Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

Banyak alasan

14,799 görüntüleme • 4 ay önce •via X (Twitter)

0 Yorum

Yorum bulunmuyor

Orijinal gönderinin yorumları burada görünecek

Benzer Videolar

Tulisan seorang Teman Utas 1. Dunia kesehatan lagi riuh. Tiba-tiba saja bersirkulasi draf RUU Kesehatan yang menelisik banyak issu kesehatan, mulai dari hak dan kewajiban pasien hingga registrasi tenaga kesehatan. Jumlah pasalnya tidak main-main; 455 pasal. Sedemikian luas cakupannya hingga RUU ini mendapat julukan lain : RUU Ombinus atau Sapu Jagad. Sesaat setelah muncul, RUU ini langsung mendapat respon negatif. Berbagai organisasi profesi (OP) kesehatan, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dengan tegas menolak RUU ini. Banyak alasannya; salah satunya, mereka tidak dilibatkan dalam pembuatan RUU ini. Padahal mereka adalah stakeholder utama dan merupakan front-liner pelayanan kesehatan *Poli-Minim* Bila hanya menelisik sepintas, ada beberapa konten RUU ini terkesan yang positif. Namun ketika mereview elemen substansial RUU, mulai terlihat sejumlah issu krusial yang menjadi alasan berbagai OP menolak RUU ini. Banyak ‘minim’ (poli-minim) dibalik RUU ini. Pertama, minim transparansi (lack of transparancy). Sejak awal, RUU ini dibuat diam-diam; entah apa motifnya. DPR menunjuk Kemenkes pembuatnya sementara Kemenkes menyebut RUU ini produk DPR. Terkesan kucing-kucingan. Informasi terakhir, RUU ini dibuat oleh Badan Legislatif DPR. Informasi inipun disanggah oleh anggota DPR Irma Chaniago. Kata beliau, RUU ini dibuat oleh Kemenkes namun meminjam tangan Badan Legislatif sehingga seolah-olah ini produk DPR dan bukan produk Kemenkes. Ini aneh; masak RUU dibuat seperti kucing-kucingan. Mestinya RUU justru disebar luas dari awal agar masyarakat tahu dan bisa memberi masukan. Nama penyusun naskah akedemik RUU ini pun tidak ada. Ibarat tesis atau disertasi, tidak diketahui siapa pembuatnya. Ironisnya, beredar kabar bahwa RUU ini masuk akan segera disahkan. Artinya, masyarakat berhadapan dengan sebuah RUU ‘misterius’ yang ujug-ujug akan segera disahkan. Ini jelas bertentangan dengan salah satu azas krusial pembentukan UU, yaitu keterbukaan. Semua produk legislasi, apalagi yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, harus dibuat secara transparan. Bukan dengan silent action. Kedua, minim representasi (lack of representation). OP adalah representasi formal tenaga kesehatan di Indonesia. Mereka adalah stakeholder penting sistem pelayanan kesehatan. Tanpa mereka, pelayanan kesehatan tidak berjalan efektif atau bisa kolaps. Mestinya OP dilibatkan sejak awal dalam pembuatan RUU ini. Faktanya, tidak satupun OP formal ini dilibatkan. Ini melahirkan spekulasi bahwa peran OP mau dihilangkan atau dikerdilkan dalam RUU ini. Ada upaya marginalisasi profesi. Ini tentu bukan langkah tepat karena berpotensi menimbulkan konflik antara pemerintah dengan OP. Prakondisi konflik tidak bagus, apalagi menghadapi tahun politik pergantian pimpinan nasional. Pelibatan OP formal sangat krusial, agar suara tenaga profesional terdengar. Jangan sampai RUU ini menggunakan model cherry-picking; mengundang orang-orang tertentu yang seide dengan konten RUU dan mencatatnya sebagai perwakilan suara OP. Ketiga, minim kejelasan (lack of clarity). Urgensi sebuah UU Omnibus adalah mengganti dan mensinergiskan berbagai UU terkait yang ada. 12 UU bidang kesehatan akan dihapus dan digantikan oleh UU Omnibus kesehatan ini. Namun sebelum memutuskan pembuatan UU baru, mestinya ada penjelasan rasional dan transparan terkait alasan penggantian UU lama. Apakah UU lama sudah tidak relevan atau mengandung konflik satu dengan lainnya? Mesti ada penjelasan dan telaah ilmiah terkait aspek filosofis, yuridis dan sosial penggantian UU ini. Sehingga ada alasan substansial dan relevan penggantian UU. Sayangnya, aspek clarity ini tidak terpenuhi. Hingga kini, tidak pernah terdengar adanya diskusi atau telaah ilmiah RUU ini, apalagi yang melibatkan perguruan tinggi. Kesannya, sangat lack of clarity. #tolakkapitalisasikesehatan #TolakRUUKesehatanOmnibuslaw

