Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

finally finished my portfolio site di sini gue masukin: - experience dan projects yang pernah gue handle - creator collab sama selected work - products that I build - best posts, AMAs, Spaces, dan events - skills, working stack, dan cara gue kerja feel free to check it here:

11,463 views • 27 days ago •via X (Twitter)

0 Comments

No comments available

Comments from the original post will appear here

Related Videos

Arsenal dan Pressure waktu Title Race Lo pernah nggak ngerasa pressure yang berat di hidup lo, tapi ternyata lo bisa ngelewatin itu semua? Beberapa hari lalu, gue nonton interview super inspiratif dari Tom Hiddleston tentang title race Arsenal dan City. Salah frasa yang cukup sering dia bilang adalah “Pressure is a privilege.” Jujur, gue udah pernah denger frasa ini dari lama, it took me some time to really understand it. Gue jadi keinget sama tim kesukaan gue, Arsenal, yang sering crumble under pressure di akhir-akhir musim. Semalam Man City menduduki peringkat 1 setelah sekian lama Arsenal yang mimpin di klasemen liga. Mungkin ada banyak fans yang merasa takut, pasrah, tapi ada juga yang masih optimis untuk mendukung tim ini. Gue jadi inget rasanya waktu Arsenal pertama kali bikin semua orang percaya di musim 22/23. Mereka memimpin liga hampir sepanjang musim. Fans Arsenal untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama berani berharap. Tapi sejak itu, Man City dan Liverpool selalu datang dan Arsenal runtuh. Di beberapa musim setelahnya, Arsenal mencoba lagi, dengan pendekatan berbeda dan skuad yang lebih dalam, tapi belum berhasil. Jujur aja, ini yang mungkin membuat Arsenal terus-terusan menghadapi pressure karena tanggung finish di posisi dua terus. Pressure itu datang dari dua arah sekaligus. Fans Arsenal sendiri yang menunggu gelar, ada yang sebagian sabar, ada yang sebagian nggak. Tapi mereka menunggu karena mereka sebenarnya percaya sama kapasitas tim ini. Mereka sudah cukup tahu kalau di atas kertas, Arsenal bukan tim yang kebetulan bisa memimpin klasemen sepanjang musim. They have the capability to win it. Dan rasa kepercayaan itu beratnya luar biasa karena mengecewakan orang yang percaya jauh lebih menyakitkan dari mengecewakan orang yang nggak mengharapkan apa-apa. Di sisi lain, rival menunggu downfall Arsenal. Banyak alasannya kenapa mereka begitu, tapi yang jelas salah satunya penampilan Arsenal cukup menjanjikan untuk membuat kejatuhan mereka terasa memuaskan. Dua-duanya pressure. Dua-duanya karena Arsenal dianggap cukup menarik untuk diperhatikan. Gue jadi keinget sama interview-nya Hiddleston lagi, dia bilang kalau rasa takut dan excited itu reaksi kimianya sama di tubuh. Gue jadi penasaran sama Arteta dan pemain Arsenal, apakah mereka masih takut? Kalau gue yang ada di posisi itu, gue akan menganggap pressure ini adalah privilege. What a privilege to be expected to win by your own fans. What a privilege to be waited on to fall by everyone else. Sekarang City ada di atas. Hanya ada produktivitas gol aja yang memisahkan, it’s not even the goal difference. Gue berharap Arteta dan pemain Arsenal harus punya mindset positif dalam melihat ini. Pressure means you’ve earned your spot where the bar is high and the challenge is real. Kalau Arsenal bisa memenangkan battle ini, mereka akan mengenang cara kemenangan yang mungkin aja paling memorable. I hope they actually think “Oh this period is exciting and we feel most alive to beat those challenges.” Di aspek mana pun, pressure seberat ini nggak datang kepada semua orang, nggak datang kepada semua tim. Ini datang kepada mereka yang sudah cukup besar untuk membuat orang percaya dan cukup berbahaya untuk membuat musuh menunggu mereka jatuh. Kalau bukan privilege, namanya apa? Prove us that you are born for this Arsenal. (source pict & video: ESPN, Sky Sports & Pinterest)

