Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

bercandyaaaaa

23,455 просмотров • 1 месяц назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Tukeran bini
2:20

Sensitive content

Tukeran bini

IBU IBU

70,385 просмотров • 2 лет назад

UPDATE ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU DUKUNGAN MAGMA KUAT MEMICU LETUSAN BESAR MALAM INI! ZONA BAHAYA DIPERKETAT! Eskalasi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda makin mengkhawatirkan! Setelah dilaporkan mengalami letusan pada Jumat malam (5/9/2026) pukul 00: 20 WIB, pantauan seismik mengonfirmasi bahwa letusan ini merupakan kategori ERUPSI BESAR dengan ampitudo gempa letusan yang melonjak signifikan! Meskipun visual letusan di tengah laut kerap tertutup kabut tebal dan pekatnya malam, getaran dentuman serta gempa tremor menerus terekam kuat, menandakan adanya suplai magma yang sangat aktif dari perut bumi! Rincian situasi terkini, bahaya sekunder, & imbauan keselamatan: AMORTISASI & TREMOR MENERUS PVMBG mencatat rentetan gempa letusan beruntun. Tidak teramatinya tinggi kolom abu secara visual justru meningkatkan risiko karena arah sebaran abu vulkanik sulit diprediksi secara kasat mata! ANCAMAN LONTARAN MATERIAL & TSUNAMI LOKAL Setiap potensi erupsi besar Gunung Anak Krakatau selalu membawa ancaman lontaran batu pijar serta potensi longsoran tubuh gunung ke dalam laut yang bisa memicu gelombang tsunami sekunder di pesisir Banten dan Lampung! ✈HINDARI RADIUS BAHAYA & JALUR PELAYARAN Nelayan, kapal penyeberangan Bakauheni-Merak, hingga wisatawan ditegaskan untuk SAMA SEKALI TIDAK MENDEKATI radius bahaya yang ditetapkan! Peringatan keselamatan penerbangan (VONA) juga berpotensi dinaikkan ke level tertinggi. Pertanyaannya: Apakah sistem peringatan dini dan sirine potensi tsunami di sepanjang pesisir Anyer, Carita, hingga Kalianda sudah benar-benar siap dan aktif 100% jika terjadi kondisi darurat di tengah malam?! Warga di pesisir Banten dan Lampung Selatan: Tetap waspada, jangan panik, siap kembangkan tas siaga bencana, dan terus dengarkan instruksi resmi dari PVMBG / BPBD / BMKG!

Sumatera Adil & Federal

716,684 просмотров • 8 часов назад

WhatsApp Akui Kesalahan Sistem Picu Sejumlah Akun Terblokir, Termasuk Akun Koordinator AMPB WhatsApp mengakui adanya kesalahan sistem yang menyebabkan sejumlah akun pengguna di Indonesia terblokir. Kesalahan tersebut disebut terjadi secara global dan tidak berkaitan dengan upaya menargetkan pengguna atau Indonesia secara khusus. Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik, Meta, Esther Samboh, menyampaikan hal tersebut setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil Meta untuk memberikan klarifikasi terkait pemblokiran sejumlah akun WhatsApp di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. Salah satu akun yang dilaporkan terdampak ialah milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Akun WhatsApp Supriyono dilaporkan mendadak terblokir pada Minggu, 23 Agustus 2026. Esther mengatakan WhatsApp menggunakan sejumlah sinyal dan sistem untuk mendeteksi perilaku yang dinilai melanggar ketentuan layanan. Sistem tersebut digunakan untuk menjaga keamanan pengguna dari berbagai upaya penyalahgunaan platform. Namun, dalam proses pendeteksian tersebut, sistem WhatsApp mengalami kesalahan sehingga sejumlah akun pengguna yang sebenarnya tidak bermasalah ikut terdampak pemblokiran. "Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini, kemudian sistem kami melakukan kesalahan dalam melakukan penangkapan akun-akun yang tidak baik ini," kata Esther di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu. Menurut dia, WhatsApp kemudian melakukan mitigasi setelah mengetahui adanya kesalahan tersebut. Akun-akun yang terdampak akibat kesalahan sistem juga mulai dipulihkan. Esther menyebut kejadian tersebut tidak hanya berlangsung di Indonesia. Menurut dia, persoalan itu merupakan kesalahan sistem yang terjadi secara global. "Hal ini terjadi secara global, bukan hanya upaya secara koordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia di sini," ujarnya. Asahat Edi/PRMN

Pikiran Rakyat

45,951 просмотров • 9 дней назад