Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

[ ARSIP ] Rangkuman jejak digital Indah G yang begitu tone deaf terhadap isu Palestina 🇵🇸 Zionis yg malu² untuk terbuka ya gini playbooknya ...

1,941,426 görüntüleme • 1 yıl önce •via X (Twitter)

10 Yorum

ᧁꪖꪀ profil fotoğrafı
ᧁꪖꪀ1 yıl önce

Lagi

Dippers profil fotoğrafı
Dippers1 yıl önce

tapi gua pribadi agak setuju sama video yang masalah papua barat itu, kenapa pemerintah nggak mengirimkan bantuan, ngga perlu sebanyak yang di kirim untuk negara lain, at least bisa mengatasi kelaparan sesama warga indonesia sendiri yang kebetulan ada di papua barat

ᧁꪖꪀ profil fotoğrafı
ᧁꪖꪀ1 yıl önce

@seharifc Kak, please. Sejak dia buat vid itu, sudah banyak yg membantah (saya kasih satu di bawah) karna mmg cacat argumennya di mana². Bentur²in isu kemanusiaan utk downplay salah satu itu taktik khas dari mereka yg picik & ga benar² peduli. Ga perlu kegocek.

Blueberry Raisin profil fotoğrafı
Blueberry Raisin1 yıl önce

Sosoan bicara empati padahal, bisa dibaca & ditebak @itsindahg memang gak nyimpen empati buat orang Palestine dan Zionist enabler 🥱👎🏼

sonny prasmiaji profil fotoğrafı
sonny prasmiaji1 yıl önce

Padahal si goblog indah g ini kan daripada bandingin uang yg di pakai untuk rakyat papua dengan rakyat palestina, mendingan bandingin uang di pake buat boros anggaran dengan harusnya di pake kesejahteraan rakyat papua.. tapi kan emang dia goblog

Mas Gres profil fotoğrafı
Mas Gres1 yıl önce

Apa cuma gue doang yang mikir orang ini gaya ngomongnya nyolot banget 😂 Tiap dia muncul di TL dengan gaya ngomong dia kayak begitu langsung mute HP karena gak enak didenger

ENFORCEMARK profil fotoğrafı
ENFORCEMARK1 yıl önce

Kita beruntung dia nggak diundang ke Kertanegara.

SundaGenXY profil fotoğrafı
SundaGenXY1 yıl önce

Sjw, tapi bukan sosial justice warrior! Sjw: Sakitjiwa

ˊ𝒄𝒉𝒊𝒓𝒆𝒛𓂃 profil fotoğrafı
ˊ𝒄𝒉𝒊𝒓𝒆𝒛𓂃1 yıl önce

indah g…g nya gilaa wbk😌

b profil fotoğrafı
b1 yıl önce

Ngapain sih di kasi panggung lagi org sinting kek si indah goblok itu najis sok iye kocak

Benzer Videolar

SERET NAMA BESAR, SEMBUNYIKAN FAKTA Ada satu fakta yang tidak bisa dihapus begitu saja dari ruang publik: saya dr. Tifauzia Tyassuma bersama Dr. Roy Suryo telah melakukan kajian serius terhadap keaslian ijazah melalui karya mereka JOKOWI’S White Paper. Itu bukan opini kosong. Itu adalah hasil pembacaan data, analisis forensik digital, dan pendekatan ilmiah yang disusun secara sistematis. Narasi ini penting untuk diletakkan secara jernih: Jika memang ijazah tersebut asli, valid, dan tidak bermasalah, maka secara logika sederhana, bahkan logika paling dasar, tidak akan ada kebutuhan untuk: memperpanjang polemic dan mengaburkan data. Menyeret nama besar seperti Pak Jusuf Kalla justru menimbulkan satu pertanyaan yang lebih dalam: Apakah ini upaya memperlebar isu, agar inti masalahnya, yaitu pembuktian ijazah palsu, menjadi kabur? Jika memang ijazah itu ada dan sah, maka membuktikannya di ruang publik dengan metode ilmiah justru akan: mengangkat legitimasi dan menutup ruang fitnah. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, penundaan, pengalihan isu, bahkan kriminalisasi terhadap pihak yang bertanya, maka publik akan membaca itu bukan sebagai klarifikasi, tetapi sebagai sinyal adanya sesuatu yang disembunyikan. Ketika substansi sulit dijawab, maka isu diperluas, termul mulai menyeret nama-nama besar, ditarik masuk dalam pusaran perkara, menciptakan kegaduhan baru, sehingga perhatian public terpecah. Dan akhirnya, orang lupa bertanya pada satu hal yang paling penting: ADA ATAU TIDAK IJAZAH ASLI JOKOWI?