sya

145,212 views • 3 months ago

"demi kalian" lagu tragis tentang lelaki buaya darat yang kemudian diobrak-abrik makna awalnya jadi lagu cinta paling tulus dari idola kepada penggemarnya oleh smash, the pioneer of indonesian's boygroup (you like it or not, swallow that pill ajalah) 🥰 smash beneran sukses bikin fansnya cinta mati karena lagu ini, gak peduli meski selalu dicap tukang daur ulang lagu, mereka bener-bener bawa lagu ini jadi sebuah permohonan maaf dan pernyataan cinta seorang idola kepada fansnya, bukan seorang lelaki ke pacar-pacarnya. tiap liriknya tajem banget, nampar diri mereka sendiri sebagai idola yang banyak kurangnya tapi masih selalu dapet dukungan dari fans. juga ngasih pengertian ke fansnya dengan cara yang halus dan lembut banget kalau idolanya juga cuma manusia. liriknya tuh kata per katanya terasa jujur, apa adanya, tapi nyelekit banget, lebih sakit daripada omongan tetangga. dulu waktu pertama kali denger lagu ini gue cuma bisa nangis, anak kecil yang nekat cabut ke balai sarbini demi lihat konser album kedua grup idolanya itu sesegukan sambil peluk temen sebelahnya yang juga gak kalah kejer nangisnya. and many years later, she's still crying whenever she heard this song. dia nangis pun masih dengan alasan yang sama—karena lagu ini dibawain sama idolanya. orang-orang yang tulus dia sayangi, dukung, dan selalu jadi motivasi hidupnya. idola yang bahkan gak kenal sama dia, gak tahu ada eksistensi dia di dunia, tapi meski begitu rasa cintanya masih tetap sama. dan sampai lima belas tahun lewat pun, perasaannya gak berubah. bersyukur banget gue ketemu smash sebagai idola pertama gue, mereka ngasih banyak pelajaran buat gue buat jadi fans yang tau batasan dan sadar diri buat ngertiin kerjaan mereka sebagai idola. and btw, selamat berulang tahun yang kelima belas ya, idolakuhhh... meski di sini cuma mangbis aja yang nyanyi, di hatiku kalian berlima dan dua lainnya akan selalu punya ruang khusus yang spesial banget!!! 💕🥰💕 kalau rejekinya nanti ketemu minggu besok, gue sangat siap buat mencurahkan segala kerinduan yang udah terpendam sekian lama ini ke kalian wkwkwkkw karena belum tentu setelahnya gue masih bisa ketemu wkwkwkkwkwkw 😭😭😭

😈

14,038 views • 1 year ago

banget semalem woi sesuai janji, ku tutorial lengkap cara gue bikin landing page estetik modal 10 menit doang pake AI. cocok parah buat ngebantu UMKM go digital. 1. Bikin Master Prompt kalian bisa pake Gemini (atau AI lain kayak Claude). ceritain detail website yang lu mau. ‣ konsep & vibe (misal: modern gen-z, warna pastel). ‣ struktur page (hero section, menu, testi). suruh AI-nya ngerapiin ide lu jadi satu prompt instruksi yang solid. -- 2. Siapin Amunisi Aset kumpulin foto produk, logo, teks deskripsi, sampe detail alamat. biar kodingannya nanti langsung narik gambar, upload semua foto lu ke Imgur. copy direct link gambarnya, terus selipin ke dalem master prompt di langkah pertama tadi. -- 3. Eksekusi di Google AI studio langsung buka Google AI Studio ( - pilih menu "Build". - pastiin modelnya pilih Gemini 3.1 Pro Preview biar fitur live code assistant-nya jalan maksimal. - paste master prompt lu di situ, terus enter. tinggal pantau AI-nya ngeracik web lu secara live! -- Catatan Penting trik 10 menit ini paling maksimal buat website yang sifatnya static (Frontend doang). cocok banget buat: - landing page UMKM / katalog produk - website CV / portofolio - web jualan sederhana (misal top up diamond) yang tombol belinya langsung lempar ke WhatsApp. 🗿: "Bisa buat web yang lebih advance gak min?" jawabannya: bisa aja, TAPI... lu harus siapin "Backend". yang lu bikin di tutorial ini baru simplenya aja. kalo lu butuh sistem add to cart, payment gateway macem QRIS, atau fitur login user, lu butuh bikin "dapur" sama "gudang" datanya. bisa dicodingin AI juga, tapi promptnya harus jauh lebih dalem, teknis, dan ga bakal selesai cuma dalam 10 menit 1x prompt. buat UMKM yang butuh online presence cepet dan keliatan branded, ini bener-bener game changer. abis kodenya jadi, tinggal lu deploy gratisan pake Vercel. -- oiya, sebelum ngeracik prompt, pastiin lu udah punya bayangan visualnya. buat nyari referensi website estetik, kalian bisa cek ke sini: - pinterest (paling gampang buat nyari moodboard & color palette) - dribbble / behance - lapa ninja / (gudangnya referensi landing page cakep) ‣ awwwards (kalo mau liat referensi web yang animasinya dewa) kalo kalian suka dan ngerasa konten ginian ngebantu, jangan lupa rt, like, & bookmark post ini biar ga ilang pas ntar mau praktek

