Loading video...

Video Failed to Load

Go Home

Gaji guru naik hingga 30 juta! PPP all out mendukung program Ganjar-Mahfud💪🏻 Keyakinan kami pada peran guru dalam pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pendidikan sangat dalam. InsyaAllah, program ini menjadi langkah menuju kesejahteraan guru yang akan membawa berkah bagi penerus bangsa dan mewujudkan Indonesia sejahtera dan mewujudkan Indonesia unggul

2,313,091 views • 2 years ago •via X (Twitter)

10 Comments

Black Mamba's profile picture
Black Mamba2 years ago

Ini yang disebut Pak Anies “hanya sekedar janji” Sekedar supaya audience/pemilih bilang “wah bagus sekali ini, kita dukung yuk” Tapi apakah bisa direalisasikan ? Coba kita tengok rekam jejak. UMP Jawa Tengah aja kecil banget, malah paling kecil se Indonesia pada tahun 2023. Pernahkah kita dengar upaya Ganjar memperjuangkan kesejahteraan buruh seperti yang pernah dilakukan Pak Anies tahun 2022 ? Mengubah UMP yang kenaikannya hanya 0,8% menjadi 5,1% Rekam jejak berani menjanjikan Gaji guru 30 juta ? Ngayal gak sih.

kiy's profile picture
kiy2 years ago

Pret berak sekebon

Oktavolama's profile picture
Oktavolama2 years ago

Level yg perlu dicapai sekarang yg realistis ya guru digaji layak dulu. Terlalu banyak berita soal guru yg gajinya bikin ngelus dada atau malah yg miris ga dibayar sama sekali. 🥲 Kalau itu sudah tercapai 100 persen baru ngomong kenaikan gaji signfikan.

Nurfatoni's profile picture
Nurfatoni2 years ago

Janji di siang bolong

arthur's profile picture
arthur2 years ago

Kalau janji ya yang masuk akal saja Mirip kubu sebelah, makan siang gratis. Uangnya siapaa???

widi's profile picture
widi2 years ago

Guru mana yg gajinya bakal naik 30jt? Guru yang udah PNS + SERTIFIKASI? nasib guru2 swasta, honorer, guru didaerah2 apa nasibnya juga bakal diperhatikan? SUMPAH DARI SEMUA JANJI2 POLITIK INI YG PALING BIKIN GW EMOSI😭😭😭😭 BULSHITT BGT!!!

BP™'s profile picture
BP™2 years ago

Janjinya ndakik ndakik... Makanya Ketua PP Muhamadiyah kmrn nyindir kalau janji yg kira2 bisa ditepatin

Mulyadi Yuni's profile picture
Mulyadi Yuni2 years ago

Bukan kata saya

Dafa🇵🇸's profile picture
Dafa🇵🇸2 years ago

Boong guys jangan dipercaya

Cali's profile picture
Cali2 years ago

Punten pa, itu asal ngejebplak ngomongga, omongan orang ambisi kekuasaan ( omdo, janji, manis) coba sering liat acara Indonesiaku, banyak tenaga honorer yg udah belasan BKN puluhan tahun, blm diangkat ASN, pengabdian mrk sy luar biasa, gaji ms 300 rb an

