Sensitive content

This media may contain sensitive content.

Video wird geladen...

Video konnte nicht geladen werden

Zur Startseite

Full video di grub tele ya.. Sekali bayar dan bisa request okay. #bdsmindo #bdsmindonesia #bdsmmalaysia #bdsmmalaya #asianbdsm #findom #femdom #mistress #slave

0 Kommentare

Keine Kommentare verfügbar

Kommentare vom Original-Post werden hier angezeigt

Ähnliche Videos

Aurora Merah di film Sore itu maksudnya apa? Ini lagi-lagi hanya interpretasiku ya, aku gatau bener atau salah, cuma asumsi dan tebakanku aja Teoriku adalah ketika Sore paham kalo dia ngeloop terus padahal udah tinggal dikit lagi ketemu Ayahnya Jo, kan ditandai oleh waktu yg semakin cepat, tiba-tiba malam, dan ada Aurora Merah. Saat itu dia bilang "Dia (maksudnya Waktu) marah..." Sebenernya di sini tebakanku sih bukan Waktu itu marah, melainkan Aurora Merah ini kayak penanda data yang dikumpulkan sama Sore udah cukup. Dan Sore di saat itu, ga diizinkan lagi buat melaju ke "masa depan", karena "masa depan" yang itu bukan ranahnya. Makanya selalu dilempar lagi ke adegan tempat tidur Sampe akhirnya diloop ulang ratusan kali, dia sadar kalo Sore yg kita tonton tadi tuh cuma punya satu pesan: kalo Sore punya cinta yang luaarrr biasaaaaaa besaarrrr dan itu ga berubah walaupun ketemu sama Jo yg ndableg ribuan kali. Dan makanya di adegan terakhir dia cuma bisa bilang sambil nahan nangis (karena emang Unconditional Love ga sepenuhnya happy tapi ada bittersweet) "aku Sore istri kamu selamanya" Mengacu pada teori Dimensi 5, Sore udah bisa ambil kendali untuk take ownership terhadap identitasnya dia: Istri Selama-lamanya. Karena waktu tuh kan ilusi juga. Jadi sekali jadi istri, ya kapan pun tetap jadi istri. Dan cintanya udah diuji ribuan kali ketemu Jo yg ndableg, mati, ngusir dia, ga percaya sama dia, dll Dimensi 5 artinya Sore udah paham kalo dia adalah satu elemen di dalam partikel Tuhan. Aurora Merah ini kayak pertanda dari Tuhan, yg diluar kendalinya Setelah terbebas dari timeloop, maka mereka berdua bisa menjalani waktu dari Dimensi 6 Full video soal penjelasan Dimensi dari Matias de Stefano di sini:

Threadmaker 🐣

40,092 Aufrufe • vor 1 Jahr

"Sekali lagi, apakah Jokowi berutang pada PDIP? Tidak!" Pendukung PDIP terus menyatakan bahwa Jokowi itu berutang ke PDIP karena Jokowi dan anak-anaknya bisa menang pilkada hingga pilpres berkat PDIP. Termasuk disebarkannya video ini. Panda Nababan pada video ini mem-framing bahwa naiknya Gibran jadi Walikota Solo itu karena "Megawati sayang Jokowi." What the hell...- Coba perhatikan ucapan Panda pada bagian ini: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega. Mau minta supaya Gibran (yang maju). Mega karena sayangnya sama Jokowi, yang sudah diproses ini dibatalkan. Untuk Gibran." Misal ucapan itu dibuat versi lain: "Tiba-tiba pak Jokowi datangi ibu Mega dan bilang bahwa Teguh dan Sugeng masih kurang bisa memastikan kemenangan PDIP. Jokowi karena sayangnya sama PDIP, ingin memberikan kemenangan mutlak ke PDIP dengan mencalonkan Gibran." Ini soal presepsi dari sudut mana kita memandang. Pilkada itu soal elektabilitas. Semua ingin bisa memastikan kemenangan. Apakah dengan kemenangan Gibran di Solo kemarin tidak menguntungkan PDIP Solo? Ya jelas juga diuntungkan. Jangan merasa Gibran punya utang ke PDIP. Harus diingat bahwa PDIP juga sudah diuntungkan selama Gibran menjabat (baca twit saya di bawah). Pemikiran ini sama dengan ketika pendukung PDIP bilang: "Megawati bisa saja mencalonkan Puan. Tapi dia lebih mencalonkan Ganjar untuk kepentingan bangsa dan negara." Preketek itu namanya. Siapa yang bakal memilih Puan? Puan tidak dicalonkan ya karena tidak punya elektabilitas. Memilih Ganjar (dan juga Mahfud), itu untuk kepentingan PDIP karena Ganjar-Mahfud punya elektabilitas sangat bagus. PDIP secara partai sangat diuntungkan ketika capresnya menang. Begitupun ketika cawali, cabup hingga cagubnya menang. Jangan mengungkit-ungkit jasa PDIP ketika memilih kandidat. Kan PDIP juga sudah dapat banyak keuntungan ketika kandidatnya menang. Masih saja mau bilang Jokowi punya utang ke PDIP?

