正在加载视频...

视频加载失败

Bukan sinetron, bukan FTV. Nggak ada sutradara, nggak ada script, nggak ada second take. Tapi somehow adegan ini lebih berkesan dari semua episode drakor yang lo maraton sampe jam 3 pagi Diye dateng dari truk bak terbuka sama beberapa rekan yang probably ikut jadi saksi kebodohan terbaiknya hari itu...

114,317 次观看 • 5 个月前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

Tiap ngeliat tim underdog sukses gini jadi mikir sama alasan fans-nya suka sama klub itu. Di Indonesia, jadi fans klub besar itu pilihan yang "aman." Gampang cari komunitas, kesempatan buat juara terbuka luas, dan akses lebih nggak terbatas. Tapi ada segmen kecil yang memilih jalan yang berbeda klub dengan sejarah panjang, filosofi unik, nemu klub di Football Manager, atau sekadar karena... vibe-nya cocok. Kadang seseorang suka sama satu klub memang alasannya nggak logis tapi cukup berkesan. Fans klub-klub yang nggak masuk radar mainstream kayak Indonesia Seagulls , INDOTORINO , Leverkusen Indonesia 🇮🇩 , WatfordIDN , Como Indonesia dan lainnya pasti punya cerita menarik kenapa mereka suka sama klub favoritnya. Tapi ada beberapa pola kenapa orang suka & tertarik sama sebuah klub secara gak sadar: 1. Sebagian orang milih klub bukan karena menang, tapi karena klub itu merefleksikan siapa mereka. Bukan soal keren-kerenan. Ini lebih ke "klub ini ngerti gue atau setidaknya gue ngerti klub ini." They feel connected. 2. Ada yang fatigue sama hal mainstream. Bukan sok edgy tapi ada fatigue karena oversaturation tim-tim besar di media. Jadi ya, di titik tertentu, orang nyari ruang yang lebih... sepi. Somehow, komunitas fans klub yang underrated ini terasa lebih intimate. 3. Ada paradoks yang menarik: makin sering sebuah klub bikin frustrasi, makin dalam attachment-nya. Ini bukan masokisme, ini lebih ke sunk cost yang punya makna emosional. Soalnya gregetan sendiri, tapi malah jadi momen suffering ini yang merekatkan fans. 4. Fan culturenya gak terlalu mementingkan fame. Ya, pengen fan clubsnya terkenal bukan berarti salah, tapi somehow waktu mereka secara sadar ngefans klub-klub underrated ini, ya tandanya tau kalau ada kemungkinan anggotanya ngga selalu ramai. Dan biasanya inilah yang membuat mereka welcome sama orang baru yang genuinely tertarik belajar. Pilihan klub & alasan lo suka klub itu personal banget. Jadi, apa alasan lo suka sama tim kesukaan lo sekarang?