Dokter Tifa

38,649 görüntüleme • 4 ay önce

Kontroversi Mia Sara Kembali Hangat, Nama Dikaitkan Isu Tular Bersama Puteri Balqis KUALA LUMPUR – Nama pelakon remaja Mia Sara Nasuha kembali menjadi bualan ramai di media sosial selepas timbul satu kontroversi panas yang dikaitkan dengan pertelingkahan kenyataan bersama pelakon Puteri Balqis. Isu itu mula mencuri perhatian apabila Puteri Balqis didakwa tampil membuat hantaran terbuka yang menyentuh mengenai kisah lama melibatkan Mia Sara, termasuk dakwaan berkaitan penghinaan terhadap keluarga sehingga mengundang reaksi pelbagai pihak. Dakwaan Lama Jadi Punca Ketegangan Menurut tularan yang sedang beredar, Balqis mendakwa wujud insiden lama yang menyebabkan ibunya serta keluarga berasa malu dan terkesan, malah turut menggesa Mia Sara untuk bersemuka bagi menyelesaikan perkara tersebut. Kontroversi itu kemudiannya menjadi lebih hangat apabila muncul pula dakwaan-dakwaan lain yang dianggap serius, namun setakat ini ia masih belum disahkan secara rasmi oleh mana-mana pihak. Tular Video “Mirip” Pelakon Wanita Dalam perkembangan sama, media sosial turut dikejutkan dengan penyebaran beberapa video dan gambar yang didakwa memaparkan individu yang mirip Mia Sara dalam situasi yang mencetuskan perdebatan netizen. Bagaimanapun, ramai pengguna media sosial menegaskan bahawa isu tersebut perlu disiasat dengan berhati-hati kerana terdapat kemungkinan ia merupakan fitnah, salah cam atau manipulasi. Pengurusan Enggan Ulas, Netizen Diminta Tidak Buat Andaian Setakat ini, wakil pengurusan Mia Sara dilaporkan tidak mahu mengulas lanjut, sementara orang ramai diminta menghentikan penyebaran maklumat tidak sahih sehingga ada kenyataan rasmi atau bukti yang jelas. Kontroversi ini terus menjadi perhatian apabila netizen terbahagi kepada dua kumpulan – ada yang mahu penjelasan segera, dan ada juga yang meminta semua pihak berhenti mengaibkan individu tanpa pengesahan. -MYNEWSHUB

MYNEWSHUB

130,739 görüntüleme • 6 ay önce

Sama seperti kita semua bereaksi atas keputusan final Presiden soal masuknya Indonesia ke BoP, Ini reaksi Ustadz Felix Siauw: Reaksi MUI yang wait and see setelah ketemu presiden 1. Definisi "Perdamaian" bagi Trump - US dan Netan - IL udah jelas. Mereka sekomplotan penjahat perang yang gak mau kedaulatan atau kemerdekaan Palestina, kalau itu berarti Israel harus hengkang dari situ 2. Ulama dan MUI hanya diminta legitimasinya, bukan diajak pertimbangan, karena keputusan sudah dibuat Presiden Prabowo. Persis sama dengan Trump yang udah mutusin semuanya tanpa pertimbangan anggota BOP lain, dan yang lain harus nurut sama dia. Artinya nggak ada kesetaraan Indonesia dan US dalam BOP. Apalagi Israel masih dilibatkan secara istimewa 3. Kalau ada harus dan paling terlibat, ya orang Palestina, yang punya tanah. Yang nggak diikutsertakan dalam pembahasan bagaimana harusnya harapan dan keinginan mereka 4. Apa arti penjajahan? Merebut kebebasan, menentukan nasib yang dijajah. Itulah definisi BOP Aku menghormati MUI dan ulama, tapi maaf aku harus berbeda dalam pandangan BOP ini Tidak ada kompromi bagi penjajahan. Karena aku khawatir, besok-besok semua akan berpikir: Kalau kita kuat atau punya backing US, maka kita bisa ambil tanah orang lain tanpa konsekuensi. Aku gak mau normalisasi kejahatan —- Ya kita semua sudah bersuara memberikan narasi selogis yang kita bisa. Tapi Presiden sudah memutuskan. Ulama, ormas Islam dan MUI, begitu juga tokoh para mantan Menlu dan Wamenlu, semua diundang hanya untuk melegitimasi. Tapi kita, rakyat yang cinta saudara kita Palestina, yang menjunjung amanah konstitusi, kita berbeda pikiran dengan Presiden. Kita, saya, tetap bersama rakyat Palestina yang terus melawan penjajah IsraHel dan tentara zionis serta sekutunya. The President does not represent the voice of Indonesian people. I stand with Palestine! Free Palestine!

