Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨's banner
Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨's profile picture

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

@WeKa_Ronin6,575 subscribers

System Analyst Eight division

Videos

WeKa_Ronin's profile picture

Sungguh sebuah orasi yang sangat visioner, tajam, dan... berhasil menembak kaki sendiri dengan akurasi 100%. Teruslah omon... ​Rapor Merah yang Ditulis Sendiri ​Sungguh sebuah momen epic comeback terbaik abad ini 🤣 Kita harus berterima kasih atas kejujuran tanpa tedeng aling-aling dari podium itu. Jarang-jarang ada pemimpin yang begitu visioner sampai-sampai bisa MERAMALKAN KEGAGALANNYA sendiri secara PRESISI sebelum datanya dirilis oleh Bank Dunia 🤣🤣🤣 ​Ketika beliau berapi-api MENUDING bahwa "kemiskinan terjadi karena PEMIMPIN yang GOBLOK, tidak handal, dan tidak kuat menghadapi intervensi asing," kita mengira beliau sedang mengritik VOC atau penjajah abad ke-17 🤣 Ternyata, itu adalah sesi refleksi diri dan pembacaan sinopsis untuk masa pemerintahannya sendiri. Sebuah pidato yang melompati sekat waktu! 😱🤣 ​Prestasi 194 Juta Jiwa: Di bawah kepemimpinan yang katanya handal, kita sukses mendaftarkan 68,2% populasi negara ini ke dalam klub elit "Miskin Internasional" versi standar terbaru US$ 8,30 per hari. Naik kelas? Jelas tidak. Ini namanya memperluas wilayah kekuasaan... kekuasaan kemiskinan, maksudnya 🤣🤣🤣 sampai ke anak-cucu... ​Melonjak Indah dari 2024: Jika di akhir era sebelumnya kita "cuma" punya 171,8 juta jiwa yang megap-megap di garis rentan, sekarang angkanya MELOMPAT GAGAH seperti Serdadu yang baru Selesai RETRET. Ini bukan sekadar angka, ini adalah bukti nyata dari manajemen SALAH URUS yang konsisten dan berkelanjutan. ​Tapi tolong, jangan panik! Rakyat dilarang miskin secara visual. Mengapa harus pusing memikirkan DAYA BELI riil di akar rumput yang makin amblas, kalau anggaran fiskal kita bisa dialokasikan dengan sangat estetik untuk proyek-proyek kosmetik bergengsi dan belanja impor super mahal? Logikanya sangat tingkat tinggi: perut boleh kosong, otak silakan Bodoh. yang penting belanja luar negeri tetap mentereng agar kita terlihat "baik-baik saja" di mata dunia. Ide yang sangat jenius, bukan? ​Jika kemiskinan adalah cermin dari ketidakbecusan pemimpinnya—seperti yang Anda (prabowo) katakan sendiri di podium itu—maka SELAMAT. Anda tidak perlu repot-repot mencari KAMBING HITAM atau MENYALAHKAN hantu intervensi ASING. RAPOR MERAH itu TIDAK DITULIS oleh OPOSISI, tidak juga DIGUBAH oleh pengamat ASING. Rapor merah itu Anda tanda tangani sendiri dengan tinta emas kebijakan yang salah urus. 😎 ​Terima kasih atas kejujurannya. Setidaknya rakyat sekarang tahu, ketika mereka lapar karena DAYA BELI nya semakin HANCUR, itu terjadi persis seperti teori yang prabowo khotbahkan: karena pemimpinnya memang... ah, sudahlah. 🤣🤣🤣 ​:: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

