Загрузка видео...

Не удалось загрузить видео

На главную

cewe2 bule yang lewat ngalihin perhatian junghwan, dia perhatiin mereka sampe muter kepala 360 derajat, pasti dalam hatinya dia penasaran itu bule dari negara mana😅

99,943 просмотров • 19 дней назад •via X (Twitter)

Комментарии: 0

Нет доступных комментариев

Здесь появятся комментарии из оригинального поста

Похожие видео

Nonton ulang *freekick* Messi lawan Jordan kemarin bener-bener bikin geleng-geleng kepala. Waktu diskusi bareng para pecinta bola soal *reaction time*, kami sadar kalo hal ini sangat krusial walau cuma sepersekian detik apalagi di olahraga level tinggi. Kebanyakan orang mikir *freekick* yang mematikan itu selalu soal *power* tendangan yang kencang atau kurva bola yang melengkung tajam. Tapi di momen ini, Messi ngebuktiin kalau kadang senjata yang paling bahaya itu adalah "nyolong" waktu kiper. Coba perhatiin deh detail dari video analisis FIFA ini. Jaraknya sekitar 24 meter. Dari jarak segitu, bola tendangan langsung bisa nyampe ke gawang dalam waktu kurang dari 1 detik. Secara fisiologis, ini ngasih kiper waktu yang super sempit buat memproses visual, ngambil keputusan, sampai akhirnya otot mengeksekusi gerakan. Nah, jeniusnya Argentina di sini adalah pada eksekusi taktik, mereka bikin tembok kedua dari pemain sendiri. Tiga pemain Argentina sengaja diposisikan di depan tembok pemain Jordan. Tujuannya? buat nutupin garis pandang kiper di momen krusial saat bola ditendang. Dampaknya fatal buat kiper. Dia kehilangan *reaction window* yang sangat berharga. Karena pandangannya terhalang, dia nggak bisa memprediksi lintasan bola dari titik kontak kaki Messi. Pas bolanya udah ngelewatin tembok dan kelihatan, semuanya udah terlambat, gol pun terjadi. Ini contoh nyata di lapangan kalau *advantage* terbesar itu nggak selalu tentang kekuatan fisik tambahan, tapi sekadar ngilangin sepersekian detik waktu reaksi lawan. Strategi yang kelihatannya simpel banget, tapi efeknya luar biasa mematikan. Ada yang sempet ngeh sama taktik ini pas nonton?

Dzikry Al Ghazaly

134,683 просмотров • 1 месяц назад

Lelaki tanpa kepala dirakam di puncak gunung JAKARTA – Sebuah video tular di media sosial Indonesia memaparkan susuk tubuh seorang lelaki tanpa kepala dirakam di puncak Gunung Welirang, wilayah Jawa Timur, lapor portal berita Okezone semalam. Gunung Welirang merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 3,156 meter dari aras laut yang terletak di Mojokerto. Dalam video yang dikongsi di laman Instagram 𝕯aru.suroboyo, sekumpulan lelaki dilihat sedang berdiri di puncak Welirang yang ketika itu berkabus, dengan masing-masing merakam pemandangan di sekitarnya. Namun, netizen terkejut apabila melihat bahagian awal video itu memaparkan kelibat seorang lelaki berbaju lengan pendek sekali gus berbeza dengan pendaki lain yang memakai pakaian tebal kerana kabus tebal dan angin kuat. Lebih menyeramkan adalah susuk tubuh itu tidak mempunyai kepala, malah ia berdiri berhampiran pendaki lain serta menghala ke arah kamera. Reaksi kumpulan pendaki tersebut juga menunjukkan seolah-olah mereka tidak menyedari kehadiran lembaga itu. Rata-rata netizen berpendapat, sekiranya lelaki itu menundukkan kepalanya, pasti ia boleh dilihat kerana keadaannya yang menghala ke arah kamera. “Kalau menunduk, kenapa kepalanya tidak kelihatan kerana badannya menghala ke arah kamera?” soal seorang netizen. Namun, terdapat juga yang percaya bahawa susuk itu ialah manusia sebenar yang sedang menundukkan kepalanya. Menurut mereka, kepala lelaki itu tidak kelihatan kerana keadaan puncak gunung yang berkabus tebal. – AGENSI Oleh KOSMO! 20 Jun 2023, 3:51 pm

