
Faizal
@zalkad • 17,126 subscribers
Private Socio-Political Analyst & Strategic Intelligence 9+ Years experience helping decision makers navigate politics & power. ~I write, not copy paste~
Shorts
Videos

Satu lagi watak Prabowo adalah anti-intelektualisme. Dia membangun legitimasi kepemimpinannya dari loyalitas, massa dan kharisma. Bukan kompetensi. Makanya dia gak suka orang berfikir kritis karena mengganggu legitimasi kepemimpinannya. Karena Prabowo menjaga kekuasaannya dengan loyalitas buta. Maka dia perlu menyederhanakan realitas dengan narasi sederhana, yaitu makan siang gratis. Sebaliknya, data dan fakta itu bisa membuyarkan loyalitas. Maka dia memframing kepakaran itu sebagai musuhnya massa. Belajar dari lintasan sejarah ini ciri dari rezim otoritarian.
Faizal75,892 views • 4 days ago

Kekuasaan lagi terganggu dan mulai nyerang NGO Ini lagu lama dan usang. Elite Global, Deep state dan teori konspirasi lain yang masih dipake aja di tahun 2026😅 Ini arahnya mau memframing kalau pihak-pihak yang mengkritisi pemerintah tidak murni berasal dari rakyat, pasti menerima dana asing dan tidak independen yang bertujuan ingin menjatuhkan presiden. ini perspektif yang juga salah, Menerima pendanaan dari luar negeri bukan berarti tidak independen. Yang menentukan independensi adalah bagaimana keputusan diambil, bukan dari mana sumber dananya. Sebagai orang NGO, justru NGO itu pencatatan keuangannya sangat transparan dan terperinci. Kalau logikanya setiap yang menerima dana asing tidak independen, maka banyak lembaga internasional dan bahkan pemerintah yang bekerja sama lintas negara juga harus dianggap tidak independen. Itu jelas tidak tepat. Padahal kehadiran NGO itu adalah salah satu tanda demokratisnya suatu negara. NGO itu adalah wadah masyarakat sipil untuk memperjuangkan hak-haknya. Masyarakat sipil itu yang akan membentuk peradaban suatu bangsa. Silahkan di debat. Sumber IG: @ leveenia
Faizal1,037,156 views • 5 months ago

Pinjem Bibir Sudah menjadi mafhum bahwa elit itu meminjam bibir media. Seperti yang selama ini dilakukan Tempo Bocor Alus, dalam setiap podcastnya kan host selalu menyampaikan "ada narasumber yang tidak ingin disebut namanya menyampaikan kepada kami". Pinjem bibir itu salah satu sumber take and give juga. Selain media di era media sosial ini juga, Influencer, bisa juga LSM, organisasi sampai mahasiswa. Pertanyaan yang lebih menarik, kenapa Jokowi perlu Tempo Bocor Alus? Sumber video: Solo Times
Faizal181,862 views • 1 month ago

PERANG BINTANG? Berawal dari mati lampu yg terjadi di banyak wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir. Kortastipidkor Polri mengusut dugaan korupsi dan TPPU dalam pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah PLTU periode 2018–2026. Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam kontrak, kualitas, kuantitas, hingga aliran dana yang diperkirakan menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar. Dalam pengembangan perkara itu, pada 8 Juli 2026 penyidik menggeledah sebuah kafe di Cipete yang disebut berkaitan dengan Febrie Adriansyah. Dari lokasi tersebut ditemukan sebuah brankas besar yang kini disita untuk kepentingan penyidikan. Hingga saat ini, penyidik belum mengumumkan isi brankas maupun menjelaskan hubungan barang bukti itu dengan konstruksi perkara. Peristiwa ini langsung menyita perhatian karena Febrie bukan sosok biasa. Sebagai Jampidsus di Kejaksaan Agung, ia memimpin pengusutan sejumlah perkara korupsi besar seperti Korupsi BTS 4G Kominfo, Korupsi tata niaga timah, Korupsi tata kelola minyak mentah Pertamina, Korupsi fasilitas ekspor CPO, hingga terakhir kasus pengadaan Chromebook Nadiem Makarim. Karena itu, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada perkara batu bara, tetapi juga pada relasi antarlembaga penegak hukum. Di satu sisi, Polri melalui Kortastipidkor menangani penyidikan ini. Di sisi lain, Kejaksaan Agung di bawah kepemimpinan Jampidsus selama ini justru menjadi ujung tombak pengungkapan korupsi besar. Publik tentu berharap proses hukum berjalan berdasarkan alat bukti, transparan, dan bebas dari pengaruh rivalitas maupun kepentingan politik. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Kita tunggu info selanjut, lagi panas ini… Sumber video: Metro TV
Faizal205,968 views • 2 months ago

Kejadian siang hari tadi, Botok dari AMPB sempat hendak dibawa polisi dari kawasan DPR. Polisi menyebut Botok bukan ditangkap, melainkan didampingi ke Polda Metro Jaya untuk mengurus administrasi kegiatan AMPB. Namun saat hendak masuk mobil polisi, massa mengira Botok akan dibawa. Situasi memanas, massa mengepung mobil polisi dan keberangkatan akhirnya dibatalkan.
Faizal54,974 views • 29 days ago