83,724 görüntüleme • 21 gün önce

WeKa_Ronin's profile picture

Iran Diamond Dome 🤣 Ini adalah bukti nyata dari apa yang kita bahas tadi: Peperangan Elektronik (Electronic Warfare) adalah panggung asli di mana "DNA Intelektual" sebuah bangsa diadu (IQ Level 4 Dunia vs IQ Level 36 dan Level 37 Dunia) 🤣 Saat dunia sibuk menonton narasi rudal dan ledakan di TV, di balik layar sedang terjadi perang "Halusinasi Digital." ​Apa yang terjadi di Selat Hormuz dan wilayah Iran saat ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan demonstrasi kekuatan yang sangat canggih: ​1. Spoofing: Membuat Musuh "Melihat" yang Tidak Ada ​Berbeda dengan jamming (menghilangkan sinyal), spoofing jauh lebih mematikan. Penyerang mengirimkan sinyal GPS palsu yang "lebih kuat" dari sinyal satelit asli. ​Hasilnya? Sistem navigasi kapal atau pesawat percaya mereka ada di koordinat X, padahal aslinya di Y. ​Fenomena "Kapal di Darat" adalah bukti bahwa logika digital mereka telah dibajak. Bayangkan kapal induk atau tanker raksasa merasa mereka sedang berlayar di tengah laut, padahal secara data mereka sudah "menabrak" gunung. Ini menciptakan kekacauan psikologis total bagi navigator. ​2. Mematikan "Mata" Teknologi Barat ​Hampir seluruh alutsista dan sistem logistik Barat (termasuk drone dan rudal presisi) sangat bergantung pada GPS milik AS. Dengan teknik ini, Iran sedang berkata: "Senjata mahalmu tidak berguna jika 'matanya' bisa kami julingkan" 🤣 Pesawat yang terbang zigzag adalah tanda sistem autopilot yang sedang "kebingungan" mencari titik referensi yang benar. ​3. Murah tapi Mematikan ​Ini kembali ke poin saya soal kemandirian. Membangun pesawat siluman butuh triliunan dolar, tapi membangun menara transmisi spoofing jauh lebih murah jika Anda punya IQ dan keahlian teknis. Iran memanfaatkan celah ini untuk menetralisir keunggulan teknologi konvensional musuhnya. Mereka tidak butuh menembak jatuh pesawat jika mereka bisa membuat pesawat itu jatuh sendiri karena salah navigasi. Ga harus Mahal, jika murah efektif mengatasi kecanggihan senjata pembunuh triliunan dollar milik amerika - israel. ​4. Selat Hormuz: Labirin Digital ​Selat Hormuz adalah jalur urat nadi minyak dunia. Dengan mengacaukan GPS di sana, Iran secara de facto memegang kendali atas "asuransi" pelayaran global. Para kapitalis besar dan perusahaan asuransi kapal pasti keringat dingin melihat aset mereka "berputar-putar" di peta. Inilah cara bangsa "Fighter" menekan sistem tanpa harus meletuskan satu peluru pun. ​Fenomena ini membuktikan bahwa di masa depan, "Siapa yang menguasai Spektrum, dialah yang menguasai Ruang." Rakyat mungkin masih asyik "olahraga" di jalanan, sementara di atas kepala mereka, sedang berlangsung perang frekuensi yang menentukan siapa yang sebenarnya berdaulat. ​ini alasan utama mengapa negara-negara besar (AS/Israel) terlihat sangat "berhati-hati" dan tidak sembarangan melakukan serangan terbuka ke Iran, karena mereka tahu "perangkat" mereka bisa dibuat buta dalam sekejap? Hal ini sudah pernah diperingati PUTIN, agar amerika jangan sembarang / berbuat keterlaluan pada Iran... :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

