Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

30,234 views • 2 years ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Seorang ibu bernama Enok (43) di Kampung Cijagra, Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, hilang setelah diduga terjatuh ke sungai akibat lantai kamar mandi rumahnya amblas, Senin (2/2/2026) sore. Hingga hari kedua pencarian, korban belum ditemukan meski upaya penyisiran terus dilakukan oleh tim gabungan bersama warga. Peristiwa itu terjadi saat Enok berpamitan kepada anaknya untuk pergi ke kamar mandi yang berada di bagian bawah rumah. Setelah sekitar 15 menit tak kunjung kembali, anaknya merasa curiga dan turun mengecek. Diduga kuat korban terjatuh ke sungai yang mengalir tepat di bawah kamar mandi. Saat kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tidak terlalu tinggi, namun arus sungai cukup deras akibat kiriman air dari hulu. Dalam beberapa hari terakhir, debit air sungai di sekitar permukiman memang kerap meningkat saat hujan turun, sehingga mengikis tanah di bantaran sungai dan melemahkan struktur bangunan. Saat kejadian, Enok berada di rumah bersama lima anaknya, sementara suaminya sedang bekerja di luar. Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai dari sekitar Leuwi Cijagra hingga Leuwi Maung, serta membongkar reruntuhan bangunan di bawah rumah korban. Meski melibatkan BPBD, Basarnas, Damkar, aparat desa, relawan, dan warga, sudah dua hari korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. 📸: Dok. kumparan/Abisatya. ⁠ Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. ⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R362 | R300 | E164 ⁠ #bicarafaktalewatberita #kumparan

kumparan

520,151 views • 5 months ago

Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman Kabupaten Indramayu kembali di gelar dengan agenda pemeriksaan terdakwa Priyo Bagus Setiawan pada Rabu, (20/5). Dihadapan Majelis Hakim, terdakwa memberikan pengakuan yang mengagetkan pengunjung, bahwa yang mengeksekusi pembunuhan semuanya dilakukan oleh terdakwa Ririn seorang diri, sedangkan dirinya hanya bisa menyaksikan dan membantu proses pemberesihan jejak dan penguburan jenazah saja. Dalam proses penghilangan nyawa H. Sahroni (75), Budi (45), Euis (40) dengan cara hantam menggunakan palu besi, sementara untuk dua anaknya yaitu Ratu (7), hingga Bela (8 bulan) meninggalnya dengan cara di tenggelamkan ke dalam bak mandi, akan tetapi sebelum itu terjadi justru Priyo sempat menggendong bayi malang itu dan akibat menangis, bahkan sempat diberikannya dot susu, tetapi tangisan bayi itu justru memancing emosi terdakwa Ririn, sehingga sontak direbutnya bayi itu dari tangan Priyo dan langsung di tenggelamkannya ke dalam bak mandi. Dalam persidangan sebelumnya barang bukti untuk memukul terdakwa sempat dibuang terdakwa dan belum ditemukan, akan tetapi setelah terdakwa Prio memilih untuk Justice collaborator, maka dengan pengakuannya itu akhirnya barang bukti palu yang hilang bisa ditemukan. Sementara itu menurut kuasa hukum Priyo, Ruslandi menyampaikan bahwa proses eksekusi yang dilakukan terdakwa Ririn terhadap korban Budi itu dilakukan di tokonya yang berlokasi didepan rumah, setelah itu baru masuk kerumah untuk menghabisi nyawa H. Syahroni, Eis, Ratu, Bela. 📽️Ens

Radio Elshinta

112,840 views • 2 months ago