Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Catatan: bukan musuh biasa yang pernah ada. 😰 Ikut hadapi Kang The Conqueror bersama Ant-Man, The Wasp, dan keluarga mereka, hanya di Marvel Studios’ #AntManAndTheWaspID: Quantumania di bioskop Februari 2023. Dapatkan infonya:

25,899,145 просмотров • 3 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Di tengah gemerlap acara pelantikan yang penuh kebanggaan, ada satu sosok sederhana yang diam-diam mencuri perhatian. Beliau bukan pejabat, bukan orang kaya, bukan pula tamu kehormatan. Beliau hanyalah seorang ayah petani dari pelosok Desa Niti, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Dengan pakaian sederhana dan sandal yang menemani langkahnya, beliau menempuh perjalanan yang tidak mudah. Berjalan kaki, berganti angkutan umum, menyeberangi lautan dengan kapal, lalu kembali berdesakan di bus antarkota menuju Bandung. Bukan untuk berlibur. Bukan untuk mencari pekerjaan. Beliau datang hanya untuk satu tujuan: menyaksikan putranya dilantik dan meraih cita-cita yang selama ini mereka perjuangkan bersama. Mungkin beliau tidak memiliki banyak harta untuk diwariskan. Tidak ada mobil mewah, tidak ada tabungan miliaran rupiah. Namun ada sesuatu yang jauh lebih berharga yang ia berikan kepada anaknya: kerja keras, pengorbanan, dan doa yang tak pernah putus setiap malam. Tak seorang pun tahu berapa banyak keringat yang jatuh di ladang. Tak ada yang menghitung berapa kali beliau menahan lelah, lapar, dan kecewa demi memastikan anaknya tetap bisa bermimpi. Dan hari itu, semua perjuangan itu seperti terbayar lunas. Di balik seragam kebanggaan sang putra, ada tangan kasar seorang ayah yang telah bekerja seumur hidup. Di balik keberhasilan seorang anak, ada cinta yang tidak pernah meminta balasan. 🎥:ntt update

Netizen Viral

32,925 просмотров • 4 месяцев назад

Sedih melihat kondisi Aceh saat ini, dimana telah terjadi peristiwa yang mengancam proses perdamaian di Aceh. Peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh provokasi dari oknum aparat militer dan kepolisian serta beberapa ASN yang melarang warga mengibarkan bendera Aceh. Kejadian ini tidak akan meletus apabila ada sedikit saja ruang di hati para aparat negara dalam memahami kultur serta psikologis rakyat Aceh, dimana mereka hanya ingin menggelar do'a bersama sebagai bentuk rasa syukur atas tercapainya perdamaian di Bumi Serambi Mekkah tersebut. Rakyat Aceh sudah legowo bergabung dengan Indonesia, meskipun mereka sejatinya memiliki perwakilan resmi di PBB. Pengibaran bendera Aceh hanya sebatas ungkapan rasa cinta mereka terhadap sejarah besar bangsa Aceh, dan ini hanya dilakukan setahun sekali. Sangat picik rasanya apabila rakyat Aceh harus dipukuli atau ditembaki hanya lantaran mereka ingin berdo'a dan menghormati para pendahulu mereka yang pernah berjuang untuk mempertahankan masa depan masyarakat Aceh. Tragedi ini bisa membangkitkan kembali rasa kecewa rakyat Aceh terhadap pemerintah pusat, dinamika yang tidak mustahil akan memicu perlawanan lebih luas terhadap tekanan dan provokasi dari oknum aparat keamanan. Perlu dipahami bahwa tidak semua senjata api milik GAM diserahkan dan dimusnahkan, masih ada ribuan pucuk senjata yang 'digudangkan' secara diam-diam oleh para mantan Kombatan GAM. Sedikit saja kesalahan dilakukan oleh pemerintah pusat dalam menyikapi permasalahan di Aceh, tidak menutup kemungkinan akan mematik api perlawanan fisik dari rakyat Aceh. Semoga pemerintah pusat berkenan membentuk tim investigasi untuk menyelesaikan permasalahan ini, tentunya dengan menghukum berat oknum aparat yang telah melakukan tindakan provokatif pada acara do'a bersama pagi ini di Masjid Baiturrahman.