138,922 görüntüleme • 3 ay önce

WeKa_Ronin's profile picture

Apa yang dilakukan Pemerintahan IRAN kepada Rakyatnya termasuk juga bagi Warga Asing di Iran merupakan Konsep Sosialis, dimana NEGARA BERBAGI KEMANKMURAN pada Seluruh Bangsanya sama rata, tidak ada kelasifikasi masyarakat dalam biaya hidupnya Konsep "Berbagi Kemakmuran" di Iran ​Di Iran, negara memegang kendali penuh atas aset strategis (terutama minyak dan gas) dan mendistribusikannya kembali dalam bentuk subsidi harga yang masif. ​Harga Energi Flat: Tidak seperti di negara kapitalis yang menggunakan harga pasar, pemerintah Iran menetapkan harga BBM dan listrik yang sangat murah bagi seluruh warga, tanpa melihat status sosial, karena Rakyat dihormati sebagai PEMILIK KEDAULATAN. Ini adalah upaya untuk memastikan biaya input kehidupan tetap rendah bagi semua orang. ​Subsidi Langsung: Sejak reformasi subsidi tahun 2010, Iran mengganti sebagian subsidi harga dengan transfer tunai langsung kepada hampir seluruh rumah tangga. Tujuannya adalah pemerataan hasil kekayaan alam secara instan. ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi RAKYAT dan BANGSA, Namanya saja NEGARA SOSIAL (Ga heran Kapitalis BENCI pada Pemerintahan SOSIALIS) Beda dengan dinegara Kapitalis, dimana Pemerintahnya PANDAI Cari duit pada Rakyatnya alias Rakyat diasumsikan sebagai PELANGGAN Bukan PEMILIK KEDAULATAN bagi Kemakmuran para Kapitalisnya Stratifikasi dalam Sistem Kapitalis (Targeting) ​Dalam sistem kapitalis atau semi-kapitalis, efisiensi sering kali menjadi alasan untuk melakukan klasifikasi masyarakat: ​Segmentasi Produk: Munculnya pembedaan seperti "LPG 3kg untuk si miskin" sebenarnya adalah cara negara untuk menekan beban fiskal (anggaran). Namun, dampaknya adalah terciptanya stigma sosial dan birokrasi yang rumit (pembatasan BBM per hari, aplikasi tambahan, dll). ​Beban Pajak yang Terbalik: Ada paradoks dalam kapitalisme di mana korporasi besar sering mendapatkan tax holiday atau insentif pajak dengan dalih "trickle-down economics" (menciptakan lapangan kerja). Sementara itu, rakyat jelata justru terbebani oleh pajak konsumsi (seperti PPN) yang sifatnya regresif—makin kecil pendapatan, makin terasa beban pajaknya. BUKTI nya APBN atau Anggaran PEMERINTAH diperoleh dari PAJAK RAKYAT sebesar 83%, sedang Sumbangan Pajak dari para KAPITALIS seperti JURAGAN TAMBANG EMAS, BATU BARA dlsb, HUTAN, dlsb Cuma 7% kalau terjadi BENCANA, Rakyat Harus jadi KORBAN, Kapitalis cukup Ngopi-Ngopi dengan Kepala Negara. ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi KAPITALIS, namanya saja NEGARA KAPITALIS (Ga Heran RAKYAT BENCI pada Pemerintahan KAPITALIS) Semoga bisa dipahami 🙏 😎 :: WeKa ::