Kenapa kelas menengah ke atas turut menyumbang aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu. Karena, 1. Aksi gerakan masyarakat dianggap murni dan bisa menyuarakan keresahan yang dirasakan akibat kebijakan. 2. Kelas menengah adalah kelas paling terjepit saat ini. 3. Anggota DPR RI sudah dianggap bagian dari koalisi pemerintah yang tidak bisa bersikap kritis terhadap eksekutif. 4. Buntunya kanal-kanal aspirasi, sehingga yang diharap bisa meng-agregasi aspirasi itu hanya gerakan masyarakat sipil. Sumber video dari liputan langsung Senter Indonesia Aksanation
Faizal47,603 views • 1 month ago

Harta Itu Titipan Wartawan tanya, Benarkah rumah di Sentul, restoran di Cipete, dan aset-aset yang ramai dibicarakan berkaitan dengannya? Febrie Adriansyah menjawab, - Ia membantah memiliki keterkaitan dengan bisnis yang dikaitkan kepadanya di Cipete. - Soal uang yang ditemukan di rumah Sentul, ia mengatakan "ada yang punya" dan akan dijelaskan melalui mekanisme hukum. Dalam teori komunikasi politik, namanya strategic ambiguity, memberikan jawaban secukupnya untuk menjaga ruang tafsir dan menghindari komitmen yang dapat berdampak hukum maupun politik. Berdasarkan keterangan resmi Kortastipidkor Polri, barang bukti yang ditemukan di rumah di Sentul adalah: 1. 74 kg emas batangan. 2. USD 4.767.300 3. SGD 14.083.800 . 4. Uang tunai Rp100 Juta 5. Sejumlah dokumen 6. Telepon genggam 7. Beberapa foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang dalam brankas. Seluruh emas dan uang tersebut ditemukan di dalam brankas yang terkunci di ruang rahasia, dan disimpan dalam 7 koper. Total estimasi nilai seluruh barang bukti mencapai sekitar Rp476 miliar. Kalau memang benar dari hasil usaha, spill dong bisnisnya pak, mau belajar juga.🤓
Faizal74,727 views • 2 months ago

74 Kg emas, jutaan dolar, dan miliaran rupiah disita dari jaksa pembasmi korupsi. Lanjutan operasi pada 8 Juli, Kortas Tipidkor Polri menggeledah 12 titik di Jakarta dan Bogor, yang terdiri dari 4 rumah pribadi, 5 perusahaan, 1 restoran, 1 money changer, dan 1 unit apartemen. Di Restoran de Clan Signature, penyidik menyita 3,1 juta dolar Singapura, 889,9 ribu dolar AS, serta Rp259,1 juta, dengan nilai yang diperkirakan hampir Rp60 miliar. Dari Koin Money Changer, polisi kembali mengamankan Rp7,2 miliar uang tunai. Temuan terbesar berasal dari sebuah rumah di Sentul, Bogor. Penyidik menyita 74 kilogram emas beserta uang tunai dalam berbagai mata uang asing. Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas pemilik rumah tersebut. Secara keseluruhan, penyidik juga mengamankan 71 barang bukti, termasuk 16 jenis mata uang asing, yang kini disimpan di Polda Metro Jaya. Kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemberantasan korupsi. Publik tidak hanya menunggu penyitaan aset, tetapi juga keberanian aparat menelusuri asal-usul kekayaan, mengungkap seluruh pihak yang menikmati hasil kejahatan, serta memastikan tidak ada perlindungan politik bagi siapa pun yang terlibat. Kalau kasus sebesar ini benar-benar diusut sampai tuntas, menurut kalian siapa saja yang berpotensi ikut terseret? Sumber video: Republika Online
Faizal73,834 views • 2 months ago

Ibu Susi Pudjiastuti bicara soal keresahannya melihat kondisi Indonesia hari ini Dari laut, perikanan, sampai persoalan sosial dan ekonomi, Susi punya pandangan yang cukup keras dan apa adanya. Dalam pidato kebangsaan HUT ke-75 Majalah Basis, Susi juga bercerita tentang dibalik kebijakan penenggelaman kapal nelayan asing. Orasi intelektual yang worth it disimak...
Faizal25,229 views • 1 month ago

Gerakan intelektual yang harus diapresiasi 👍 Hari ini, Serikat Mahasiswa UGM memilih menyampaikan amicus curiae (sahabat pengadilan) ke Mahkamah Konstitusi. Amicus curiae adalah pendapat hukum dari pihak ketiga untuk membantu hakim melihat perkara dari perspektif akademik dan kepentingan publik. Hakim memang tidak wajib mengikutinya, tetapi dokumen ini bisa jadi salah satu bahan pertimbangan dalam memutus perkara. Perkara yang sedang diuji di MK adalah uji materiil terhadap ketentuan dalam UU APBN 2026 terkait penggunaan anggaran pendidikan untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemohon menilai kebijakan tersebut berpotensi bertentangan dengan amanat Pasal 31 ayat (4) UUD 1945 yang mewajibkan negara untuk memprioritaskan anggaran pendidikan. Di tengah iklim politik yang bising, memilih bertarung lewat argumentasi hukum dan kajian akademik seperti ini merupakan tradisi gerakan mahasiswa yang patut dijaga.
Faizal39,840 views • 2 months ago

