Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

🚨 BREAKING Kondisi saat ini di Taman Nasional Tanjung Puting, api masih terus berkobar! 🥺💔 Kebakaran mengancam habitat penting dan pusat rehabilitasi Orang Utan (Pongo pygmaeus) Serta kawasan riset konservasi. SAVE ORANG UTAN! 😭 #PrayforKalimantan

16,590 Aufrufe • vor 14 Stunden •via X (Twitter)

5 Kommentare

Profilbild von dinnn
dinnnvor 14 Stunden

ya Allah belum selesai😭 semoga ada hujan deres banget2 di hutan yg kebakar ya Allah🤲🏻

Profilbild von mbek-X
mbek-Xvor 14 Stunden

Innalillahi, semoga segera teratasi kebakarannya 😔😞

Profilbild von cellaurent
cellaurentvor 10 Stunden

semoga cepat reda kebakarannya🥹

Profilbild von Rohta Anjulian 🇮🇩 🇵🇸 🌞
Rohta Anjulian 🇮🇩 🇵🇸 🌞vor 9 Stunden

Ya Allah... api masih terus berkobar dan yang terancam bukan hanya hutan, tapi rumah bagi orangutan serta berbagai satwa liar lainnya. 😭💔 Semoga api segera berhasil dipadamkan sebelum merembet semakin luas ke habitat, pusat rehabilitasi, dan kawasan konservasi. SAVE OUR FOREST. SAVE ORANGUTAN. 🦧🥀 #PrayforKalimantan

Profilbild von mofa
mofavor 11 Stunden

kok makin gini 😵‍💫

Ähnliche Videos

KABAR DUKA DARI JANTUNG KONSERVASI BORNEO! Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dilaporkan terbakar! Doa terbaik untuk para petugas, relawan, dan Manggala Agni di lapangan agar api bisa segera dipadamkan total dan TIDAK sampai merembet ke zona feeding serta habitat inti Orangutan! Tanjung Puting bukan sekadar hutan biasa. Ini adalah salah satu benteng pertahanan terakhir dan tempat perlindungan populasi Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) terbesar di dunia. Jika api merangsek masuk ke zona interaksi dan pemberian pakan (feeding zone), dampaknya bakal sangat masif dan dahsyat bagi kelangsungan hidup satwa endemik kita! Mari kita bedah rincian ancaman serius dari karhutla di kawasan TNTP ini 1. Rawan Kebakaran Lahan Gambut Dangkal & Dalam Mayoritas ekosistem di TNTP terdiri dari hutan rawa gambut. Kebakaran di lahan gambut sangat membahayakan karena api tidak cuma membakar vegetasi di permukaan, tapi juga merayap di bawah tanah (ground fire). Ini bikin proses pemadaman jadi sepuluh kali lipat lebih sulit dan memicu kabut asap pekat! 2. Ancaman Langsung ke Zona Feeding & Pusat Rehabilitasi Zona feeding adalah titik krusial tempat Orangutan terbiasa mencari pakan pendamping dan berinteraksi dalam pemantauan petugas. Jika area ini hangus, Orangutan bakal kehilangan sumber makanan utama, memicu stres berat, hingga terdesak keluar kawasan hutan menuju pemukiman warga atau perkebunan. 3. Kerusakan Saluran Pernapasan Satwa Langka Bukan cuma kobaran api, asap pekat hasil pembakaran hutan sangat beracun bagi populasi Orangutan dan satwa endemik lainnya seperti Bekantan. ISPA pada satwa lindung bisa memicu kematian massal, terutama bagi anak-anak Orangutan yang masih rentan. 4. Bencana Ekologis dan Resiko Kabut Asap Lintas Daerah Jika karhutla di Tanjung Puting gagal disekat dengan cepat, emisi karbon yang terlepas dari gambut yang terbakar bakal sangat besar, memicu krisis kualitas udara yang memperburuk kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Tim gabungan butuh dukungan penuh dan helikopter water bombing ekstra untuk menyekat pergerakan kepala api agar tidak meluas! Mari kita kawal terus perkembangannya dan panjatkan doa buat tim pemadam di lapangan!

