Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

16,308 Aufrufe • vor 1 Jahr •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Kreatifitas Tanpa Batas! Viral Momen Kocak Pengendara Motor di Sleman Pakai Plastik Sampah Jadi Jas Hujan, Netizen: "Antara Kasihan dan Pengen Ketawa" SLEMAN – Musim hujan seringkali memaksa para pengendara motor untuk memutar otak demi tetap kering sampai tujuan. Namun, sebuah momen unik tertangkap kamera di kawasan Lampu Merah (Bangjo) Denggung, Sleman, yang baru-baru ini mencuri perhatian warganet. Dalam sebuah video singkat yang beredar, terlihat dua orang pria sedang berboncengan motor di tengah guyuran hujan deras. Alih-alih menggunakan jas hujan pada umumnya, keduanya tampak mengenakan plastik sampah hitam besar (trash bag) yang dilubangi di bagian kepala dan tangan sebagai pelindung tubuh. Momen ini terekam oleh seorang pengendara mobil yang berada tepat di belakang mereka. Meskipun situasi sedang hujan lebat, pemandangan "jas hujan darurat" tersebut tak pelak memicu gelak tawa bagi siapa saja yang melihatnya. "Momen lucu warga +62, tapi kasihan juga lihatnya. Jas hujan pakai trash bag di Bangjo Denggung," tulis pengunggah video tersebut. Video ini pun langsung mendapat beragam reaksi dari netizen. Banyak yang merasa kasihan namun tidak bisa menahan tawa melihat kreatifitas "kepepet" khas warga Indonesia. "Definisi kreatifitas tanpa batas. Yang penting nggak basah kuyup ya mas, sehat-sehat terus!" tulis salah satu netizen di kolom komentar. "Antara pengen ketawa sama kasihan, tapi itulah hebatnya warga +62, selalu punya cara buat bertahan di segala situasi," timpal netizen lainnya. Meski terlihat lucu, aksi ini juga menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu sedia jas hujan yang standar di dalam bagasi motor, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini. Penggunaan plastik sampah tentu tidak seaman dan senyaman jas hujan asli, terutama jika tertiup angin kencang. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih terus dibagikan dan menjadi hiburan tersendiri bagi warga internet. Semangat terus buat mas-masnya, semoga tetap sehat dan sampai tujuan dengan selamat! ( hsanna._ )

Merapi Uncover

21,630 Aufrufe • vor 6 Monaten

ERUPSI LAGI PAGI MENJELANG SIANG INI! GUNUNG ILI LEWOTOLOK MEMUNTAHKAN ABU TEBAL 600 METER, KABUPATEN LEMBATA WAJIB SIAGA KETAT! Aktivitas vulkanik di Nusa Tenggara Timur makin intensif! Baru saja terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok pada siang hari ini, 07 September 2026 pukul 11:43 WITA! Letusan ini memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi ±600 meter di atas puncak (sekitar ±2.023 mdpl). Laporan data seismik dan pantauan visual resmi dari PVMBG mencatat parameter kritis yang wajib diwaspadai warga: 1. Kolom Abu Kelabu Tebal Semburan abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan saat ini bergerak condong ke arah BARAT DAYA dan BARAT. Pemukiman warga di sektor barat daya/barat lereng gunung berisiko tinggi diterjang hujan abu tebal siang ini! 2. Parameter Seismik Tetap Kuat Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 40 mm dan durasi getaran letusan berlangsung ±32 detik. 3. Ancaman ISPA & Pencemaran Air Partikel abu vulkanik berisiko tinggi memicu gangguan pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan mencemari sumber air bersih/bak penampungan warga jika terendapkan. 4. Zona Bahaya & Potensi Lahar Warga diingatkan untuk TIDAK mendekati dan tidak beraktivitas di dalam radius bahaya resmi PVMBG, serta mewaspadai potensi aliran lahar hujan jika terjadi hujan deras di area puncak. Langkah antisipasi dan evakuasi mandiri mendesak saat ini: - Langsung gunakan masker medis/N95 atau kain basah penutup hidung dan mulut! - Lindungi mata dengan kacamata pelindung (hindari penggunaan lensa kontak saat hujan abu). - Segera tutup rapat bak penampungan air dan makanan agar tidak kontaminasi zat asam abu vulkanik.

