Sensitive content

This media may contain sensitive content.

正在加载视频...

视频加载失败

Buguru legend kesayangan kita semua 😁 Join sini ⤵️ 📩

100,932 次观看 • 4 个月前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

So happy to hangout with Chanyeol last night. Sebutan ‘happy virus’ bukan sekadar bualan sih. Anak ini memang punya aura yang bikin semua orang di sekitarnya mendadak ceria. 😁 Mari kita mulai dari proses GR. Mungkin ada beberapa performer yang memilih untuk hemat tenaga pas rehearsal. Not him tho! Dari pertama naik panggung aja udah terlihat sangat excited. Terus attitude-nya sopan banget. Dia langsung nyapa saya; “Kamu yang waktu itu dance Cream Soda, kan? Nice to see you again.” 🥹 Hal ini juga dibahas terus dari mulai presscon sampai saat acara berlangsung. Kebayang dong betapa girangnya MC yang merasa sangat diapresiasi ini? His chill vibe and great energy bikin berasa kaya ketemu temen lama. Dan cara dia bercanda tentang semua hal selalu berhasil mencairkan suasana. Gesrek berkelas gitu. Satu hal yang juga bikin happy adalah level kepedeannya! He’s really good at receiving compliments. Bahkan sepertinya beliau punya prinsip: sebelum dipuji orang lebih baik memuji diri sendiri! 😅 Tapi jatuhnya bukan sombong, malah endearing. Acara boleh selesai tapi senyumnya terus terurai. Bukti bahwa keramahannya bukan sekadar topeng. Di backstage kami malah sempet ketawa-ketawa lagi ngebahas sesuatu yang sebaiknya tidak di-spill di sini. Haha. Intinya mah. Saya super bahagia seharian kemarin terpapar virus PCY. Semoga temen-temen juga merasakan hal yang sama. Terima kasih EXO-L Indonesia. Lautan Eribongnya bikin merinding. Thank you iMe ID for having me. Terima kasih Serin Jo yang terjemahannya selalu bikin acara semakin seru. EXO memang selalu sedap buat dinikmati. Baik dalam paket lengkap maupun secara a la carte.

Indra Herlambang

295,402 次观看 • 2 年前

BLUNDER, PINTER, KEBLINGER . . . “Membiarkan emak-emak dan ibu-ibu untuk melahirkan anak-anak yang tidak berakhlak, itu adalah satu dosa kepada bangsa ini. Bangsa ini akan hancur manakala generasi mendatang itu tidak punya etika dan tidak punya akhlak," kata Mahfud. Bagaimana konstruksi kalimat tersebut? Agar menjadi jelas, kita cari subyeknya terlebih dulu. Membiarkan adalah kata kerja. Posisi kata ‘membiarkan’ dalam kalimat itu jelas adalah predikat. Siapa yang melakukan tindak pembiaran, meski tak disebut, itu bisa diduga adalah seseorang atau orang banyak. Artinya subyek pada kalimat itu, meski tak disebut, bisa tunggal bisa jamak, bisa satu orang atau orang banyak. Lalu siapa obyeknya? Obyek adalah pihak yang terkena akibat. Dan di sana ada kata ‘bangsa’. Artinya, bangsalah yang dirugikan atau terkena akibat dari tindakan orang atau orang - orang yang membiarkan ibu melahirkan anak tak berakhlak. Jadi secara keseluruhan dapat diduga bahwa pak Mahfud sejatinya memang sedang membicarakan seseorang atau orang - orang. Atas hal apa? Atas tindak pembiaran yang dilakukan oleh seseorang atau orang - orang terhadap seorang ibu yang melahirkan anak tak berakhlak dan menghancurkan bangsa. Siapakah seorang atau orang - orang itu? Di sini kita bisa mencari korelasi yang paling dekat dengan peristiwa yang baru saja beliau alami. Apakah itu terkait dengan debat baru - baru ini dan telah membuat beliau merasa tersinggung? Bisa ya, bisa tidak. Bahwa dalam debat itu ada peristiwa seorang yang sering dianggap masih sebagai anak kemarin sore dan kemungkinan sudah bikin dia tersinggung, itu pun bisa betul, bisa juga cuma tebak - tebakan. Terserah anda memaknainya. Bila ya, apakah anak yang dipersepsikan sebagai tak berakhlak itu adalah sindiran pada anak kemarin sore itu ? Lantas, apakah orang yang membiarkan seorang ibu melahirkan anak tak berakhlak itu adalah ayahnya yang juga seorang presiden? Semua serba persepsi. Hanya imajinasi sesaat mencari saat. Tapi apapun itu, kalimat utuh yang dia ucapkan, bila ditinjau dari isi atau makna, kalimat itu sendiri ternyata tidak memiliki unsur logis. Tak berbobot dan bahkan tak ada nalar bisa dipertanggung jawabkan atas isi kalimat pernyataan itu. Di sisi mana kalimat itu tidak logis? Ada bayi dalam kandungan yang sudah bisa dinyatakan sebagai tidak berakhlak. Berakhlak adalah akronim dari berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Itu semua adalah tentang hasil sebuah perilaku atau perbuatan. Dan itu pasti mustahil dilakukan oleh anak yang masih di dalam perut ibu yang lalu harus dinilai apakah bayi itu layak dilahirkan atau tidak. Di sini, di saat dia membuat pernyataan itu, keprofesorannya sebagai ahli hukum justru dipertanyakan. Orang yang bergelut di bidang hukum pasti adalah orang yang paham kalimat. Produk hukum adalah tentang rangkaian kalimat. Bila pada akhirnya beliau bisa terjebak salah membuat kalimat, itu hanya bisa terjadi saat dia lalai. Kondisi marah dan tersinggung karena merasa diremehkan anak kemarin sore, bisa jadi adalah penyebab semua blunder itu. Jadi tahu kan kemana semua sifat bijaksana itu pergi? Pantaskah orang dengan emosi seperti itu kelak terpilih menjadi wakil presiden? Semua ada di tangan anda. . .

NitNot ❘

194,989 次观看 • 2 年前