Maria A. Alkaff

11,790 görüntüleme • 6 ay önce

DI BALIK GUDANG SOLAR BOYOLALI Muncul Nama Oknum Brimob Berinisial ‘G’ BOYOLALI – Tabir yang menyelimuti dugaan praktik penimbunan solar subsidi di sebuah gudang truk di Desa Penggung, Boyolali, perlahan mulai terkuak. Informasi terbaru menyebutkan bahwa aktivitas ilegal yang diduga melibatkan PT Cahaya Nusantara Energy tersebut dikelola atau berada di bawah kendali seorang oknum anggota Brimob berinisial G. Identitas oknum berinisial G ini disinyalir menjadi alasan kuat di balik hilangnya konten investigasi di situs serta unggahan video di akun TikTok resminya. Hilangnya jejak digital tersebut secara mendadak memperkuat dugaan adanya tekanan struktural terhadap kerja jurnalistik di lapangan. Modus yang dilakukan tergolong rapi Armada Pengangkut - Truk bernomor polisi K 8915 HB melakukan pengisian solar berulang di SPBU Tanduk. Gudang Penampungan- Solar kemudian dipindahkan ke dalam tangki penampungan besar (kempu) di gudang milik PT Cahaya Nusantara Energy. Backing Kuat - Kehadiran oknum aparat di balik operasional ini diduga membuat praktik tersebut berjalan mulus tanpa tersentuh hukum untuk waktu yang lama. Jika benar usaha penimbunan ini dikelola oleh oknum aparat, hal ini merupakan pelanggaran berat terhadap disiplin institusi sekaligus tindak pidana murni sesuai UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas. Tindakan ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya mendapatkan akses ke solar subsidi. Hingga kini, publik menunggu keberanian dari Propam maupun jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk melakukan audit investigasi terhadap gudang di Jalan Raya Solo, Dukuh Pitulasan tersebut, guna membuktikan apakah hukum masih berlaku tegak di atas pangkat dan jabatan. Mohon atensinya pak komandan Polres Boyolali

Never

27,705 görüntüleme • 4 ay önce

‘Temu Anwar’ merupakan satu platform penting yang membolehkan saya bertemu secara langsung dengan rakyat, khususnya golongan belia dan mahasiswa. Ia memberi ruang kepada mereka untuk bertanya soalan, menyuarakan pandangan serta mengemukakan cadangan secara terbuka. Dalam sesi ‘Temu Anwar’ di Management and Science University (MSU), saya menekankan kepentingan Kecerdasan Buatan (AI) dan peralihan tenaga, dua bidang yang kini menjadi fokus utama perbincangan di peringkat global. Namun begitu, dalam usaha kita meneroka bidang teknologi canggih seperti AI dan digital, saya mengingatkan agar kita tetap berpegang teguh kepada nilai budaya, akhlak dan akidah. Nilai-nilai inilah yang membentuk keharmonian masyarakat dan menjamin keseimbangan dalam pembangunan manusiawi. Saya juga memaklumkan bahawa Akademi Kenegaraan Malaysia (AKM) sedang merangka program lanjutan bagi memperkasa Program Felo Perdana, sebagai satu inisiatif untuk membuka lebih banyak peluang kepada anak muda menimba pengalaman secara langsung daripada barisan kepimpinan negara. Menyentuh isu ketidaktentuan tarif perdagangan oleh Amerika Syarikat (AS), saya menegaskan komitmen Kerajaan untuk melindungi ekonomi negara melalui tindakan yang pantas, cekap dan kreatif. Sektor awam turut digesa untuk mengutamakan sumber tempatan, demi memastikan daya tahan industri domestik terus kukuh. Bersama-sama kita melangkah ke hadapan dengan semangat patriotisme, menjunjung nilai-nilai murni dan menjadikan Malaysia sebagai negara yang bukan sahaja maju dari segi teknologi, tetapi juga teguh dari segi jati diri, perpaduan dan kemanusiaan. #MalaysiaMADANI #MADANIBekerja #TemuAnwar