Sumatera Adil & Federal

145,773 Aufrufe • vor 20 Tagen

Sioo ah, dapet kabar dari Puncak Jaya! Kota Mulia baru aja dilanda hujan es yang bikin warga setempat heboh. Buat yang belum tahu, Kota Mulia itu emang udah langganan punya suhu ekstrem karena posisinya ada di ketinggian lebih dari 2.400 mdpl salah satu daerah terdingin dan tertinggi di Indonesia. Tapi begitu hujan es turun, tetep aja fenomena ini selalu menarik perhatian dan bikin merinding wak. Fenomena ini sebenernya terjadi karena pembentukan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat dahsyat. Kristal es di dalam awan membeku dan terdorong arus udara kuat , sampai akhirnya jatuh ke permukaan sebelum sempet mencair sempurna. Kombinasi angin kencang, penurunan suhu mendadak, plus es yang menghantam atap seng warga jelas bikin suasana makin mencekam. Kenapa fenomena kayak gini makin sering dan polanya makin nggak tertebak? 1. Perubahan Iklim Global Anomali cuaca di wilayah pegunungan Papua makin ekstrem. Kenaikan suhu lokal memicu penguapan lebih tinggi yang bikin pembentukan awan Cb makin masif dan agresif. 2. Tekanan Udara dan Angin Lokal Kondisi topografi Puncak Jaya yang dikelilingi pegunungan tinggi bikin pergerakan massa udara terjebak, mempercepat proses kondensasi ekstrem dalam waktu singkat. 3. Kerentanan Infrastruktur Hujan es yang disertai angin kencang berpotensi merusak atap rumah warga, merusak tanaman pertanian lokal, sampai mengganggu jalur transportasi udara yang jadi urat nadi utama di kawasan pegunungan. Sampai kapan kita cuma ngeliat fenomena cuaca ekstrem kayak gini sebagai sekadar oh....? Alam di pegunungan Papua udah mulai ngasih sinyal kuat kalau perubahan iklim itu nyata dan ada di depan mata.

Sumatera Adil & Federal

26,220 Aufrufe • vor 17 Tagen

🚨 SOS KALIMANTAN WORLD, PLEASE LOOK AT THIS! 19 SEPTEMBER 2026 🇮🇩 Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan bukan lagi cerita lokal. Sudah berminggu-minggu api membakar. Asap menyelimuti permukiman. Kualitas udara memburuk. Dan dampaknya mulai menyeberangi batas negara. Reuters melaporkan asap dari kebakaran Indonesia telah berdampak ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Laporan kawasan juga menunjukkan kabut asap lintas batas telah mencapai Singapura hingga selatan Vietnam. Artinya, asap tidak berhenti di garis batas Indonesia. ASAP TIDAK PUNYA PASPOR. Hari ini Kalimantan. Besok wilayah lain bisa ikut menghirup dampaknya. Dan sekarang, di Ray 3, Desa Puntik, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, karhutla dilaporkan semakin mendekati rumah warga. WARGA SUDAH DI DEKAT API. Pertanyaannya HARUS MENUNGGU RUMAH WARGA TERBAKAR DULU BARU NEGARA BERGERAK? Kepada media internasional: Reuters The Associated Press BBC News (World) CNN Al Jazeera English AFP News Agency The Guardian The New York Times DW News CNA South China Morning Post Al Jazeera PR Elon Musk Tolong lihat Kalimantan. Tolong liput. Tolong sebarkan. Kepada lembaga internasional United Nations United NationsEP United NationsHumanRights United NationsFCCC World Health Organization (WHO) World Meteorological Organization ASEAN Kami tidak meminta dunia mengambil alih Indonesia. Kami meminta dunia MELIHAT. Karena ketika asap sudah menyeberangi batas negara, ketika kualitas udara memburuk, ketika warga mulai terdampak dan ketika api semakin dekat dengan permukiman, persoalannya tidak lagi bisa dianggap sebagai sekadar kebakaran biasa. IRONISNYA... Dunia setiap tahun berbicara tentang perubahan iklim, perlindungan hutan dan emisi karbon. Tapi di Kalimantan, warga justru sedang berjuang mendapatkan sesuatu yang jauh lebih sederhana: UDARA YANG BISA DIHIRUP. Kepada pemerintah Indonesia Jangan tunggu dunia ramai memberitakan baru bergerak. Jangan tunggu negara tetangga protes. Jangan tunggu bandara terganggu. Jangan tunggu sekolah diliburkan. Jangan tunggu rumah warga terbakar. DAN JANGAN TUNGGU KORBAN BERJATUHAN. API TIDAK MENUNGGU RAPAT. ASAP TIDAK MENUNGGU KONFERENSI PERS. WARGA TIDAK BISA MENUNGGU SAMPAI MUSIM HUJAN. Jika kemampuan di lapangan terbatas, kerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Jika membutuhkan bantuan, buka ruang koordinasi dan kerja sama. Jika ada dugaan pembakaran ilegal, usut. Jika ada perusahaan atau individu yang terbukti melanggar, tindak. Jangan hanya sibuk mencari siapa yang akan disalahkan setelah semuanya terbakar. 🔥🌳 KALIMANTAN BUKAN TITIK KECIL DI PETA. DI SINI ADA MANUSIA. DI SINI ADA RUMAH. DI SINI ADA SEKOLAH. DI SINI ADA HUTAN. DI SINI ADA KEHIDUPAN. WORLD, PLEASE WATCH KALIMANTAN. #SaveKalimantan #KalimantanBurning #IndonesiaForestFire

Sumatera Adil & Federal

148,011 Aufrufe • vor 7 Tagen