Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

44,116 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

10 Kommentare

Profilbild von mella
mellavor 1 Jahr

@c4slov33r 7naya dakhlin lhadchi kaml 3la 9bl qualité de formation bach manbdawch n9tlo f 3ibadlah o 3ibdlah mamsw9inch lina kon ghi makano ghay7tajo lina fad3af etat ikono fih

Profilbild von butdaddyilovehim
butdaddyilovehimvor 1 Jahr

@c4slov33r This is exactly why we wanna leave and will leave

Profilbild von ⵜimo-JiN?🇲🇦
ⵜimo-JiN?🇲🇦vor 1 Jahr

@c4slov33r 3tiw lzmr 7 snin dyalhom

Profilbild von Atchamm
Atchammvor 1 Jahr

@c4slov33r Chi 7l nhrbo mn had lblad 3fk

Profilbild von Maryem
Maryemvor 1 Jahr

@c4slov33r Men 9ebila o ana kanbki wlah be9aw fia mesaken cheno daro lihom o walidihom mesaken o des étudiants ya hadra o ki9raw médecine lah iyakhod lha9 fli kan sebab lihom fhad tebahdila

Profilbild von ´
´vor 1 Jahr

@c4slov33r #طلبة_الطب_بالمغرب_يعنفون #التكوين_الطبي_بالمغرب_يحتضر #كرامة_طبيب_الغد_بالمغرب_تهان

Profilbild von TORNATZO URBISTONDO KLIGENBERG
TORNATZO URBISTONDO KLIGENBERGvor 1 Jahr

@c4slov33r Ta ana qlbi drni

Profilbild von Yasser
Yasservor 1 Jahr

@c4slov33r Lah m3ahom maskn

Profilbild von Mohamed Zn
Mohamed Znvor 1 Jahr

@c4slov33r خلي تصويرة ديال ماليك تنفعكم ههههههههههه

Profilbild von hicham jalloul
hicham jalloulvor 1 Jahr

@c4slov33r 9bna drna mchi rir 3lihom 3la kolchi

Ähnliche Videos

Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta (per 28 April 2026). • Sebelum 20 April 2026: Kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran terhadap anak-anak sudah berlangsung lebih dari 1 tahun. Total ada sekitar 103 anak terdaftar, 53 di antaranya menjadi korban. Daycare ini berada di bawah Yayasan Aresha Indonesia Center. • Latar Pemilik dan Pengurus Yayasan: Pemilik utama / Ketua Dewan Pembina adalah RIL (lulusan Sarjana Hukum UGM). Ketua Yayasan adalah DK (salah satu tersangka). Kepala Sekolah adalah API (juga tersangka). Ada penasihat, bendahara, sekretaris, dan pengurus lain dalam struktur yayasan. •Sekitar 20-23 April 2026: Seorang mantan pengasuh melihat perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Ia mengundurkan diri dan melaporkan ke Polresta Yogyakarta serta Komisi Perlindungan Anak Daerah. • Jumat, 24 April 2026: Polisi menggerebek daycare di Sorosutan, Umbulharjo. Mereka menemukan anak-anak dalam kondisi mengenaskan: diikat tangan dan kaki, hanya pakai popok, tidur di lantai, serta ada tanda kekerasan. Polisi mengamankan 30 orang untuk diperiksa. • Sabtu, 25 April 2026: Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 30 orang tersebut sepanjang hari. Malam harinya digelar perkara untuk tentukan status hukum. •Sabtu malam / Minggu, 26 April 2026: Polisi menetapkan 13 orang sebagai tersangka: 1 kepala yayasan (DK), 1 kepala sekolah (API), dan 11 pengasuh. Mereka diduga terlibat penganiayaan dan penelantaran anak. Lokasi daycare disegel. Semua tersangka ditahan. •27-28 April 2026: Penyidikan masih berjalan. Banyak orang tua melaporkan anak mereka mengalami trauma dan luka. Pemerintah kota, KPAI, dan dinas sosial memberikan pendampingan psikologis. Daycare ini beroperasi tanpa izin resmi sebagai tempat penitipan anak. Kasus ini disebut sebagai gunung es dan polisi masih bisa tambah tersangka. Sc. #daycare #yogjakarta

Info Jateng

330,222 Aufrufe • vor 1 Monat