Stories with Intention

85,978 次观看 • 4 个月前

Petarung, Bukan Pewaris Zaman sekarang, istilah “privilege” sering dilempar buat ngecilin orang lain. Padahal, nggak semua sukses datang dari warisan keluarga; banyak yang lahir dari luka dalam dan perjuangan panjang yang bikin capek jiwa raga. Beasiswa ke luar negeri, artikel di Oxford-Cambridge, dua PhD, sampe jadi dosen tetap di kampus top dunia—semua itu bukan gara-gara nama abah saya lho. Mereka bahkan nggak kenal siapa abah saya. Di dunia akademik global, yang dihargai cuma merit, kerja keras, dan integritas. Titik. Saya lahir dari keluarga Kiai, ya. Tapi realita alam: yang belajar serius dan gigih pasti maju, entah santri biasa, Gus, Ning, atau siapa pun. Man jadda wa jada. Yang males? Ya stuck aja. Beasiswa saya? Bukan titipan Kemenag atau lobi-lobi gelap. Saya perang mati-matian, jatuh bangun, baru bisa dapet beasiswa S3 langsung dari kampus Australia dan Singapura. Saingannya? Calon dari seluruh dunia, bukan cuma lokal. Saya nggak nolak privilege—itu ada, dan harus diakui biar kita sadar ketimpangan sosial. Tapi pake itu buat ngebasmi perjuangan orang lain? Itu iri buta dan buruk sangka banget, mas bro! Kunci sukses itu, pertama, kerendahan hati buat terus belajar meski udah tahu banyak, dan, kedua, keteguhan buat nggak nyerah walau pintu dunia keliatan nutup rapet. Dua hal ini nggak bisa diwarisin, harus dibangun sendiri cuy 🤣 Saya ini petarung tulen, bukan pewaris. Anda? Tukang nyinyir? Komentar-komentar merendahkan, bahkan melecehkan, seolah bilang: “Santri? Kolot, kampungan, mana bisa tembus internasional. Kalo ada yang sukses, pasti anomali doang—atau karena lo Gus dengan jalur VIP.” Mereka nggak tahu: banyak santri biasa (bukan Gus/Ning) lagi ngajar di Jerman, Amerika, Belgia, Kanada, Jepang, dst. Belum lagi ratusan santri yang rebut PhD lewat beasiswa dengan susah payah. Kebencian dan kurang wawasan lo jangan dipamerkan di depan umum. Lo lagi ngejek akal sehat lo sendiri, lho 😏 Santri-santri, ayo gaspol maju dengan senyum dan doa. Balas caci maki dengan prestasi nyata 👍👏 Tabik, Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

13,999 次观看 • 10 个月前

video Audrey Bianca Callista ini muncul di fyp tiktok gue setelah sebelumnya gue nonton video soal party salah satu influencer yang kabarnya ngabisin 700jt dan jujur… gue langsung diem. di video ini Audrey cerita tentang desa Lete Palolo di Sumba yang bahkan nggak punya akses listrik. setiap matahari tenggelam, aktivitas mereka ikut berhenti. anak-anak nggak bisa belajar malam hari, ibu-ibu yang menenun juga nggak bisa melanjutkan aktivitasnya. bukan karena mereka nggak mau, tapi karena memang nggak ada listrik. tapi bagian yang bener-bener bikin gue sesek justru pas audrey nanya ke anak-anak, “mau belajar pake apa?“ mereka jawab serempak jawab “LAMPUUU” terus Audrey tanya lagi “berarti kalian mau ya ada listrik disini?” of course mereka jawab MAUUU!!! yang bikin gue sedih tuh pas ada satu anak kecil yang jawab, “emang bisa ya, kak?” ANJIRRRR… 😭 “emang bisa ya, kak?” tuh kalimat pendek tapi somehow nyakitin banget. karena buat kita belajar malam dengan lampu itu bukan sesuatu yang perlu ditanyain “bisa atau nggak”. tinggal pencet saklar, selesai. tapi buat anak ini, punya lampu buat belajar sampai malam bahkan terdengar seperti sesuatu yang terlalu jauh buat dibayangin. dan pas akhirnya listriknya nyala, lihat reaksi mereka tuh makin bikin gue terharu. sesederhana ada cahaya di malam hari, tapi kebahagiaannya sebesar itu. terus gue keinget video party 700jt yang baru aja gue lihat sebelumnya. again, bukan soal orang kaya nggak boleh menikmati uangnya. tapi dua video ini muncul berurutan di fyp gue dan literally bikin gue sadar kalau KETIMPANGAN SOSIAL ITU NYATA BANGET. di satu sisi ada orang yang bisa menghabiskan 700jt untuk satu malam, di sisi lain ada anak yang bahkan masih harus bertanya, “emang bisa ya, kak?” ketika ditawarin sesuatu yang buat kita adalah kebutuhan paling basic. Audrey yang sekarang jadi perwakilan Indonesia di Miss World 2026 lewat beauty with a purpose menurut gue jadi punya makna yang jauh lebih dalam setelah lihat video ini. because sometimes privilege is so invisible when you've always had it. kita nggak pernah mikir betapa beruntungnya bisa belajar di bawah lampu, karena dari kecil kita pikir itu memang seharusnya begitu. ternyata nggak semua anak punya kesempatan yang sama. dan kalimat “emang bisa ya, kak?” itu genuinely broke my heart. 😔

