正在加载视频...

视频加载失败

Dapatkan cicilan hingga 80 JUTA hanya dengan data diri💰 ✅Sudah terdaftar dan diawasi OJK Download sekarang dan ajukan pinjamanmu!👇👇👇

97,247,045 次观看 • 2 年前 •via X (Twitter)

0 条评论

暂无评论

原始帖子的评论将显示在这里

相关视频

UMUR 16 BELI RUMAH CASH, HASILKAN Rp6 MILIAR DARI BISNIS DIGITAL Seorang remaja perempuan asal Amerika Serikat menjadi sorotan setelah berhasil membeli rumah secara tunai di usia 16 tahun, dengan total pendapatan mencapai sekitar Rp6 miliar dalam dua tahun Kisah ini berawal dari satu pencarian sederhana di Google Maps Ia menemukan bisnis HVAC dengan rating 4,8 bintang dan 280 ulasan, namun memiliki website yang tidak profesional dan berpotensi menghambat konversi klien Melihat peluang tersebut, ia memanfaatkan teknologi AI seperti ChatGPT untuk mengolah data bisnis menjadi konsep website baru. Dalam waktu 2 menit, ia mendapatkan brief lengkap Dalam 1 jam, website siap digunakan dengan fitur booking dan ulasan Ia kemudian menghubungi pemilik bisnis dan menunjukkan hasilnya Penawaran tersebut langsung menghasilkan transaksi di hari yang sama, dengan nilai sekitar Rp14 juta Setelah itu, strategi bisnisnya berkembang Ia menggunakan Outscraper untuk mengumpulkan hingga 200 data bisnis dari Google Maps hanya dalam 10 menit, lengkap dengan email, rating, dan jumlah ulasan Dengan bantuan ChatGPT, ia mengirim sekitar 500 email personalisasi setiap hari Strategi ini menghasilkan tingkat respons 3 persen, dengan konversi 10 persen menjadi klien Pada bulan pertama, pendapatan mencapai sekitar Rp60 juta Dalam enam bulan, pendapatan bulanan naik hingga sekitar Rp350 juta Dalam dua tahun, total pendapatan menembus sekitar Rp6 miliar Keberhasilan ini membuktikan besarnya peluang di sektor digital, terutama dengan masih banyaknya bisnis di Google Maps yang belum mengoptimalkan kehadiran online mereka

uneg2rakyat

36,171 次观看 • 4 个月前

Samsat di Indonesia ini memang sebuah wujud nyata dari sebuah mesin waktu Disaat kita setiap hari, setiap waktu menggenggam dunia dalam sebuah gawai cerdas dengan koneksi 5G dan sanggup memproses segala urusan mulai dari sekedar bertanya kabar, melihat sisi lain dunia, membuat karya seni digital, memproses identifikasi wajah secara presisi dan bahkan melakukan transaksi keuangan dalam hitungan detik, namun semua kehebatan teknologi abad 21 itu berubah ketika kita memasuki pintu gerbang sebuah bangunan bernama Kantor Samsat, karena disana seolah waktu ditarik mundur sepanjang 3 dekade Memasuki bangunan yang kebanyakan masih didominasi bangunan lawas itu sejujurnya memberikan sebuah pemandangan dan paradoks yang getir, disaat para petugas yang duduk di meja dihadirkan dan ditemani seperangkat komputer canggih berjarinagn internet kencang yang terhubung dengan basis data nasional dengan slogan "Online" atau "Satu Pintu", namun diluar jedela persegi dan didepan meja berdiri para warga yang membutuhkan dan akan menyetor hasil keringat mereka demi pembangunan dan agar taat pajak menunggu sembari menggengam map yang berisi berbagai lembar buram berwarna hitam putih "Ini fotocopy KTP kurang 1 lembar mas, silahkan fotocopy dulu didepan" ucap seorang petugas dengan datar Sebuah kalimat sederhana yang menjadi tamparan serius bagi konsep digitalisasi & efisiensi, warga yang sudah mendaftarkan diri via aplikasi, mengunggah berbagai berkas dengan gawai mereka dan memverifikasi data diri secara biometrik dirumah berharap agar tidak menyita banyak waktu tetap harus mengalah keluar dari gedung ketika berhadapan dengan birokrasi tatap muka mencari lapak fotocopy, mengeluarkan beberapa ribu rupiah hanya untuk beberapa lembar yang kemudian akan distapler dan ditumpuk bersama lembar kertas lain yang entah kapan terakhir kali diperiksa Berulang kali kita mendengar soal integrasi data, digitalisasi, efisiensi birokrasi dan sebagainya diberbagai mimbar seminar, namun pada eksekusinya masih tetap saja gagal untuk sekedar menyelesaikan oermasalahan paling mendasar dari pelayanan masyarakat. Kertas fotokopi samsat bukan hanya sekedar lembaran kertas, namun kertas tersebut adalah sebuah simbil dari KETIDAKPERCAYAAN SISTEM KEPADA DATA MEREKA SENDIRI, serta sebuah simbol keengganan untuk sekedar menghilangkan kebiasaan lama yang sudah terlalu "nyaman" Menurut saya, selama selembar kertas fotokopian ini masih jadi syarat mutlak untuk membuktikan siapakah diri kita dan apa yang kita miliki didepan loket pemerintahan, maka selama itu pula narasi dan slogan "Indonesia Digital" hanya akan berakhir menjadi sebuah slogan, harapan dan impian indah yang tersangkut dimesin fotocopy

