Video yükleniyor...

Video Yüklenemedi

Ana Sayfaya Dön

dr.Tifa bergetar menahan tangis di program Rakyat Bersuara. Dirinya mengaku siap dipenjara jika benar ijazah Jokowi yang diributkan benar asli. Namun ia merasa tak terima jika hal itu terjadi, sebelum Jokowi menunjukkan ijazahnya ke publik.

250,029 görüntüleme • 1 yıl önce •via X (Twitter)

10 Yorum

Maria A. Alkaff profil fotoğrafı
Maria A. Alkaff1 yıl önce

Menyala Dok Tifa… Yang makin mengancam pasti karena merasa gak aman.

Never profil fotoğrafı
Never1 yıl önce

Selalu support para wanita wanita pemberani

Bake Kok profil fotoğrafı
Bake Kok1 yıl önce

Jokowi laknatullah itu seorang psikopat,dia nggak perduli suara kebenaran yang penting dia bisa penjara kan orang yg anti dgn nya

arjun 1267 profil fotoğrafı
arjun 12671 yıl önce

Publik tidak perlu melihat ijazah JOKOWI , publik YAKIN kalau Inazah JOKOWI asli seperti yang dikatakan UGM dan POLRI, terpenting Kerja JOKOWI NYATA untuk kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia .

Miedha profil fotoğrafı
Miedha1 yıl önce

Mulutmu harimaumu..sudah tua bukan ibadah buat bekal di akhirat yang ada malah provokasi menyebar kebohongan..malu dilihat keluarga dan anak2mu..giliran begini kamu memohon mohon..sudah terlambat lampir🤮🤮🤮

rdnorvndn profil fotoğrafı
rdnorvndn1 yıl önce

kaya lagi cari pembelaan/panic attack, jangan bawa bawa rakyat, rakyat yg mana? lu kan dipenjara karena mulutmu sendiri bu kok bawa bawa rakyat😌

ArdianZA profil fotoğrafı
ArdianZA1 yıl önce

Akal sehat

Cari Agama Baru profil fotoğrafı
Cari Agama Baru1 yıl önce

kalo gitu tidak takut, kenapa minta bantuan orang kafir, di lembaga internasional untuk membantu secara hukum ? agghhh... dokter palsu banyak omon-omon. 😆✅✅

𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 profil fotoğrafı
𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊1 yıl önce

Tante @DokterTifa tidak usah drama sana sini tunggu saja tanggal nya buat di tahan enak banget ngaku peneliti tp nggak punya kapasitas sama sekali ini fakto sakit hati km sama Pak jokowi nggak selesai karena Abahmu Anis yg kau dan kaum Yaman puja2 kalah toh yg buat km sakit hati

Putri Kayana profil fotoğrafı
Putri Kayana1 yıl önce

Luar biasa perjuangan Doktor.Tifa dkk salut 👍 Semua demi memperjuangkan kebenaran agar ke depan tidak ada lagi kebohongan yang sangat fatal seperti yg di lakukan geng Jkw. Jkw itu di beri kesempatan jadi presiden bukanya memberi contoh yg baik malah merusak Negara seisinya.

Benzer Videolar

Apabila persidangan mengenai dugaan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, disiarkan secara langsung dan dapat disaksikan oleh masyarakat luas, maka tingkat perhatian publik diperkirakan akan sangat tinggi. Dalam skenario hipotetis di mana pengadilan menyimpulkan bahwa pihak yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan ijazah yang dinilai sah sebagai alat bukti, atau bahkan terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pemalsuan dokumen, konsekuensi sosial dan politik berpotensi sangat besar. Jangan main-main dengan ini. Jika kondisi tersebut terjadi, kemungkinan yang dapat muncul antara lain adalah reaksi kemarahan spontan dari sebagian masyarakat, meningkatnya polarisasi opini publik, serta munculnya seruan untuk menggelar aksi unjuk rasa tuntutan pertanggung jawaban oleh Jokowi di berbagai daerah. Reaksi kemarahan tersebut dapat dipicu oleh anggapan bahwa persoalan tersebut menyangkut integritas pejabat publik dan kepercayaan terhadap institusi negara. Rakyat merasa ditipu dan dipermainkan. Besar kecilnya reaksi tentu akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, namun jika isi putusan pengadilan serampangan, tidak adil, mengabaikan kekuatan pembuktian yang dipaparkan dalam persidangan, maka bukan mustahil apa yang diramalkan Cak Nun akan terjadi, “Jokowi akan di tawur rakyatnya sendiri”. Apalagi jika respons pemerintah, sikap aparat keamanan represif, pemberitaan media provokatif, serta ajakan dari tokoh politik maupun tokoh masyarakat menaikan tingkat eskalasi tuntutan pertanggung jawaban Jokowi. Sebagai perbandingan, dalam beberapa peristiwa sebelumnya, sejumlah figur publik seperti Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya pernah menjadi sasaran kritik maupun aksi protes dari sebagian masyarakat yang berujung pada “penggerudukan” rumah mereka. Dengan demikian, jika sidang perkara ijazah Jokowi diselenggarakan secara Live, lalu terdapat putusan pengadilan yang menyatakan adanya pelanggaran serius dan informasi tersebut disaksikan secara langsung oleh publik, maka salah satu kemungkinan adalah meningkatnya kemarahan publik yang dapat memicu aksi langsung pada Jokowi. Namun, apakah hal itu benar-benar terjadi, seberapa besar skalanya, dan bagaimana dampaknya tetap bergantung pada fakta yang terungkap di persidangan serta dinamika sosial dan politik setelahnya. Jadi menurut anda sebaiknya sidang Ijazah Jokowi tetap diselenggarakan secara Live atau malah justru tertutup dari publik dan media ?

𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾

24,191 görüntüleme • 3 ay önce

Masih ingat sosok Vicky Katiandago… nama yang pernah jadi perbincangan karena keberaniannya menyentuh kasus yang tak semua orang berani dekati. Kini, bukan lagi soal mutasi. Bukan lagi soal polemik. Tapi tentang sebuah perpisahan yang terasa begitu sunyi. Lewat sebuah video sederhana di halaman kantor Polda Sulut, ia berpamitan. Tidak dengan kemewahan, tidak dengan sorotan berlebihan. Hanya kata-kata tulus yang mengalir: “Terima kasih Polda Sulut Terima kasih Polres Minahasa Terima kasih Polres Kepulauan Talaud Terima kasih ZAZG…” Dan kalimat yang paling dalam menancap di hati: “Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal… tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA.” Dalam video itu, ia bersujud. Sujud yang bukan sekadar gerakan… tapi seperti melepas beban, kenangan, dan pengabdian yang pernah ia titipkan pada seragam coklat itu. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang ia rasakan saat itu. Antara kecewa, lelah, atau mungkin… ikhlas. Namun satu hal yang pasti, pengabdian tidak selalu berakhir dengan tepuk tangan. Kadang, ia ditutup dengan diam… dan langkah pergi yang berat. “I Quit,” tulisnya singkat. Tapi di balik dua kata itu, ada perjalanan panjang, ada luka yang mungkin tak sempat diceritakan. Hari ini, ia bukan lagi bagian dari institusi itu. Namun seperti yang ia katakan… jiwa Bhayangkara tak pernah benar-benar pergi. Semoga keadilan, seperti yang diharapkan banyak orang, benar-benar menemukan jalannya sendiri. Terima kasih Komdan 🙏🥹🫡 🎥 : Vicky Katiandagho

Never

10,265 görüntüleme • 6 ay önce