
Video & Arsip Sejarah
@VideoSejarah • 188,381 subscribers
Time capsule
Shorts
Videos

12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak mati di kampus mereka saat melakukan demonstrasi menuntut reformasi. Tragedi Trisakti ini menyulut gelombang kerusuhan Mei 1998. Sembilan hari kemudian Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya. 📽️ BBC
Video & Arsip Sejarah2,151,121 views • 1 month ago

Pagi 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya. Euforia menyelimuti rakyat yang akhirnya akan memiliki pemimpin baru setelah 32 tahun. Namun, demonstran masih tidak puas karena penggantinya adalah B. J. Habibie yang dekat dengan Soeharto. 📽️ ITN
Video & Arsip Sejarah1,190,811 views • 1 month ago

Pada pertengahan Februari 1966, Ratna Sari Dewi diwawancarai di kolam renang hotel tempat ia berlibur di Perancis. Dewi membantah rumor bahwa Presiden Soekarno akan mencari suaka ke luar negeri, menyusul posisi politiknya yang kian terdesak pasca G30S.
Video & Arsip Sejarah598,991 views • 2 months ago

13 Mei 1998, kerusuhan mulai pecah di Jakarta, dan memuncak esok harinya. Penjarahan, pembakaran, perusakan, dan penyerangan terjadi di mana-mana. Presiden Soeharto yang berada di Mesir mempercepat kepulangannya. Ia tiba di Jakarta pada 15 Mei, disambut kota yang terbakar.
Video & Arsip Sejarah338,540 views • 1 month ago
2:28
Sensitive content
This media may contain sensitive content.

Salah satu kritik dalam kerusuhan Mei 1998 adalah lambatnya respon ABRI. Pada puncak kerusuhan tanggal 14, Panglima ABRI Wiranto malah membawa pejabatnya berangkat ke Malang untuk upacara. Setelah Presiden Soeharto pulang dari Mesir, barulah ABRI bergerak memadamkan kerusuhan. Seolah ada pembiaran kerusuhan sebagai prakondisi untuk memaksa mundurnya Soeharto. TGPF menyebutkan bahwa kerusuhan tidak terjadi secara spontan, melainkan ada provokator yang datang dengan truk, memicu massa untuk menjarah atau membakar, lalu menghilang begitu saja. Saksi mata di beberapa mal yang terbakar melaporkan melihat pria-pria berambut cepak, berbadan tegap, dan menggunakan sepatu bot militer yang memandu massa untuk menjebol pintu mal atau menyiramkan bensin. Seperti tragedi di Plaza Sentral Klender yang menewaskan ratusan orang, saat mereka masuk dan menjarah, mal dibakar dan dikunci dari luar. Para pemimpin militer yang bersaing saat itu, yaitu Panglima ABRI Wiranto dan Panglima Kostrad Prabowo Subianto sama-sama membantah bahwa mereka merencanakan atau membiarkan kerusuhan.
Video & Arsip Sejarah190,977 views • 1 month ago

Begitu mendengar kabar wafatnya Bung Karno lewat radio, masyarakat berbondong-bondong mendatangi Wisma Yaso tempat jenazah disemayamkan. Karena saking banyaknya massa, aparat keamanan akhirnya membolehkan masuk bergantian untuk melihat jenazah Bung Karno selama beberapa detik.
Video & Arsip Sejarah47,889 views • 17 days ago

Senin pagi 22 Juni 1970, jenazah Soekarno diberangkatkan dari Wisma Yaso menuju Blitar. Jenazah dibawa ke Halim lalu diterbangkan ke Malang, dilanjutkan dengan perjalanan darat ke Blitar. Lautan manusia tumpah ke jalan menyambut iring-iringan mobil jenazah sang proklamator.
Video & Arsip Sejarah38,326 views • 16 days ago

Sekitar 100 ribu orang memadati Stadion Utama GBK di Jakarta pada 1968. Mereka antusias ingin menyaksikan pertarungan gladiator manusia melawan singa, pertama di Indonesia. Sang gladiator, Bandot Lahardo, adalah seorang pegulat dan pemain sirkus yang sudah berpengalaman.
Video & Arsip Sejarah1,882,293 views • 2 years ago

Kehidupan warga yang mencari peruntungan di Jakarta tahun 1971. Umumnya berasal dari daerah-daerah di Jawa, berangkat ke Jakarta tanpa hunian, pendidikan, dan pekerjaan. Arus balik lebaran biasanya menjadi momentum kedatangan mereka bersama kerabatnya.
Video & Arsip Sejarah1,601,956 views • 3 years ago

21 Juni 1970, Soekarno wafat. Ia wafat saat dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Video ini memperlihatkan saat jenazah Soekarno dipindahkan dari rumah sakit ke Wisma Yaso yang merupakan kediaman Ratna Sari Dewi.
Video & Arsip Sejarah1,233,311 views • 3 years ago

Gubernur Jakarta Ali Sadikin memeriksa KTP warga pada 1971. Bang Ali menetapkan Jakarta sebagai kota tertutup dengan melarang orang-orang dari luar daerah yang tidak memiliki pekerjaan menetap di Jakarta. Peraturan ini gagal karena marak pemalsuan KTP.
Video & Arsip Sejarah1,267,195 views • 3 years ago