Tukang Mobil Mobilan

119,978 次观看 • 1 个月前

HATI HATI MODUS tanam bunga kronologi sumber : SEDIKIT SHARING RINGAN AGAR KITA LEBIH HATI-HATI DGN NIAT BAIK MENOLONG ORANG LAIN Ceritanya kemarin minggu tiba2 di depan rumah ada bapak-bapak jalan kaki membawa keranjang pikul berisi rumput bunga dan nawarin ke istri untuk ditanam di taman depan rumah. Dan seperti biasa, karena istri saya mudah tersentuh, akhirnya dia ijinkan bunga itu ditanam di dekat dinding teras bagian depan. Sambil bapaknya bekerja, kami nonton tv di dalam rumah, ternyata bapaknya bekerja sangat cepat, mulai dari memangkas/mencongkel rumput yang ada dan menggantikannya dengan bunga, dan pengerjaannya bahkan sudah sampai ke area bagian belakang yang tidak kami minta. Saya kemudian tanya ke istri, "harganya berapa?". Istri menjawab jika satunya 6 ribu rupiah. Saya minta istri menanyakan jumlah yang sudah ditanam oleh bapaknya, dan dijawab 700 buah (padahal belum selesai). Istri langsung teriak kaget, karena artinya jumlah uang sudah 4,2juta, karena ia berpikir kalau uang yang mungkin dihabiskan tidak sampai 1 juta. Istri saya penasaran dan kemudian menghitung jumlah bungkus polibag yang sudah dipakai. Disini mungkin memang kami salah karena percaya aja, tapi ternyata bapaknya sangat pintar dengan sengaja menanam bunga itu lapis dua (hijau dan merah) dengan kerapatan sangat tinggi hingga menghabiskan semua stock yang dia miliki. Akhirnya penanaman selesai, istri saya sambil shock menanyakan totalnya. Mungkin karena si bapak sudah melihat istri saya menghitung, jd gak berani asal sebut, sebelumnya sdh sempet sebut habis 700 (blm selesai, mungkin kalau selesai dia akan sebut 1000 - mungkin bisa habis >6jt), setelah dihitung istri jumlahnya total hanya sktr 500an. Artinya hanya sktr 3,x juta. Istri saya nego2 tapi bapaknya bertahan (lha wong sudah ditanam 😎), akhirnya kami deal di harga 3 juta. Nyesek juga ngerasain tanam "rumput" segitu 3 juta 😅🤣😂, ya saya memang gak tahu harganya apakah memang layak, tapi kami gak kepikiran aja sore itu bakal keluar duit 3 juta hanya buat rumput bunga itu. Tapi ya sudahlah, kita ikhlaskan aja, hitung2 beramal. Tapi harapannya si bapak tidak menggunakan cara2 curang untuk memaksakan menjual produknya. Semoga berkah dan sehat selalu ya pak 😊 dedyliem

BACOT

1,666,721 次观看 • 5 个月前

Saya bersyukur bisa kembali ke Kampus, kembali ke dunia akademik yang lebih merdeka dan tidak harus mengikuti kehendak para politisi yg memerintah negeri ini. Di Kampus kami memiliki keleluasaan dan kemerdekaan berpikir serta berpendapat. Sedangkan dulu di pemerintah, saya harus menyesuaikan diri dengan visi misi Presiden atau Pemerintah yg terkadang lebih sulit diberi masukan. Ukuran keberhasilan di Pemerintah menjadi samar, karena peran intelektual di sistem pemerintaan yg besar hanya jadi skrup kecil yg kadang tak diperhatikan oleh para politisi yg rata rata punya agenda dan kepentingan tersendiri. Beda dengan di Kampus, saat kita mengajar dan ceramah serta membimbing mahasiswa, ada ukuran yg lbh jelas, terkait berapa jumlah mahasiswa yg lulus di bawah bimbingan kita. Berapa yg terserap di dunia kerja, hingga berapa yg sukses di bidangnya. Belakangan ini saya banyak membimbing mahasiswa S3 dan S2. Mereka sangat intens mengikuti bimbingan dan kuliah. Ada sekitar 10 mahasiswa S3 di bawah bimbingan saya. Di antaranya dua bulan awal 2026 ini, sudah meluluskan 3 doktor dan 3 Master di bawah promotor dan bimbingan saya. Alhamdulillah mereka para lulusan tersebut bisa langsung kembali berkiprah dan berkarir di masyarakat dan di dunia kerja. Kami berharap ilmu yg mereka dapatkan dan kembangkan bisa menjadi bagian dari “Ilmun Yuntafa’u bihi” yaitu ilmu yg bermanfaat dan membawa kebaikan yg terus mengalir. Harapan itu logis mengingat mahasiswa kami rata-rata tak hanya pintar tapi juga berkualitas tinggi dan kuliahnya dibiayai scholarship atau bea siswa dari berbagai sumber. Ada yg dari kementerian, ada yang dari swasta, bahkan ada juga yg berlatar belakang dari pesantren. Ini video di antaranya. Ada yg kenal? Mereka itu ada yg dari UB, dari UWM, Universitas Telkom Bandung, Universitas Islam Internasional, dan ada juga dari Kalimantan. Biasanya ada juga dari negara negara sahabat yg berasal dari negara negara Asia Tengah hingga Afrika yang dapat beasiswa kuliah di Indonesia.

Henri Subiakto

15,582 次观看 • 5 个月前