A͟d͟ᥱ͟ᥣ͟ᥲ͟ι͟d͟ᥱ

18,109 次观看 • 7 天前

Melalui akun Tiktok-nya Arthaadaa buka suara soal kekecewaannya terhadap EO birthday party-nya. 1.⁠ ⁠Arthaadaa bilang lagi sedih, kecewa, dan marah banget karena hasil acara birthday-nya nggak sesuai ekspektasi. 2.⁠ ⁠Awalnya pengen upload recap ulang tahun, tapi batal karena hasil foto dari EO menurutnya jelek dan di luar ekspektasi. 3.⁠ ⁠Keluhan soal dokumentasi: - Foto dirinya sedikit banget. - Nggak ada foto solo yang bagus. - Hasil fotonya kelihatan amatir. 4.⁠ ⁠Dia bilang bukan mau nge-judge fotografer, tapi merasa wajar kecewa karena sudah bayar untuk dokumentasi acara. 5.⁠ ⁠Dari awal dia sudah bilang ke EO kalau ini acara ulang tahun pertamanya dan berharap semua berjalan sesuai ekspektasi. 6.⁠ ⁠Sebenarnya ada beberapa hal yang miss selama acara, tapi awalnya dia memilih diam meski sempat pengen nangis. 7.⁠ ⁠Keluhan soal venue: - Sudah bayar untuk clear area, tapi sampai jam 8 malam masih banyak orang luar yang masuk ke area acara. - Menurutnya percuma bayar area eksklusif kalau orang lain masih bebas masuk. - Orang asing juga masih menikmati dekorasi yang sudah dia bayar. 8.⁠ ⁠Pas keluarganya datang, area tempat duduk mereka masih berantakan dan belum dibersihkan dari bekas pengunjung sebelumnya. 9.⁠ ⁠Keluhan soal musik: - Dia sudah bikin playlist lagu-lagu era 2016 buat membangun vibes acara. - Tapi nggak ada satu pun lagu dari playlist itu yang diputar. - DJ malah muter lagu pilihannya sendiri. - Saat ditanya, DJ bilang lagu pilihannya lebih cocok karena beat lagu yang disiapkan Arthadaa terlalu pelan. - Arthaadaa merasa alasan itu nggak masuk akal karena itu acara miliknya dan konsep musiknya sudah jelas. 10.⁠ ⁠Menurutnya, tiga hal yang paling bikin kecewa adalah: - Dokumentasi foto yang gagal. - Clear area venue yang nggak benar-benar clear. - Playlist yang sudah disiapkan tapi diabaikan. 11.⁠ ⁠Dia bilang sebenarnya sudah ikhlas sama yang terjadi, tapi tetap sedih karena momen yang sudah ditunggu-tunggu jadi nggak sesuai harapan. 12.⁠ ⁠Banyak followers yang nanya foto dan video acara, tapi dia belum bisa upload karena hasil dokumentasinya menurut dia jelek. 13.⁠ ⁠Di akhir, dia bilang kemungkinan tetap bakal upload hasil yang ada meski menurutnya hasilnya kurang bagus.