Pecinta Sejarah Tanah Air (PEJANTAN)

14,686 просмотров • 1 месяц назад

#LaporSS 45 MENIT SETELAH LAPOR SS, PENDENGAR BANTU WARGA DILI TIMOR LESTE TEMUKAN ADIKNYA YANG SUDAH DELAPAN TAHUN HILANG KONTAK Terima kasih banyak atas bantuannya, Kawan. Tereshina, warga Dili, Timor Leste menemukan adik laki-lakinya yang sudah delapan tahun tidak ada kabar. Terakhir kali keluarga berkomunikasi dengannya pada tahun 2016, setelah pemakaman ayah mereka di Dili. Muslim (nama masa kecil: Demano), kelahiran 1983 (usia sekitar 43 tahun), dibawa ke Surabaya sejak usia 8 tahun oleh seorang ustaz saat terjadi konflik di Dili. Ia besar di pondok pesantren di Jawa Timur, dan sempat beberapa kali pulang ke Timor Leste sebelum akhirnya hilang kontak setelah kembali ke Surabaya tahun 2016. Nama panggilannya di Surabaya adalah Muslim. Menurut Tereshina, kabar terakhir yang dia tahu, adiknya bekerja di bidang aluminium. Namun, ia tidak pernah menyebutkan secara detail lokasi kerjanya atau tempat tinggalnya di Surabaya. Sejak 2016, seluruh kontak terputus dan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. Saat ini, Tereshina sudah berada di Surabaya selama dua bulan untuk mencari keberadaan Muslim, atas permintaan ibu mereka yang sudah sepuh dan sangat merindukan anak bungsu dan laki-laki satu-satunya. Beberapa pendengar yang mendengar kabar pencarian Muslim di Radio Suara Surabaya pun saling memberikan masukan. Mulai dari menghubungi komunitas Timor Leste yang ada di Jawa Timur, juga beberapa nama toko aluminium di Surabaya. Sampai masuklah pesan WA dari pendengar bernama Sumarno Farel. Ia memberikan nomor telepon orang Timor Leste yang ada di Surabaya, namanya Ustaz Hamzah. Suara Surabaya menghubungi Ustaz Hamzah dan mengirimkan foto Muslim. Sontak Ustaz Hamzah langsung mengenali. Mereka baru saja selesai sholat Ashar bersama. Keduanya berasal dari Kabupaten Baukau, Timor Leste, tumbuh bersama di sebuah pondok pesantren di Jombang dan sama-sama pindah ke Surabaya. Saat ini Muslim sudah menikah dan tinggal di Benowo, Surabaya. Empat puluh lima menit setelah kabar pencariannya diudarakan di Suara Surabaya, keberadaan Muslim sudah diketahui. Tereshina saat ini sudah bertemu adik bungsunya. Saat mengudara, Tereshina mengaku mengetahui Suara Surabaya dari pengemudi taksi online yang mengantarkan dia dan suaminya berobat ke sebuah rumah sakit di Surabaya.(SS-IS)

Radio Suara Surabaya

50,926 просмотров • 1 год назад

Aksi Heroik yang Berakhir Tragis: Ketika Seekor Tokek Pantang Menyerah Menolong Temannya Dunia hewan seringkali menyuguhkan pemandangan yang tak terduga, melampaui insting bertahan hidup yang biasa kita ketahui. Baru-baru ini, sebuah rekaman video amatir menangkap momen yang sangat menyentuh sekaligus menegangkan: seekor tokek yang berusaha keras menyelamatkan temannya dari bahaya, meski akhirnya takdir berkata lain. Momen Ketegangan di Atas Kusen Jendela Kejadian bermula ketika seekor tokek terlihat dalam posisi yang sangat sulit. Tubuhnya tergantung bebas di udara, hanya tertahan oleh cengkeraman mulut temannya yang berada di posisi lebih aman di atas dinding. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas upaya luar biasa dari sang "penyelamat". Ia tidak melepaskan gigitannya, mencoba sekuat tenaga menahan beban tubuh temannya yang terus berayun tertiup angin atau karena gravitasi. Pemandangan ini seolah menunjukkan adanya empati dan solidaritas yang kuat, bahkan di dunia reptil yang sering dianggap dingin. Perjuangan Melawan Gravitasi Selama beberapa detik yang terasa sangat lama, terjadi adegan tarik-menarik yang dramatis: • Sang Penyelamat: Berusaha mencari pijakan yang lebih kokoh di dinding beton yang licin. • Sang Korban: Terus bergerak gelisah, yang justru memperberat beban temannya yang menahan di atas. • Ketegangan: Penonton yang melihat kejadian ini pasti ikut menahan napas, berharap ada keajaiban yang membuat keduanya bisa kembali ke posisi aman. Akhir yang Tak Terelakkan Sayangnya, kekuatan otot dan cengkeraman ada batasnya. Beban yang terlalu berat dan posisi yang tidak menguntungkan membuat sang penyelamat akhirnya kehilangan keseimbangan. Dalam satu gerakan cepat, keduanya pun terlepas dari dinding dan terjatuh bersama-sama ke bawah. Meskipun berakhir dengan keduanya jatuh, momen ini memberikan kita pelajaran berharga tentang kesetiaan. Tokek di atas tidak memilih untuk membiarkan temannya jatuh demi keselamatannya sendiri; ia memilih untuk mencoba menolong hingga detik terakhir, bahkan jika itu artinya ia harus ikut terjatuh. "Di alam liar, persahabatan mungkin tidak selalu berakhir dengan keberhasilan, tapi keberanian untuk menolong adalah sesuatu yang universal." Momen ini menjadi pengingat bahwa alam semesta penuh dengan kejutan emosional, membuktikan bahwa kasih kawan bukan hanya milik manusia saja.