MYNEWSHUB

3,167,780 просмотров • 3 лет назад

Ketika Bencana Bertemu Politik: Strategi Pengalihan Perhatian di Tengah Kegagalan Negara Dalam kajian ilmu politik dan studi kebencanaan, terdapat fenomena yang dikenal sebagai diversionary politics atau agenda shifting. Fenomena ini merujuk pada upaya sebagian pemerintah mengalihkan perhatian publik dari kegagalan penanganan bencana dengan mengangkat isu lain—terutama keamanan, konflik, atau stabilitas nasional. Strategi ini bukanlah hukum pasti, namun memiliki dasar analitis yang kuat dan terbukti muncul dalam kondisi tertentu. Pengalihan perhatian biasanya terjadi ketika respons negara terhadap bencana lambat atau gagal, kemarahan publik meningkat, legitimasi pemerintah melemah, serta media dan opini publik sulit dikendalikan. Dalam situasi tersebut, negara cenderung memperbesar isu keamanan, mengangkat ancaman separatisme atau instabilitas, membangun narasi ketertiban, serta membatasi simbol solidaritas dan ekspresi publik. Tujuan utamanya adalah menggeser fokus masyarakat dari kegagalan negara ke ancaman lain yang dianggap lebih mendesak, demi mempertahankan legitimasi kekuasaan. Sejarah menunjukkan pola ini dalam berbagai konteks global. Myanmar pasca Cyclone Nargis (2008) menunjukkan kegagalan respons bencana yang diikuti pembatasan bantuan internasional, pengetatan keamanan, dan sensor media. Sri Lanka pasca Tsunami 2004 memperlihatkan distribusi bantuan yang timpang disertai penguatan isu konflik separatis LTTE, yang memperburuk ketegangan etnis. Pakistan saat banjir besar 2010 menampilkan pergeseran narasi dari kritik terhadap pemerintah ke isu stabilitas dan keamanan nasional. Amerika Serikat pasca Hurricane Katrina 2005 memperlihatkan sekuritisasi isu melalui penekanan pada kekacauan dan penjarahan, yang mengalihkan sorotan dari kegagalan negara. Kasus-kasus tersebut memperlihatkan pola serupa: ketika penanganan bencana buruk, isu keamanan sering dijadikan alat untuk menyelamatkan citra pemerintah. Strategi ini mungkin efektif dalam jangka pendek, namun berisiko memperparah ketegangan sosial dan merusak kepercayaan publik dalam jangka panjang. Dalam konteks Aceh, yang memiliki sejarah konflik dan bencana besar seperti tsunami 2004, fenomena ini sangat relevan. Frustrasi masyarakat pascabencana dapat dengan mudah dibingkai sebagai ancaman keamanan jika pendekatan negara terlalu menekankan aspek represif. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa pendekatan terbaik adalah humanitarian-first approach, di mana keamanan berfungsi mendukung distribusi bantuan, bukan menggantikannya. Kesimpulannya, bencana bukan semata peristiwa alam, tetapi juga arena politik. Memahami konsep diversionary politics penting untuk mendorong respons negara yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemanusiaan, serta untuk mencegah konflik sosial yang tidak perlu di tengah penderitaan masyarakat. - ib

Aceh 🇮🇩🇹🇷🇵🇸

25,313 просмотров • 7 месяцев назад

Masa negara memperlakukan warganya seperti ini ? Seorang kakek berusia sekitar 83 tahun di Desa Orahua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, menjadi sorotan setelah didatangi sejumlah petugas dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kedatangan petugas tersebut memicu perhatian warga karena berujung pada penarikan meteran listrik milik pasangan lansia tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelumnya pada Februari 2025 pasangan lansia itu sempat meminta bantuan kepada petugas agar meteran listrik mereka dapat masuk dalam kategori subsidi. Permohonan tersebut disebut telah disetujui, sehingga sejak saat itu penggunaan listrik di rumah mereka tergolong sangat hemat. Di dalam rumah hanya terdapat tiga lampu berdaya rendah dan satu rice cooker sebagai peralatan listrik utama. Token listrik terakhir diketahui diisi pada Desember 2025 dan masih bertahan cukup lama karena minimnya penggunaan listrik. Namun hal itu justru dipermasalahkan oleh petugas yang datang melalui layanan PLN 123. Petugas mempertanyakan mengapa token listrik tersebut tidak cepat habis dan jarang diisi, sehingga menimbulkan dugaan adanya masalah pada meteran. Warga yang berada di lokasi sempat mencoba menjelaskan bahwa pasangan lansia tersebut tidak mencuri arus listrik dan memang hidup sangat sederhana dengan penggunaan listrik yang minim. Meski begitu, petugas disebut tetap bersikeras dan menyampaikan bahwa jika tidak ingin menggunakan listrik negara, maka meteran akan ditarik. Pada akhirnya meteran listrik lama ditarik dan diganti dengan meteran baru. Meski demikian, pasangan lansia tersebut tetap diminta membayar biaya sebesar Rp600 ribu. Uang tersebut bahkan diambil dari bantuan sosial BLT yang sebelumnya mereka terima. Peristiwa ini pun memunculkan keprihatinan warga setempat karena dinilai memberatkan pasangan lansia yang hidup dalam keterbatasan. Hingga kini, warga berharap ada penjelasan resmi dari pihak Perusahaan Listrik Negara terkait prosedur dan aturan yang berlaku dalam kasus tersebut. PT PLN (Persero)

