Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Bermain dengan api, akhirnya terbakar. Begitulah akhir kelam dari influencer asal China ini. Mereka yang sering menontonnya tahu seberapa sering ia menantang entitas gaib di tempat-tempat terbengkalai. Naas, kali ini tantangannya 'dijawab'. Tubuhnya tertidur dalam koma yang panjang karena kecelakaan, namun jiwanya mungkin sudah terjebak di dimensi lain hingga...

415,239 Aufrufe • vor 2 Tagen •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

KISAH PILU KAKEK LANSIA YANG TERTIDUR DALAM KEADAAN LAPAR KARENA DAGANGANNYA TIDAK ADA YANG LAKU Di sudut depan pasar yang bising, Abah Sobandi (66 tahun) duduk menanti keajaiban. Di usianya yang sudah senja, ia masih harus berjuang menyambung hidup dengan membuat dan menjual mainan anak tradisional. Menggunakan tangan tuanya, ia merajut sendiri bilah-bilah bambu dan kertas warna-warni, mencoba bertahan di tengah gempuran zaman modern yang serba digital.​ Setiap hari, Abah mangkal dari pagi hingga sore hari di tempat yang sama. Namun, karena yang dijual adalah mainan tradisional, peminatnya kini sangat jarang. Hari-hari Abah lebih sering dihabiskan dalam sepi kadang dagangannya hanya laku sedikit, bahkan sering kali tidak laku sama sekali. Saking sepinya, Abah sampai sering ketiduran di tempat ia mangkal karena kelelahan menunggu pembeli yang tak kunjung datang.​ Dampak dari sepinya jualan langsung memukul lambung Abah. Tanpa pengasilan yang pasti, urusan makan sehari-hari pun menjadi tidak menentu. Jika ada uang ia bisa makan, namun tak jarang Abah terpaksa tidak makan sama sekali seharian karena kantongnya kosong melongpong. Jangankan untuk mengontrak tempat tinggal, untuk tidur pun Abah kini harus menumpang di rumah orang lain.​ Jauh di dalam lubuk hatinya, tersimpan kerinduan mendalam pada kampung halamannya. Abah adalah orang asli Garut yang merantau demi mengadu nasib. Namun, kenyataan pahit membuatnya sangat jarang bisa pulang. Untuk sekadar mengisi perutnya sendiri saja susahnya bukan main, apalagi mengumpulkan uang untuk ongkos pulang atau mengirim nafkah ke keluarga di kampung.​ Kisah Abah Sobandi adalah potret pilu perjuangan seorang lansia yang menolak mengemis di masa tuanya. Di tengah hiruk-pikuk pasar, ia terus bertahan memeluk erat sisa-sisa harapan dari mainan tradisional buatannya, berharap esok hari akan ada secercah rezeki yang menghampiri.

Netizen Bawel

17,169 Aufrufe • vor 3 Monaten

Kepala di Belanda Tubuhnya di Banjar Kisah perjuangan Demang Lehman di tanah Banjar Ia lahir dengan nama Idis (32 tahun) Sejarah mengenalnya sebagai Adhipattie Mangko Nagara Abad ke-19 di Tanah Banjar. Belanda datang membawa meriam, peta, dan keyakinan bahwa perlawanan damang akan cepat berakhir Prediksi Belanda salah , Yang mereka lawan adalah panglima yang kuasai lapangan yang mengenal sungai, rawa, dan hutan Demang Lehman bukan seorang raja pewaris takhta Ia tangan kanan Pangeran Antasari Di pinggangnya terselip Keris Singkir, Di tangannya ada tombak Kaliblah dari Sumbawa Keduanya merupakan pusaka Kesultanan Banjar Pasukan Belanda berkali-kali kewalahan dan kehilangan jejak. Perlawanan deman Leman muncul dari hutan Lalu menghilang ke sungai. Benteng Tabanio akhirnya jatuh Musuh yang kuat membuat Penangkapan dengan kekuatan senjata nyaris mustahil yang membuat Belanda memilih cara yang lebih murah yaitu Pengkhianatan. Seseorang dari lingkaran dekat membocorkan tempat persembunyiannya Tahun 1864 di Gunung Raja Demang Lehman dikepung saat menunaikan ibadah Ia mengetahui dirinya sedang dikhianati Namun ia tidak menghunus kerisnya Ia tidak mengangkat tombaknya. Ia memilih tidak menumpahkan darah di tempat suci Saat itulah ia ditangkap Tanpa perlawanan Pengadilan kolonial berlangsung singkat Hukum Gantung Bahkan Putusan telah diputuskan sebelum sidang dimulai 27 Februari 1864.Martapura. Tubuhnya dipisahkan dari kepalanya kepalanya dibawa pergi Diduga menuju Leiden, Belanda. Tubuhnya dimakamkan di tanah Banjar Tanpa kepala Perjuangannya sampai saat ini masih di kenang di tanah Banjar

𝐎𝐦𝐉_𝙹eռɢɢօtȶ

33,538 Aufrufe • vor 2 Monaten