Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

feeling gue Argentina menang, tapi Mesir minimal bikin deg-degan. skor 2-1, diantara Messi or Salah pasti jadi headline. Prediksi kalian gmn?

17,399 Aufrufe • vor 2 Monaten •via X (Twitter)

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Gila ini driver grabid 😭 Kok bisa-bisanya FRAMING penumpang sebagai PENCURI? Kronologi awal gue mau ke bandara pakai GrabCar. Gue duduk di baris 2 sebelah kiri. Dapat driver ini awalnya normal aja. Tiba-tiba setelah keluar komplek, dia ngubek-ngubek dasbor dan cari-cari HP dia yang satu lagi. Berarti ada 2 HP, karena 1 lagi dipakai buat Google Maps. Setelah dia cek bagian belakang dan nggak ketemu, dia lihat gue sambil bilang: 👨🏻‍✈️: “Pak, udah balikin aja.” Gue langsung nggak seneng dong karena merasa diframing. 👨🏻: “Loh, kok malah jadi nuduh saya? Saya aja baru naik.” Dia jawab lagi: 👨🏻‍✈️: “Udah pak, balikin aja. Itu HP anak saya.” Gue jawab pakai logika dasar: “Ditelepon aja pak, misscall. Pasti kan bunyi.” Jawaban dia malah bilang nggak ada nomornya karena HP tersebut baru dibeli tadi malam. Sambil berkali-kali bilang kalau di mobil itu baru dia dan gue, nggak ada penumpang lain. Jadi menurut dia, pelakunya sudah pasti gue. 🤣 Ini posisinya kami mau masuk pintu tol, pertigaan Artha Gading dari arah Sunter. Dia bahkan sampai ngancam mau ke kantor polisi kalau gue nggak mengaku. Karena udah dituduh terus, gue nyalain Voice Note. Semua percakapannya gue rekam dari awal. Akhirnya gue tanya: “Bapak udah cek bagasi belum?” Dia bilang nggak mungkin. Sampai dia ROGOH KANTONG CELANA GUE kayak gue maling. 😭 Nggak ada apa-apa. Baru setelah itu dia cari ke bagasi... Dan ternyata HP-nya NYELIP DI KARPET BAGASI. Di rekaman Voice Note jelas dia minta maaf setelah HP-nya ketemu. Tapi nggak lama kemudian dia malah ngegas lagi dan bilang gue yang mindahin HP-nya ke belakang. Sakit banget sih ini. Entah ini modus baru atau memang kelalaian driver, tapi menurut gue hal seperti ini harus ditindak tegas. Gue juga pesan GrabCar Premium dan fitur AudioProtect-nya aktif, jadi seharusnya pihak Grab punya rekaman dari awal gue naik. Dan yang bikin gue makin heran... MASIH NUDUH LOH. HEBAT BANGET DRIVER KALIAN. 😭 Kalau sampai sidik jari gue terbukti nggak ada, gimana nih, Pak? Menurut kalian, kalau ada di posisi gue, apa langkah yang paling tepat setelah mengalami tuduhan seperti ini?

txt keabsurdan wni

44,597 Aufrufe • vor 20 Tagen

Ini tu sebetulnya cerita (agak) sedih, tapi mereka sweet banget 😭 Jadi waktu ulang tahun Woozi, semua member sibuk banget sampai lupa sama ulang tahunnya. Trus pas udah mepet ganti hari, mereka bikin video dadakan. Di 17's diary, Woozi bilang gini, “Ternyata hari ini ulang tahun gue. Saking sibuknya, gue bahkan nggak yakin kalau ini hari ulang tahun gue. Gue harus bikin ini kelihatan kayak hari ulang tahun, kah? Ah, tapi member lagi syuting, ada yang lagi nyiapin lagu dan performance juga. Banyak lah~ Gue sebenarnya agak sedih 🤏 Tapi gue pikir, 'ah cuma ulang tahun doang~', toh pasti berlalu juga kayak hari biasa lainnya. Pas lagi mikir begitu, tiba-tiba video dari member di ruang latihan! Trus tiba-tiba ada kue!! Meskipun ulang tahunnya udah lewat, mereka ngerayain ulang tahun untuk gue di tengah-tengah kesibukan hari ini (mereka telat 8 menit, tapi gue maafkan~) Untuk kalian, orang-orang berharga dalam hidup gue, terima kasih banyak. Kalian tahu gue nggak pandai bilang ini, kan? I love you hehe.” Scoups dan Jeonghan juga nulis di 17's diary, cerita kalau sebenarnya Scoups ingat cuma karena syutingnya lama banget, jadinya kelewat. Scoups bilang kalau dia sedih karena nggak ada di samping 'little brother'-nya hari itu. Iya, dia nulis begitu, 'my little brother'. Di akhir, Scoups bilang, hadiah ulang tahun yang bisa dia kasih ke Woozi adalah janji untuk terus bermusik bareng Woozi sepanjang hidupnya. Trus Jeonghan bilang di hari sebelumnya mereka udah rencana mau kelarin syuting cepat-cepat untuk rayain ulang tahun, tapi karena sebagian terlalu sibuk jadinya lupa. Pas semuanya udah pulang, Jihoon bergumam gini, “Ah.. ulang tahun gue berlalu begini lagi..” Pas denger begitu, mereka langsung buru-buru keluar buat beli kue 😭

nasi.