satyaxbt

60,202 views • 5 months ago

[CONTAIN SPOILER] I want to talk about Gwimae kuno di #TheEastPalace, semua karakter utama kecuali Gucheon dan Saeng-gang adalah villain jd bukan tentang siapa yg meletakkan curse di istana. Tapi kutukan di Dong Goong itu udh ada dr beratus-ratus tahun sebelumnya dan udh mengakar. Penjahat sebenarnya adalah Gwimae Kuno yg menurut gue adalah perwujudan ketamakan orang-orang dalam istana yg pada akhirnya mendorong mereka untuk saling menghabisi satu sama lain demi Tahta. Gwimae mempengaruhi orang2 di istana untuk saling mengkhianati dan dibunuh. Kebetulan yg dendam dan ketamakannya paling besar adalah Seja (charanya Kwak Dongyeon) sampai dia rela membunuh saudara2 dia sendiri demi tahta dan kalau dia nggak dibunuh, dia bisa bunuh bapaknya. That's why the king had to kill him first supaya dia bisa survive jg. Tapi raja gak expect Seja akan jadi akwgi. Gwimae sendiri adl entitas roh jahat yg mendorong manusia pada jurang kematian. Perebutan tahta dengan cara keji itu pastinya udh jd hal 'biasa' di dalam kerajaan bahkan dr sebelum raja yg sekarang dan praktek itulah yg bikin Gwimae kuno tumbuh besar dan mengakar dalam istana sampai akhirnya Dong goong itu energinya nggak balance dan lebih didominasi oleh energi Yin, energinya Gwimae. Gwimae kuno emang udh ngincer Gucheon dr awal krn kayaknya dia tuh setengah manusia, setengah arwah krn insiden sama ibunya di sungai itu (aku lupa mereka bahas di eps berapa) tp klo ga salah Gucheon bilang pas itu ada monster yg ngincer energi Yin dia dan ibunya jg punya energi Yin yg setara dan akhirnya sacrifice dengan membiarkan si monster makan ibunya dan dia tetap hidup. Gucheon punya energi Yin & Yang yg sama besarnya tp energi Yang nya cepet habis krn waktu dia banyak dihabiskan di realm (it means he had to die several times untuk bisa ke realm) Si Gwimae cuma punya energi Yin dan nggak ada yg punya energi Yang sebesar Gucheon (Saeng-gang jg punya tp dia ga mendeteksi akar masalahnya jd dia nggak bisa ketemu si Gwimae kuno) Gucheon sendiri jg gak punya greed. Jd sekalipun dia berbagi Yin-nya sama Gwimae, he won't die krn dia gak bisa dipengaruhi utk jatuh ke kematian demi mewujudkan ambisi. Dia cuma rela mati demi nyelametin putri, which means energi Yang dia lebih dominan. Si monster yg makan ibunya Saeng-gang jg itu Gwimae kuno yg wujud aslinya itu di video ini 👇

Escape is back

34,472 views • 21 days ago

Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼 Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini.. Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami.. 📝 Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda. Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013. Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat. Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan. Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku. Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama. Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko. Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang. Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun. But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya. Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap. Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan. Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya. Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years. Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it. Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana. Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku: "Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia." Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali. Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London. Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah. Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental. Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis. Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot. Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara. Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya. Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi. Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide. Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami. Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat. Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu. Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin. Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat. Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya. Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis. Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit. However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu. Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini. Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.

