Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Abdullah bin Mas'ud, orang pertama yang berani membaca al-Qur'an secara terang-terangan ✨🥺 A Thread

97,293 görüntüleme • 2 yıl önce •via X (Twitter)

15 Yorum

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Dalam satu hadits riwayat  Ibnu Majah dan Ahmad, Nabi Muhammad Saw bersabda, "Barangsiapa yang ingin membaca Al-Qur’an yang baik seperti pertama kali turun maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud."

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Abdullah bin Mas’ud termasuk dari golongan assabiqunal awwalun (sahabat yang pertama masuk Islam). Beberapa saat setelah masuk Islam, Abdullah bin Mas’ud mengajukan diri menjadi pelayan Nabi Muhammad.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Permohonannya pun dikabulkan Nabi. Maka sejak itu, interaksi Bin Mas’ud dengan Nabi begitu intens. Dia selalu mendampingi ke mana pun Nabi pergi. Ia juga  selalu menyediakan segala kebutuhan Nabi–mulai dari menyediakan air mandi hingga membawakan sandal dan siwak. Bahkan, kerap kali masuk ke kamar Nabi untuk sekadar mengurus tempat tidurnya.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Karena selalu mendampingi Nabi, Abdullan bin Mas’ud menjadi salah satu dari sedikit sahabat yang langsung mengumpulkan dan belajar Al-Qur’an langsung dari mulut Nabi Muhammad. Di samping itu, Abdullah bin Mas’ud memiliki kecerdasan dan ingatan yang kuat sehingga ia mengetahui betul kapan, di mana, dan kepada siapa (asbabun nuzul) sebuah ayat diturunkan.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Maka tidak heran, jika Nabi Muhammad menyerukan kepada orang-orang untuk belajar Al-Qur’an–salah satunya--kepada Abdullah bin Mas’ud.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

"Ambillah Al-Qur’an itu dari empat orang. Yaitu dari Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal dan Ubay bin Ka'ab," kata Nabi Muhammad.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Nabi Muhammad suka meminta Abdullah bin Mas’ud untuk membacakan Al-Qur’an untuknya. Selain untuk mengecek bacaan Al-Qur’an sahabatnya itu, Nabi juga suka dengan suara Abdullah bin Mas’ud yang begitu merdu.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Terlepas dari itu semua, Abdullah bin Mas’ud adalah sahabat yang pemberani. Setelah Nabi Muhammad, ia tercatat sebagai orang pertama yang membacakan Al-Qur’an dengan terang-terangan di hadapan kaum musyrik Quraisy. Dalam Sirah Nabawiyah (Ibnu Hisyam, 2018) dikisahkan, suatu ketika para sahabat berkumpul dan melontarkan pertanyaan perihal siapa yang berani membacakan Al-Qur’an di hadapan kaum musyrik Quraisy secara terang-terangan. Mengingat pada saat itu orang-orang Quraisy belum pernah mendengarkan Al-Qur’an secala langsung.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Seketika itu juga Abdullah bin Mas’ud langsung menawarkan diri untuk menjadi pembaca Al-Qur’an di hadapan musuh-musuh Islam. Para sahabat lainnya awalnya tidak sepakat karena khawatir Abdullah bin Mas’ud akan dicelakai. Mereka ingin orang yang membacakan Al-Qur’an secara terang-terangan adalah sahabat yang keluarganya bisa melindunginya jikalau kaum musyrik berbuat jahat kepadanya.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Abdullah bin Mas’ud masih keukeh. Ingin menjadi pembaca Al-Qur’an di hadapan kaum musyrik Quraisy. Dia meyakinkan bahwa pelindungnya adalah Allah. Para sahabat lainnya akhirnya menyetujui permintaan Abdullah bin Mas’ud tersebut.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Esok harinya, Abdullah bin Mas’ud datang ke Maqam Ibrahim pada saat waktu dhuha. Pada saat itu, orang-orang musyrik Quraisy tengah duduk-duduk di sekitaran Ka’bah. Di hadapan mereka, Abdullah bin Mas’ud langsung membacakan Surat Ar-Rahman dengan suara merdu nan lantang. Beberapa orang terpesona ketika mendengar bacaan Al-Qur’an Bin Mas’ud. Setelah mendengar beberapa ayat, orang-orang Quraisy mulai sadar perihal apa yang dibaca Abdullah bin Mas’du. Mereka kemudian mendatangi dan memukuli Abdullah bin Mas’ud.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Usai kejadian itu, Abdullah bin Mas’ud mendatangi para sahabatnya dengan muka babak belur dan berdarah. Apa yang dikhawatirkan para sahabat terhadap Abdullah bin Mas’ud menjadi kenyataan. Akan tetapi, Abdullah bin Mas’ud tidak gentar sama sekali. Ia bahkan menawarkan diri lagi untuk membacakan Al-Qur’an secara terang-terangan di hadapan kaum musyrik keesokan harinya.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