181,483 Aufrufe • vor 2 Monaten

video Audrey Bianca Callista ini muncul di fyp tiktok gue setelah sebelumnya gue nonton video soal party salah satu influencer yang kabarnya ngabisin 700jt dan jujur… gue langsung diem. di video ini Audrey cerita tentang desa Lete Palolo di Sumba yang bahkan nggak punya akses listrik. setiap matahari tenggelam, aktivitas mereka ikut berhenti. anak-anak nggak bisa belajar malam hari, ibu-ibu yang menenun juga nggak bisa melanjutkan aktivitasnya. bukan karena mereka nggak mau, tapi karena memang nggak ada listrik. tapi bagian yang bener-bener bikin gue sesek justru pas audrey nanya ke anak-anak, “mau belajar pake apa?“ mereka jawab serempak jawab “LAMPUUU” terus Audrey tanya lagi “berarti kalian mau ya ada listrik disini?” of course mereka jawab MAUUU!!! yang bikin gue sedih tuh pas ada satu anak kecil yang jawab, “emang bisa ya, kak?” ANJIRRRR… 😭 “emang bisa ya, kak?” tuh kalimat pendek tapi somehow nyakitin banget. karena buat kita belajar malam dengan lampu itu bukan sesuatu yang perlu ditanyain “bisa atau nggak”. tinggal pencet saklar, selesai. tapi buat anak ini, punya lampu buat belajar sampai malam bahkan terdengar seperti sesuatu yang terlalu jauh buat dibayangin. dan pas akhirnya listriknya nyala, lihat reaksi mereka tuh makin bikin gue terharu. sesederhana ada cahaya di malam hari, tapi kebahagiaannya sebesar itu. terus gue keinget video party 700jt yang baru aja gue lihat sebelumnya. again, bukan soal orang kaya nggak boleh menikmati uangnya. tapi dua video ini muncul berurutan di fyp gue dan literally bikin gue sadar kalau KETIMPANGAN SOSIAL ITU NYATA BANGET. di satu sisi ada orang yang bisa menghabiskan 700jt untuk satu malam, di sisi lain ada anak yang bahkan masih harus bertanya, “emang bisa ya, kak?” ketika ditawarin sesuatu yang buat kita adalah kebutuhan paling basic. Audrey yang sekarang jadi perwakilan Indonesia di Miss World 2026 lewat beauty with a purpose menurut gue jadi punya makna yang jauh lebih dalam setelah lihat video ini. because sometimes privilege is so invisible when you've always had it. kita nggak pernah mikir betapa beruntungnya bisa belajar di bawah lampu, karena dari kecil kita pikir itu memang seharusnya begitu. ternyata nggak semua anak punya kesempatan yang sama. dan kalimat “emang bisa ya, kak?” itu genuinely broke my heart. 😔