Merapi Uncover

42,377 просмотров • 7 месяцев назад

🇮🇷 | Jenderal Senior IRGC & politisi, Mohsen Rezaei: • Kami telah menghukum Israel dengan keras sampai hari ini, tetapi itu belum cukup. • Hukuman kita harus menjadi asuransi untuk masa depan, agar musuh tidak berani melakukannya untuk kedua kalinya. • Musuh bermaksud menciptakan kekacauan di negara itu dengan membunuh komandan militer senior, tetapi upaya ini digagalkan dalam 48 jam pertama. • Pada tahap berikutnya, ia bermaksud mengubah Iran menjadi Suriah dan menjerumuskannya ke dalam periode ketidakamanan selama 10 tahun, tetapi kini rezim Zionis itu sendiri telah menjadi Suriah. • Hanya dalam 48 jam terakhir, Anda melihat bahwa kami menggunakan taktik baru—kombinasi rudal Fattah dan Sejjil—dan ketika keduanya digunakan bersama-sama, mereka benar-benar menciptakan gangguan serius pada sistem pertahanan musuh. • Gencatan senjata apa pun yang dilaksanakan sekarang akan menyebabkan perang baru. Kita tidak boleh membiarkan musuh, yang saat ini dalam posisi lemah, bangkit kembali dengan gencatan senjata. • Kami telah menggunakan kurang dari 30% kemampuan militer kami. Salah satu alasan kami meningkatkan perang secara bertahap adalah untuk mengeluarkan orang-orang dari wilayah tersebut. • Semua bahan yang diperkaya telah dipindahkan dan berada di tempat yang aman. • Netanyahu telah meminta AS untuk membantu nya atau mengumumkan gencatan senjata. • Masuknya AS ke dalam perang mungkin dapat melumpuhkan fasilitas nuklir Fordow, tetapi tidak dapat memperkuat Israel dalam hal pertahanan, seperti halnya mereka tidak dapat membantu sekarang. • Israel menyerang Natanz, fasilitas nuklir Isfahan, Khandab, dan Arak, tetapi lokasi-lokasi tersebut sudah dievakuasi. Semua material yang ingin mereka hancurkan telah dievakuasi ke tempat yang aman. • Kami memiliki ilmuwan nuklir, fasilitas yang memproduksi peralatan yang diperlukan untuk lokasi yang menjadi sasaran masih ada, jadi apa yang ingin mereka capai dengan serangan ini? • Bangsa Iran tidak perlu khawatir tentang berakhirnya perang ini. Israel harus dihukum sedemikian rupa sehingga tidak berani menciptakan ketidakamanan di Iran di tahun-tahun mendatang. • Pada bulan Februari-Maret, kami sampai pada kesimpulan dalam analisis kami bahwa perang pasti akan terjadi. • Setelah mencapai analisis perang ini, kami meningkatkan teknologi rudal dan cyber kami sebesar 5x hanya dalam beberapa bulan. • Hingga saat ini, kami belum menggunakan kemampuan darat, laut, minyak, dan Selat Hormuz kami, atau sekutu kami di negara lain. • Sekutu kami telah mengirim permintaan untuk bergabung dalam perang, tetapi kami memberi tahu mereka bahwa belum perlu. • Kami telah berulang kali mengumumkan bahwa para pemukim harus mengungsi dari sekitar pusat pemerintahan, militer, dan intelijen di wilayah pendudukan. Karena kami tidak ingin menyakiti orang biasa. • Salah satu alasan kami secara bertahap meningkatkan intensitas serangan rudal adalah untuk membuat orang-orang dari wilayah pendudukan mengungsi. • Mereka tidak dapat membangun pusat komando di sebelah rumah sakit dan menargetkan kami dari sana dan berharap kami tidak menanggapi!

SW News - SOFT WAR NEWS

822,910 просмотров • 1 год назад