Eva Sri Diana Chaniago

39,312 görüntüleme • 3 yıl önce

paus nih termasuk mamalia yang bikin aku kagum, bukan ke mereka, tapi ke Pencipta-Nya. tiap kali ada masalah perihal rezeki dan mulai mikir aneh-aneh kaya 'sebenernya ada gak sih rezekiku?' atau 'Tuhan tuh ingat ga sih sama aku?', aku selalu lihat paus. paus ini teman-teman, mereka butuh setidaknya 3-4 ton krill dalam sehari untuk makan. ikhtiarnya paus biru deh ya, (ralat kalo salah) mereka tuh setelah menangkap krill, suka buka mulutnya dengan tubuh vertikal di tengah laut. supaya apa? supaya krill yang mereka punya di mulut mendatangkan ikan lain yang ukurannya lebih besar dari krill. siapa yang ajarkan dan mampu sediakan makanan sebegitu banyak, dengan populasi mereka yang juga ga sedikit? semua makhluk yang Tuhan ciptakan pasti ada tujuan dan alasan. alasan paling dekat tuh ya supaya kita berfikir. 'gini loh cara Tuhan bagi rezeki' 'Tuhan selalu rawat kita, loh' jadi, ini juga reminder buatku sih ya.. aku tau hidup tuh ga melulu senang, bahagia, kenyang, tertawa dan hal menyenangkan lainnya. tiap kita pasti melewati hal yang kurang mengenakkan, pasti. tapi soal sayangnya Tuhan, jangan pernah buat kita ragu. terus berbaik sangka, percaya kalo paus sebesar itu aja Tuhan rawat, apalagi kita yang cuma butuh sepiring nasi setiap harinya. sehat-sehat ya semuanya, dilancarkan apa-apa yang dicita-citakan, diberikan rasa bahagia serta cukup. jangan lupa bersyukur. jangan lupa senyum hari ini, anji kali ah kocag. yourpal, jellypastaa. *btw buat yang muslim, better you ambil wudhu deh, sholat tahajud, Allah nunggu curhatan you tuh~

Asta Ebrahim

2,070,373 görüntüleme • 3 yıl önce

Pertama-tama, rasa syukur yang mendalam aku tujukan kepada Tuhan dan keluargaku yang selalu menjadi cahaya di setiap langkahku. Untuk kalian semua yang udah nonton STS pertamaku hari ini, baik yang hadir langsung di theater maupun yang mengirimkan energi lewat live streaming, terima kasiii udah meluangkan waktu berhargamu untukku yaaa. Kehadiran kalian adalah hadiah terindah 💗 Untuk Leviosa, aku benar-benar kehilangan kata-kata.. Project ulang tahun yang kalian siapkan, mulai dari yang offline sampai online, semuanya luar biasa!! Aku sangat tersentuh. Kalian juga udah buat lagu yang kalian ciptakan khusus untukku dan videotron, terima kasih yaa. Aku merasa sangat dicintai dan dihargai 🫶🏻🫶🏻🫶🏻 Terima kasih udah mendukung dan memelukku sejauh ini. Setiap kritik, masukan, dan saran yang kalian berikan adalah "kompas" yang membuatku tidak kehilangan arah. Karena kalian, aku bisa terus belajar dan berkembang menjadi versi yang lebih baik setiap harinya 💪🏻 Aku bahagia sekali bisa merayakan hari spesial ini bersama kalian di STS pertamaku. Oh iya, aku ingin simpan memori hari ini lebih banyak lagi, boleh dong spill foto 2-shot kita tadi di bawah? hehe.. Ada yang bilang bahwa "Bintang tidak akan bisa bersinar tanpa kegelapan." Bagiku, kalian adalah langit malam yang luas, dan aku adalah bintang kecil yang mencoba bersinar di sana. Namun, bintang tidak pernah bersinar untuk dirinya sendiri. Ia bersinar untuk menjadi penunjuk jalan bagi mereka yang melihatnya. Aku berharap ke depannya aku bisa menjadi pribadi yang lebih tangguh dan terus menjadi sumber motivasi bagi kalian, sebagaimana kalian adalah alasan terbesarku untuk tidak pernah menyerah. Mari kita terus bertumbuh bersama, saling menguatkan, dan menciptakan lebih banyak keajaiban lagi ke depannya. With all my love, Levi 💗 #SeventeenthStep #LEV17ATE