Anwar Ibrahim

26,313 görüntüleme • 1 yıl önce

Bermula dari sini publik sudah bisa menilai. Antara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, siapa yang jauh lebih disegani oleh Bahlil ? Prabowo pasti sudah tahu glagat menteri sperti Bahlil. Apalagi ditambah adanya kebijakan larangan gas 3 kg dijual di pengecer yang akhirnya bikin rakyat semakin kesulitan. Bahkan sampai ada korban jiwa. Akibatnya, Prabowo kena getahnya. Karena Presidenmya adalah Prabowo. Bahkan Bahlil sebelumnya juga mengakui belum lapor ke Prabowo soal larangan gas 3 kg yg bikin kisruh se-Indonesia raya. Malah sesumbarnya gak semua harus dilaporkan ke Presiden. Makanya, ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco langsung melakukan 'intersep' dan menyangkal, bahwa kebijkan gas 3 kg itu bukan dari Presiden Prabowo. Akhirnya, kebijakan Bahlil itu pun dibatalkan Prabowo. Memang sangat berbahaya ketika dalam satu kabinet ada pembantu yang nekat 'bertuan' lebih dari satu kepala. Jangan sampai ada istilah 'londo ireng' yang sengaja disusupkan untuk 'menikam' dr belakang. Nah, di lain sisi ada yg mencoba untuk jadi pahlawan kesiangan. Siapa pahlawan kesiangan itu ? Ya dia yang mendadak keliling ke pangkalan gas Elpiji 3 kg sambil mengatakan, "kalau ada apa-apa kabarin." Makanya, gak heran. Pasca kisruh soal gas 3 kg, Prabowo mengancam akan menyingkirkan para menteri yang tdk nurut alias 'ndablek' saat pidato di acara peringatan Harlah ke-102 NU. Statemen Prabowo pun akhirnya dipertegas oleh Dasco. Bahwa memang ada menteri yang tidak seirama dg Presiden. Isu reshuffle pun semakin menguat setelah 100 hari kerja kabinet Merah Putih. Menanggapi isu reshuffle, Golkar pun tetap PD dan menyangkal, bahwa apa yang dilakukan Bahlil sudah benar dan atas sepengetahuan Presiden. Sekarang, kita lihat saja ke depan akan seperti apa. Apakah benar ada reshuffle dan Bahlil termasuk yang akan disingkirkan ? Kalau benar itu terjadi, maka Golkar seperti 'menggali' kuburan sendiri. Yah, bagaimana tidak. Bahlil adalah ketum Golkar. Masa, ketumnya dipecat ? Yg benar saja, malu dong!😅

