正在加载视频...

视频加载失败

Ada yang sudah di datangi Sensus Ekonomi? - Berapa pengeluaran sebulan - Berapa penggunaan sabun mandi dan cuci - Berapa pemakaian listrik sebulan - Pekerjaannya apa - Luas tanah berapa - Pendidikan apa - Boleh foto ruang tamu dan rumah tampak depan? - Etc Setelah tahu semua, terus untuk...

66,824 次观看 • 3 个月前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

Kita sambung lagi bincang tentang pelaburan KWAP dalam eFishery. Saya berpengalaman sebagai auditor. Itu kerja saya sejak muda. Setiap skandal kerajaan yang saya bongkar sebelum ini semuanya bermula daripada tiga penyata yang sama. 1 - Income statement. Penyata untung rugi. Berapa pendapatan? Berapa perbelanjaan? Berapa untung? 2 - Balance sheet atau kunci kira-kira. Berapa aset, berapa hutang, berapa duit di bank, berapa masuk untuk saham? Kedua-dua ni bersaling kait. Untung rugi daripada income statement akan masuk ke bahagian equity dalam balance sheet. Semuanya sepatutnya balance out. Itulah keindahan perakaunan yang bertahan selama ini iaitu debit dan kredit. Kalau ada satu kaki di debit, mesti ada satu kaki di kredit. Tetapi orang selalu lupa penyata yang ketiga: 3 - Cash flow statement Kalau syarikat itu untung, dan untung dia nampak cantik, kemudian ia diletakkan dalam balance sheet. Kita perlu pergi check satu perkara sahaja. Duit itu betul-betul masuk ke dalam tidak? Sepadan atau tidak dengan untung yang dilaporkan? Income statement boleh cakap apa dia nak cakap. Balance sheet boleh cakap apa dia nak cakap. Tapi cash flow? Bila invois itu direka, duit itu memang tak pernah ada. Ini bukan forensik yang rumit. Ini penyata ketiga. Penyata yang mana-mana auditor sepatutnya membuka terlebih dahulu. Jadi saya cuma nak tahu satu perkara. Macam mana due diligence dibuat? Macam mana auditor mengesahkan angka-angka ini? Dan apa sebenarnya yang mereka jumpa sebelum pelaburan ini diluluskan? Tonton kupasan lanjut isu pelaburan KWAP dalam eFishery di Podcast YBM #56 di saluran YouTube saya:

Rafizi Ramli

30,751 次观看 • 2 个月前

🚨 Vincent Kompany (Kepala pelatih FC Bayern) mendukung Vini Jr. dan mengkritik komentar José Mourinho. “Ini adalah topik yang sulit. Saya menonton pertandingan itu dan benar-benar tertarik dengan apa yang terjadi. Ada dua komponen berbeda dalam cerita ini. Pertama, apa yang terjadi di lapangan... kedua, apa yang terjadi dengan para suporter. Lalu ada juga apa yang terjadi setelah pertandingan. Kita harus memisahkannya.” “Ketika melihat kejadian di lapangan dan bagaimana reaksi Vini, reaksi itu tidak bisa dibuat-buat. Terlihat jelas itu reaksi yang emosional. Saya tidak melihat ada keuntungan baginya untuk mendatangi wasit dan membawa semua beban itu di pundaknya. Pada momen itu dia merasa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.” “Kylian Mbappé biasanya selalu bersikap diplomatis, tetapi kali ini dia sangat jelas tentang apa yang dia lihat dan dengar.” “Lalu ada pemain Benfica yang menyembunyikan apa yang dia katakan dengan menutup mulutnya menggunakan bajunya. Di stadion juga terlihat ada orang-orang yang melakukan gestur monyet, itu ada di videonya.” “Bagi saya, yang terjadi setelah pertandingan bahkan lebih buruk. José Mourinho pada dasarnya menyerang karakter Vini Jr dengan membawa-bawa gaya selebrasi Vini untuk mendiskreditkan apa yang dia lakukan saat itu. Itu kesalahan besar dari sisi kepemimpinan.” “Selain itu, Mourinho menyebut nama Eusébio. Dia mengatakan Benfica tidak bisa rasis karena pemain terbaik mereka sepanjang masa adalah Eusébio. Tahukah Anda apa yang harus dialami para pemain kulit hitam di era 60-an? Apakah dia ikut bepergian bersama Eusébio di setiap laga tandang dan melihat apa yang dia alami? Menggunakan namanya hari ini untuk menyampaikan argumen tentang Vini Jr adalah hal yang tidak tepat.” “Sejujurnya, saya merasa tidak ingin terjebak dalam kubu mana pun dari berbagai hal yang terjadi saat ini. Saya bertemu dengan banyak orang yang pernah bekerja dengan José Mourinho, dan saya belum pernah mendengar satu pun mengatakan hal buruk tentangnya. Semua pemainnya mencintainya.” “Saya memahami pribadi seperti apa dia, saya tahu dia selalu membela klubnya. Saya yakin jauh di dalam dirinya dia orang yang baik. Saya tidak perlu menghakiminya soal itu.” “Tetapi saya juga tahu apa yang saya dengar. Saya memahami apa yang dia lakukan, tetapi dia membuat kesalahan. Semoga itu tidak terjadi lagi di masa depan, dan kita bisa melangkah maju bersama.” 👏 Bayern & Germany