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

81,860 görüntüleme • 2 ay önce

WeKa_Ronin's profile picture

Hahahahaha... Sungguh sebuah pertunjukan sirkus logika yang sangat menghibur dari "pakar ekonomi trotoar" di video tersebut! Mari kita nikmati sejenak bagaimana indahnya dunia jika dikendalikan oleh imajinasi liar para pemburu takhta viewers. ​1. Ilusi "Cetak Duit Murah, Cuma 5 Triliun!" ​"Biaya cetak duit itu gampang, guys, murah 5 triliun nggak ada artinya..." 🤣 ​Luar biasa! Menurut logika die, tantangan redenominasi itu hanya masalah ongkos cetak di Perum Peruri. Dia pikir redenominasi itu seperti mengganti desain kaus partai; tinggal cetak, sebar, dan selesai. Die tampaknya lupa—atau memang tidak tahu—bahwa menghapus tiga angka nol di mata uang itu membutuhkan penyesuaian seluruh sistem akuntansi, IT perbankan, perangkat hukum, hingga kalkulasi psikologis inflasi di pasar tradisional. Jika ongkos cetaknya 5 triliun, dampak sistemik dari kekacauan transisinya bisa memakan biaya ratusan triliun jika tidak dimitigasi. Tapi ya sudahlah, mari kita amin kan saja demi kelancaran kontennya 🤣🤣🤣🤣🤣 ​2. Teori Konspirasi "Koruptor Panik Lalu Borong Emas" ​"Para koruptor bakal pusing... mereka terpaksa belanja, beli emas, beli berlian... perekonomian kita meledak!" ​Ini adalah puncak komedi dari video tersebut 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Bayangkan seorang mafia atau koruptor kakap yang memegang uang tunai ribuan triliun di bawah kasur, tiba-tiba panik karena redenominasi, lalu pergi mengantre di toko emas lokal sambil membawa karung 🤣🤣🤣🤣🤣 ​Lalu solusinya apa? "Bikin aturan wajib sertakan NPWP kalau beli emas di atas 10 gram!" 🤣🤣🤣 ​Logika Konstitusi & Hukum Keuangan: Si abang ini sepertinya hidup di ruang hampa. 🤣🤣🤣 Transaksi mencurigakan atau pembatasan uang tunai (Cash Transaction Limit) itu sudah diatur oleh undang-undang dan dipantau oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Koruptor sejati tidak menyimpan uang tunai ribuan triliun di dalam POT BUNGA HAHAHAHAHAHA... untuk ditukarkan ke emas batangan di toko pasar. Mereka menggunakan smurfing, shell companies di negara tax haven, atau pencucian uang lintas batas yang sangat canggih. ​Mengharapkan ekonomi Indonesia "meledak" karena uang haram dari Pot Bunga yang dipaksa keluar untuk beli emas adalah teori ekonomi pasca-apokaliptik yang sangat menggemaskan. 🤣🤣🤣🤣🤣 ​3. Pedagang Kaki Lima Berpenghasilan 4 Miliar per Bulan? 🤣🤣🤣 ​"Gue udah ketemu banyak pelaku pedagang kaki lima, penghasilannya miliaran per bulan... 3 miliar, 4 miliar... duitnya ditaruh di bawah kasur..." ​Mari kita hitung secara kasar. Jika seorang pedagang nasi goreng di trotoar berpenghasilan Rp 4 Miliar per bulan, artinya dalam satu hari mereka harus menghasilkan sekitar Rp 133 Juta. Jika satu porsi nasi goreng dihargai Rp 20.000, maka abang tersebut harus memasak dan menjual 6.650 porsi nasi goreng setiap hari 🤣🤣🤣 ​Itu bukan pedagang kaki lima lagi, itu pabrik manufaktur nasi goreng berskala internasional 🤣🤣🤣 dengan kecepatan menggoreng melampaui kecepatan suara! Dan hebatnya lagi, menurut video tersebut, uang Rp 4 Miliar tunai setiap bulan itu disimpan di bawah kulkas. Kita butuh kulkas sebesar Monas untuk menampung tumpukan uang kertas sebanyak itu setiap tahunnya. Hahahaha... ​jika prabowo dan purbaya percaya orasi ekonom trotoar ini, Arah Negara ini berantakan 🤣🤣🤣 ​Opini & Kesimpulan: ​Orang-orang ini sama sekali tidak paham konstitusi dan hukum moneter. Mereka menyederhanakan masalah inflasi, shadow economy, dan kebijakan makroekonomi menjadi sekadar skenario drama kriminal yang diselesaikan dengan aturan NPWP toko emas. ​SANGAT MEMPRIHATINKAN jika ruang publik kita dibanjiri oleh "influencer keuangan" yang mengedukasi masyarakat menggunakan data yang bersumber dari imajinasi mereka sendiri. Untungnya, Bank Indonesia dan para ekonom waras masih memegang kendali regulasi, sehingga kita tidak perlu melihat antrean koruptor membawa karung uang di toko emas dalam waktu dekat. Hahahahaha... 🤣🤣😎

