertimbangkan hasil rukyat hilal dan hisab untuk menentukan tanggal resmi dimulainya puasa. Dengan demikian, terdapat kemungkinan bahwa awal Ramadhan versi pemerintah dan Muhammadiyah akan bersamaan pada 1 Maret 2025. Namun, kepastian resmi dari pemerintah akan diumumkan setelah sidang isbat tersebut. #ramadhan2025 #ramadhan1445 #ramadhan #puasa
Suara Dalam Diam367,611 görüntüleme • 1 yıl önce

Menikah dengan Pria Berdasarkan Pekerjaannya: Siap Hadapi Konsekuensinya? 1️⃣ Pebisnis 💼 Potensi finansial besar. Waktu lebih banyak untuk bisnis, bukan kamu. 2️⃣ Pegawai Negeri 🏢 Stabil, tunjangan oke. Bisa monoton, naik gaji lambat. 3️⃣ Seniman/Freelancer 🎨 Kreatif, hidup penuh warna. Penghasilan naik turun, butuh ekstra pengertian. 4️⃣ Dokter 🏥 Pekerjaan mulia, finansial terjamin. Waktu banyak di rumah sakit, siap jadi “istri mandiri”? 5️⃣ Tentara/Polisi 🎖️ Disiplin, rasa aman tinggi. Risiko tinggi, sering tugas jauh. 6️⃣ Programmer 💻 Kerja bisa dari mana saja, gaji oke. Sering “nikah” sama laptop duluan. 7️⃣ Chef 👨🍳 Jago masak, hidup enak. Pulang larut, weekend tetap kerja. Menikah itu bukan soal profesinya, tapi kesiapanmu menghadapi konsekuensinya. Siap? 🤔💍
Suara Dalam Diam61,892 görüntüleme • 1 yıl önce

Guys! Lagi rame nih di platform sebelah. Saling debat dengan topik yang menurutku sangat menarik. Coba coba, kalian tim yang mana? "Hanya Donatur yang Boleh Mengatur dalam Hubungan: Romantis atau Transaksional?" Dalam dunia percintaan, muncul perdebatan panas: jika satu pihak yang lebih banyak membiayai, apakah dia otomatis berhak mengatur hubungan? Sebagian bilang itu hal wajar, lainnya menyebutnya sebagai hubungan transaksional yang merusak esensi cinta sejati. Jadi, apakah cinta bisa diukur dengan uang? Pro: Yang Bayar, yang Berkuasa 1. Investasi Harus Dihargai – Jika satu pihak sudah keluar uang banyak, wajar jika dia mengharapkan hubungan berjalan sesuai standarnya. 2. Minim Drama, Maksimal Efisiensi – Ketika yang membiayai punya kendali lebih, keputusan bisa lebih cepat tanpa perdebatan yang membuang waktu. 3. Bukti Komitmen Nyata – Mengeluarkan uang untuk pasangan dianggap bentuk keseriusan. Jika yang menerima manfaat tak mau mengikuti aturan, bukankah itu tanda kurangnya rasa terima kasih? Kontra: Cinta Bukan Perusahaan 1. Hubungan Bukan Kontrak Bisnis – Jika cinta didasarkan pada siapa yang keluar uang lebih banyak, maka hubungan itu hanya sebatas transaksi, bukan ikatan emosional yang sejati. 2. Kontrol Berlebihan Bisa Beracun – Menganggap diri sebagai ‘pemegang saham utama’ dalam hubungan sering kali menjadi pintu masuk ke dalam toxic relationship. 3. Ketergantungan Finansial Bukan Alasan untuk Diam – Hanya karena seseorang dibiayai, bukan berarti dia kehilangan hak untuk bersuara atau memiliki kehendak sendiri. Kesimpulan: Cinta atau Kontrak Finansial? Jika dalam hubungan hanya yang membayar yang berhak mengatur, maka kita sedang menuju hubungan berbasis kuasa ekonomi, bukan cinta sejati. Tapi di sisi lain, siapa pun yang menikmati fasilitas harus siap dengan konsekuensinya. Jadi, apakah kamu lebih suka hubungan yang setara atau yang dikendalikan oleh yang punya dompet tebal?
Suara Dalam Diam30,059 görüntüleme • 1 yıl önce
Daha fazla içerik yok.