Pernyataan dari salah satu peserta pemilu presiden dan wakil presiden 2024, Anies Baswedan, mengenai netralitas negara dan dugaan intervensi yang memengaruhi hasil pemilu. Menarik dicermati spesifiknya suara Ganjar Pranowo. - Ganjar Pilgub 2013: 6,96 juta - Ganjar Pilgub 2018: 10,36 juta - Ganjar Pilpres 2024: 7,83 juta Sementara itu. Survei LSI Denny JA 16–26 Januari 2024, salah satu survei terakhir sebelum Pilpres, masih menempatkan Ganjar-Mahfud unggul di Jawa Tengah: 40,3% berbanding 38,7% untuk Prabowo-Gibran. Pada hari pemungutan suara, hasilnya berbalik, Pilpres 2024 di Jawa Tengah, hasil resmi KPU RI: - Anies–Muhaimin: 2.866.373 suara (12,58%) - Prabowo–Gibran: 12.096.454 suara (53,08%) - Ganjar–Mahfud: 7.827.335 suara (34,35%) Strategi di Jawa Tengah dipastikan cukup efektif. Gimana menurutmu?
Faizal18,834 views • 1 month ago

Sudah dibahas dan disampaikan di depan wakil ketua DPR. Ini saya lampirkan penyampaian dari Paijan dan Anik Pati. Ada baiknya kalau kita yang gak ada kontribusinya dalam gerakan ini paling minimal tidak menyebarkan berita yang gak kita ketahui kebenarannya. Etika basic
Faizal12,119 views • 26 days ago

Breaking News! Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim akhirnya menyerahkan diri ke Gedung Merah Putih KPK semalam, pukul 22.38 WIB Sebelumnya, terjadi OTT KPK yang dimulai pada Selasa malam (2/6) di Kantor Imigrasi Jakbar. Kepala Kantor Ronald Arman Abdullah ditangkap bersama belasan orang lain. Kasusnya dugaan korupsi pengurusan KITAS/KITAP untuk WNA. Barang bukti yang disita adalah 4 mobil, 9 motor, dolar AS, dolar Singapura, dan logam mulia emas. Nama Silmy mulai disebut Rabu siang, tim KPK menyisir hingga Bali dan Jawa Barat. Menteri Imipas mengaku sempat bertemu Silmy di kantor hari itu dan sudah menyarankan agar "akomodatif." Artinya Silmy tahu dia dicari, tapi dia baru muncul hampir tengah malam. Status hukumnya dalam perkara ini belum diumumkan oleh KPK. Konstruksi lengkap kasus baru akan dibuka dalam konferensi pers tersendiri. Ini OTT ke-11 KPK sepanjang 2026 dan untuk pertama kalinya, yang diburu adalah seorang wakil menteri aktif. Btw, di livestream ini jurnalis di lokasi sempet bersitegang sama empat ajudan Silmy Karim, makanya mereka ribut banget.
Faizal36,400 views • 3 months ago

"Indonesia Terang, Bukan Gelap" Yang bikin heran ini bukan video lama, ternyata ini video baru, aku dapet dari METRO TV barusan, ketika beliau berpidato di acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional di Cilacap (29/4) atau hari ini. Prabowo udah berkali-kali bilang "Indonesia terang, bukan gelap." Pertanyaan yang lebih menarik, kenapa beliau keliatannya dendam banget sama kata "Indonesia Gelap" Jawabannya ada di psikologi politik dan lebih dalam dari yang kamu kira, Mari kita bedah sesuai bidang keilmuan saya, 🧵 Thread bedah psikologi politik #1 👇 #ZalkadAnalisis
Faizal44,008 views • 4 months ago

Biaya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih tidak wajib dikembalikan. Hal ini terungkap dari cuplikan video RDP Komisi VI DPR RI dengan PT Agrinas Pangan Nusantara 18 November 2025 lalu. Dalam rapat di DPR itu, Dirut PT Agrinas menjelaskan pembangunan fasilitas koperasi dibiayai dana talangan bank Himbara lewat Agrinas. Masalahnya: koperasi penerima tidak wajib bayar, Agrinas juga tidak wajib mengembalikan ke bank. Lalu siapa yang tanggung? Jawabannya: Kementerian Keuangan. Artinya apa? Skema ini berujung ke APBN > uang publik. Yang bikin makin janggal, dalam praktik koperasi normal: usaha dulu jalan, baru aset dibangun. Tapi di sini kebalik: aset dibangun dulu, model bisnisnya belum jelas. Pertanyaannya sederhana: ini pemberdayaan koperasi… atau proyek yang disubsidi penuh negara tanpa akuntabilitas jelas? Kalau gagal, siapa yang bertanggung jawab? Kalau berhasil, siapa yang menikmati? Menurut kalian, ini kebijakan berani atau potensi moral hazard? 👀
Faizal42,851 views • 5 months ago