Hasyim Muhammad

517,617 Aufrufe • vor 2 Jahren

Trump: Saya-lah yang Menempatkan Jolani Di video ini, Trump berkata, "Presiden Suriah, yang pada dasarnya saya tempatkan di sana, melakukan pekerjaan yang luar biasa. Dia orang yang keras; dia bukan anak baik-baik. Anak baik-baik tidak akan bisa melakukannya. Tetapi Suriah sedang bersatu, benar-benar bersatu dengan baik, dan sejauh ini dia sangat baik kepada Kurdi.” Siapa Presiden Suriah? Tak lain eks-ISIS (pernah dipenjara AS di Irak selama 4 tahun), lalu ke Suriah bergabung dengan Al Qaida dalam proyek penggulingan Bashar Assad. Nama aslinya konon Ahmed Al Sharaa, selama "berjihad" ia nama samaran Abu Mohammed al-Jolani. Awalnya, kelompoknya bernama Jabhah Al Nusra (Al Qaida cabang Suriah) dan resmi masuk daftar teroris oleh PBB. Lalu, JN ia ganti nama jadi Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Setelah akhirnya mereka menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, HTS ia bubarkan. Jihad dan khilafah apa kabar? Ya ga ada kabarlah. Dia ganti jubah jihadnya dengan jas dan dasi. Ia bersalaman dengan pemimpin negara-negara Barat. Sikap terhadap Israel? Kadang ngomel-ngomel dikit, karena Israel terus merangsek masuk menguasai sejumlah kawasan di Suriah, termasuk Dataran Tinggi Golan dan Gunung Hermon, dimana jarak tembak Israel dari sana cuma 40 km ke Damaskus. Tapi terhadap Israel, tidak ada jihad. "Suriah tidak bisa perang lagi, dan musuh yang dihadapi saat ini adalah Iran dan Hizbullah," kata Jolani ke wartawan. Saya (dan banyak rekan di medsos) sudah sejak lamaa.. sejak 2012 nulis soal agenda AS menggunakan proxi jihad ini. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Banyak sekali tekanan dan kerugian yang saya dapatkan gara-gara terus menulis soal Suriah. Awalnya, karena ada media online pendukung jihad menobatkan saya jadi "tokoh Syiah" dalam semalam, friend FB berkurang nyaris 2000. Lalu berlanjut tekanan dan intimidasi jahat, di dunia nyata maupun maya, bahkan juga kerugian bisnis. Tapi di saat yang sama, saya menemukan teman-teman sejati. Yang tetap setia, tetap mau berteman, dan memberikan dukungan dengan cara mereka masing-masing. Banyak yang bersama saya dan melindungi saya, dengan berani menggelar acara-acara bedah buku Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, meski kemudian digeruduk fans "jihadis." Pernah minta tolong polisi di sebuah daerah, eh malah kami yang disuruh bubar. Untuk mereka semua, saya ucapkan terima kasih banyak. InsyaAllah semua kesulitan yang pernah kita lalu, ga sia-sia, pahalanya dicatat rapi oleh malaikat. Begitu juga, semua fitnah, caci-maki, dan kata-kata jahat kalian para Wahaboy, juga dicatat dan akan ada hitungannya di hari akhir nanti. Saya percaya, kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat. Sebenarnya sih kebenaran soal Suriah ini sudah lama terungkap, tapi masih banyak yang pura-pura ga tau. Sekarang setelah Trump mengaku, entah apa lagi alasan mereka. Sebenarnya, Trump ini sama saja dengan Bush, Obama & Biden; sama-sama diam-diam memanfaatkan Al Qaida untuk proyek mereka. Bedanya, Trump blak-blakan, sementara yang lain menutup-nutupi dengan jargon HAM & demokrasi. CATATAN: Saya mengungkap siapa yang berada di balik proyek Al Qaida & ISIS ini, tapi di saat yang sama, saya juga menyatakan bahwa MEMANG ADA umat Muslim yang bergabung atau fans organisasi teror berkedok jihad ini. Solusi untuk masalah ini, dalam pandangan saya, ada di dua level ini: kita menyebarluaskan pemahaman antiradikalisme tapi juga memahami peran AS & Israel dalam proyek terorisme ini. Jadi, beda ya, dengan "pejuang antiradikalisme" versi genk Tel Aviv, yang sok iye aja teriak-teriak soal "toleransi," tapi giliran terorisme Israel dikritik, mereka berbalik ngatain saya "pendukung terorisme Hamas." Yang mau mempelajari apa yang terjadi di Suriah, bagaiman peran para "jihadis" dan AS dan Israel, baca buku saya, unduh di

Dina Sulaeman

13,338 Aufrufe • vor 6 Monaten