Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

((Administrasi))

53,960 просмотров • 3 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Lika liku Kopdes Sebuah unggahan video memperlihatkan lautan manusia berpakaian putih-hitam memadati tribun Stadion GOR Jatidiri, Semarang. Mereka adalah para peserta yang sedang berjuang dalam rangkaian seleksi massal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) 2026. Di balik seragam rapi dan map berkas yang mereka dekap, tersimpan cerita perjuangan fisik, mental, hingga finansial yang tidak sedikit demi bisa lolos dalam program skala nasional ini. Biaya Logistik Mandiri di Balik Rekrutmen Massal Program KDMP 2026 yang bertujuan membentuk koperasi modern di setiap desa/kelurahan ini memang membuka lowongan besar-besaran untuk posisi pengelola dan manajer. Tidak heran jika jumlah pendaftar membeludak hingga harus dikonsentrasikan di tempat berkapasitas besar seperti GOR Jatidiri. Namun, bagi para peserta, kelulusan administrasi awal barulah langkah pertama dari jalan panjang yang menguras kantong. Walaupun pendaftaran program ini tidak dipungut biaya, para peserta harus menanggung seluruh biaya operasional dan logistik secara mandiri. Dalam sebuah unggahan yang viral, seorang peserta merinci apa saja "modal" yang harus dikeluarkan. Mulai dari urusan administrasi dasar seperti biaya surat keterangan kesehatan, pengurusan SKCK, pasfoto, pembelian beberapa lembar materai, hingga pemenuhan alat tulis untuk ujian seperti pensil 2B dan penghapus. Namun, komponen terbesar yang menguras energi dan materi justru ada pada mobilitas antarkota. Bagi pelamar yang berasal dari daerah penyangga, mereka harus menempuh perjalanan darat bolak-balik seperti rute Demak ke Semarang bahkan bersiap melanjutkan tahapan seleksi wawancara berikutnya ke Magelang. Biaya transportasi, bensin, konsumsi, hingga penginapan selama berhari-hari sepenuhnya ditanggung oleh kantong pribadi. Di kolom komentar, tidak sedikit sesama peserta yang saling bertukar cerita bahwa mereka telah menghabiskan ratusan ribu hingga Rp3,5 juta demi bisa bertahan hingga tahap ini. "Aku juga sudah habis Rp3,5 juta buat transport, makan, dll. Mau enggak dilanjutin, eman-eman (sayang banget)," tulis salah satu netizen, menggambarkan situasi sunk cost fallacy terjebak dalam dilema karena sudah terlanjur berinvestasi terlalu banyak. source : Teropongjateng

Info Jateng

17,174 просмотров • 1 месяц назад

Video ini membawa pesan yang sangat krusial dan menyentuh sisi realitas yang sering terlupakan dalam rumah tangga maupun manajemen keuangan pribadi‼️ ​1. Bahaya "Harta Tak Bertuan" ​Video ini mengingatkan bahwa banyak sekali rekening yang menjadi dormant (pasif) dan akhirnya uang di dalamnya terbengkalai karena pemiliknya sudah wafat, sementara tidak ada satu pun anggota keluarga yang mengetahui keberadaan rekening tersebut. Ini adalah kerugian besar bagi ahli waris yang mungkin sebenarnya sangat membutuhkan dana tersebut. ​2. Pentingnya Transparansi dengan Pasangan. ​Pesan utama dari video ini adalah jangan merahasiakan aset dari pasangan. Keterbukaan bukan soal "siapa yang menguasai uang", tapi soal keamanan akses. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (seperti kematian mendadak), pasangan yang ditinggalkan tidak akan kesulitan secara finansial hanya karena tidak tahu di mana uang disimpan. ​3. Rumitnya Birokrasi Pasca-Kematian. ​Mengurus klaim rekening orang yang sudah meninggal itu tidak mudah. Ada banyak persyaratan dokumen (seperti surat keterangan ahli waris, akta kematian, dll.) dan prosesnya memakan waktu lama. Jika ahli waris bahkan tidak tahu bank mana yang digunakan, proses ini menjadi mustahil untuk dimulai. ​4. Administrasi Keuangan yang Rapih. ​Pelajaran penting lainnya adalah pentingnya memiliki catatan aset. Kita perlu mendokumentasikan: • ​Daftar bank yang digunakan. • ​Nomor rekening. • ​Lokasi penyimpanan dokumen penting (buku tabungan, sertifikat). • ​Kontak darurat yang bisa dihubungi. ​5. Tanggung Jawab Finansial adalah Bentuk Kasih Sayang. ​Memberitahu pasangan tentang aset kita sebenarnya adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan. Dengan terbuka, kita memastikan bahwa kerja keras kita selama belasan tahun (seperti yang disebutkan di video) benar-benar akan bermanfaat bagi keluarga tercinta, bukan malah "mengendap" selamanya di sistem bank. 📹 ifaarifianti

