Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Bweeeekkkkkkkkkkk

21,441 просмотров • 1 год назад •via X (Twitter)

Комментарии: 11

Фото профиля Radyo
Radyo1 год назад

Lirik pas "Orang hilang.. Peluang.. " Lanjutannya sekarang bisa diganti: "Salahnya TNI"

Фото профиля Solar Heavy
Solar Heavy1 год назад

- All I Knew

Фото профиля Elxian #TOLAKRUUTNI𝜗᭪
Elxian #TOLAKRUUTNI𝜗᭪1 год назад

Lomba sihir ternyata benar "Salah kami lagi"

Фото профиля Nick/JE 🛋
Nick/JE 🛋1 год назад

MENYALA LOMBA SANTET KU 🔥🔥🔥

Фото профиля Pis
Pis1 год назад

Lagunya kasar, tapi tak peduli aku tak peduli

Фото профиля 29/02. 🌱
29/02. 🌱1 год назад

Salah tunjuk ASU !

Фото профиля Kayi
Kayi1 год назад

NIRRRLABA SUPERMACY!!!🫵🏼🫵🏼🫵🏼

Фото профиля roxanne
roxanne1 год назад

nirrrlaba kelaasss🔥🔥🔥

Фото профиля hmmm
hmmm1 год назад

Wohoo nirlaba

Фото профиля nathan
nathan1 год назад

ini di Serang bukan Hir?

Фото профиля ؘ
ؘ1 год назад

#rispek

Похожие видео

Tabir gelap di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dikuliti habis-habisan di ruang sidang Komisi IX DPR RI oleh MBG Watch. Fakta yang diungkap bukan sekadar mengejutkan, melainkan menjadi tamparan keras bagi narasi "ekonomi kerakyatan" yang selama ini didengungkan pemerintah. Proyek jumbo bernilai ratusan triliun ini nyatanya telah bergeser menjadi ajang konsentrasi kemakmuran bagi segelintir elit super kaya. ​Berdasarkan data di lapangan, lima jaringan pemilik dapur SPPG terbesar saat ini dikuasai oleh yayasan-yayasan raksasa yang terafiliasi langsung dengan institusi kepolisian, militer, dan organisasi besar (seperti Yayasan Kemala Bhayangkari, Perserikatan Muhammadiyah, Manunggal Kartika Jaya TNI AD, ISDP, dan Adi Upaya TNI AU). Ribuan titik dapur potensial dikunci dan dimonopoli oleh entitas-entitas besar ini. Siapa pemenang sejati dari proyek MBG? Pemilik dapur dari kalangan elit super kaya. Lalu siapa korbannya? Para relawan SPPG dan pelaku UMKM lokal kecil yang ruang geraknya tereliminasi sejak awal dari ekosistem pengadaan. ​Kondisi ini diperparah oleh absennya sistem pengawasan yang akuntabel. Berkaca pada negara lain yang sukses menjalankan program serupa seperti Brazil atau Kolombia, mereka memiliki lembaga pengawas independen yang diisi secara organik oleh orang tua murid, guru, masyarakat sipil, hingga pemerintah lokal. Di Indonesia? Jangankan pelibatan publik, regulasi kita sama sekali tidak menyediakan ruang bagi pengawas independen. Alih-alih diawasi bersama, yang terjadi justru ego sektoral dan gesekan antar lembaga penegak hukum yang sibuk berebut kewenangan mengusut korupsi di dalam program ini. ​Ketika uang pajak rakyat diperas untuk mendanai pemenuhan gizi anak sekolah, namun distribusinya berakhir menjadi kavling proyek yang dikuasai lingkaran elit berkecukupan, kebijakan ini telah gagal secara moral dan struktural. Negara tidak boleh membiarkan inefisiensi dan monopoli terselubung ini terus berjalan dengan menumbalkan rasa keadilan publik. Bentuk Panja, audit total, dan hentikan ugal-ugalan tata kelola ini sekarang juga. Video : tribun

kiv z

27,673 просмотров • 1 месяц назад

Akibat guna2 istri muda
2:19

Sensitive content

Akibat guna2 istri muda

.

516,546 просмотров • 3 лет назад