Related Videos

CATATAN KRITIS PENDIDIKAN INDONESIA Oleh : dr. GAMAL (Anggota DPR RI) Sistem pendidikan yang efektif akan membentuk SDM unggul. SDM Unggul akan mewujudkan negara maju. SDM yang berkualitas dan produktif akan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Lalu, bagaimana sistem pendidikan kita hari ini? Numbers never lie. Mari kita lihat angka-angkanya. 1. HASIL PISA TERENDAH SEPANJANG SEJARAH INDONESIA MENGIKUTI PISA Capaian nilai PISA kita tertinggal jauh dari rata-rata negara OECD dan ASEAN. Skor membaca 356 jauh dibawah target RPJMN 392. Skor matematika 366 jauh dibawah target RPJMN 392. Skor sains 383 jauh dibawah target RPJMN 402. Tahun 2022, Indonesia peringkat 69 dari 81 negara. Jika kita membuat proyeksi skor Indonesia dan merujuk pada rata-rata neagra OECD, maka kita bisa mencapai rata-rata skor OECD pada tahun 2089 untuk literasi dan 2063 untuk numerasi. 2. TINGKAT KESEJAHTERAAN GURU YANG SANGAT RENDAH Merujuk pada laporan IDEAS pada Mei 2024, 42% guru dan 74% guru honorer memiliki penghasilan di bawah 2 juta rupiah, serta 13% guru dan 20,5% guru honorer memiliki penghasilan di bawah 500rb. 89% guru merasa penghasilan mereka pas-pasan atau kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. 55,8% guru memiliki pekerjaan sampingan, serta 79,8% guru memiliki hutang. Kita juga dikejutkan oleh riset NoLimit yang mengatakan 42% masyarakat yang terjerat pinjol ilegal berprofesi sebagai guru. Jika kita bandingkan dengan negara ASEAN, maka rata-rata terendah gaji guru dengan menggunakan perbandingan Purchasing Power Parity, maka Indonesia 2,4 juta, Malaysia 5,54 juta, Filipina 6,97 juta, Thailand 9,52 juta, serta Singapura 11,93 juta. Bahkan jika kita bandingkan dengan gaji negara-negara OECD, guru SD di Australia memiliki penghasilan 620-883 juta per tahun, guru SMP di Belanda memiliki penghasilan 606 juta hingga 1,06 milyar per tahun, serta gaji guru SMA di Prancis memiliki penghasilan 454-550 juta per tahun. Yang perlu kita apresiasi bersama, 93,5% guru mengatakan akan terus mengajar hingga pensiun. Jika kesejahteraan guru masih minim, bagaimana mereka bisa mengajar dengan tenang tatkala hutang membebani dan keperluan rumah tangga belum terpenuhi. 3. 71% ANAK-ANAK INDONESIA MEMILIKI FIXED MINDSET Dalam laporan PISA 2018, menyatakan mayoritas siswa di negara OECD memiliki mindset berkembang. Hasil kuisioner dalam angket mereka tidak setuju atau sangat tidak setuju dengan pernyataan "Kecerdasan seseorang merupakan sesuatu yang tidak dapat diubah". Sedangkan di Indonesia hanya 29% anak-anak Indonesia yang memiliki growth mindset. Sebagian besar, 71%, masih menganggap bahwa kecerdasannya tak bisa diubah. Anggapan tersebut mempengaruhi mindset yang akan mengantarkan pada perilaku dan hasil yang berbeda dalam hal pengembangan diri secara signifikan. 4. AKSES PENDIDIKAN TINGGI TERBATAS Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi tidak pernah melampaui target renstra Kemendikbudristek dan jauh dari target RPJMN. Capaian APK PT tahun 2023 adalah 31,45% dimana Target renstra Kemendikbud adalah 36,64%. Padahal kita memiliki target APK PT tahun 2035 adalah 45% dan 2045 dalah 60%. Jika kita bandingkan dengan negara tetangga, Malaysia memiliki APK PT 43%, Thailand 49,29%, dan singapura 91,09%. Selain itu ada disparitas yang tinggi antara kelompok pengeluaran terendah dan tertinggi. Masyarakat dengan ekonomi baik mampu mencapai angka 52,65% dan masyarakat dengan kelas ekonomi terendah hanya 17,54% yang berkesempatan kuliah. 5. KRISIS LITERASI UNESCO menilai minat baca Indonesia memprihatinkan, dari 1.000 orang Indonesia hanya 1 yang rajin membaca. Penelitian World's Most Literate Nation Ranking oleh CCSU menyatakan Indonesia peringkat 60 dair 61 negara untuk minat baca. 6. KRISIS NUMERASI Berbagai asesmen menunjukkan stagnansi atau kemajuan yang lambat kemampuan numerasi. Hasil tes IFLS menunjukkan rendahnya probabilitas siswa usia sekolah dalam penguasaan materi perhitugan dasar. Kemudian kenaikan jenjang pendidikan tidak menaikkan kemampuan literasi secara signifikan. Misalkan dalam tes IFLS anak kelas 1 mendapatkan skor 26,5% dan anak kelas 12 mendapat skor 38,7%. Jadi, walaupun siswa tersebut naik kelas, peningkatan kemampuan siswa antara jenjang satu dengan jenjang berikutnya tidak memiliki kenaikan yang signifikan. 7. MISMATCH BAKAT, PENDIDIKAN, DAN PEKERJAAN Berdasar penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN), 87% mahasiswa di indonesia salah jurusan dan 71,7% pekerja memiliki profesi yang tidak sesuai pendidikannya. Oleh karena itu, penting design kurikulum untuk memberikan kesempatan anak mengeksplorasi minat dan bakatnya. 8. LULUSAN SMK PALING BANYAK MENGANGGUR Lulusan SMK menjadi menjadi penyubang terbesar pengangguran terbuka. Kita butuh link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar. Kita juga harus melatih skill-skill yang dibutuhkan di dunia kerja ke depan, sesuai rekomendasi World Economic Forum misalkan, analytical thinking, creative thinking, serta resiliensi, fleksibilitas, dan agility. 9. GAP BESAR ANTARA RATA-RATA LAMA SEKOLAH (RLS) DENGAN HLS (HARAPAN LAMA SEKOLAH) Laporan BPS menunjukkan HLS Indonesia adalah 13,15 tahun. Artinya anak-anak yang berusia 7 tahun memiliki harapan pendidikan sampai jenjang Diploma 1. Saat ini RLS (Rata-Rata Lama Sekolah) pelajar Indonesia adalah 8,77. Artinya penduduk yang berusia 25 tahun telah menempuh pendidikan hingga SMP kelas 9. Hal ini menunjukkan RLS lebih rendah 4,38 tahun dari HLS (Harapan Lama Sekolah). Oleh karena itu, kita harus melakukan beberapa solusi strategis : 1. Memprioritaskan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, 2. Memberikan dukungan kesejahteraan dan peningkatan kualitas guru, 3. Realokasi anggaran fokus pada peningkatan kualitas pendidikan berbasis indikator kinerja pendidikan. Saya memiliki ide dan mimpi, bagaimana kita mampu menghadirkan program 1 desa 10 mahasiswa. 10 mahasiswa ini harus kembali untuk membangun desanya. Dengan begitu akan terjadi akselerasi peningkatan kualitas SDM yang merata yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan desa. Desa-desa yang unggul akan mewujudkan kota/kabupaten unggul. Kota/Kabupaten unggul akan mewujudkan Indonesia unggul.

dr. Gamal

465,688 views • 1 year ago