Michelle Levia

60,394 görüntüleme • 6 ay önce

[Breaking News] 01:50 Info kejadian kecelakaan pelaku mabuk Kronologi: Awalnya saya bersama teman saya lihat ada kecelakaan persis di depan kami. Pelakunya datang dari arah utara ke selatan. Kami langsung berhenti dengan niat mau bantu, setidaknya berdirikan motor pelaku. Setelah motornya dibantuin orang sekitar buat berdiri, ternyata gerak-geriknya aneh, sempoyongan kayak orang nggak sadar. Pelaku ini diketahui berbaju putih dengan gambar-gambar bercorak. Tiba-tiba dia ngegas motornya kayak mau kabur, tapi karena posisinya pas di depan saya, dia nggak bisa langsung tancap gas. Pas ditanya-tanya, bener aja ternyata dia mabuk. Korban yang ditabrak adalah seorang ibu-ibu dengan rambut dikuncir, ditemani suaminya yang juga berbaju putih dan memakai tas selempang. Karena tau si pelaku mabuk, korban nggak nuntut banyak, cuma minta ganti Rp100.000 aja biar selesai. Masalahnya, si pelaku ini dari awal banyak alasan. Dia bilang, “saya telpon kakak saya dulu”, terus “bapak saya baru meninggal anjing”, “aku ada saldo tenang aja”, bahkan sempet bilang “selesaikan sekarang aja mau ganti berapa” tapi ngomongnya nggak jelas karena mabuk. Warga sekitar yang udah mulai kesel akhirnya bentak: “kamu bisa ganti nggak sebenernya?” Eh si pelaku malah jawab, “saya nggak ada saldo bg,” padahal sebelumnya bilang punya. Mungkin karena udah kepepet, tiba-tiba dia nantangin orang-orang sekitar sambil teriak-teriak maki-maki: “sini kau anjing, kontol, bangsat. Gw cuma sendiri kontol.” Nah, dari situ orang-orang yang awalnya sabar jadi ikutan emosi. Bahkan dia sempat nendang seorang mas-mas berbaju putih (nggak terekam di video). Akhirnya, karena orang-orang udah nggak tahan, pelaku dipukul juga dan langsung diam. Biar nggak ribet dan sebagai jaminan, warga sepakat bawa motornya, soalnya pelaku sama sekali nggak bawa identitas. Setelah itu polisi datang, langsung mengamankan pelaku dan membawanya pergi. Lokasi kejadian tepat di depan JCM, sebelah kanan jalan (kalau dari arah selatan), persis samping pecel lele. (Hmmm_nic)