Seputar Real Madrid

69,651 次观看 • 7 个月前

Perbahasan tentang AUKU telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tetapi jarang sekali ada perbincangan awam yang betul-betul mengupas struktur dan model pendidikan tinggi yang kita ada. Semuanya berpunca daripada satu hakikat. Hanya kerajaan yang mampu menubuhkan universiti untuk orang ramai. Sebab itu ada akta. Sebab itu ada kawalan. Segala-galanya mengalir dari situ. Memandangkan peruntukan datang daripada kerajaan, universiti tidak punya sebarang insentif untuk menyesuaikan diri dengan pasaran kerja. Buat apa nak adapt? Ikut arahan sudah. Atau kekal dengan status quo sudah. Di situlah lahirnya jurang antara apa yang universiti keluarkan dengan apa yang pasaran perlukan. Sekarang ini kita ada dua kutub sahaja. Universiti awam yang dibiayai sepenuhnya, geran diberi, autonomi diberi, buat apa pun boleh. Atau universiti swasta yang langsung tidak dapat apa-apa daripada kerajaan dan terpaksa cari semuanya sendiri melalui yuran dan geran penyelidikan. Sebenarnya ada model di tengah-tengah. Dan kita sudah pun ada di Malaysia. Saya tahu apa yang orang akan kata bila saya bawa contoh ini. Tapi tengok sistem sekolah kita. Sekolah kebangsaan dibiayai sepenuhnya, dari kapital sampai kepada gaji cikgu. Sekolah antarabangsa pula tidak dapat sesen pun. SJKC dan SMJK duduk di tengah, mereka dapat geran per kapita, tetapi itu tidak mencukupi, jadi mereka kutip yuran tambahan dan kumpul dana sendiri. Pergi tengok sendiri. Infrastruktur di SJKC dan SMJK selalunya jauh lebih baik daripada SK dan SMK. Walaupun geran yang mereka terima tidak lengkap. Jadi yang saya bayangkan untuk universiti ialah dua bentuk pembiayaan. Satu geran asas kepada universiti, untuk menampung opex dan capex yang munasabah. Satu lagi - jangan bagi kepada universiti. Bagi terus kepada pelajar. Payah nak buat. Susah nak buat. Tapi benda yang baik memang payah. Oleh sebab itu, dalam dua tiga bulan lagi, kita akan tahu sama ada pemansuhan AUKU ini reformasi yang betul atau sekadar kosmetik. Bukan dengan membaca aktanya. Dengan melihat duitnya. Tonton kupasan penuh isu pemansuhan AUKU dan masa depan pengajian tinggi Malaysia di Podcast YBM Episod 60:

Rafizi Ramli

10,275 次观看 • 1 个月前