Yuk Berisik

30,908 просмотров • 2 месяцев назад

𝗣𝗮𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗰𝗼𝗻 𝗨𝗧𝗔𝗡𝗚..⁉️ Icon Mandalika yg dibanggakan para pendukung rezim ini bahkan diliput dan di promosikan oleh media, baik TVRI dan semua media mainstream mengangkat peresmian patung tersebut; Pada akhirnya ini menjadi syimbol kegagalan proyek Mandalika ini karena meninggalkan utang trilliunan rupiah.. “—————————“ “Simak perbedaan Presiden Turkey saat seorang Walikota ingin membangun patung Erdogan” 𝗡𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔𝗪𝗔𝗡 tidak boleh dikenang melalui patung mereka, melainkan layanan mereka..‼️ Walikota oposisi Turki berupaya mendirikan patung Erdogan setelah kalah taruhan Tanju Özcan, walikota kontroversial dari provinsi Bolu di Turki utara, berusaha menepati janjinya untuk mendirikan patung Presiden Recep Tayyip Erdoğan. Walikota, dari oposisi Partai Rakyat Republik (CHP), berjanji untuk memenuhi janjinya jika presiden petahana memenangkan pemilihan 14 Mei. Yakin akan kemenangan oposisi, Özcan menghadapi protes dari anggota Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Erdoğan setelah kemenangan Erdoğan. Para pendukung Erdoğan bahkan meninggalkan kantong semen untuk “membantu” Özcan. Baru-baru ini, Özcan men-tweet penyesalannya tentang membuat taruhan tetapi bersikeras dia akan memenuhi janjinya. “Tetapi peraturan mengatakan bahwa Anda memerlukan persetujuan seseorang untuk mendirikan patungnya, jadi saya meminta persetujuan Tuan Presiden dengan menulis surat kepadanya. Metin Kıratlı, kepala Pekerjaan Administrasi Kepresidenan Turki, menanggapi surat Özcan. Kıratlı mengatakan presiden tidak menyetujui pendirian patungnya. "Tn. Presiden menekankan bahwa negarawan tidak boleh dikenang melalui patung mereka, melainkan layanan mereka, tetapi menyarankan bahwa akan lebih tepat untuk menghabiskan uang yang dialokasikan untuk patung itu untuk dikirimkan kepada orang yang membutuhkan, ”kata surat itu. Özcan mengatakan dalam pernyataan tertulis pada hari Jumat bahwa dia akan mengikuti saran tersebut dan memberikan uang yang dia alokasikan kepada orang yang membutuhkan dengan cara yang adil. Sumber :

ZerDemoCRAZY

52,294 просмотров • 3 лет назад

aaahh enak banget itu badan🥵🥵
0:15

Sensitive content

aaahh enak banget itu badan🥵🥵

Clip for fun

32,418 просмотров • 4 дней назад

Pelajar Tingkatan Tiga Ditikam Lebih 10 Kali Di Sekolah Menengah Di Banting Oleh Mynewshub BANTING – Seorang pelajar perempuan Tingkatan Tiga cedera selepas dipercayai ditikam lebih 10 kali oleh seorang lagi pelajar dalam satu kejadian di sebuah sekolah menengah di Bandar Banting, pagi tadi. Dalam kejadian yang dipercayai berlaku antara pukul 9.30 hingga 10 pagi itu, mangsa berusia 15 tahun dilaporkan mengalami beberapa kesan tikaman pada bahagian belakang badan dan bahu sebelum dikejarkan ke hospital untuk mendapatkan rawatan. Ketua Polis Daerah Kuala Langat, Superintendan Mohd Akmalrizal Radzi mengesahkan kejadian berkenaan dan memaklumkan seorang suspek berusia 15 tahun telah ditahan bagi membantu siasatan. Beliau turut mengesahkan senjata dipercayai digunakan dalam kejadian itu berjaya dirampas, manakala keadaan mangsa dilaporkan stabil. Menurut laporan, suspek yang dikatakan telah beberapa bulan tidak hadir ke sekolah kerana menjalani rawatan perubatan, memasuki kawasan sekolah melalui pintu utama dengan membawa sebilah pisau. Selepas kejadian, seorang guru dilaporkan berjaya menenangkan suspek berhampiran surau sekolah sebelum pihak polis tiba dan menahannya. Sementara itu, Ketua Polis Selangor, mengesahkan tangkapan telah dibuat dan siasatan sedang dijalankan bagi mengenal pasti motif kejadian. Insiden berkenaan turut tular di media sosial menerusi beberapa rakaman video yang memaparkan seorang remaja perempuan memegang pisau di dalam kawasan sekolah, manakala pelajar lain dilihat bertempiaran lari untuk menyelamatkan diri. Dalam perkembangan sama, Jabatan Pendidikan Negeri Selangor memaklumkan pihaknya memberikan kerjasama penuh kepada polis dalam siasatan serta telah menggerakkan pasukan kaunselor bagi menyediakan sokongan psikososial kepada pelajar dan warga sekolah yang terkesan. Setakat ini, polis masih menjalankan siasatan lanjut berhubung kejadian tersebut.-MYNEWSHUB

MYNEWSHUB

263,593 просмотров • 3 дней назад