Merapi Uncover

32,673 görüntüleme • 11 ay önce

Aku (Tetap) Memilih Ganjar oleh Muhammadun - Jakarta Sejak menyatakan menolak Tim Nas Israel, Ganjar Pranowo dibully habis-habisan. Semua sosmednya penuh komentar netizen yang kecewa. Tak terkecuali grup-grup whatsapp relawan. Antara yang mengecam dan mendukung pendapat Ganjar saling serang. Bahkan ada yang mengancam keluar dari relawan Aku tertawa-tawa saja. Bagiku ini hanya dinamika. Justru inilah ujian bagi pendukung Ganjar. Beneran mendukung atau hanya sekadar ubyang ubyung. Kalau aku sih tetap Ganjar. Gak ada pengaruhnya. Sebab mendukung Palestina atau Israel sama saja. Ini hanya sikap pribadi sesuai keyakinan ideologisnya. Menolak Israel juga bukan kejahatan. Yang jahat itu pejabat yang nyelewengkan uang rakyat atau oknum yang melarang orang beribadah sesuai agama dan keyakinannya. Aku pun yakin. Bagi sebagian besar rakyat Indonesia, alasan utama memilih calon presiden bukan karena dia pro Israel atau Palestina. Lagipula, isu ini cenderung ramai di sosmed saja. Di dunia nyata tidak banyak diperbincangkan. Tidak seperti kasus Sambo atau kasus David-Dandy yang menyeret kementerian keuangan dalam pusarannya. Maka aku tidak yakin perkara ini akan membuat pendukung Ganjar beralih. Bahwa ada gerakan di sosmed menarasikan pengalihan dukungan, itu iya. Mayoritas narasinya sama. Mengaku pendukung Ganjar yang kecewa lalu beralih ke Prabowo. Atau ada lagi narasi di sosmed mengadu-domba Gibran dan Ganjar. Silahkan tebak itu mainan kubu siapa. Penggalangan opini di sosmed itu lazim adanya. Ada penyedia jasanya. Asal punya uang, bisa pesan mau nyerang siapa, atau men-trendingkan siapa. Mau di IG, twitter, atau tiktok. Semua bisa. Hehehe... Memilih calon presiden tentu tidak berdasar emosi dari satu kejadian. Ini adalah jalan panjang. Ada pengalaman, kompetensi, prestasi, dan visi yang jadi pertimbangan. Sebagai relawan Ganjar, kita sudah mempertimbangkan hal itu. Bahwa jejak rekamnya telah menjawab semua kebutuhan rakyat akan calon pemimpin masa depan. Dari program kerja dan pencapaian, kita sepakat Ganjar yang paling bisa diandalkan. Satu hal saja. Dalam 9 tahun terakhir siapa gubernur yang paling banyak menurunkan angka kemiskinan di daerahnya. Ya Ganjar. Selama dipimpin Ganjar 2013-2022, kemiskinan Jateng turun 4,8 juta penduduk pada 2013 menjadi 3,8 juta di tahun 2022. Turunnya satu juta. Coba tengok provinsi lain. Jawa Timur sepanjang 2013-2022 turun 684.530 jiwa. Jawa Barat hanya turun 311.670 jiwa. .Sedangkan DKI Jakarta justru jumlah warga miskinnya naik 126.340 jiwa. Kemudian di tiktok ada yang bilang bahwa ganjar sudah habis, rakyat Indonesia Timur beralih ke Prabowo. Waduh-waduh, segampang itu? Aku yakin tidak. Masyarakat Maluku, NTT, dan Papua bukan warga yang mudah lupa. Mereka tak mungkin amnesia begitu saja. Ganjar yang konsisten melawan intoleransi dan melindungi kaum minoritas di daerahnya. Mereka tak mungkin lupa aksi Ganjar di masa covid. Bagaimana pelajar Papua yang sekolah di Semarang dijenguk Ganjar di asrama. Bagaimana mahasiswa NTT di Semarang dijenguk Ganjar di kos-kosannya. Hanya Ganjar lah, gubernur yang melindungi warga perantauan dari mana pun asalnya. Justru dari sini kita melihat sisi lain Ganjar. Dia berani memilih, berani bersikap yang tentu sudah melalui beragam pertimbangan. Dia tau memilih ini pasti akan banyak diserang. Tapi dia tidak mundur. Dia berani menentang arus meski tahu pilihannya tidak populer. Sikap ini penting dimiliki seorang pemimpin. Dan alhamdulillah menambah satu alasan lagi untukku memilih Ganjar.

kesit

190,623 görüntüleme • 3 yıl önce