Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Emang ada Owner klub ngamplengi wasit? Tapi Mlucut?

81,603 views • 1 year ago •via X (Twitter)

10 Comments

𝕳 𝖊 𝖓 𝖉 𝖗 𝖆's profile picture
𝕳 𝖊 𝖓 𝖉 𝖗 𝖆1 year ago

cocote 😅

Red Riot on Blue Side's profile picture
Red Riot on Blue Side1 year ago

Taek-taekan balbalan semarang adalah nabraki balungan dewe!

Semongko 𝖌𝖊di 🍉's profile picture
Semongko 𝖌𝖊di 🍉1 year ago

Mending tak kei stiker, daripada ngko dilaporke pencemaran nama baik. Kno enak jek masa imun, hla kne~

Dod's profile picture
Dod1 year ago

Cocote 🤣

Absolute Persebaya's profile picture
Absolute Persebaya1 year ago

🤣🤣🤣

👊's profile picture
👊1 year ago

asu ya mbah 🤣

Supporter Gblk's profile picture
Supporter Gblk1 year ago

ada, saiki dadi anggota DPRRI mbah, pora ngweri. Meh dadi Cawalkot, dadi nek dekne menang Walkot, jatah DPR RIne iso didol nang kandidat partaine dekne sing liyane. Pokoke cwuaan bosku

Diandreas's profile picture
Diandreas1 year ago

Bajindul 😅

relawan konoha's profile picture
relawan konoha1 year ago

kawal

pingin jadi pejabat negara lucu's profile picture
pingin jadi pejabat negara lucu1 year ago

Cokkk,lucu 🤣🤣🤣

Related Videos

Tiap ngeliat tim underdog sukses gini jadi mikir sama alasan fans-nya suka sama klub itu. Di Indonesia, jadi fans klub besar itu pilihan yang "aman." Gampang cari komunitas, kesempatan buat juara terbuka luas, dan akses lebih nggak terbatas. Tapi ada segmen kecil yang memilih jalan yang berbeda klub dengan sejarah panjang, filosofi unik, nemu klub di Football Manager, atau sekadar karena... vibe-nya cocok. Kadang seseorang suka sama satu klub memang alasannya nggak logis tapi cukup berkesan. Fans klub-klub yang nggak masuk radar mainstream kayak Indonesia Seagulls , INDOTORINO , Leverkusen Indonesia 🇮🇩 , WatfordIDN , Como Indonesia dan lainnya pasti punya cerita menarik kenapa mereka suka sama klub favoritnya. Tapi ada beberapa pola kenapa orang suka & tertarik sama sebuah klub secara gak sadar: 1. Sebagian orang milih klub bukan karena menang, tapi karena klub itu merefleksikan siapa mereka. Bukan soal keren-kerenan. Ini lebih ke "klub ini ngerti gue atau setidaknya gue ngerti klub ini." They feel connected. 2. Ada yang fatigue sama hal mainstream. Bukan sok edgy tapi ada fatigue karena oversaturation tim-tim besar di media. Jadi ya, di titik tertentu, orang nyari ruang yang lebih... sepi. Somehow, komunitas fans klub yang underrated ini terasa lebih intimate. 3. Ada paradoks yang menarik: makin sering sebuah klub bikin frustrasi, makin dalam attachment-nya. Ini bukan masokisme, ini lebih ke sunk cost yang punya makna emosional. Soalnya gregetan sendiri, tapi malah jadi momen suffering ini yang merekatkan fans. 4. Fan culturenya gak terlalu mementingkan fame. Ya, pengen fan clubsnya terkenal bukan berarti salah, tapi somehow waktu mereka secara sadar ngefans klub-klub underrated ini, ya tandanya tau kalau ada kemungkinan anggotanya ngga selalu ramai. Dan biasanya inilah yang membuat mereka welcome sama orang baru yang genuinely tertarik belajar. Pilihan klub & alasan lo suka klub itu personal banget. Jadi, apa alasan lo suka sama tim kesukaan lo sekarang?

Stories with Intention

86,319 views • 5 months ago