Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

62 KG-1.72-20CM-TOP

18,413 просмотров • 3 месяцев назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

dari 230 kg menjadi 95 kg 😳 cr : ig Aminhoo
1:04

Sensitive content

dari 230 kg menjadi 95 kg 😳 cr : ig Aminhoo

Dim

972,044 просмотров • 1 год назад

Pak Mentan, harga gabah petani Nasional Rp6.500/kg tdk diganggu gugat sehingga petani tdk dirugikan, yg perlu dievaluasi adalah biaya pengolahan & distribusi beras. Dgn begitu petani tetap terlindungi, sementara harga beras di tingkat konsumen/rakyat bisa ditekan. Kita buat simulasi sederhana menggunakan angka yg umum dipakai di industri penggilingan. Asumsi 100 kg gabah (GKP) Harga gabah: Rp6.500/kg Modal gabah: 100 × Rp6.500 = Rp650.000 Hasil penggilingan (perkiraan): Beras: 60 kg Dedak: 10 kg Sekam: 20 kg Susut dan lain-lain: 10 kg Asumsi harga jual: Beras: Rp14.000/kg Dedak: Rp3.500/kg Sekam: Rp500/kg Pendapatan: Beras: 60 × Rp14.000 = Rp840.000 Dedak: 10 × Rp3.500 = Rp35.000 Sekam: 20 × Rp500 = Rp10.000 Total pendapatan = Rp885.000 Biaya selain gabah (perkiraan): Pengeringan, penggilingan, tenaga kerja, listrik, transportasi, karung, dll: Rp100.000 Total biaya: Gabah: Rp650.000 Operasional: Rp100.000 Total biaya = Rp750.000 Keuntungan kotor: Rp885.000 − Rp750.000 = Rp135.000 per 100 kg gabah Artinya: Keuntungan sekitar Rp1.350/kg gabah Atau sekitar Rp2.250/kg beras yang dihasilkan Jika harga beras naik menjadi Rp15.000/kg, keuntungan bisa mendekati Rp195.000 per 100 kg gabah. Klo petani giling gabah sendiri di koperasi lebih untung lagi Menjual 100 kg gabah langsung: 100 × Rp6.500 = Rp650.000 Mengolah 100 kg gabah menjadi beras: Pendapatan beras + dedak + sekam ≈ Rp885.000 Biaya pengolahan ≈ Rp100.000 Hasil bersih ≈ Rp785.000 Selisihnya sekitar: Rp785.000 − Rp650.000 = Rp135.000 lebih tinggi dibanding menjual gabah langsung.

♏💤🇯🇵🅰️🇱🅴❎™️✪ⓃⓀⓇⒾ🇮🇩

39,626 просмотров • 2 дней назад