Sumatera Adil & Federal

93,400 Aufrufe • vor 1 Tag

SELAMATKAN ORANG UTAN DARI KEPUNAHAN Orangutan Kurus Kering Ini Adalah Korban Nyata dari Hilangnya Kesejahteraan Satwa” Sebuah video yang memperlihatkan seekor orangutan betina bersama anaknya dalam kondisi kurus kering telah menjadi viral di media sosial, memicu keprihatinan mendalam publik terhadap nasib satwa liar di Indonesia. Rekaman yang beredar luas ini menunjukkan orangutan tersebut berjalan lemah, diduga di kawasan Kutai Timur, Kalimantan Timur, dengan tubuh yang sangat kurus mengindikasikan kekurangan gizi parah. Kondisi memprihatinkan ini secara gamblang menyoroti krisis kesejahteraan satwa yang semakin mendesak, di mana orangutan terpaksa mencari makan di luar habitat alaminya yang telah rusak. Fenomena orangutan kurus kering ini bukan sekadar kasus individu, melainkan cerminan nyata dari dampak deforestasi dan perusakan habitat yang masif. Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan pembangunan infrastruktur telah secara drastis mengurangi hutan hujan tropis, yang merupakan rumah dan sumber makanan utama bagi orangutan. Akibatnya, satwa-satwa ini kehilangan akses terhadap pakan alami dan terpaksa berinteraksi dengan manusia, seringkali berakhir dalam kondisi kelaparan atau konflik. Organisasi seperti WWF Indonesia telah mendesak semua pihak untuk lebih serius memperhatikan isu ini, mengingat orangutan adalah spesies yang dilindungi dan memiliki peran vital dalam ekosistem hutan. Krisis yang dialami orangutan kurus kering ini menggarisbawahi urgensi tindakan konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Upaya evakuasi dan rehabilitasi, meskipun penting, hanyalah solusi jangka pendek. Solusi fundamental memerlukan komitmen kolektif dari pemerintah, industri, dan masyarakat untuk menghentikan perusakan hutan, menegakkan hukum lingkungan, serta memulihkan habitat yang rusak. Tanpa langkah-langkah konkret ini, ancaman kepunahan terhadap orangutan akan semakin nyata, dan kita akan terus menyaksikan lebih banyak korban dari hilangnya kesejahteraan satwa yang tak tergantikan ini.

Indonesnews

30,368 Aufrufe • vor 3 Monaten

DESA ADAT TERBAKAR🥀 🚨 INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN! DESA ADAT SADE LOMBOK KEBAKARAN! Sabtu, 22 Agustus 2026 Kabar duka mendalam menyelimuti dunia pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Malam ini, kawasan Desa Adat Sade di Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan mengalami musibah kebakaran. Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya ikonik dan kebanggaan masyarakat Lombok yang memperlihatkan keaslian arsitektur serta kearifan lokal suku Sasak. Beberapa poin perhatian penting di lokasi wak 📍 Ancaman Terhadap Warisan Budaya & Bangunan Adat Bangunan rumah adat berbahan dasar bambu dan atap alang-alang kering membuat kobaran api dengan sangat cepat merambat. Musibah ini merenggut material bangunan bersejarah dan ruang hidup warga setempat. 📍 Bantuan Pemadaman & Keselamatan Warga Petugas pemadam kebakaran (Damkar), BPBD, aparat keamanan, dan warga sekitar terus berjibaku di lokasi untuk memadamkan api dan melokalisir perambatan agar tidak menghanguskan seluruh area pemukiman adat. 📍 Keprihatinan Publik & Kerugian Destinasi Terbakarnya Desa Adat Sade menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata budaya di Lombok. Masyarakat berharap seluruh warga adat dalam keadaan selamat dan penanganan pascabencana serta rehabilitasi kawasan segera mendapat perhatian penuh pemerintah. Mari kita kirimkan doa terbaik untuk warga Desa Adat Sade agar diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini! 🙏🥺💔 memohon bantuan serta solidaritas bagi warga Desa Adat Sade, Guys! 🚨👇