folkative

5,211,139 次观看 • 9 天前

Aku beberapa kali kritik Arteta, tapi aku sangat apresiasi cara dia membangun kultur di Arsenal. Banyak pelatih yang ditugasin untuk rebuild klub tapi gagal. Bukan karena pelatihnya nggak pernah menangin trofi, bukan karena pemainnya nggak jago, tapi karena nggak ada culture di dalamnya. I am talking this as an HR professional, culture is one of the most fundamental aspects that every organization needs to have. Pemain bisa cedera, pemain bisa turun form, taktik bisa dibaca lawan. Tapi tim yang punya culture kuat tetap bisa menang bahkan di kondisi yang nggak ideal karena setiap orangnya tau perannya, percaya satu sama lain, dan mau berjuang untuk sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Waktu interview pertamanya sebagai manajer Arsenal, hal pertama yang Arteta bahas tuh nggak tactical sama sekali. Arteta langsung ngebahas tentang energy dan culture yang mau ia bangun. Ada satu kalimat yang Arteta bilang waktu itu cukup ngejelasin cara ia ngeliat tim: “If you don’t have the right culture, when difficult moments arrive, the tree is going to shake.” Ini menurutku penting karena PASTI momen sulit itu pasti datang dan tim yang punya “akar” kuat bakal survive. Terus gimana cara Arteta untuk nemuin the right person for the culture? Beberapa tahun kemudian, aku nonton interview Arteta lainnya dan jadi tau gimana cara simple Arteta untuk nge-filter rekrutan pemain dan staff. Ada tiga pertanyaan: • Can he do it? • Does he know how to do it? • Does he want to do it? Yang terakhir paling penting karena willingness itu salah satu drivers terbesar dalam diri seseorang buat ngelakuin sesuatu. Arteta juga bilang kalau setiap orang yang masuk ke klub harus merasa privileged jadi bagian dari Arsenal, mereka harus punya 3 values: respect, commitment, dan passion. Nggak ada orang yang merasa klub butuh dia lebih dari dia butuh klub karena begitu satu orang merasa lebih penting dari kolektif, culture itu bisa retak. Arteta memang belum membawa trofi selain FA Cup dan Community Shield. Tapi mungkin kita lupa betapa messy-nya Arsenal sebelum dia datang. Mungkin kita nggak tau betapa sulitnya mengubah culture sebuah klub besar yang sudah lama kehilangan identitasnya. That is not an easy job, bahkan banyak pelatih yang nggak tau harus mulai dari mana.