A͟d͟ᥱ͟ᥣ͟ᥲ͟ι͟d͟ᥱ

18,109 Aufrufe • vor 1 Monat

Tiap ngeliat tim underdog sukses gini jadi mikir sama alasan fans-nya suka sama klub itu. Di Indonesia, jadi fans klub besar itu pilihan yang "aman." Gampang cari komunitas, kesempatan buat juara terbuka luas, dan akses lebih nggak terbatas. Tapi ada segmen kecil yang memilih jalan yang berbeda klub dengan sejarah panjang, filosofi unik, nemu klub di Football Manager, atau sekadar karena... vibe-nya cocok. Kadang seseorang suka sama satu klub memang alasannya nggak logis tapi cukup berkesan. Fans klub-klub yang nggak masuk radar mainstream kayak Indonesia Seagulls , INDOTORINO , Leverkusen Indonesia 🇮🇩 , WatfordIDN , Como Indonesia dan lainnya pasti punya cerita menarik kenapa mereka suka sama klub favoritnya. Tapi ada beberapa pola kenapa orang suka & tertarik sama sebuah klub secara gak sadar: 1. Sebagian orang milih klub bukan karena menang, tapi karena klub itu merefleksikan siapa mereka. Bukan soal keren-kerenan. Ini lebih ke "klub ini ngerti gue atau setidaknya gue ngerti klub ini." They feel connected. 2. Ada yang fatigue sama hal mainstream. Bukan sok edgy tapi ada fatigue karena oversaturation tim-tim besar di media. Jadi ya, di titik tertentu, orang nyari ruang yang lebih... sepi. Somehow, komunitas fans klub yang underrated ini terasa lebih intimate. 3. Ada paradoks yang menarik: makin sering sebuah klub bikin frustrasi, makin dalam attachment-nya. Ini bukan masokisme, ini lebih ke sunk cost yang punya makna emosional. Soalnya gregetan sendiri, tapi malah jadi momen suffering ini yang merekatkan fans. 4. Fan culturenya gak terlalu mementingkan fame. Ya, pengen fan clubsnya terkenal bukan berarti salah, tapi somehow waktu mereka secara sadar ngefans klub-klub underrated ini, ya tandanya tau kalau ada kemungkinan anggotanya ngga selalu ramai. Dan biasanya inilah yang membuat mereka welcome sama orang baru yang genuinely tertarik belajar. Pilihan klub & alasan lo suka klub itu personal banget. Jadi, apa alasan lo suka sama tim kesukaan lo sekarang?

Stories with Intention

86,319 Aufrufe • vor 5 Monaten

mau berkeluh kesah panjang~ sebenernya dari drama wind up tayang beneran menguras energi gue banget as nominist. haters terkhusus akgae ikut campur terus, diremehin cuma perkara short video (dikatain drama t1ktok), dicemooh karena tayang di aplikasi baru, dikatain target pasarnya cuma fans doang, itu pun buat yang mau bayar aja karena mahal, dikatain cuma ngasih makan shipper, terus jeno jaemin dikatain sapi perah agensi padahal dia fans dari salah satu idol itu. nominist yang berlangganan di aplikasi itu dikatain pembela kapitalis agensi. sejujurnya gue bingung sebenarnya mau mereka apa? satu satunya platform ya cuma itu? mau berhayal bakar gedung agensi pun ga bakal bikin dramanya pindah di aplikasi lain. makanya mau ga mau kita jor jor an support mereka diaplikasi baru itu sampe aplikasinya error saking banyaknya yang masuk dan bisa dapat jutaan views dalam beberapa hari, padahal itu aplikasi baru, karena kita mencoba yakin mungkin dengan ini jadi potensi besar buat nomin. DAN BENAR, DRAMA MEREKA TAYANG DILAYAR BIOSKOP DI BEBERAPA NEGARA (bangga banget sama mereka🥹) dan ga akan gue maafin kalian yang ngaku ngaku fans tapi ngeremehin drama ini di awal, skrg ikut ikutan ngerasa kalo itu juga hasil kerja keras kalian, ew. dan dari wind up ini juga yang bawa jeno jaemin jadi nominasi di acara bergengsi, disandingkan sama aktor aktor hebat yang pengalaman acting mereka udah puluhan tahun (BANGGA BANGGA BANGET) boong banget kalo ga ngebatin pengen ada salah satu dari mereka yang menang, karena gue pengen banget ada yang bisa dapet trophy itu. makanya nominist coba buat vote mereka dua duanya, ya karena kita ngebiasin 2 anak hebat itu (oh how i proud of them) biar ga ada timpang tindih antara jeno sama jaemin. tapi hal ini pun dicari celahnya sama akgae (dan mungkin aja ada dari mereka yang pernah ngeremehin drama wind up ini di awal). cuma perkara kita vote dua duanya, dan ga berhasil ngasih salah satu dari mereka diposisi pertama, seolah olah kekalahan ini salah kita (belum kalah sih masih ada harapan buat menang). bikin narasi ke kita kalo kita pengen mereka berdua kalah cuma karena mencoba buat fair antara jeno dan jaemin. gue jadi mempertanyakan apakah beban vote ini cuma buat kita? ga sedikit dari nominist yang takut sama hasil akhirnya, karena ya ke trigger disalah salahin terus. sekarang apapun hasilnya, menang atau pun kalah, kita udah keren banget bisa bawa drama ini makin dikenal sama banyak orang karena udah naik layar lebar di beberapa negara. kita udah keren karena bisa bawa mereka ke nominasi bergengsi, SDA Seoul International Drama Awars (keren banget ya jeno jaemin kita) gue ga akan mengkredit kan kalo ini cuma usaha nominist doang, pasti ada fans unit, shipper, solo stan atau orang lain yang sekedar suka jeno jaemin, makasih buat kalian yang ga pernah underestimate drama ini dan tetap memilih buat dukung mereka🥹🩵🩷

ca★★

20,782 Aufrufe • vor 2 Monaten