Ken Hans

138,513 просмотров • 5 месяцев назад

Mau review Jin; first impression pertama kali ketemu. Pas soundcheck dia masih bare face, rambut juga belum di-styling. DAN GILA KULITNYA BENERAN BAGUS BANGET😭😭😭 Kayak nggak ada pori-pori, nggak ada capek-capeknya. Vibes-nya tuh kayak anak konglomerat yang baru bangun tidur terus turun buat sarapan. Orang ini mau dandan atau kagak, auranya udah mahal duluan. Mewah. Bersih. Rapih. Kayak bukan manusia yang hidup di bumi yang sama. Terus pas konser mulai… Jin ini salah satu member yang bener-bener muterin semua section. Nggak cuma nyamperin depan doang. Dia literally make sure semua orang dapet interaksi. DAN TOLONG YA. EYE CONTACT-NYA😭😭😭😭. ORANG INI SUKA BANGET LIATIN ORANG SATU-SATU. Bukan ngelirik ya. DILIATIN. GWEJHH SAMPE MALU MAU LAMA-LAMA NGANGKAT HP BUAT NGEREKAM DIA SOALNYA SETIAP LIAT KE DEPAN… ANJING KOK DIA LIATIN BALIK😭😭😭 Jadi malah HP turun sendiri. Rasanya nggak enak, sungkan. Terus pas udah full makeup… FOREHEAD JIN. YA TUHAN. ITU BUKAN FOREHEAD, ITU SENJATA PEMUSNAH MASSAL😭😭😭. Gimana ya jelasinnya… dari ujung rambut sampe ujung sepatu tuh auranya MAHAL BANGET. Kayak orang yang sekali lewat aja semua orang otomatis minggir. Kalau papasan sama dia rasanya malah kita yang pengen minta maaf karena berani napak tanah yang sama. SEGANTENG ITU ANJING WKWKWKW Dan gantengnya bukan yang “idol ganteng.” ENGGAK. Ini tuh ganteng Korean chaebol yang kalau di drama keluar dari mobil, semua saham langsung naik. Yang kalau senyum dikit rasanya cicilan rumah lunas. Yang kalau jalan kayak pemilik Seoul. Kim Seokjin is actually insane. Gantengnya bener-bener nggak masuk akal😭. Dah gitu aja gais.

nemi. is seeing jikook again

115,330 просмотров • 1 месяц назад

Saat saya dewasa, setelah saya membaca sejarah 1965, saya baru tahu dari ibu, bahwa mbah cowok saya pernah di penjara karena dituduh komunis sewaktu geger 1965 di Gunungkidul, Yogyakarta. Umur ibu baru sekitar 4thn, adiknya umur 2thn klo tidak salah karena ingatan ibu samar soal ini. Mereka bersama mbah cewek setiap beberapa hari berkunjung ke penjara untuk membawakan makanan ke si mbah cowok yg di penjara, berjalan kaki dari rumah ke penjara pulang balik sekitar 30km. Mbah lumayan punya uang waktu itu, karena mbah cowok bekerja sebagai kepala tukang (ibu pernah bercerita mbah jadi kepala tukang saat pembangunan stadion Gelora Bung Karno, dia keluar karena tidak betah dengan panas terik matahari Jakarta). Namun semua habis usai mbah cowok dituduh komunis dan di penjara. Semua harta benda dijual untuk keperluan hidup sehari-hari dan makan mbah di penjara. Bahkan ibu pernah bercerita, mbah cewek sampai rela potong rambut dan dijual rambutnya (waktu itu rambut masih ada harganya, saya juga bingung) Saat tuduhannya tidak terbukti, dia dibebaskan dari penjara. Namun mbah cowok tidak balik lagi, dia merantau ke Lampung. Meninggalkan istri dan tiga anak perempuannya dan akhirnya menikah lagi di sana. Nasib ibu dan mbah cewek berbalik 180 derajat, menjadi miskin dan ibu terpaksa berhenti sekolah sebelum tamat SD. Adiknya sedih sekali karena cuman tamat SMP karena tidak ada biaya, padahal termasuk anak pintar. Beberapa waktu lalu saya bermain ke Lampung bersama ibu jenguk si mbah cowok. Dia enggan bercerita soal peristiwa 1965. Dia benci sekali Soeharto tp dia milih Prabowo 😭. Saat ngobrol dengan mbah, dia cerita soal masa kecilnya yg diwajibkan bisa menyanyikan lagu Dai Nippon. Berikut video dia menyanyikan lagu Nippon 😂.

