Video wird geladen...
Video konnte nicht geladen werden
Data dari satelit Himawari dan simulasi model resolusi tinggi (5 km) per jam hujan, angin di permukaan, total kolom uap air, dari sadewa-BRIN, menunjukkan tidak ada indikasi gangguan cuaca skala sinoptik yang berasosiasi dengan cuaca buruk seperti hujan ekstrem, angin kencang, badai guruh, pusat tekanan rendah, front massa udara,... show more
12,941 Aufrufe • vor 21 Tagen •via X (Twitter)
2 Kommentare

Data Prof. Erma Yulihastin penting dibaca pelan. Satelit Himawari dan model resolusi 5 km BRIN tidak menunjukkan gangguan cuaca skala sinoptik di Laut Jawa pada rentang waktu insiden: tidak ada hujan ekstrem, angin kencang sistemik, badai guruh, atau pusat tekanan rendah. Artinya, “cuaca buruk” sebagai penjelasan utama belum terbukti. Bisa saja ada gelombang lokal atau kondisi mikro yang tidak tertangkap model. Tapi cuaca skala besar tidak bisa langsung dijadikan kambing hitam. Yang sudah diketahui: KM Virgo Transport 8 adalah kapal roro Surabaya–Banjarmasin, 243 orang, puluhan kendaraan, sempat *listing* lalu hilang kontak di sekitar Masalembo. Evakuasi sudah berjalan; ada yang selamat di kapal sekitar, ada korban jiwa. Prioritas pertama tetap pencarian. Setelah itu investigasi harus jujur. Keselamatan roro di Indonesia sering pecah di soal muatan, pengikatan kendaraan, stabilitas, dan kelayakan kapal—bukan hanya cuaca. Kalau sejak awal narasinya “dilanda badai,” pemeriksaan teknis mudah terdorong ke belakang. Selamatkan dulu yang masih di laut. Lalu jangan biarkan laporan cuaca yang tidak didukung data satelit menutupi pertanyaan soal kapal dan muatannya.

Berarti untuk cuaca belum terbukti ya. Menunggu hasil temuan dan laporan akhir bagaimana.