Ibrahim Arief

514,408 views • 7 months ago

I got asked for my best pieces of career advice. 9 things I wish I knew when I was starting out: 1. "Swallow the Frog" This is one of the greatest "hacks" to get ahead early in your career. Observe your boss, figure out what they hate doing, learn to do it, and take it off their plate. Easy win. 2. Do the old fashioned things well. Look people in the eye, do what you say you'll do, be early, practice good posture, have a confident handshake. It sounds silly, but these things are all free and will never go out of style. 3. Work hard first and smart later. It's trendy to say that working smart is all that matters. Wrong. If you want to accomplish anything significant, you have to work hard. Work hard early—take pride in it. Then you can start to build leverage to work smart. 4. Don't do your best. Do your best is bad advice early in your career. Don't do your best, do what is necessary. Do what it takes to win. 5. Build storytelling skills. World-changing CEOs aren't the smartest in their orgs. They are exceptional at: (1) Aggregating data and (2) Communicating it simply & effectively. Data in, story out. Build that skill and you'll always be valuable. 6. Establish a reputation for figuring it out: Early on, you'll be given a lot of tasks you have no idea how to complete. There's nothing more valuable than someone who can just figure it out. Do some work, ask key questions, get it done. People will fight over you. 7. Dive through every cracked door. If someone cracks open a door that may present an opportunity, dive through it. 8. Build a personal board of advisors. The concept of “mentorship” has become too formal. Asking someone to be your mentor feels like a big commitment. Instead, build a Personal Board of Advisors. A diverse group of 5-10 people you can go to for questions, advice, or feedback. 9. Prioritize people and experience, not salary. A 10x better foundation-building experience compounds much more effectively than that extra $5K in salary. You should be compensated fairly, but not all compensation is monetary. Think long-term. Build the strongest foundation. *** The full video breaks all of these down in more detail. The rules, tips, tricks, and principles that will allow you to get ahead and stay ahead in your career. Whether you're just starting out or looking to reinvigorate your career path, these insights are crafted to help you win! Please watch and share so that more people see it! Full video here:

Sahil Bloom

752,913 views • 2 years ago

What a beautiful, laid-back year. I worked and rested in equal measure, I laughed hard and loved hard. And I travelled! I ate croissants in Paris, ate too much cheese in Amsterdam, had amazing fish in Mozambique, swam at the edge of the Victoria Falls, had ice cream in Zambia, lunch in Botswana, coffee in Kenya and bitterballen in Den Haag. I fell in love with windmills and canals, trains and bicycles, and enjoyed European winter. Netherlands was a second home 😍 And I finally explored Cape Town like a tourist and went home every chance I got. And I went to the gym, hiked Lion’s Head religiously and went to church. And my career catapulted. I wouldn’t even know where to begin expressing my gratitude because it wasn’t just hard work, it was my seniors at work vouching for me, motivating for me and dropping my name in high places. It was my postgraduate students working hard and cooperating. It was my supervisor saying: “I feel like I photocopied myself in you.” And her pushing me in her footsteps -Guiding me on Funding, Ratings, Publications, Patents, Roping me into high-value projects and mentoring me like a mother. I got ALL the fundings I applied for. Like all of them said YES. I’m still speechless. I got NRF rated (Super huge for my career). I was granted a patent for the nanocomposite I produced during my PhD by South Africa, UK and USA, and the university poured funds into me moving to commercialisation (This happened after I wrote an email to the VC one 3 am. I woke up regretting how ‘harsh’ I had sounded and wanted to walk up to his office and ask him to delete the email before reading it - Long story 💀 But turns out I had just been assertive and not rude, so yay! “Sign here, here and here.”) In all the cities I went to this year, I wrote the way I think - endlessly, deeply and utterly silly sometimes. I wrote my heart out and fought hard against impostor syndrome. I finally published my 6th novel, made progress on The y in your man is silent 3, finished my other novel (Lelani), finished my non-fiction book (about my childhood) and wrote my novel (The Praying Mantis) on my Facebook page. And I got the Outstanding Author award, making me a Multi-award winner… It meant the world! I also finally stopped focusing on the next goal and slowed down. I savoured every moment as it happened and was present in real life. I looked out of airplane windows, went to spas regularly and drank a lot of tea. I also stopped trying to lose weight and ate my heart out. This year, I gave myself the love and kindness I give other people, and I was very gentle with myself. Through it all, God carried me and loved me as if I was His only creation. And I made many connections on and offline. And as always, I enjoyed Twitter a LOT. All that made the year so so beautiful 😍 Also refurnished my house and renovated just nje for no reason at all 🤭 Oh, and I LOVED and allowed myself to be LOVED 😍 And I took many pictures of innuendos 🤭🤣 Chilling and working just enough has been fun, but resting is over. Next year, we go hard!💪 The best is yet to come 🤞✨

Dr. Yvonne Maphosa

22,766 views • 1 year ago