"Jika kalian mau, besok pagi aku akan melakukan hal yang sama," kata Abdullah bin Mas’ud. "Tidak. Engkau sudah cukup. Engkau telah memperdengarkan kepada mereka sesuatu yang tidak mereka sukai," jawab para sahabat mencegah Abdullah bin Mas’ud.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Abdullah juga banyak meriwayatkan hadits. Ada sekitar 840 hadits yang diriwayatkannya dari Nabi Muhammad. Ali bin Abi Thalib memuji Abdullah bin Mas’ud sebagai sahabat ahli ilmu. Ia begitu menguasai Al-Qur’an dan seluk-beluknya serta meriwayatkan banyak hadits. Abdullah bin Mas’ud meninggal dunia pada saat kekhalifahan Utsman bin Affan, tahun ke-32 Hirjiyah ketika usianya 65 tahun.

Dakwa Pedia profil fotoğrafı
Dakwa Pedia2 yıl önce

Semoga suka dan bermanfaat. Silahkan like dan share semoga amal kebaikannya mengalir untuk kita semua, Amiin.🤲 Baca juga konten kami yang lain

Benzer Videolar

UTANG SEGUNUNG, APA SOLUSINYA? Nabi Muhammad صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ meminta sahabat Mu'adz bin Jabal mendzikirkan surat Ali Imran ayat 26 - 27. Mu’adz, salah satu sahabat yang utangnya menumpuk. Utang ke banyak orang. Mu'adz pernah gak sholat Jumat karena pas mau Jumatan, ada orang Yahudi, Yohana bin Maria nagih utang di depan rumahnya. Mu'adz ngumpet di dalam rumah. Gak berani keluar rumah. Utang Mu'adz ke Yohana kisaran satu uqiyah (setara 201 gram) atau sekitar 180 juta. Ini baru ke satu orang. Belum utang ke orang lain. Sering Mu'adz gak ikut jamaah karena di tengah jalan menuju Masjid Nabawi, dicegat penagih utang. Kejadian ini pas Mu'adz hendak sholat Isya berjamaah. Dia dikurung semalaman di rumah pengutang. Nama lengkapnya Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji رضي الله عنه. Termasuk sahabat Anshar (72 orang) yang pertama masuk Islam, As-Sabiqun al-Awwalun. Waktu itu Mu'adz berumur 18 tahun. Salah satu sahabat yang cerdas, wawasannya sangat luas. Ia dijuluki "Abu Abdurahman". Orang kaya dan dermawan, Amru bin al-Jamuh, masuk Islam karena ajakan Mu'adz. Amru bin al-Jamuh رضي الله عنه, salah satu penyebab turunnya Al-Baqarah ayat 215 soal harta yang diinfakkan. Mari belajar dari sahabat Nabi, Mu'adz bin Jabal رضي الله عنه dan mari amalkan dzikir surat Ali Imran ayat 26 - 27. Tentu saja mendawamkan ayat ini harus disertai laku lain, sholat jamaah, perbanyak baca Quran, perbanyak sedekah dan berbuat baik ke penghuni alam semesta.

Lorong Waktu

81,317 görüntüleme • 3 yıl önce