Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

Ceker Babat

25,352 просмотров • 2 лет назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

ceker babat
0:12

Sensitive content

ceker babat

chudai

83,112 просмотров • 2 лет назад

Proyek kereta rel listrik (KRL) Surabaya Gubeng - Sidoarjo direncanakan digarap mulai tahun 2024 ini. Pada tahun 2024 direncanakan international bidding selama 6 bulan, kemudian perancangan pengerjaan. Pengerjaan fisik ditargetkan berlangsung tiga atau empat tahun. Pengerjaan lin KRL baru ini mencakup penggandaan ulang jalur Sidoarjo - Wonokromo menggunakan tanah KAI, elektrifikasi, modifikasi pada jembatan jalan raya Gubeng untuk mengakomodasi listrik aliran atas, dan beberapa pekerjaan terkait lain. Dengan KRL, headway lintas Surabaya Gubeng - Sidoarjo dijanjikan 15 menit sekali dan waktu tempuh 20 menit. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Ervan Maksum menyebutkan bahwa proyek ini merupakan milestone pertama proyek besar Surabaya Regional Railway Line (SRRL). "Tahun ini kita akan melakukan loan agreement. Keputusannya adalah pendanaan project ini adalah dari pemerintah pusat. Berupa Pinjaman lunak dengan grass period selama pembangunan dengan tenor yang panjang. Ini yang mengambil loan adalah APBN. Ini juga adalah bentuk dukungan pemerintah pusat untuk Jatim," tegasnya. Proyek KRL Surabaya - Sidoarjo awalnya hanya mencakup lintas Surabaya Gubeng - Sidoarjo. Namun KRL ini juga direncanakan dibangun hingga Stasiun Surabaya Pasar Turi. Layanan KRL ini menjanjikan penambahan kapasitas komuter sekitar 14 kali lipat, dari 7 ribu per hari menjadi 100 ribu per hari. Fase kedua SRRL akan dibangun dari Surabaya Pasar Turi hingga Babat. Pada Maret 2023 terdapat informasi bahwa SRRL akan dibiayai via pinjaman bank pembangunan Jerman (KfW). Sumber: Tribun Jatim, Dok Kemenhub/Disway, Tempo (2023) Video: @rizaldandianto

Jalur5 Media

21,774 просмотров • 2 лет назад

Gua mau pengakuan dosa... Jadi gua pernah terlibat dalam proyek pelepasan status kawasan hutan menjadi sawit tahun 2021 di kalimantan tengah dengan luas konsesi 5.000 Ha itu gede banget menurut gua. Dan izin itu bisa sampai 30taun++ Begini prosesnya: Saat itu gua masih SMK dan magang di sebuah perusahaan konsultan dan singkatnya gua diterbangkan ke kalteng karena ada proyek penataan batas wilayah hutan (tata batas). Tata batas itu apa? Disudut pandang administrasi kawasan hutan itu dibagi menjadi beberapa tingkatan: 1. hutan lindung (warna di peta hijau) 2. Hutan produksi (warna kuning di peta) 3. Hutan produksi terbatas (warna hijau muda) 4. Hutan produksi yang dapat di konversi (warna ungu) 5. Areal penggunaan lain (warna putih) Nah tata batas itu kita menata ulang batas kawasan hutan untuk kemudian di ubah statusnya menjadi kawasan non-hutan. Karena banyak banget di lapangan kebun sawit yang udah beroprasi puluhan tahun tapi status kawasannya di peta masih hutan. Ngeri banget kan? Dan ini pasti lebih dari 1000ha luasannya. Gua ngapain disana? Kerjaan gua saat itu survey buat ngambil titik koordinat dan masang pal batas baru di kawasan sawit itu dan gak sedikit yang emang bersinggungan langsung sama hutan lindung (contoh di vidio kedua). Gua banyak banget nemuin ketimpangan dan ironi karena banyak banget hutan disana yang dengan gampang di babat entah itu buat jalan atau untuk perluasan kebun. Dan gak sedikit gua cekcok sama warga adat disana perihal kerjaan ini bahkan yang sampe mengancam nyawa gua (ini real), dan disitu posisinya gua serba salah aja sebagai karyawan wkwkwk Juga dari yang gua denger dari senior di lapangan gak sedikit perusahaan yang kalo izinnya udah mau abis mereka nyari surveyor geologi buat dapet sumberdaya didalamnya dan dijadiin tambang. Segitu dulu ges gua sekarang sedang tobat ekologi kalian pernah liat atau mungkin terlibat hal yang serupa?? Komen dibawah

wepe

135,427 просмотров • 4 месяцев назад