sya

29,666 次观看 • 3 个月前

3 momen LenaMiu favorit ✨ 🥇 Pinned tweet Lena: “Celia St. James to my Evelyn Hugo” Lena udah baca dan suka sama novel The Seven Husbands of Evelyn Hugo dari 2024, bahkan sebelum terjun ke GL dan jauh sebelum dipasangin sama Miu. Setelah dipasangin sama Miu, Lena juga masih sering upload tentang novelnya, upload potongan quote yang dia suka kayak “I love you more than anything else in the world”, dan beberapa kali repost editan LenaMiu ala Evelyn–Celia. Miu sendiri juga pernah repost editan dengan referensi yang sama, dan Lena selalu seneng tiap ada kabar baru soal adaptasi filmnya. Salah satu hal yang paling menarik dari Evelyn–Celia dengan cara novel ini ngomongin intimasi yang bukan sekadar kedekatan fisik, tapi tentang bisa jujur sepenuhnya sama seseorang, membiarkan dia melihat diri kita apa adanya, dan tetap ngerasa aman. Jadi waktu Lena upload foto LenaMiu dengan caption “Celia St. James to my Evelyn Hugo”, kata “my” di situ yang bikin semuanya jauh lebih personal. Berasa Lena bukan cuma nyamain LenaMiu sama pasangan dari novel yang dia suka, tapi kayak Lena sendiri ngelihat LenaMiu sebagai Evelyn dan Celia dalam versi mereka sendiri. Dan tweet itu masih Lena pin sampai sekarang 😙 🥈 Postingan Miu di Instagram: scene dari In the Mood for Love + lagu “bad” dari wave to earth Scene yang Miu post dari In the Mood for Love. Di film itu ada cerita tentang orang zaman dulu yang kalau punya rahasia dan nggak ingin membaginya ke siapa pun akan mencari sebuah tempat, membuat lubang, membisikkan rahasianya ke sana, lalu menutupnya lagi. Di akhir film, hal itu benar-benar dilakuin. Sesuatu yang begitu pribadi akhirnya tetap disimpan sendiri, ada perasaannya, tapi nggak pernah benar-benar diucapkan. Di post yang sama, Miu pakai lagu “bad” dari wave to earth. Lagunya punya makna tentang seseorang yang keberadaannya aja bisa bikin hari yang biasa atau bahkan buruk terasa jauh lebih baik. Ada rasa nyaman, bahagia, dan dicintai cuma karena orang itu ada. Kalau scene film, lagu, caption postingan “kind of laugh”, dan foto-foto LenaMiu di post itu dilihat maknanya lebih personal. Apalagi semua foto yang Miu pilih isinya cuma Miu sama Lena. Kalau semuanya digabung, rasanya kayak Miu pengen nyimpen sebagian perasaannya buat dirinya sendiri, tapi lewat lagu yang dia pilih tetap kerasa kalau keberadaan Lena bikin dia bahagia 🥹 🥉 Video LenaMiu di Dear Myself Sebenernya hampir sepanjang wawancara ini omongan LenaMiu punya makna yang dalem. Tapi bagian favorit tetap waktu mereka sama-sama ditanya foto favorit masing-masing dan alasan kenapa memilih foto itu. Foto yang mereka pilih beda, jawabannya juga beda, tapi ada satu hal yang terasa sama dari dua-duanya: kebahagiaan satu sama lain selalu jadi bagian penting dari jawaban LenaMiu. Dari bagian itu makin nangkep cara Lena sama Miu ngelihat satu sama lain. Mereka sama-sama pengen terus jalan bareng dan saling dukung, tapi bukan dengan cara saling nahan. Selama jalannya masih bisa berdampingan, mereka pengen tumbuh dan bahagia bareng. Tapi kalau masing-masing punya jalan sendiri yang harus ditempuh buat berkembang atau nemukan kebahagiaannya, mereka juga nggak akan nahan satu sama lain cuma supaya semuanya tetap sama. Jadi rasanya LenaMiu pengen terus ada di hidup satu sama lain, tapi bukan dengan cara maksa mereka harus selalu berjalan bareng sebagai pasangan. Yang penting dua-duanya tetap bahagia, berkembang, dan bisa terus saling dukung apa pun jalan yang akhirnya mereka pilih 🥰 Kalau tiga momen ini disambungin, semuanya selalu balik ke satu hal yang sama: cintanya LenaMiu setara. Nggak terasa ada satu orang yang terus memberi sementara satunya cuma menerima. Dua-duanya sama-sama pengen satu sama lain bahagia, berkembang, dan tetap jadi dirinya sendiri tanpa kehilangan keinginan buat terus jalan bareng. LenaMiu juga ngasih contoh kalau cinta yang setara bukan tentang siapa yang paling banyak ngasih atau siapa yang paling kelihatan sayang, tapi tentang dua orang yang sama-sama pengen yang terbaik buat satu sama lain 🤍 #LenaMiu #ลีน่าหมิว