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

11,772 görüntüleme • 14 gün önce

WeKa_Ronin's profile picture

Putin dah umum kan pula beli minyak dan gas pake yuan... Ini adalah "Serangan Jantung" kedua bagi sistem Petrodollar setelah langkah repatriasi emas Prancis tadi. Jika Prancis menarik fisiknya, maka Putin dan Xi Jinping sedang memutus jalur napas utamanya: Aliran Transaksi. ​"Runtuhnya Dominasi Kertas" yang kita bahas tadi: ​1. Kematian Bertahap Petrodollar ​Sejak tahun 1970-an (setelah Nixon Shock), aturan main dunia sangat sederhana: "Mau beli minyak? Harus punya Dolar." Hal ini memaksa setiap negara di dunia untuk menimbun Dolar agar industri mereka tetap jalan. ​Langkah Putin: Dengan menjual energi dalam Yuan (dan sebelumnya Rubel), Putin secara resmi menyatakan bahwa Dolar bukan lagi "Tiket Masuk" untuk energi global. ​Efek Domino: Jika pembeli minyak terbesar (seperti China) dan penjual energi terbesar (seperti Rusia) sepakat menggunakan Yuan, maka permintaan dunia terhadap Dolar akan merosot tajam. Printer duit Amerika akan mengalami overheating 🤣 karena uang yang mereka cetak tidak lagi lari ke luar negeri, tapi balik ke domestik dan memicu hiperinflasi. ​2. Aliansi Emas vs Kertas (The Gold-Backed Yuan?) ​Ada bisikan kuat di kalangan analis bahwa Yuan yang digunakan Rusia bukan sekadar mata uang fiat biasa, melainkan Yuan yang bisa dikonversi ke Emas (melalui bursa Shanghai). ​Ini menghubungkan titik-titik dengan analisis gue sebelumnya: Jika dunia mulai tidak percaya pada Dolar, mereka akan lari ke mata uang yang "berbau" emas. ​Sementara emas Indonesia masih "tertidur" dengan bunga 2,5% di lembaga seperti Heritage Foundation, Rusia dan China sedang membangun sistem baru yang berbasis Aset Nyata. ​3. Nasib "Heritage" dan Tabungan 2,5% Kita ​Inilah bahayanya bagi Indonesia: ​Jika sistem Dolar kolaps karena aksi Putin ini, maka catatan piutang emas kita (bunga 2,5% tadi) terancam menjadi Angka Digital yang Tidak Bernilai. ​Amerika akan kesulitan membayar "sewa emas" tersebut karena mereka tidak punya komoditas nyata untuk ditukarkan, sementara dunia sudah beralih ke Yuan atau sistem berbasis emas lainnya. ​Kesimpulan: ​Langkah Putin ini adalah "Checkmate" (Skakmat) di papan catur geopolitik. Amerika sekarang terjepit: 🔹️​Prancis menarik emas fisiknya (Kehilangan Cadangan). 🔹️​Rusia membuang Dolar dalam transaksi minyak (Kehilangan Pengguna). 🔹️​Internal AS sibuk dengan polarisasi demokrasi (Kehilangan Stabilitas). ​Lampu Kuning Besar: Hahaha! Benar sekali, kalau elit kita masih sibuk main drama "Cebong-Kadrun", kita akan telat melompat dari kapal yang sedang tenggelam ini. Padahal, kalau kita paham posisi Green Hilton Agreement dan mulai ikut menuntut hak fisik, Indonesia bisa menjadi penentu arah tatanan dunia baru. ​Pertanyaannya: Apakah elit kita sedang "pura-pura tidur" atau memang benar-benar tidak mengerti kalau dunia sudah berubah total per April 2026 ini? Elit Indonesia Hahahaha masih SIBUK URUS MBG yang Baru aja Beli MOTOR LISTRIK HAHAHAHA ​😎

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

26,382 görüntüleme • 2 ay önce

WeKa_Ronin's profile picture

Analisis yang dipaparkan dalam rekaman video tersebut secara historis akurat, makanya saya posting disini. Fenomena ini dikenal sebagai Hebraisasi (Givrut), yaitu kebijakan sistematis untuk mengganti "Nama-Nama Keluarga" DIASPORA (Eropa, Arab, dll.) menjadi nama Ibrani modern. ​Koreksi Fakta Historis: 🔹️​David Ben-Gurion (Nama Asli : David Grün): BENAR. Ia adalah pelopor utama gerakan ini. Ia bahkan mewajibkan para diplomat dan perwira militer Israel untuk menggebraisasi nama mereka agar terlihat sebagai "Yahudi Baru" yang tangguh, bukan Yahudi Eropa yang (menurut pandangan zionis saat itu) "lemah." 🔹️​Keluarga Netanyahu (Nama Asli : Mileikowsky): BENAR. Nathan Mileikowsky (kakek Benjamin) adalah rabi asal Lithuania yang mulai menggunakan nama "Netanyahu" sebagai nama pena sebelum keluarganya meresmikannya. 🔹️​Shimon Peres (Nama Asli : Szymon Perski): BENAR. Lahir di Wiszniew, Polandia (sekarang Belarus). 🔹️​Golda Meir (Nama Asli : Golda Mabovitch): BENAR. Ia mengganti nama "Meyerson" menjadi "Meir" atas desakan Ben-Gurion agar ia memiliki nama Ibrani saat mewakili negara di kancah internasional. Kesimpulan: "Bagaimana mungkin kalian mengaku sebagai pemilik asli rumah yang sudah dihuni orang lain selama 400 tahun, jika nama belakang (Nama Keluarga) kalian saja harus diganti agar tidak terdengar seperti tetangga di Warsawa? Ini bukan kepulangan, ini adalah Rebranding Korporat yang menggunakan agama sebagai departemen pemasarannya. 😎

Wawat Kurniawan (WeKa) 🇲🇨

21,594 görüntüleme • 2 ay önce