Dumdum

40,412 görüntüleme • 1 yıl önce

Anne Sudah Marah…Nama Hospital Tengku Ampuan Rahimah Dalam Tulisan Jawi Apabila Jawi Jadi Isu, Akal Jadi Mangsa Ada orang bila tengok tulisan Jawi, terus naik darah. Bukan kerana tulisan itu menyakiti sesiapa, tetapi kerana akal sudah lama disandera prejudis. Terbaharu, kecoh apabila nama Hospital Klang atau Hospital Tengku Ampuan Rahimah dipaparkan dalam tulisan Jawi. Bukan papan tanda baharu, bukan polisi baharu, bukan rawatan khas untuk satu kaum — hanya tulisan. Namun bagi sesetengah orang, tulisan Jawi seolah-olah wabak berbahaya yang mesti dibanteras segera. Lebih menyedihkan, kritikan itu disertai dengan bahasa kasar dan penghinaan terbuka terhadap Menteri Kesihatan. Seolah-olah menulis Jawi di hospital awam sama ertinya dengan menghalau kaum lain keluar dari sistem kesihatan negara. Soalnya mudah: Sejak bila tulisan Jawi menghalang sesiapa daripada mendapatkan rawatan? Hospital bukan pusat peperiksaan bahasa. Orang Cina, India, Melayu, Orang Asli atau sesiapa sahaja tidak perlu membaca Jawi untuk masuk ke wad, jumpa doktor atau ambil ubat. Kalau begitu logiknya, papan tanda berbahasa Inggeris juga patut dipersoalkan — sebab bukan semua rakyat Malaysia fasih bahasa itu. Ironinya, mereka yang paling lantang menjerit “hospital untuk semua kaum” inilah yang paling rajin membahagikan rakyat mengikut kaum. Tulisan Jawi dianggap eksklusif, sedangkan ia sebahagian daripada sejarah negara, wujud dalam mata wang, dokumen lama, dan warisan budaya beratus tahun. Malaysia ini bukan milik satu kaum, tetapi juga bukan negara yang perlu memadam identiti asalnya semata-mata untuk menenangkan ketakutan politik. Kalau benar mahu perpaduan, belajarlah untuk hidup dengan kepelbagaian — bukan menyerang simbol budaya orang lain sambil mendabik dada kononnya pejuang inklusiviti. Akhirnya, yang kelihatan “bodoh” bukanlah tulisan Jawi di dinding hospital,tetapi sikap yang melihat huruf sebagai ancaman dan budaya sebagai musuh.-MYNEWSHUB **Video adalah dari akaun TikTok Makkal Kelvi #mynewshub

MYNEWSHUB

22,580 görüntüleme • 7 ay önce

Sebenarnya banyak sekali enterpreneur kelas menengah yang punya modal antara 5 sd 10 M. Kalau saja pemerintah negera ini mau serius mendukung pertumbuhan di sektor ekonomi pertanian dan perkebunan, mungkin dalam 10 tahun kemarin Indonesia sudah masuk kembali ke jajaran tiga besar negara Asia yang mandiri dalam industri pangan. Sayangnya bangsa ini telah menyia-nyiakan waktu 10 tahun terbuang begitu saja, dengan mempercayakan kemajuan negara ini ditangan orang yang salah, sehingga habislah sumber daya alam negeri menjadi compang-camping digerogoti hama oligarki yang menjadi antek aseng dan asing. Potensi besar sebagaimana yg digambarkan Helmi Yahya itu memang benar adanya, seandainya saja saat ini tidak terlanjur sibuk di food industry yang berada di hilir, secara pribadi saya pun tertarik ke sektor hulu ini, prospeknya sangat terbuka luas dan menguntungkan. Cuma ya itu tadi, bukan hanya modal saja, tapi harus memiliki waktu yang cukup untuk secara serius menekuni peluang yang baik ini. Dengan 5 Milyar saja sebenarnya sudah cukup untuk mulai memilih bisnis skala kecil industri pangan tertentu yang diinginkan. Bahkan relationship di Twitter (X) ini sebenarnya juga bisa dijadikan titik awal melakukan riset and development dibisnis ini. Misalnya yang paling mendasar soal pengadaan lahan, untuk yang menginginkan lokasi tak jauh dari Jakarta, bisa saja menggali sumber informasi potensi lahan subur dengan kang @Gojekmilitan, mengingat beliau aktif dalam pengembangan Tahfidz Qur’an di daerah Cipunagara, Subang, Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu daerah subur pertanian. (Insyaallah bisnis dunia akhirat dapat ya kang @Gojekmilitan..😊). Subang bisa menjadi alternatif pilihan yang bagus, karena disamping tak jauh dari pusat perkotaan, ketersediaan lahan masih cukup banyak dan harga tanah yang relatif masih terjangkau. Banyak potensi yang dapat dikembangkan disana, seperti peternakan ayam daging, ayam petelur, bebek, budi daya ikan, perkebunan dan pertanian. Sebagai pelaku usaha pangan di sektor hilir, terkadang saya masih sering mengalami kesulitan memperoleh suplai ayam dan bebek, ini membuktikan bahwa peluang pasarnya masih sangat menjanjikan. Jadi gimana, tertarik untuk hijrah dan berekspansi ke sektor industri pangan..?

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

33,840 görüntüleme • 2 yıl önce

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi. Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya. Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat. Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya. Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari. “Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar. Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103). Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah. Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak. Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya. Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5). Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan. Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam. Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya. Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia. Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya. Sumber: #SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah

Muhammadiyah

94,289 görüntüleme • 4 ay önce