Seno GP

203,077 просмотров • 3 месяцев назад

🇮🇷 | Jenderal Senior IRGC & politisi, Mohsen Rezaei: • Kami telah menghukum Israel dengan keras sampai hari ini, tetapi itu belum cukup. • Hukuman kita harus menjadi asuransi untuk masa depan, agar musuh tidak berani melakukannya untuk kedua kalinya. • Musuh bermaksud menciptakan kekacauan di negara itu dengan membunuh komandan militer senior, tetapi upaya ini digagalkan dalam 48 jam pertama. • Pada tahap berikutnya, ia bermaksud mengubah Iran menjadi Suriah dan menjerumuskannya ke dalam periode ketidakamanan selama 10 tahun, tetapi kini rezim Zionis itu sendiri telah menjadi Suriah. • Hanya dalam 48 jam terakhir, Anda melihat bahwa kami menggunakan taktik baru—kombinasi rudal Fattah dan Sejjil—dan ketika keduanya digunakan bersama-sama, mereka benar-benar menciptakan gangguan serius pada sistem pertahanan musuh. • Gencatan senjata apa pun yang dilaksanakan sekarang akan menyebabkan perang baru. Kita tidak boleh membiarkan musuh, yang saat ini dalam posisi lemah, bangkit kembali dengan gencatan senjata. • Kami telah menggunakan kurang dari 30% kemampuan militer kami. Salah satu alasan kami meningkatkan perang secara bertahap adalah untuk mengeluarkan orang-orang dari wilayah tersebut. • Semua bahan yang diperkaya telah dipindahkan dan berada di tempat yang aman. • Netanyahu telah meminta AS untuk membantu nya atau mengumumkan gencatan senjata. • Masuknya AS ke dalam perang mungkin dapat melumpuhkan fasilitas nuklir Fordow, tetapi tidak dapat memperkuat Israel dalam hal pertahanan, seperti halnya mereka tidak dapat membantu sekarang. • Israel menyerang Natanz, fasilitas nuklir Isfahan, Khandab, dan Arak, tetapi lokasi-lokasi tersebut sudah dievakuasi. Semua material yang ingin mereka hancurkan telah dievakuasi ke tempat yang aman. • Kami memiliki ilmuwan nuklir, fasilitas yang memproduksi peralatan yang diperlukan untuk lokasi yang menjadi sasaran masih ada, jadi apa yang ingin mereka capai dengan serangan ini? • Bangsa Iran tidak perlu khawatir tentang berakhirnya perang ini. Israel harus dihukum sedemikian rupa sehingga tidak berani menciptakan ketidakamanan di Iran di tahun-tahun mendatang. • Pada bulan Februari-Maret, kami sampai pada kesimpulan dalam analisis kami bahwa perang pasti akan terjadi. • Setelah mencapai analisis perang ini, kami meningkatkan teknologi rudal dan cyber kami sebesar 5x hanya dalam beberapa bulan. • Hingga saat ini, kami belum menggunakan kemampuan darat, laut, minyak, dan Selat Hormuz kami, atau sekutu kami di negara lain. • Sekutu kami telah mengirim permintaan untuk bergabung dalam perang, tetapi kami memberi tahu mereka bahwa belum perlu. • Kami telah berulang kali mengumumkan bahwa para pemukim harus mengungsi dari sekitar pusat pemerintahan, militer, dan intelijen di wilayah pendudukan. Karena kami tidak ingin menyakiti orang biasa. • Salah satu alasan kami secara bertahap meningkatkan intensitas serangan rudal adalah untuk membuat orang-orang dari wilayah pendudukan mengungsi. • Mereka tidak dapat membangun pusat komando di sebelah rumah sakit dan menargetkan kami dari sana dan berharap kami tidak menanggapi!

SW News - SOFT WAR NEWS

822,777 просмотров • 1 год назад