Sumatera Adil & Federal

186,520 Aufrufe • vor 20 Tagen

CERITA PILU DI BALIK PENYELAMATAN SAMPURNA Individu orangutan Kalimantan menjadi sorotan nasional hingga mancanegara, di tengah kebakaran hutan yang melanda Borneo. Sampurna namanya, ditemukan terkapar tak berdaya di area perkebunan sawit oleh seorang petani di Ketapang, Kalimantan Barat. Setelah menerima informasi, tim BKSDA Kalimantan Barat beserta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) dan tim dokter langsung bergerak mengevakuasi. Ada cerita memilukan di balik penyelamatan Sampurna. Orangutan berusia 20 tahun itu diduga terpaksa lari menyelamatkan diri ke perkebunan sawit yang bukan merupakan habitat aslinya. Saat ditemukan, mulutnya penuh tanah usai mengais-ngais parit demi mendapatkan air. Namun usahanya gagal karena parit yang mengering sampai akhirnya Sampurna harus tumbang. Rumahnya di hutan mungkin habis terbakar. Keluarga serta kawanannya, entah bagaimana nasibnya. Tapi dari kisah Sampurna, semua harus belajar bahwa kebakaran hutan, apalagi yang disengaja, menjadi bencana bagi semua makhluk. Manusia boleh berkuasa di atas bumi, tapi jangan hilangkan hak setiap makhluk untuk hidup, memiliki rumah, dan bernapas dengan tenang. Apresiasi sebesar-besarnya untuk BKSDA, YIARI, tim dokter, dan orang-orang yang terlibat dalam penyelamatan Sampurna. Juga untuk teman-teman yang saat ini masih berjuang keras memadamkan api. Serta untuk masyarakat di Kalimantan, Sumatera, Papua, NTT, dan daerah-daerah lain yang sedang menghadapi bencana, semoga senantiasa berada di bawah perlindungan Tuhan. Sumber video: Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI)

🅱🅰🅶🅾🅽🅶

92,040 Aufrufe • vor 8 Tagen

Kebakaran Hebat Melanda Los Angeles: Ribuan Rumah Hangus, Ribuan Warga Mengungsi Los Angeles, California – Kebakaran besar yang melanda Los Angeles sejak Selasa (7/1/2025) telah menewaskan lima orang dan menghancurkan ribuan bangunan, termasuk rumah di kawasan elit seperti Hollywood Hills, Calabasas, dan Santa Monica. Kebakaran yang dikenal sebagai Palisades Fire ini telah melahap lebih dari 15.800 hektar lahan di wilayah pesisir utara Los Angeles. Angin Santa Ana yang bertiup kencang, dengan kecepatan hingga 161 km/jam, membuat api menyebar begitu cepat dan sulit dikendalikan. Lebih dari 37.000 warga terpaksa mengungsi, termasuk beberapa selebriti Hollywood seperti Paris Hilton, Mandy Moore, dan Billy Crystal, yang kehilangan rumah mereka. Wali Kota Los Angeles, Karen Bass, mengimbau warga untuk mematuhi perintah evakuasi dan memanfaatkan tempat penampungan darurat yang telah disediakan. Kondisi ini juga memaksa Gubernur California, Gavin Newsom, mengumumkan status darurat, yang memungkinkan pemerintah federal dan negara bagian mengirimkan bantuan tambahan untuk menangani kebakaran ini. Meski petugas pemadam kebakaran dari berbagai daerah di California Selatan telah dikerahkan, upaya pemadaman tetap menemui hambatan besar. Angin kencang membuat pesawat pemadam kebakaran sulit beroperasi, sementara kondisi vegetasi yang kering akibat kurangnya hujan memperparah situasi. Para ahli menyebut perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran besar seperti ini. Saat ini, api mulai mereda di beberapa area, tetapi ancaman belum sepenuhnya hilang. Petugas terus memantau untuk memastikan tidak ada titik api baru yang dapat memicu kebakaran lebih besar. Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung, dengan dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau kejatuhan lilin.

Info Jateng

284,021 Aufrufe • vor 1 Jahr