ᵖˡˢgumberforlot

22,652 次观看 • 9 天前

Mau review Jin; first impression pertama kali ketemu. Pas soundcheck dia masih bare face, rambut juga belum di-styling. DAN GILA KULITNYA BENERAN BAGUS BANGET😭😭😭 Kayak nggak ada pori-pori, nggak ada capek-capeknya. Vibes-nya tuh kayak anak konglomerat yang baru bangun tidur terus turun buat sarapan. Orang ini mau dandan atau kagak, auranya udah mahal duluan. Mewah. Bersih. Rapih. Kayak bukan manusia yang hidup di bumi yang sama. Terus pas konser mulai… Jin ini salah satu member yang bener-bener muterin semua section. Nggak cuma nyamperin depan doang. Dia literally make sure semua orang dapet interaksi. DAN TOLONG YA. EYE CONTACT-NYA😭😭😭😭. ORANG INI SUKA BANGET LIATIN ORANG SATU-SATU. Bukan ngelirik ya. DILIATIN. GWEJHH SAMPE MALU MAU LAMA-LAMA NGANGKAT HP BUAT NGEREKAM DIA SOALNYA SETIAP LIAT KE DEPAN… ANJING KOK DIA LIATIN BALIK😭😭😭 Jadi malah HP turun sendiri. Rasanya nggak enak, sungkan. Terus pas udah full makeup… FOREHEAD JIN. YA TUHAN. ITU BUKAN FOREHEAD, ITU SENJATA PEMUSNAH MASSAL😭😭😭. Gimana ya jelasinnya… dari ujung rambut sampe ujung sepatu tuh auranya MAHAL BANGET. Kayak orang yang sekali lewat aja semua orang otomatis minggir. Kalau papasan sama dia rasanya malah kita yang pengen minta maaf karena berani napak tanah yang sama. SEGANTENG ITU ANJING WKWKWKW Dan gantengnya bukan yang “idol ganteng.” ENGGAK. Ini tuh ganteng Korean chaebol yang kalau di drama keluar dari mobil, semua saham langsung naik. Yang kalau senyum dikit rasanya cicilan rumah lunas. Yang kalau jalan kayak pemilik Seoul. Kim Seokjin is actually insane. Gantengnya bener-bener nggak masuk akal😭. Dah gitu aja gais.

nemi. is seeing jikook again

115,330 次观看 • 1 个月前

Kami nggak berasal dari keluarga berada. Setelah menikah, kakakku dan suaminya tinggal di kontrakan. Lalu dia memutuskan buka warung sembako untuk mengisi waktu luang. Warung kecil itu bermodal 1,5 juta rupiah. Waktu berjalan, warungnya makin maju, tapi gaya hidup kakakku tetap sama: nggak pernah ada barang branded, nggak ada acara makan mewah, nggak ada cerita traveling ke mancanegara karena warungnya lebih penting, nggak pake ganti hape tiap tahun, dan dia nggak silau dengan tas mewah, mobil baru, atau kemewahan lain. Keuntungan yang dia peroleh, dia investasikan kembali dalam bentuk barang. Dia menjaga relasi yang luar biasa dengan pelanggannya. Salah satu program kakakku yang membuatku tepuk tangan: dia bikin paket lebaran. Ceritanya gini: setiap lebaran harga sembako kan naik, ya? Nah, ke orang-orang yang nge-tag duluan, dia menjamin harga yang sama. Jadi menjelang lebaran, barang yang mereka pesan bisa diambil tanpa khawatir harga yang melesat jauh. Mulai dari gula, telur, minyak, beras, tepung… you name it. Kakakku dapet ‘suntikan modal’ di awal, pelanggannya dapet harga murah. Win-win! Makin lama, warungnya tak lagi bisa disebut warung, tetapi sudah menjelma menjadi agen. Dari agen kecil jadi agen gede. Dari agen gede, jadi supplier untuk agen gede. Dari warung ukuran 3 meter ke gudang yang luasnya ratusan meter, puluhan pekerja, truk pengangkut barang, dan sebagainya. Namun, gaya hidupnya tetap sama. Hapenya masih android lama. Bajunya masih merek yang biasa saja. H&M menurutnya mahal 😂 bahkan anak-anaknya harus memaksa kakakku pensiun dan jalan-jalan saja, menikmati hasil kerjanya puluhan tahun belakangan. So yeah, she’s someone I look up to. Someone I admire so much. Someone whose resilience and work ethic are unmatched. And oh… kakakku bahkan gak lulus SD. Cuma sampe kelas 2 aja 😂 jadi menurutku sekolah itu bukan faktor satu-satunya untuk sukses. (But please, sekolah lah setinggi-tingginya, apalagi jika kamu punya privilege)

Alexander Thian

250,797 次观看 • 1 年前